Kandungan

Kanker Endometrium

17 Mar 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kanker Endometrium
Kanker rahim terjadi saat sel kanker pada jaringan endometrium melapisi uterus,
Kanker endometrium atau kanker rahim adalah kanker di lapisan endometrium yang melapisi rongga rahim. Gejala yang sering ditimbulkan adalah perdarahan dari vagina secara berlebihan. Sebayak 70% penderita kanker endometrium terdiagnosis pada fase awal, dengan 30% lainnya saat kanker sudah menyebar ke organ lain (metastasis).       Kanker endometrium terdiri atas 4 stadium, meliputi :
  • Stadium I
Kanker tumbuh hanya di bagian rahim dan tidak menyebar ke bagian lain.
  • Stadium II
Kanker menyebar ke daerah serviks.
  • Stadium III
Kanker menyebar ke vagina, ovarium, dan atau kelenjar limfatik.
  • Stadium IV
Kanker menyebar ke kandung kemih, rektum, atau ke organ lain yang letaknya jauh dari rahim seperti paru-paru, maupun tulang.Kanker rahim dapat ditangani dengan obat-obatan dan tindakan medis seperti operasi atau terapi radiasi.
Kanker Endometrium
Dokter spesialis Onkologi, Kandungan
GejalaPerdarahan vagina, nyeri panggul
Faktor risikoPerubahan keseimbangan hormon estrogen dan progesteron, usia menstruasi pertama terlalu dini, menopause
Metode diagnosisPemeriksaan panggul, USG, biopsi
PengobatanOperasi, kemoterapi, terapi radiasi
KomplikasiAnemia
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami perdarahan vagina diluar siklus menstruasi atau apabila ingin menjalankan terapi hormon pasca menopause
Secara umum, gejala yang terjadi pada penderita kanker endometrium adalah perdarahan yang tidak normal dari vagina. Gejala ini dialami pada 90% penderita. Gejala lain yang mungkin muncul dibagi berdasarkan status menopause.

Sebelum menopause

Sebelum menopause, perdarahan yang tidak normal dari vagina meliputi:
  • Periode menstruasi berkepanjangan (lebih dari 7 hari) dan banyaknya perdarahan.
  • Adanya bercak darah merah atau kecokelatan yang keluar dari vagina saat tidak menstruasi
  • Siklus menstruasi terjadi dalam 21 hari, bahkan lebih cepat.
  • Perdarahan vagina terjadi sebelum atau setelah berhubungan intim.

Setelah menopause 

Perdarahan atau mengalami bercak darah merah atau kecokelatan setahun setelah menopause menjadi salah satu gejala dari kanker endometrium.Gejala lain yang dapat muncul sebelum atau setelah menopause meliputi:
  • Lendir berdarah yang keluar dari vagina
  • Nyeri saat berhubungan seksual
Pada kondisi kanker endometrium yang lebih lanjut, dapat terjadi gejala berupa:
  • Nyeri panggul
  • Nyeri perut
  • Benjolan yang teraba di perut bawah
  • Penurunan berat badan
  • Kelelahan
  • Perut kembung
Baca juga : Perdarahan Menjelang Menopause, Kenali Bedanya dengan Siklus Haid Biasa
Pada umumnya, sel kanker dapat tumbuh karena mutasi gen. Perubahan pada gen tersebut dapat menyebabkan sel bertambah banyak secara abnormal. Penyebab mutasi gen ini belum diketahui secara pasti.Akan tetapi, terdapat beberapa faktor yang mungkin meningkatkan risiko kanker endometrium, yaitu:
  • Perubahan keseimbangan hormon estrogen dan progesteron pada tubuh wanita
  • Menstruasi pertama terlalu dini (sebelum usia 12 tahun)
  • Belum pernah hamil
  • Lanjut usia dan menopause
  • Obesitas
  • Memiliki keluarga dengan riwayat kanker, terutama kanker kolorektal atau usus besar yang dapat diturunkan dalam keluarga
  • Terapi hormon untuk kanker payudara
Dokter akan melakukan wawancara mengenai gejala yang Anda alami. Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiganosis kanker endometrium adalah:
  • Pemeriksaan panggul
    Dokter akan memeriksa bagian terluar dari alat kelamin pasien (vulva) serta vagina dan leher rahim.
  • Pemeriksaan Ultrasonografi (USG)
    Dokter akan menggunakan ultrasonografi (USG) untuk melihat ketebalan dan tekstur endometrium. Terdapat dua jenis USG yang dapat dilakukan, yaitu USG panggul dan USG transvaginal. Tes ini membantu dokter mencari kelainan pada lapisan uterus.

  • Biopsi endometrium
    Dokter mengambil sampel jaringan yang berada di dinding rahim untuk diperiksa di laboratorium dan mendeteksi sel kanker.

  • Dilatasi dan kuretase
    Apabila sampel jaringan yang diambil saat biopsi endometrium tidak memadai untuk diagnosis, maka diperlukan dilatasi dan kuretase. Prosedur ini dilakukan dengan pelebaran mulut serviks, kemudian mengambil jaringan dari dalam uterus dengan alat khusus.

  • Pemeriksaan radiologi
    Jika hasil biopsi menunjukkan sel kanker pada jaringan endometrium, dokter dapat merekomendasikan serangkaian pemeriksaan radiologi seperti X-ray, CT scan, MRI, sistoskopi atau prostoscopy. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mendeteksi penyebaran kanker ke organ lain (metastasis) serta membantu dalam penentuan stadium kanker.

  • Pemeriksaan darah
    Dokter juga dapat melakukan tes darah berupa pemeriksaan darah rutin dan CA-125. Pemeriksaan darah rutin bertujuan untuk melihat kadar sel darah merah, termasuk akibat kanker endometrium, yang mampu mengakibatkan anemia.

  • Pemeriksaan CA-125
    CA-125 merupakan zat yang dikeluarkan oleh sel kanker endometrium dan sel kanker ovarium ke dalam darah. Jika terdapat kadar CA-125 dalam darah, maka dapat dicurigai adanya kanker endometrium. Apabila kadar CA-125 sangat tinggi di dalam darah, maka kemungkinan kanker sudah menyebar ke organ lain.
Penanganan untuk kanker endometrium diberikan berdasarkan jenis kanker, stadium kanker, serta kondisi pasien. Beberapa tindakan medis untuk kanker endometrium yang dapat direkomendasikan adalah:1. Pembedahan
Pembedahan atau operasi bertujuan untuk mengangkat seluruh bagian yang terjangkit tumor ataupun kanker. Beberapa prosedur pembedahan yang dapat dianjurkan adalah:
  • Histerektomi total: Operasi pengangkatan rahim (uterus) termasuk leher rahim (serviks)
  • Salpingo-ooforektomi bilateral: Operasi pengangkatan kedua ovarium (indung telur) dan tuba falopi
  • Histerektomi radikal: Operasi pengangkatan rahim termasuk serviks, dan sebagian vagina
2. Kemoterapi
Pengobatan kemoterapi dilakukan menggunakan obat untuk mematikan sel kanker. Obat kemoterapi menyebar ke seluruh tubuh pasien untuk membunuh sel-sel kanker yang telah meluas ke bagian tubuh lain.
3. Terapi radiasi
Terapi ini dilakukan menggunakan sinar bertenaga tinggi, yaitu sinar-X, untuk membunuh sel-sel kanker. Selama terapi radiasi, pasien diposisikan di atas meja dan mesin bergerak di sekitar pasien, mengarahkan ke bagian yang terjangkit sel kanker.
4. Terapi hormon
Terapi hormon dilakukan dengan obat yang memengaruhi kadar hormon dalam tubuh. Terapi hormon menjadi pilihan jika kanker telah menyebar ke bagian tubuh yang lain. Ada dua pilihan untuk terapi ini, yaitu obat untuk meningkatkan jumlah progesteron dan obat untuk mengurangi jumlah estrogen dalam tubuh.
5. Terapi sel targetTerapi sel target berfokus pada kelemahan yang dimiliki oleh sel kanker. Dokter akan memberikan obat-obatan untuk menyerang titik lemah sel tersebut, dan mematikannya. Terapi sel target biasanya dikombinasikan dengan kemoterapi pada kanker stadium lanjut.6. Imunoterapi Imunoterapi merupakan terapi dengan obat-obatan yang akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker. Pada kanker endometrium, imunoterapi diberikan jika kanker sudah stadium lanjut dan prosedur lain belum memberikan hasil yang diharapkan.7. Perawatan paliatifPerawatan paliatif adalah perawatan medis untuk mengurangi nyeri dan gejala lainnya dari penyakit serius. Perawatan ini juga digunakan apabila penderita menjalani pengobatan berat seperti operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Melalui perawatan ini, penderita kanker dapat merasa nyaman dan memiliki kualitas hidup lebih baik.

Komplikasi

Jika kanker endometrium tidak ditangani, komplikasi yang mungkin muncul meliputi :
  • Anemia, akibat perdarahan yang terjadi terus-menerus.
  • Penyebaran kanker ke organ lain.
Beberapa hal yang mungkin dapat mengurangi risiko kanker endometrium adalah:
  • Mengonsumsi pil KB setidaknya selama satu tahun
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Melakukan olahraga secara rutin
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang
Jika Anda mengalami perdarahan lewat vagina yang tidak berhubungan dengan menstruasi segera berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, apabila ingin menjalani terapi hormon setelah mengalami menopause, ada baiknya Anda mendiskusikan manfaat dan risikonya dengan dokter.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, seperti:
    • Apa penyebab utama dari gejala yang terjadi kepada saya?
    • Jenis kanker apa yang saya miliki?
    • Kanker saya telah masuk ke stadium berapa?
    • Sejauh mana kanker endometrium saya menyebar?
    • Tes apa saja yang saya perlukan?
    • Adakah pilihan pengobatan untuk saya?
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kanker endometrium?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kanker endometrium agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/endometrial-cancer/diagnosis-treatment/drc-20352466
diakses pada 25 Februari 2021
NCCN. https://www.nccn.org/patients/guidelines/uterine/
diakses pada 29 Oktober 2018
MS Kettering Cancer Center. https://www.mskcc.org/cancer-care/types/uterine-endometrial/diagnosis/stages
Diakses pada 25 Februari 2021
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/endometrial-cancer-symptoms-514526#:~:text=The%20only%20potential%20complication%20of,and%20feeling%20dizzy%20or%20lightheaded.
Diakses pada 25 Februari 2021
Cancer org. https://www.cancer.org/cancer/endometrial-cancer/detection-diagnosis-staging/how-diagnosed.html
Diakses pada 25 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email