Infeksi

Kandidiasis Vagina

Diterbitkan: 28 Jan 2019 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Kandidiasis Vagina
Kandidiasis vagina menular melalui hubungan seksual, kontak mulut dan alat kelamin
Kandidiasis vagina adalah infeksi akibat ragi (sejenis jamur) yang disebut Candida. Jamur Candida biasanya hidup di dalam tubuh, pada area seperti mulut, tenggorokan, usus, vagina dan kulit tanpa menimbulkan masalah.Pada kondisi normal, hormon estrogen membantu bakteri baik di dalam vagina untuk tumbuh dan melawan organisme yang berpotensi menyebabkan penyakit.Namun, jika seseorang mengalami penurunan daya tahan tubuh atau mengidap suatu penyakit yang memengaruhi kondisi hormon dan lingkungan vagina, Candida bisa saja berkembang biak dan menyebabkan infeksi.Kandidiasis vagina dapat menyebabkan iritasi, rasa gatal yang sangat parah, serta keluarnya cairan abnormal dari vagina dan vulva. Risiko penularan kandidiasis vagina meningkat melalui hubungan seksual.

Penyebarannya dapat terjadi melalui kontak mulut dan alat kelamin. Jika mengalami kondisi ini selama 4 kali atau lebih dalam setahun, segera lakukan perawatan.
 
Kandidiasis Vagina
Dokter spesialis Kulit
GejalaSakit saat buang air kecil, rasa gatal pada vagina, keputihan tidak normal dengan warna menyerupai susu
Faktor risikoKehamilan, diabetes, penggunaan pembersih vagina
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, analisis cairan vagina, pemeriksaan panggul
PengobatanObat-obatan
ObatObat-obatan
KomplikasiInfeksi kulit, kelelahan, luka terbuka akibat garukan
Kapan harus ke dokter?Jika sering mengalami gejala kandidiasis
Ada beberapa gejala yang ditimbulkan oleh kandidiasis vagina, berupa:
  • Rasa nyeri atau tidak nyaman pada saat buang air kecil
  • Rasa nyeri pada saat berhubungan seksual
  • Keputihan yang tidak normal dengan warna menyerupai susu
  • Rasa gatal atau nyeri pada vagina
  • Kemerahan, rasa panas, pembengkakan, dan luka di dinding vagina pada infeksi yang berat
  • Lendir atau cairan vagina yang kental dan berwarna keputihan seperti keju
     
Penyebab kandidiasis vagina adalah infeksi jamur Candida. Secara alami, jamur tersebut beserta bakteri Lactobacillus memang ada di vagina dalam kondisi yang berimbang.Namun, keseimbangannya bisa terganggu dan malah menimbulkan infeksi. Jamur Candida yang lebih banyak dari Lactobacillus, akan menyebabkan infeksi. Kontak oral (lewat mulut) maupun aktivitas seksual, berisiko menyebabkan infeksi tersebut. 

Faktor risiko

Beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risiko tumbuhnya jamur berlebih yang dapat menyebabkan seorang wanita mengalami kandidiasis vagina, yakni:
  • Kehamilan
  • Penggunaan kontrasepsi oral (misalnya, pil KB) atau terapi hormon yang meningkatkan kadar estrogen
  • Diabetes yang tidak dikontrol
  • Sistem kekebalan yang lemah, misalnya akibat infeksi HIV atau obat-obatan yang menurunkan sistem kekebalan, seperti steroid dan kemoterapi
  • Penggunaan antibiotik yang dapat menurunkan jumlah bakteri Lactobacillus di vagina dan mengubah pH vagina
  • Penggunaan pembersih vagina, yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan pH dan bakteri pada vagina
 
Dokter biasanya akan melakukan langkah-langkah berikut ini untuk mendiagnosis kandidiasis vagina.

1. Wawancara dan pemeriksaan fisik

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai gejala riwayat medis Anda, seperti riwayat keputihan, infeksi vagina atau infeksi menular seksual yang pernah dialami.

2. Analisis sampel cairan vagina

Pemeriksaan sampel cairan vagina dilakukan untuk menentukan jenis jamur penyebab kandidiasis vagina, agar dokter dapat menentukan pengobatan yang sesuai.

3. Pemeriksaan panggul

Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat dan menganalisis tanda-tanda infeksi pada vagina maupun leher rahim. Dalam pemeriksaan ini, dokter memasukkan alat spekulum ke dalam vagina untuk menjaga dinding vagina terbuka.Baca juga: Mengenal Makanan Penyebab Keputihan Abnormal 
Kandidiasis vagina biasanya dapat diobati dengan obat antijamur yang dioleskan atau dimasukkan pada bagian dalam vagina seperti butoconazole, clotrimazole, miconazole, nistatin atau tioconazole.Selain itu, obat jamur yang diminum seperti flukonazol dapat digunakan untuk infeksi lebih parah, tidak kunjung membaik, atau kambuh setelah perawatan.Bagi pasien dengan gangguan kekebalan tubuh, terapi yang diberikan biasanya membutuhkan durasi lebih lama, hingga mencapai 6 bulan. Pengobatan dilakukan dengan kombinasi flukonazol yang diberikan ke dalam vagina dan sebagai obat minum.Jika diperlukan, dokter juga dapat merekomendasikan kombinasi dari beberapa jenis obat oral (minum) antijamur. 

Komplikasi

Apabila tidak ditangani dengan baik, kandidiasis vagina dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Gatal, kemerahan dan peradangan di sekitar area vagina
  • Infeksi kulit
  • Luka terbuka akibat terlalu sering menggarung karena rasa gatal
  • Fatigue atau kelelahan yang hebat
  • Sariawan di area mulut
  • Masalah pencernaan
Baca jawaban dokter: Apakah infeksi kandidiasis dapat membuat terlambat haid? 
Infeksi kandidiasis dapat dicegah dengan:
  • Menghindari mandi atau berendam dengan air yang sangat panas
  • Menggunakan pakaian dalam berbahan katun
  • Segera mengganti pakaian yang basah seperti pakaian renang atau olahraga
  • Membasuh area vagina dari depan ke belakang, segera setelah buang air kecil maupun buang air besar
  • Mengganti pembalut secara rutin dan tidak menggunakan tampon saat menstruasi
  • Memastikan kadar gula darah normal dan terkontrol, terutama jika memiliki diabetes
  • Menghindari penggunaan antibiotik yang tidak perlu seperti untuk pilek atau infeksi virus lainnya
  • Tidak memakai celana dan celana dalam terlalu ketat
  • Tidak menggunakan cairan pembersih area kewanitaan di dalam vagina, karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri dan jamur. Hindari produk kewanitaan yang mengandung parfum atau pewangi.
  • Mengonsumsi yogurt untuk membantu menambah jumlah bakteri baik pada vagina dan melawan jamur
Baca juga: Begini Cara Jaga Kesehatan Vagina Tanpa Sabun Pembersih Kewanitaan 
Berkonsultasilah dengan dokter jika Anda mengalami:
  • Keputihan yang berlebihan dan berbeda dari biasanya, atau disertai dengan bau serta gatal
  • Gejala-gejala yang tidak hilang setelah perawatan krim antijamur vagina atau perawatan lainnya di rumah
      
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini.1. Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
2. Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
3. Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
4. Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, seperti:
  • Apa penyebab gejala saya?
  • Apa yang dapat mencegah kandidiasis vagina?
  • Apakah pasangan saya juga harus menjalani pemeriksaan atau pengobatan?
  • Apakah saya harus meminum obat?
  • Perawatan atau pengobatan apa yang cocok untuk saya?
  • Apa yang dapat saya lakukan jika gejala kambuh setelah perawatan?
  • Apakah ada produk dijual bebas yang dapat mengobati penyakit ini?
  • Gejala apa yang harus saya perhatikan?
5. Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter biasanya akan mengajukan beberapa pertanyaan, seperti berikut ini.
  • Apa saja gejala vagina yang Anda rasakan?
  • Kapan pertama kali Anda merasakan gejala tersebut?
  • Apakah Anda menggunakan sabun atau sabun untuk berendam yang beraroma?
  • Apakah Anda memakai cairan pembersih kewanitaan yang disemprotkan ke dalam kelamin?
  • Apakah Anda meminum obat atau suplemen secara teratur?
  • Apakah Anda pernah mengalami infeksi vagina?
  • Apakah Anda merasakan bau vagina yang menyengat?
  • Apakah Anda mengonsumsi antibiotik akhir-akhir ini?
  • Apakah Anda aktif secara seksual?
  • Produk apa saja yang dapat memperbaiki atau memperburuk gejala Anda?
  • Apakah Anda sedang hamil?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan tes penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kandidiasis vagina agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
CDC. https://www.cdc.gov/fungal/diseases/candidiasis/genital/index.html
Diakses pada 3 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/yeast-infection/symptoms-causes/syc-20378999
Diakses pada 3 Desember 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/untreated-yeast-infection#complications
Diakses pada 29 Oktober 2020
Drugs. https://www.drugs.com/health-guide/candidiasis.html#
Diakses pada 29 Oktober 2020
AAFP. https://www.aafp.org/afp/2018/0301/p321.html
Diakses pada 29 Oktober 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459317/
Diakses pada 29 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Kenali Penyebab Kanker Vagina yang Mengintai Anda

Kanker vagina merupakan penyakit berbahaya, yang dapat mengancam keselamatan wanita. Namun jika terdeteksi sejak awal, peluang kesembuhannya cukup besar. Lakukan pencegahan kanker vagina dengan menjalani uji panggul dan tes pap smear, memberi vaksin HPV dan hindari rokok dan alkohol.
10 May 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Uji panggul dan pap smear bisa mendeteksi kanker vagina lebih awal

10 Kebiasaan Sehat yang Penting Dilakukan Setelah Berhubungan Intim

Berikut kebiasaan baik setelah berhubungan intim agar pasangan tetap sehat yaitu, mencuci tangan, membersihkan area genital, berkumur, mengganti seprei dsb.
28 Aug 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Bersantai di ranjang atau langsung tidur setelah berhubungan seks ternyata bisa merugikan kesehatan

4 Penyebab Vaginosis Bakteri (Bacterial Vaginosis), dan Cara Mencegahnya

Vaginosis bakteri adalah infeksi bakteri pada vagina yang disebabkan bakteri gardnerella vaginalis. Lebih dari 50% wanita tidak menyadari memiliki penyakit ini karena gejala infeksinya mirip dengan penyakit lain.Baca selengkapnya
Vaginosis bakteri adalah peradangan pada vulva dan vagina yang disebabkan oleh bakteri gardnerella vaginalis