Kanker

Kanker Esofagus

20 Mar 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kanker Esofagus
Kanker esofagus merupakan kanker yang berada di kerongkongan, yaitu saluran penghubung mulut dan lambung. 
Kanker esofagus adalah kanker yang menyerang kerongkongan (esofagus). Kanker ini terjadi ketika lapisan kerongkongan ditumbuhi oleh tumor ganas.Tingkat keparahan kanker esofagus sangat tergantung pada ukuran tumor dan letaknya di kerongkongan. Kondisi kesehatan penderita secara umum juga berperan dalam menentukan seberapa parah kanker ini. 

Jenis-jenis kanker esofagus

Secara umum, ada dua jenis kanker esofagus yang paling sering terjadi. Kedua jenis kanker ini meliputi:
  • Karsinoma sel skuamosa

Karsinoma sel skuamosa terjadi saat kanker bermula dari sel tipis dan datar yang membentuk lapisan esofagus. Kanker ini paling sering muncul di bagian atas atau tengah esofagus.
  • Adenokarsinoma

Untuk tipe adenokarsinema, kemunculannya berawal dari sel-sel kelenjar di kerongkongan. Kelenjar ini berfungsi memproduksi cairan seperti lendir.Jenis kanker adenokarsinema paling sering muncul pada bagian bawah esofagus.
  • Jenis kanker lain

Selain kedua jenis paling umum di atas, kanker esofagus juga bisa berupa  sarkoma, limfoma, melanoma, dan koriokarsinoma. 
Kanker Esofagus
Dokter spesialis Onkologi
GejalaSusah menelan, berat badan turun tanpa sebab, dada sesak
Faktor risikoUsia, jenis kelamin, merokok
Metode diagnosisTes darah, pemeriksaan pencitraan, biopsi
PengobatanOperasi, kemoterapi, radioterapi
KomplikasiObstruksi, perdarahan, dan nyeri kerongkongan
Kapan harus ke dokter?Sulit menelan, berat badan turun tanpa sebab (selama 6-12 bulan), gangguan pencernaan tidak membaik selama dua minggu
Gejala kanker esofagus bisa berupa:

Gejala umum

  • Penurunan berat badan tanpa sebab
  • Nyeri atau sulit menelan
  • Mudah lelah

Gejala lain

  • Nyeri di belakang tulang dada
  • Suara serak dan batuk kronis
  • Sulit menelan
  • Batuk berdarah
  • Muntah darah
  • Gangguan pencernaan dan nyeri ulu hati
  • BAB berdarah
  • Nyeri atau panas pada dada
 
Penyebab kanker esofagus adalah mutasi pada sel-sel yang melapisi bagian dalam kerongkongan. Sel-sel ini kemudian tumbuh menjadi tumor di kerongkongan yang dapat menyebar ke jaringan di dekatnya.Adanya mutasi genetik tersebut belum diketahui penyebabnya. Namun para pakar medis memperkirakan ada sejumlah faktor yang berpengaruh. 

Faktor risiko kanker esofagus

Beberapa faktor di bawah ini dianggap bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengidap kanker esofagus:
  • Memiliki jenis kelamin laki-laki
  • Berusia di atas 75 tahun
  • Mengidap GERD
  • Merokok
  • Mengalami obesitas
  • Mengonsumsi minuman beralkohol
  • Mengalami sulit menelan karena sfingter esofagus yang kaku (akalasia)
  • Kurang mengonsumsi buah dan sayur
  • Sedang menjalani terapi radiasi di dada atau perut
  • Mengidap penyakit Barrett’s esofagus
 
Beberapa pemeriksaan yang digunakan untuk memastikan diagnosis kanker esofagus meliputi:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala yang dialami oleh pasien, serta riwayat medisnya maupun keluarga.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter lalu memeriksa fisik pasien untuk mencari tanda-tanda kanker esofagus.
  • Rontgen dengan barium

Pasien diminta untuk meminum zat kontras yang mengandung barium. Dokter lalu memeriksa aliran zat ini dengan rontgen guna mengidentifikasi permasalahan yang ada di kerongkongan pasien.
  • Endoskopi

Prosedur endoskopi menggunakan alat bernama endoskop. Alat ini berbentuk selang tipis yang lendur, dengan kamera dan lampu di salah satu ujungnya.Endoskop akan dimasukkan ke tenggorokan dan kerongkongan pasien guna memeriksa bagian dalam organ ini.Bila perlu, dokter juga bisa memakai metode USG endoskopi guna mendapatkan informasi yang lebih rinci.Endoskopi bertujuan mengetahui sejauh mana penyebaran tumor dalam jaringan di sekitar esofagus.
  • Biopsi

Dokter mungkin akan melakukan biopsi untuk mengambil sampel dari jaringan kerongkongan. Sampel ini kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk menentukan keberadaan sel kanker.
  • Pemeriksaan pemindaian lain

Untuk membantu dalam menentukan diagnosis kanker dan menentukan stadiumnya, pasien mungkin akan memerlukan pemeriksaan pemindaian lain. Contohnya, CT scan dan PET scan. 

Stadium kanker esofagus

  • Stadium 1

Kanker hanya berada dalam lapisan kerongkongan dan belum menyebar ke jaringan di sekitarnya.
  • Stadium 2

Sel-sel kanker sudah tumbuh menutupi lapisan luar esofagus, atau melewati lapisan otot serta menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Stadium 3

Kanker telah menyebar ke jaringan pelapis paru-paru (pleura) dan otot di bawah tulang iga, atau sudah menutupi lapisan luar kerongkongan serta menyebar ke lapisan kelanjar getah bening di sekitar kerongkongan.
  • Stadium 4

Kanker sudah menyebar ke organ tubuh lain, misalnya paru-paru atau hati. 
Cara mengobati kanker esofagus yang akan disesuaikan dengan stadium kanker dan kondisi pasien secara umum. Dokter bisa merekomendasikan beberapa langkah penanganan di bawah ini: 

1. Operasi

Operasi bertujuan mengangkat seluruh bagian yang terkena tumor maupun kanker. Ada tiga jenis operasi yang bisa dilakukan, yakni:
  • Operasi pengangkatan tumor yang masih kecil

Operasi ini biasa dilakukan jika ukuran kanker masih kecil, terbatas pada lapisan esofagus yang dangkal, dan belum menyebar.
  • Operasi pengangkat sebagian esofagus

Operasi jenis ini juga disebut esofagektomi, yang dilakukan jika kanker sudah menyebar ke bagian atas lambung dan kelenjar getah bening di dekatnya.
  • Operasi pengangkatan sebagian esofagus dan lambung atas

Operasi dengan nama lain esofagogastrektomi ini dianjurkan saat sebagian besar dari lambung sudah terinfeksi oleh kanker. Selain itu, kelenjar getah bening di sekitar kerongkongan juga akan diangkat.

2. Kemoterapi

Pengobatan kemoterapi akan menggunakan obat untuk mematikan sel-sel kanker, baik yang berada di kerongkongan maupun yang sudah menyebar ke bagian lain dari tubuh.

3. Terapi radiasi

Terapi radiasi atau radioterapi menggunakan sinar X untuk membunuh sel-sel kanker. Selama menjalaninya, pasien akan berbaring dan mendapatkan paparan radiasi dari mesin yang bergerak di sekitarnya. Radiasi ini diarahkan pada bagian tubuh yang terjangkit sel kanker.Kombinasi kemoterapi dan radioterapi mungkin diperlukan guna meningkatkan keefektifan pengobatan kanker kerongkongan.

4. Terapi target

Obat khusus akan digunakan untuk mengincar kelemahan spesifik pada sel kanker. Dengan ini, sel-sel kanker akan mati.Terapi target biasanya dianjurkan untuk kanker esofagus pada stadium lanjut atau ketika pengobatan lain memberikan hasil yang efektif.

5. Terapi imun

Terapi imun atau imunoterapi bertujuan membantu sistem kekebalan tubuh pasien untuk melawan sel-sel kanker, termasuk kanker esofagus.Imunoterapi bekerja dengan mengganggu proses produksi protein oleh sel kanker. Protein inilah yang sering membuat sistem imun bingung dalam mengenali sel kanker sebagai benda yang berbahaya.

6. Krioterapi

Mengecilkan sel kanker dengan cara membekukannya.

7. Elektrokuagulasi

Tindakan ini menggunakan aliran listrik yang bertujuan untuk menghancurkan sel kanker.

Komplikasi kanker esofagus

Komplikasi dari kanker esofagus bisa berupa:
  • Obstruksi kerongkongan

Jika terus berkembang, kanker esofagus dapat membuat makanan dan cairan sulit melewati kerongkongan sehingga tidak bisa ditelan oleh penderita.
  • Rasa sakit

Kanker esofagus yang sudah memasuki stadium lanjut dapat menyebabkan rasa sakit.
  • Perdarahan di kerongkongan

Komplikasi lain dari kanker esofagus adalah perdarahan di kerongkongan. Umumnya, pendarahan terjadi secara bertahap, namun bisa pula muncul tiba-tiba dan parah. 

Komplikasi

  • Nyeri hebat
  • Pendarahan
  • Malnutrisi akibat sumbatan pada esofagus sehingga makanan tidak dapat masuk ke saluran cerna
  
Karena penyebabnya belum diketahui secara pasti, cara mencegah kanker esofagus pun belum tersedia. Namun Anda bisa menerapkan beberapa langkah di bawah ini untuk mengurangi risikonya:
  • Berhenti merokok
  • Batasi konsumsi alkohol
  • Lebih banyak mengonsumsi buah dan sayur
  • Mempertahankan berat badan agar tetap dalam batas ideal
 
Periksakan diri ke dokter jika mengalami beberapa gejala di bawah ini karena bisa saja menandakan kanker esofagus:
  • Sulit menelan
  • Berat badan turun tanpa sebab, yang terjadi selama 6-12 bulan
  • Keluhan yang mengarah pada kanker esofagus yang makin parah atau tidak membaik setelah dua minggu
 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
  
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kanker esofagus?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kanker esofagus agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/esophageal-
cancer/diagnosis-treatment/drc-20356090
Diakses pada 24 Oktober 2018
National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/types/esophageal/patient/esophageal-treatment-pdq
Diakses pada 3 Maret 2021
WebMD. https://www.webmd.com/cancer/esophageal-cancer
Diakses pada 3 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/esophageal-cancer
Diakses pada 3 Maret 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/oesophageal-cancer/
Diakses pada 3 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email