Kanker kandung kemih terjadi ketika sel urotelial tumbuh secara tidak normal sehingga menjadi sel kanker.
Pria dan lansia memiliki peluang yang lebih besar untuk terserang kanker kandung kemih.

Kanker kandung kemih adalah suatu kondisi, ketika sel urotelial yang melapisi bagian dalam kandung kemih Anda, tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali, sehingga menjadi sel kanker. Sel kanker yang terus tumbuh, dapat menyebar ke jaringan terdekat di sekitar kandung kemih, bahkan ke organ lain yang lebih jauh. Misalnya, kelenjar getah bening, tulang, hati dan paru-paru.

Pria mempunyai peluang lebih besar terserang kanker ini dibanding perempuan, begitu pula orang yang berusia lanjut, walaupun kanker ini juga dapat terjadi pada segala usia. 

Beberapa indikasi yang mungkin terjadi pada pasien kanker kandung kemih:

  • Terdapat darah yang bercampur dengan urine (hematuria). Hematuria biasanya merupakan gejala yang paling umum dan paling awal dialami.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Frekuensi buang air kecil bertambah sering.

Kanker kandung kemih dapat berkembang dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Pada stadium ini, gejala yang ditimbulkan antara lain:

  • Nyeri panggul
  • Rasa nyeri di bagian punggung
  • Hilangnya nafsu makan dan penurunan berat badan
  • Sulit buang air kecil
  • Nyeri tulang
  • Sering merasa sangat letih dan lelah

Hematuria dapat menyebabkan urine berwarna merah terang, tetapi kadang tidak tampak perubahan warna. Dalam kondisi ini, darah dapat dideteksi dengan pemeriksaan urine di laboratorium.

Kanker kandung kemih timbul ketika sel di dalam kandung kemih  bermutasi. Dalam kondisi ini, terjadi perubahan struktur DNA sel. Akibatnya, sel tersebut tumbuh secara tidak normal, tak terkendali dan tidak mengalami proses kematian sel. Sehingga, terbentuklah tumor. Namun sampai saat ini, belum diketahui secara pasti hal yang menyebabkan perubahan sel pada kandung kemih tersebut.

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang terserang  kanker kandung kemih adalah:

  • Genetik, ras dan riwayat keluarga. Kanker kandung kemih paling sering terjadi pada pria kulit putih dengan usia diatas 40 tahun. Jika seseorang dalam keluarga dekat seperti orangtua atau saudara kandung pernah menderita kanker kandung kemih, maka kemungkinan besar Anda akan mendapatkannya.
  • Infeksi kandung kemih yang menahun. Risiko untuk terkena kanker kandung kemih akan meningkat jika Anda sering mengalami infeksi kandung kemih secara berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama.
  • Menderita diabetes mellitus tipe 2 dan mendapatkan pengobatan Pioglitazone selama lebih dari 1 tahun
  • Merokok. Ini adalah satu faktor yang paling sering menyebabkan terjadinya kanker. Ketika merokok, Anda menghirup zat kimia yang berbahaya. Seiring berjalannya waktu, zat kimia tersebut akan menumpuk di dalam kandung kemih. Walaupun dikeluarkan ketika buang air kecil, zat tersebut tetap dapat merusak lapisan kandung kemih dan meningkatkan risiko terkena kanker.
  • Sering terpapar zat kimia berbahaya, terutama pada orang dengan pekerjaan yang mengharuskan orang tersebut terpapar zat kimia dalam jangka waktu lama seperti tukang cat, penata rambut
  • Pernah menjalani kemoterapi dengan cyclophosphamide atau radiasi pada daerah panggul sebelumnya
  • Infeksi parasit

Di dalam kandung kemih terdapat berbagai macam jenis sel, yang dapat menjadi awal mula tumbuhnya sel kanker. Sel tempat kanker bertumbuh akan menentukan jenis dan tipe pengobatannya. Berikut ini adalah jenis kanker kandung kemih berdasarkan jenis sel dan lokasinya:

  • Urothelial carcinoma (transisional sel karsinoma)
    Ini merupakan jenis yang paling umum pada kanker kandung kemih. Kanker ini terjadi pada sel urotelial yang merupakan lapisan sel di dalam kandung kemih.
  • Squamous cell carcinoma (karsinoma sel skuamosa)
    Ini merupakan kanker yang terjadi pada sel urotelial jenis skuamosa. Kanker ini biasanya berhubungan dengan iritasi menahun dari kandung kemih. Misalnya seperti penggunaan kateter urine jangka panjang, atau infeksi kandung kemih yang disebabkan oleh infeksi parasit schistosomiasis.
  • Adenocarcinoma
    Kanker ini terjadi pada sel yang membentuk kelenjar yang menghasilkan lendir dalam kandung kemih.

Riwayat medis yang lengkap adalah tahap pertama yang dilakukan untuk mendiagnosa kanker. Pertanyaan seperti riwayat kondisi kesehatan anda, faktor risiko, dan riwayat keluarga termasuk didalamnya.

Setelah itu, akan dilakukan pemeriksaan fisik, seperti colok dubur pada pria atau pemeriksaan panggul (dengan colok vaginal ) bagi wanita untuk meraba kemungkinan adanya benjolan pada kandung kemih. Jika dicurigai adanya struktur yang tidak normal, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Beberapa tes yang digunakan adalah:

  • Dokter memasukkan selang kecil yang dilengkapi dengan kamera  (cystoscope) melalui uretra. Cystoscope dilakukan untuk melihat bagian dalam uretra dan kandung kemih untuk memeriksa apakah ada tanda-tanda kanker.
  • Mengambil sampel untuk diuji (biopsi). Selama cystoscopy dokter dapat mengambil sampel dalam kandung kemih kemudian diuji untuk menentukan apakah terdapat sel kanker.
  • Tes urine dan sitologi urine. Mengambil sampel urine untuk diuji guna memeriksa apakah ada sel-sel kanker di dalamnya.
  • Tes pencitraan. Umumnya digunakan untuk membantu mendiagnosis dan menggambarkan bentuk kanker kandung kemih dan untuk mengetahui sejauh mana sel-sel kanker itu menyebar.

Setelah dapat dipastikan menderita kanker kandung kemih, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk melihat tahap penyebaran kanker ke kelenjar getah bening atau telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Pemeriksaan yang akan dilakukan meliputi CT Scan, MRI, X-Ray bagian dada, dan scan tulang.

Dari semua informasi yang telah dikumpulkan, maka kanker akan ditentukan stadiumnya berdasarkan tingkat penyebarannya guna menentukan pengobatan dan kemungkinan kesembuhan pasien.

Stadium dari kanker kandung kemih adalah sebagai berikut:

  • Stadium 0 dimana kanker belum menyebar melewati lapisan kandung kemih
  • Stadium I. Kanker telah menyebar melewati lapisan dalam kandung kemih tetapi belum menyebar sampai ke otot kandung kemih.
  • Stadium II. Kanker telah menyebar mencapai otot kandung kemih
  • Stadium III. Kanker telah menyebar ke jaringan disekitar kandung kemih
  • Stadium IV. Kanker telah menyebar ke organ lain selain kandung kemih

Pengobatan untuk kanker kandung kemih diberikan berdasarkan pada jenis kanker, stadium kanker, usia dan kondisi kesehatan Anda. Beberapa Pengobatan kanker kandung kemih yang bisa Anda jalani adalah:

  • Operasi
    Jika memungkinkan, operasi bisa dijalankan untuk mengangkat seluruh bagian yang terjangkit tumor ataupun kanker. Operasi yang dilakukan dapat berupa Transurethral resection of Bladder Tumor (TURBT), sistektomi, dan rekonstruksi kandung kemih (neobladder reconstruction)
    • Transurethral resection of Bladder Tumor (TURBT)
      Ini adalah prosedur operasi yang paling sering dilakukan pada kanker stadium 0 dan I, saat kanker tersebut belum menyebar ke otot kandung kemih.
    • Cystectomy (sistektomi)
      Operasi pengangkatan sebagian atau seluruh kandung kemih. Pada sistektomi parsial, pengangkatan hanya dilakukan pada bagian yang terdapat sel kanker, dan yang dapat dibuang tanpa membahayakan fungsi kandung kemih. Sementara itu, sistektomi radikal dijalankan dengan mengangkat seluruh kandung kemih, bagian dari ureter dan kelenjar getah bening di sekitarnya. Pada pasien pria, pengangkatan juga mencakup prostat dan vesikula seminalis. Pada wanita, sistektomi radikal juga meliputi pengangkatan rahim, ovarium (indung telur) dan sebagian dari vagina. Sistektomi radikal mempunyai risiko infeksi dan perdarahan, serta berpotensi menyebabkan disfungsi ereksi pada pria, dan kemandulan serta menopause dini pada wanita.
    • Neobladder Reconstruction atau Rekonstruksi
      Kandung kemih yang telah diangkat akan digantikan dengan kandung kemih buatan agar urine dapat keluar.
  • Kemoterapi pada kandung kemih
    • Kemoterapi Intravesikal
      Kemoterapi yang dilakukan pada kanker kandung kemih stadium awal, ketika kanker masih terbatas di dalam kandung kemih. Namun, kanker tersebut mempunyai risiko tinggi untuk kambuh atau berkembang menjadi lebih berat.
    • Kemoterapi sistemik
      Kemoterapi yang dilakukan pada seluruh tubuh, digunakan untuk meningkatkan peluang pasien yang menjalani operasi pengangkatan kandung kemih untuk sembuh. Kemoterapi ini juga sebagai pengobatan utama, jika operasi tidak dapat dilakukan.
  • Terapi radiasi
    Untuk membunuh sel-sel kanker, sering digunakan sebagai pengobatan utama pada kasus dimana operasi tidak dapat dilakukan.
  • Imunoterapi
    Memicu sistem kekebalan tubuh pasien untuk melawan sel kanker yang ada di dalam kandung kemih maupun seluruh tubuh.

Pengobatan pada kanker kandung kemih dapat berupa kombinasi dari beberapa pengobatan di atas, tergantung dari status kanker dan kondisi kesehatan penderita.

Sampai saat ini, belum diketahui cara mencegah kanker kandung kemih dengan pasti. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risikonya, yaitu:

Belum pasti hal apa yang dapat mencegah kanker kandung kemih tetapi ada beberapa hal yang dapat mengurangi risiko untuk terkena kanker kandung kemih:

  • Menghindari rokok, atau berhenti merokok
  • Menghindari paparan zat kimia
  • Mengonsumsi buah dan sayuran

Jika di dalam urine Anda terdapat darah, segera berkonsultasi dengan dokter untuk memeriksakannya lebih lanjut.

Buat janji dengan dokter jika Anda memiliki gejala yang mengkhawatirkan. Apabila dokter menduga Anda menderita kanker kandung kemih, Anda akan  dirujuk ke dokter spesialis kanker. Pada saat Anda membuat janji, pastikan untuk menanyakan hal-hal yang perlu disiapkan, termasuk informasi mengenai indikasi yang Anda alami. Jadi, menyiapkan daftar pertanyaan dapat membuat kunjungan Anda lebih efektif. Untuk kanker kandung kemih, berikut ini pertanyaan dasar untuk ditanyakan kepada dokter Anda:

  • Apakah saya menderita kanker kandung kemih, atau gejala yang saya alami ini, diakibatkan oleh kondisi medis lain?
  • Jenis kanker apa yang saya miliki?
  • Sejauh mana kanker kandung kemih saya menyebar? Pada stadium berapa?
  • Pemeriksaan apa saja yang saya perlukan?
  • Apa saja pilihan pengobatan untuk saya? Apa saja risiko yang terdapat dalam setiap pengobatan tersebut?

Dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Anda. Sebaiknya, Anda memberikan informasi yang jelas agar dokter dapat mendiagnosis lebih baik. Berikut ini pertanyaan yang mungkin disampaikan dokter:

  • Sejak kapan Anda mengalami gejala seperti ini?
  • Apakah gejala terjadi secara terus menerus atau sesekali?
  • Seberapa parah gejala yang Anda alami ?
  • Hal apa yang memperbaiki kondisi Anda?
  • Hal apa yang memperburuk kondisi Anda?

Healtline. https://www.healthline.com/health/bladder-cancer
Diakses pada 3 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bladder-cancer/diagnosis-
treatment/drc-20356109
Diakses pada 3 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/cancer/bladder-cancer
Diakses pada 3 November 2018

Artikel Terkait