Kanker

Kanker Kulit

Diterbitkan: 14 Mar 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kanker Kulit
Paparan sinar UV menyebabkan mutasi DNA pada sel kulit menjadi sel kanker.
Kanker kulit adalah suatu penyakit yang terjadi karena sel kulit tumbuh secara tidak normal. Kanker kulit dapat menyerang berbagai area kulit, tetapi paling sering dialami bagian kulit yang terpapar sinar matahari langsung.Kanker kulit terbagi atas tiga jenis yaitu karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma. Ketiganya dapat dibedakan dari gejala yang terlihat.Kanker kulit dapat dihindari dengan menjaga diri dari paparan sinar matahari langsung. Perhatikan bila ada perubahan warna atau tekstur kulit yang mencurigakan. Hal ini  dapat membantu mendeteksi kanker kulit pada stadium awal. Semakin cepat kanker kulit terdeteksi, semakin cepat pula penanganan bisa diberikan agar angka kesembuhannya bisa lebih tinggi.
Kanker Kulit
Dokter spesialis Kulit, Onkologi
GejalaBenjolan seperti mutiara di atas kulit, muncul bercak seperti bekas luka, bintik-bintik hitam pada kulit
Faktor risikoMemiliki mata yang berwarna biru atau hijau, riwayat keluarga yang memiliki kanker kulit, lansia
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, biopsi
PengobatanOperasi, kemoterapi, terapi radiasi
KomplikasiKanker kembali muncul, penyebaran sel kanker ke organ lain (metastasis)
Kapan harus ke dokter?Jika mengalai perubahan pada kulit yang membuat Anda khawatir
Kanker kulit dapat menyerang semua jenis warna kulit. Kulit berwarna terang mengandung kadar pigmen melanin yang rendah. Hal ini membuat kulit rentan dari kerusakan radiasi UV. Sementara itu pada orang-orang yang berkulit lebih gelap, kanker kulit biasanya terjadi di area yang tidak terpapar sinar matahari, seperti telapak tangan atau kaki.Gejala yang muncul akibat kanker kulit dibagi berdasarkan jenis kanker kulit yaitu sebagai berikut ini.

Gejala karsinoma sel basal

Karsinoma sel basal terjadi di bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari seperti leher atau wajah. Berikut ini tanda yang mungkin terjadi pada karsinoma sel basal:
  • Benjolan seperti mutiara atau mengkilat
  • Bercak seperti bekas luka

Gejala karsinoma sel skuamosa

Karsinoma sel skuamosa biasanya berada pada bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari seperti wajah, telinga dan tangan. Berikut ini tanda yang mungkin terjadi pada karsinoma sel skuamosa:
  • Benjolan merah
  • Lesi datar yang memiliki permukaan seperti sisik

Gejala melanoma

Melanoma dapat terjadi di berbagai bagian tubuh. Pada wanita, kanker melanoma sering tumbuh pada kaki bagian bawah. Sementara pada pria, kanker ini kerap muncul di bagian wajah atau dada. Berikut ini tanda yang mungkin terjadi pada melanoma:
  • Bintik-bintik gelap di kulit
  • Perubahan warna dan ukuran pada tahi lalat
  • Lesi kecil dengan bentuk tidak teratur berwarna merah, putih, biru, atau biru-hitam
  • Lesi gelap pada telapak kaki dan tangan, ujung jari, hidung, dan bagian dalam mulut.
Namun, kanker kulit tidak selalu muncul dalam bentuk khasnya. Anda dapat menilai perubahan pada kulit melalui lesi kulit atau tahi lalat abnormal yang muncul dan tidak hilang begitu saja.Secara garis besar, penilaian lesi atau tahi lalat tersebut dilihat ke dalam beberapa aspek, yaitu:
  • Asymetry (bentuk). Jika lesi atau tahi lalat dibagi menjadi dua, maka kedua bagiannya tidak simetris atau tidak identik.
  • Border (tepi). Kedua tepi lesi pada kanker kulit biasanya tidak rata.
  • Color (warna). Lesi biasanya berwarna tidak natural seperti putih, merah muda, hitam, biru atau merah.
  • Diameter (ukuran). Kanker kulit berukuran kira-kira sebesar penghapus pensil.
  • Evolving (berubah). Terjadi perubahan warna, ukuran atau bentuk pada lesi yang muncul.

Stadium Kanker Kulit

Untuk menilai tingkat keparahan kanker kulit, dokter akan melakukan penilaian seperti ukuran lesi, potensi penyebarannya ke kelenjar getah bening, atau ke organ lainnya. Ketiga hal tersebut akan menentukan stadium kanker kulit yang dibagi berdasarkan tipe kanker kulit sebagai berikut:

Stadium tipe karsinoma sel basal dan sel skuamosa

  • 0: Sel abnormal tidak menyebar ke bawah permukaan kulit terluar (epidermis).
  • I: Kanker menyebar ke bagian bawah epidermis (dermis), tapi tidak lebih dari 2 cm.
  • II: Kanker berukuran lebih dari 2 cm dan tidak menyebar ke area sekitar ataupun kelenjar getah bening.
  • III: Kanker berukuran lebih dari 3 cm dan tidak menyebar ke kelenjar getah bening, melainkan ke jaringan sekitar atau tulang.
  • IV: Kanker berukuran lebih dari 3 cm, menyebar ke kelenjar getah bening dan jaringan sekitar atau tulang.

Stadium tipe melanoma

  • 0: Kanker tidak menyebar ke bawah epidermis.
  • I: Kanker menyebar ke dermis tapi ukurannya kecil.
  • II: Kanker semakin besar dan tebal serta bisa muncul sisik atau berdarah.
  • III: Kanker menyebar ke kelenjar getah bening atau jaringan sekitar.
  • IV: Kanker menyebar ke kelenjar getah bening hingga organ yang jauh dari tempat terjadinya kanker.
Baca juga : Jenis Kanker Kulit Mana yang Lebih Bahaya, Karsinoma atau Melanoma?
Kanker kulit terjadi akibat mutasi DNA pada sel-sel kulit penderita. Mutasi ini menyebabkan sel kulit tumbuh dengan sangat cepat sehingga terbentuk lesi kanker pada kulit.Penyebab utama mutasi DNA pada sel kulit umumnya adalah paparan sinar ultraviolet. Pada awalnya, sinar ultraviolet (UV) yang berlebih akan merusak sel kulit sehingga kulit menjadi terbakar (sunburn) atau menghitam (tan). Jika hal ini terjadi terus-menerus dalam jangka panjang, maka sel kulit bisa mengalami mutasi DNA.Paparan sinar UV tidak hanya didapatkan dari sinar matahari langsung. Kegiatan seperti menggelapkan warna kulit (tanning) di ruangan tertutup menggunakan tanning bed, booth, sunbed atau sunlamp juga dapat menghantarkan sinar UV ke kulit.Baca Juga : Kenali Ciri-ciri Tumor Jinak di Kulit, Sebelum Berkembang Menjadi Kanker

Faktor Risiko

Faktor risiko dari kanker kulit meliputi:
  • Warna kulit yang terang
  • Kulit yang berwarna kemerahan atau mudah memerah, kulit yang terbakar atau menjadi nyeri di bawah paparan sinar matahari
  • Warna mata biru atau hijau
  • Warna rambut merah atau kecokelatan
  • Tahi lalat dalam jumlah banyak
  • Paparan sinar matahari langsung dalam jangka waktu lama setiap harinya.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat kanker kulit
  • Riwayat kanker kulit
  • Usia lanjut
Dokter akan melakukan wawancara dan pemeriksaan lesi kulit untuk memperkirakan kemungkinan ke arah kanker kulit. Untuk menegakkan diagnosis, dokter memerlukan pemeriksaan lanjutan berupa:
  • Biopsi kulit. Pada pemeriksaan ini, dokter akan mengambil sampel kulit dengan mengambil sedikit bagian kulit pasien yang dicurigai sebagai kanker kulit. Selanjutnya sampel tersebut akan diperiksa di bawah mikroskop di laboratorium.
  • Tes pencitraan. Jika dicurigai adanya metastasis (penyebaran) kanker kulit, maka tes pencitraan dilakukan untuk mengetahui organ yang terjangkit. Tes pencitraan tersebut dapat berupa CT Scan, rontgen, atau MRI.
Pilihan pengobatan tergantung pada ukuran, jenis, kedalaman, dan lokasi kanker kulit. Berikut ini pengobatan yang dapat disarankan dokter:
  • Cryosurgery. Prosedur ini dilakukan dengan menghancurkan keratosis aktinik dan beberapa kanker kecil pada kulit melalui pembekuan dengan nitrogen cair. Sel-sel yang mati akan mengelupas ketika mencair.
  • Operasi eksisi. Jenis perawatan ini mungkin cocok untuk semua jenis kanker kulit. Tindakan tersebut dilakukan dengan cara mengangkat kanker dan kulit sehat di sekitarnya untuk membunuh sel-sel abnormal.
  • Operasi Mohs. Operasi ini ditujukan untuk kasus kanker kulit yang lebih parah karena sulit diobati dengan metode lain. Misalnya pada kanker karsinoma sel basal dan skuamosa. Operasi ini berfungsi mengangkat sel-sel abnormal tanpa mengambil sel sehat di sekitarnya secara berlebihan.
  • Terapi radiasi. Terapi ini dilakukan menggunakan sinar radiasi bertenaga tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Terapi radiasi dapat menjadi pilihan untuk membunuh sel-sel yang tersisa dari operasi.
  • Pengobatan kemoterapi. Langkah ini dilakukan menggunakan losion atau krim untuk mematikan sel kanker di kulit pasien serta untuk mencegah penyebaran sel ke bagian tubuh yang lain.

Komplikasi

Jika kanker kulit tidak ditangani, komplikasi yang mungkin muncul meliputi:
  • Penyebaran kanker kulit ke bagian kulit sekitar yang masih sehat
  • Penyebaran kanker ke organ lain, yang biasanya menyebar terlebih dahulu ke otot dan saraf
Kanker kulit dapat dicegah dengan cara melindungi diri dan mengikuti saran pencegahan kanker kulit berikut ini:
  • Kurangi intensitas terkena paparan sinar matahari pada siang hari.
  • Gunakan tabir surya.
  • Pilih pakaian yang dapat melindungi dari paparan sinar matahari.
Baca jawaban dokter: Benarkah temu putih dapat mencegah kanker?
Jika mengalami perubahan pada kulit yang membuat Anda khawatir, segera berkonsultasi ke dokter.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, seperti:
    • Apakah saya menderita kanker kulit?
    • Jenis kanker kulit apa yang saya miliki?
    • Pemeriksaan apa saja yang saya perlukan?
    • Bagaimana dengan pertumbuhan sel kanker yang saya miliki?
    • Apakah ada pilihan pengobatan untuk saya?
    • Apakah ada dampak dari pengobatan saya?
    • Apakah operasi akan meninggalkan bekas luka?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan memberikan beberapa pertanyaan dan sebaiknya Anda memberikan informasi yang jelas agar dokter dapat mendiagnosis lebih baik. Berikut pertanyaan yang mungkin diajukan:
  • Kapan terjadi perubahan kulit?
  • Apakah Anda memiliki lesi pada kulit? Apakah lesi tersebut berdarah atau gatal?
  • Apakah lesi kulit Anda tumbuh atau berubah?
  • Seberapa parah gejala yang terjadi pada Anda?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kanker kulit?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kanker kulit agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/skin-cancer/diagnosis-treatment/drc-20377608
Diakses pada 23 Februari 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/melanoma-skin-cancer/
Diakses pada 22 Oktober 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/non-melanoma-skin-cancer/
Diakses pada 22 Oktober 2018
CDC. https://www.cdc.gov/cancer/skin/basic_info/risk_factors.htm
Diakses pada 23 Februari 2021
Health Line. https://www.healthline.com/health/skin-cancer#symptoms
Diakses pada 23 Februari 2021
Cancer Center. https://www.cancercenter.com/cancer-types/skin-cancer/diagnosis-and-detection
Diakses pada 23 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email