Kanker

Kanker Kandung Kemih

18 Aug 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Kanker Kandung Kemih
Pria dan lansia memiliki peluang yang lebih besar untuk terserang kanker kandung kemih
Kanker kandung kemih adalah suatu kondisi ketika sel urothelial yang melapisi bagian dalam kandung kemih Anda, tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali, sehingga menjadi sel kanker. Sel-sel urothelial juga ditemukan di ginjal Anda dan tabung (ureter) yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih.Kanker urothelial juga dapat terjadi pada ginjal dan ureter, tetapi lebih sering terjadi pada kandung kemih. Kandung kemih adalah organ berotot berongga di perut bagian bawah yang menyimpan urine. Sebagian besar kanker kandung kemih didiagnosis pada tahap awal, ketika kanker bisa sangat dapat diobati.Tetapi kanker kandung kemih stadium awal juga dapat kembali setelah pengobatan berhasil dilakukan. Untuk alasan ini, penderita kanker kandung kemih biasanya memerlukan tes lanjutan selama bertahun-tahun setelah perawatan untuk mencari kemungkinan kanker kandung kemih yang kambuh. 

Jenis-jenis kanker kandung kemih

Kanker ini memiliki tiga jenis berikut:
  • Karsinoma sel transisional

Karsinoma sel transisional adalah jenis kanker kandung kemih yang paling umum. Kondisi ini dimulai di sel transisional lapisan dalam kandung kemih. Sel transisional adalah sel yang berubah bentuk tanpa menjadi rusak saat jaringan diregangkan.
  • Karsinoma sel skuamosa

Kondisi ini dimulai ketika sel skuamosa tipis dan datar terbentuk di kandung kemih setelah infeksi jangka panjang atau iritasi di kandung kemih.
  • Adenokarsinoma

Adenokarsinoma dimulai ketika sel-sel kelenjar terbentuk di kandung kemih setelah iritasi dan peradangan kandung kemih jangka panjang. Sel-sel kelenjar kemudian membentuk kelenjar yang mensekresi lendir dalam tubuh. 
Kanker Kandung Kemih
Dokter spesialis Urologi, Onkologi
GejalaDarah dalam urine, nyeri pinggang, frekuensi buang air kecil bertambah
Faktor risikoTerpapar bahan kimia, pria, infekasi kandung kemih kronis
Metode diagnosisCystoscope, tes darah dan urine, biopsi
PengobatanOperasi, kemoterapi, terapi radiasi
KomplikasiAnemia, pembengkakan ureter, inkontinensia urine
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala kanker kandung kemih
Beberapa indikasi yang mungkin terjadi pada pasien kanker kandung kemih:
  • Terdapat darah yang bercampur dengan urine (hematuria). Hematuria biasanya merupakan gejala yang paling umum dan paling awal dialami.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Frekuensi buang air kecil bertambah sering.
Kanker kandung kemih dapat berkembang dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Pada stadium ini, gejala yang ditimbulkan antara lain:
  • Nyeri panggul
  • Rasa nyeri di bagian punggung
  • Hilangnya nafsu makan dan penurunan berat badan
  • Sulit buang air kecil
  • Nyeri tulang
  • Sering merasa sangat letih dan lelah
Hematuria dapat menyebabkan urine berwarna merah terang, tetapi kadang tidak tampak perubahan warna. Dalam kondisi ini, darah dapat dideteksi dengan pemeriksaan urine di laboratorium. 
Sampai sekarang, penyebab kanker kandung kemih belum diketahui. Namun ada faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya, yaitu sel di dalam kandung kemih bermutasi. Dalam kondisi ini, terjadi perubahan struktur DNA sel. Akibatnya, sel tersebut tumbuh dengan cepat dan sel-sel sehat akan mati.Sel-sel abnormal tersebut membentuk tumor yang dapat menyerang dan menghancurkan jaringan tubuh normal. Pada waktunya, sel-sel abnormal dapat pecah dan menyebar (bermetastasis) ke seluruh tubuh. 

Faktor risiko kanker kandung kemih

Faktor risiko yang bisa meningkatkan penyakit ini meliputi:
  • Terpapar bahan kimia
  • Infeksi kandung kemih kronis
  • Konsumsi cairan rendah
  • Pria
  • Kulit putih
  • Usia di atas 55 tahun
  • Mengonsumsi makanan tinggi lemak
  • Memiliki riwayat keluarga kanker kandung kemih
  • Menjalani perawatan sebelumnya dengan obat kemoterapi yang disebut Cytoxan
  • Menjalani terapi radiasi sebelumnya untuk mengobati kanker di daerah panggul
  • Faktor keturunan
 
Diagnosis kanker kandung kemih dilakukan dengan beberapa cara di bawah ini:
  • Dokter memasukkan selang kecil yang dilengkapi dengan kamera (cystoscope) melalui uretra. Cystoscope dilakukan untuk melihat bagian dalam uretra dan kandung kemih untuk memeriksa apakah ada tanda-tanda kanker.
  • Mengambil sampel untuk diuji (biopsi). Selama cystoscopy dokter dapat mengambil sampel dalam kandung kemih kemudian diuji untuk menentukan apakah terdapat sel kanker.
  • Tes urine dan sitologi urine. Mengambil sampel urine untuk diuji guna memeriksa apakah ada sel-sel kanker di dalamnya.
  • Tes pencitraan seperti CT urogram atau retrograde pyelogram, memungkinkan dokter untuk memeriksa struktur saluran kemih Anda.
Setelah dapat dipastikan menderita kanker kandung kemih, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk melihat tahap penyebaran kanker ke kelenjar getah bening atau telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Pemeriksaan yang akan dilakukan meliputi CT scan, MRI, X-Ray bagian dada, dan scan tulang.Dari semua informasi yang telah dikumpulkan, maka kanker akan ditentukan stadiumnya. 

Stadium kanker kandung kemih

Stadium dari kanker kandung kemih adalah sebagai berikut:
  • Stadium 0: Kanker belum menyebar melewati lapisan kandung kemih
  • Stadium 1: Kanker telah menyebar melewati lapisan dalam kandung kemih tetapi belum menyebar sampai ke otot kandung kemih.
  • Stadium 2: Kanker telah menyebar mencapai otot kandung kemih
  • Stadium 3: Kanker telah menyebar ke jaringan disekitar kandung kemih
  • Stadium 4: Kanker telah menyebar ke organ lain selain kandung kemih
 
Cara mengobati kanker kandung kemih umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa pilihan cara kanker kandung kemih yang biasanya disarankan dokter, yaitu:

Operasi

Jika memungkinkan, operasi bisa dijalankan untuk mengangkat seluruh bagian yang terjangkit tumor ataupun kanker. Operasi yang dilakukan dapat berupa Transurethral resection of Bladder Tumor (TURBT), sistektomi, dan rekonstruksi kandung kemih (neobladder reconstruction)
  • Transurethral resection of bladder tumor (TURBT)

Reseksi transurethral tumor kandung kemih (TURBT). TURBT adalah prosedur untuk mendiagnosis kanker kandung kemih dan untuk menghilangkan kanker yang terbatas pada lapisan dalam kandung kemih (kanker yang belum menjadi kanker invasif otot).
  • Cystectomy (sistektomi)

Operasi pengangkatan sebagian atau seluruh kandung kemih. Pada sistektomi parsial, pengangkatan hanya dilakukan pada bagian yang terdapat sel kanker, dan yang dapat dibuang tanpa membahayakan fungsi kandung kemih. Sementara itu, sistektomi radikal dijalankan dengan mengangkat seluruh kandung kemih, bagian dari ureter dan kelenjar getah bening di sekitarnya.Pada pasien pria, pengangkatan juga mencakup prostat dan vesikula seminalis. Pada wanita, sistektomi radikal juga meliputi pengangkatan rahim, ovarium (indung telur) dan sebagian dari vagina.Sistektomi radikal mempunyai risiko infeksi dan perdarahan, serta berpotensi menyebabkan disfungsi ereksi pada pria, dan kemandulan serta menopause dini pada wanita.
  • Neobladder reconstruction

Setelah kistektomi radikal, ahli bedah Anda harus menciptakan cara baru agar urin keluar dari tubuh Anda (pengalihan urine). Salah satu pilihan untuk pengalihan urine adalah rekonstruksi neobladder.

Kemoterapi

Jenis kemoterapi yang bisa disarankan meliputi:
  • Kemoterapi intravesikal

Kemoterapi yang dilakukan pada kanker kandung kemih stadium awal, ketika kanker masih terbatas di dalam kandung kemih. Namun, kanker tersebut mempunyai risiko tinggi untuk kambuh atau berkembang menjadi lebih berat.
  • Kemoterapi sistemik

Kemoterapi yang dilakukan pada seluruh tubuh, digunakan untuk meningkatkan peluang pasien yang menjalani operasi pengangkatan kandung kemih untuk sembuh. Kemoterapi ini juga sebagai pengobatan utama, jika operasi tidak dapat dilakukan.

Terapi radiasi (radioterapi)

Untuk membunuh sel-sel kanker, radioterapi sering digunakan sebagai pengobatan utama jika operasi tidak mungkin untuk dilakukan.

Imunoterapi

Memicu sistem kekebalan tubuh pasien untuk melawan sel kanker yang ada di dalam kandung kemih maupun seluruh tubuh. 

Komplikasi kanker kandung kemih

Jika tidak ditangani dengan benar, kanker kandung kemih bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Anemia
  • Pembengkakan ureter (hidronefrosis)
  • Striktur uretra
  • Inkontinensia urine
  • Disfungsi ereksi pada pria
  • Disfungsi seksual pada wanita
 
Sampai saat ini, cara mencegah kanker kandung kemih belum diketahui dengan pasti. Namun Anda bisa mengurangi risiko penyakit ini dengan langkah berikut:
  • Menghindari rokok, atau berhenti merokok
  • Menghindari paparan zat kimia
  • Mengonsumsi buah dan sayuran
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada kanker kandung kemih. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kanker kandung kemih?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kanker kandung kemih agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
WebMD. https://www.webmd.com/cancer/bladder-cancer
Diakses pada 3 November 2018
American cancer society. https://www.cancer.org/cancer/bladder-cancer/detection-diagnosis-staging/signs-and-symptoms.html
Diakses pada 14 Agustus 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bladder-cancer/diagnosis-treatment/drc-20356109
 Diakses pada 14 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/bladder-cancer
Diakses pada 14 Agustus 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/bladdercancer.html
Diakses pada 14 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email