Kanker rahim atau kanker endometrium ditandai adanya pendarahan yang berlebihan dari vagina
Kanker rahim terjadi saat sel kanker pada jaringan endometrium melapisi uterus,

Kanker endometrium atau kanker rahim adalah kanker yang bermula dari lapisan endometrium yang melapisi rongga rahim. Gejala yang sering ditimbulkan adalah perdarahan yang keluar dari vagina secara berlebihan.

Beberapa gejala yang ditimbulkan oleh kanker endometrium adalah:

  • Terjadi pendarahan per vaginam yang muncul setelah menopause (kondisi di mana wanita sudah berhenti menstruasi)
  • Perdarahan per vaginam di luar siklus menstruasi
  • Keluarnya cairan abnormal yang bercampur dengan darah dari vagina
  • Nyeri panggul

Penyebab kanker endometrium belum dapat dipastikan. Kanker terjadi karena adanya mutasi (perubahan) gen (protein pembawa sifat dalam sel) yang menyebabkan sel bertambah banyak secara abnormal. Penyebab terjadinya mutasi gen belum diketahui. Beberapa faktor yang mungkin meningkatkan risiko kanker endometrium:

  • Perubahan keseimbangan hormon estrogen dan progesteron pada tubuh wanita
  • Menstruasi pertama terlalu dini (sebelum usia 12 tahun)
  • Belum pernah hamil
  • Lanjut usia & menopause
  • Obesitas
  • Memiliki keluarga yang mempunyai riwayat kanker, terutama kanker kolorektal atau usus besar yang dapat diturunkan dalam keluarga
  • Terapi hormon untuk kanker payudara

Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis kanker endometrium adalah:

  • Pemeriksaan Panggul
    Dokter akan memeriksa bagian terluar dari alat kelamin pasien (vulva) serta vagina dan  leher rahim.
  • Pemeriksaan Ultrasonografi
    Dokter akan menggunakan ultrasonografi (USG) transvaginal untuk melihat ketebalan dan tekstur endometrium. Tes ini membantu dokter mencari kelainan pada lapisan uterus.
  • Biopsi
    Dokter mengambil sampel jaringan yang berada di dinding rahim kemudian diperiksa di laboratorium untuk menentukan apakah terdapat sel kanker.
  • Pemeriksaan Radiologi
    Setelah hasil biopsi menunjukan adanya sel kanker pada jaringan endometrium, dokter dapat merekomendasikan serangkaian pemeriksanan radiologi seperti X-ray, CT scan, atau MRI. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk melihat apakah ada penyebaran kanker ke organ lain (metastasis) serta membantu dalam penentuan stadium kanker.

Pengobatan untuk kanker endometrium diberikan berdasarkan pada jenis kanker, stadium kanker, serta kondisi pasien. Beberapa pengobatan kanker endometrium yang dapat direkomendasikan adalah:

  1. Pembedahan
    Pembedahan atau operasi bertujuan untuk mengangkat seluruh bagian yang terjangkit tumor ataupun kanker. Beberapa prosedur pembedahan yang dapat dianjurkan adalah:
  • Histerektomi total: Operasi pengangkatan rahim (uterus) termasuk leher rahim (serviks).
  • Salpingo-ooforektomi bilateral: Operasi pengangkatan kedua ovarium (indung telur) dan tuba falopi.
  • Histerektomi radikal: Operasi pengangkatan rahim termasuk serviks, dan sebagian vagina.
  1. Kemoterapi
    Pengobatan kemoterapi menggunakan obat untuk mematikan sel kanker. Obat kemoterapi menyebar ke seluruh tubuh pasien untuk membunuh sel-sel kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh yang lain.
  1. Terapi Radiasi
    Menggunakan sinar bertenaga tinggi, yaitu sinar-X, untuk membunuh sel-sel kanker. Selama terapi radiasi, pasien diposisikan di atas meja dan mesin bergerak di sekitar pasien, mengarahkan ke bagian yang terjangkit sel kanker.
  1. Terapi Hormon
    Terapi hormon melibatkan penggunaan obat yang memengaruhi kadar hormon dalam tubuh. Terapi hormon menjadi pilihan jika kanker telah menyebar kebagian tubuh yang lain dan ada dua pilihan untuk terapi ini, yaitu obat untuk meningkatkan jumlah progesteron dalam tubuh dan obat untuk mengurangi jumlah estrogen dalam tubuh.

Beberapa hal yang mungkin dapat mengurangi risiko:

  • Mengonsumsi pil KB setidaknya selama satu tahun.
  • Menjaga berat badan tetap ideal.
  • Melakukan olahraga secara rutin.

Jika Anda mengalami pendarahan lewat vagina yang tidak berhubungan dengan menstruasi segera berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, apabila Anda ingin menjalani terapi hormon setelah mengalami menopause, ada baiknya Anda mendiskusikan manfaat dan risikonya dengan dokter.

Untuk kanker endometrium, berikut pertanyaan dasar untuk ditanyakan kepada dokter Anda:

  • Apa penyebab utama dari gejala yang terjadi kepada saya?
  • Jenis kanker apa yang saya miliki?
  • Kanker saya telah masuk ke stadium berapa?
  • Sejauh mana kanker endometrium saya menyebar?
  • Tes apa saja yang saya perlukan?
  • Adakah pilihan pengobatan untuk saya?

Dokter mungkin akan memberikan beberapa pertanyaan kepada Anda dan sebaiknya Anda memberikan informasi yang jelas agar dokter dapat mendiagnosis lebih baik. Berikut pertanyaan yang mungkin diajukan

  • Sejak kapan Anda mengalami gejala seperti ini?
  • Apakah gejala terjadi secara terus menerus atau sesekali?
  • Seberapa parah gejala yang Anda alami?
  • Hal apa yang membuat gejala Anda membaik?
  • Hal apa yang memperburuk gejala yang Anda alami?

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/endometrial-cancer/diagnosis-treatment/drc-20352466
diakses pada 29 Oktober 2018.

NCCN. https://www.nccn.org/patients/guidelines/uterine/
diakses pada 29 Oktober 2018.

Artikel Terkait