Kanker

Kanker Esofagus

Diterbitkan: 16 Dec 2018 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Miranda Rachellina
image Kanker Esofagus
Kanker esofagus merupakan kanker yang berada di kerongkongan, yaitu saluran penghubung mulut dan lambung. 
Kanker esofagus merupakan kanker yang berada di kerongkongan, yaitu saluran penghubung mulut dan lambung. 
Kanker Esofagus
Dokter spesialis Onkologi
Gejala yang dapat ditemukan pada penderita kanker esofagus adalah:
  • Kesulitan menelan (disfagia)
  • Penurunan berat badan tanpa sebab
  • Nyeri atau panas pada dada
  • Memburuknya gangguan pencernaan, seperti nyeri lambung
  • Batuk atau suara serak
Kanker esofagus terjadi ketika sel-sel yang melapisi bagian dalam esofagus bermutasi (mengalami perubahan). Sel-sel tersebut kemudian tumbuh menjadi tumor di kerongkongan yang dapat menyebar untuk menyerang jaringan di dekatnya. Penyebab terjadinya mutasi tersebut belum diketahui. Ada dua kategori kanker esofagus, berdasarkan jenis sel yang terlibat, yaitu adenokarsinoma dan karsinoma sel skuamosa.Faktor risikoBerikut ini beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terhadap kanker esofagus:
  • Penyakit refluks gastroesofageal (GERD)
  • Merokok
  • Obesitas
  • Konsumsi minuman beralkohol
  • Kesulitan menelan karena sfingter esofagus (esofagus bagian bawah yang dapat membuka atau menutup) yang kaku, atau akalasia
  • Sering mengonsumsi minuman dalam kondisi panas
  • Kurang mengonsumsi buah dan sayuran
Beberapa pemeriksaan yang digunakan untuk mendiagnosis kanker esofagus adalah:
  • Endoskopi
    Endoskopi dapat memeriksa kerongkongan Anda, untuk mencari tumor atau area yang iritasi.
  • Pengambilan sampel untuk diuji (biopsi):
    Dokter dapat mengambil sampel dalam kerongkongan Anda, kemudian diuji untuk menentukan keberadaan sel kanker.
  • Pemeriksaan radiologi:
    Untuk menentukan keberadaan kanker dan mencari tahu penyebarannya, melalui:
    • Endoskopi ultrasound (EUS)
    • Komputerisasi tomografi (CT)
    • Positron emission tomography (PET)
Pasien memiliki sejumlah pilihan pengobatan, tergantung kondisinya. Dokter bisa merekomendasikan operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi. Operasi:
Tindakan ini bertujuan untuk mengangkat seluruh bagian yang terjangkit tumor maupun kanker. Ada tiga jenis operasi:
  • Operasi untuk mengangkat tumor yang masih kecil
  • Operasi untuk mengangkat sebagian esofagus
  • Operasi untuk mengangkat sebagian esofagus dan perut (lambung) bagian atas pasien.
Kemoterapi:
Pengobatan kemoterapi menggunakan obat untuk mematikan sel kanker. Obat kemoterapi menyebar ke seluruh tubuh pasien untuk membunuh sel-sel kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh yang lain.
Terapi radiasi:
Terapi ini menggunakan sinar bertenaga tinggi yaitu sinar-X, untuk membunuh sel-sel kanker. Selama terapi radiasi, pasien berbaring dan mendapatkan paparan radiasi dari mesin yang bergerak di sekitarnya. Radiasi diarahkan pada bagian tubuh yang terjangkit sel kanker.
Untuk mengurangi risiko, Anda dapat mengikuti beberapa langkah ini:
  • Berhenti merokok dan jangan pernah mencoba untuk merokok
  • Berhenti mengonsumsi alkohol atau minum secukupnya
  • Lebih banyak mengonsumsi buah dan sayuran
  • Pertahankan berat badan yang ideal
Jika Anda telah memiliki gejala seperti di atas, segera berkonsultasi dengan dokter.
Buat janji dengan dokter jika Anda memiliki gejala yang mengkhawatirkan. Apabila dokter mencurigai adanya kanker esofagus, Anda dapat dirujuk ke dokter spesialis kanker. Pada saat membuat janji, pastikan untuk menanyakan hal-hal yang perlu Anda siapkan. Termasuk untuk mencatat setiap gejala yang Anda alami. Selain itu, Anda bisa menyiapkan daftar pertanyaan, agar kunjungan ke dokter lebih efektif. Berikut ini pertanyaan dasar untuk diajukan kepada dokter tentang kanker esofagus:
  • Kanker saya telah masuk ke stadium berapa?
  • Sejauh mana kanker esofagus saya menyebar?
  • Tes apa saja yang saya perlukan?
  • Adakah pilihan pengobatan untuk saya?
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/esophageal-
cancer/diagnosis-treatment/drc-20356090
diakses pada 24 Oktober 2018.
NCCN. https://www.nccn.org/patients/guidelines/content/PDF/esophageal.pdf
diakses pada 24 Oktober 2018.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Dokter Terkait

Artikel Terkait

Penyebab Kanker Paru-Paru, Diagnosis, dan Pengobatannya

Kanker paru-paru rentan terjadi pada perokok. Untuk penanganannya, kanker paru-paru dapat diobati dengan pembedahan yang dilanjutkan dengan radiasi, kemoterapi, terapi kombinasi, atau mengonsumsi obat tertentu.
13 Jun 2019|Maria Yuniar
Baca selengkapnya
Pengobatan kanker paru-paru yang paling dianjurkan adalah dengan pembedahan

Ini Dia Penyebab Kanker Prostat yang Perlu Diwaspadai

Kanker prostat umumnya menyerang pria lansia yang berusia 65 tahun ke atas. Meski begitu, bukan berarti para pria yang belum berusia lansia dapat mengabaikan ancaman penyakit ini.
09 Apr 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Perubahan DNA sel prostat yang normal, bisa memicu terjadinya kanker prostat.

Kanker Masih Jadi Salah Satu Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia

Tingginya angka penderita kanker di Indonesia disebabkan oleh masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menghindari faktor risiko yang bisa menjadi pemicu kanker. Dari 100.000 penduduk di Indonesia, setidaknya ada 136 orang menjadi penderita kanker.
19 Feb 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Angka pasien kanker di Indonesia semakin meningkat