Mata

Kalazion

28 Apr 2021 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Kalazion
Benjolan di kelopak merupakan gejala utama kalazion
Kalazion adalah pembengkakan atau benjolan kecil di kelopak mata. Benjolan kecil ini biasanya tidak terasa nyeri, bisa muncul di kelopak mata atas maupun bawah, serta dapat terjadi pada salah satu ataupun kedua mata.Pada umumnya, kalazion tidak menimbulkan masalah yang serius dan terkadang dapat hilang sendiri tanpa pengobatan. Namun pada beberapa kasus, benjolan ini bisa mengalami infeksi bakteri dan mengganggu kenyamanan penderita.Kalazion juga dapat memicu gangguan penglihatan apabila ukurannya terlalu besar atau lokasi tumbuhnya menutupi lapang pandang penderita. Karena itu, perlu konsultasi dengan dokter untuk mengatasinya. 
Kalazion
Dokter spesialis Mata
GejalaBenjolan di kelopak mata, pembengkakan di kelopak mata, mata berair
Faktor risikoAnak-anak, kelenjar meibom meradang, menderita penyakit kronis
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik mata
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatAntibiotik, kortikosteroid
KomplikasiBulu mata rontok, jaringan parut di kelopak mata, penurunan rasa percaya diri
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala kalazion
Secara umum, gejala kalazion meliputi:
  • Benjolan kecil di kelopak mata
  • Pembengkakan di kelopak mata
  • Mata berair
  • Iritasi ringan pada mata
  • Penglihatan kabur
Jika kalazion tersebut mengalami infeksi, gejalanya bisa berupa rasa nyeri, benjolan tampak kemerahan, dan rasa tidak nyaman pada kelopak mata. Namun setelah beberapa hari, keluhan tersebut akan hilang meski benjolan tetap ada.Mungkin saja ada tanda dan gejala kalazion yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter. 
Penyebab kalazion yang utama adalah penyumbatan pada kelenjar meibom, yakni kelenjar minyak yang terletak di bagian atas dan bawah kelopak mata. Minyak yang dihasilkan oleh kelenjar ini membantu untuk melembapkan mata.Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengalami kalazion. Faktor-faktor risiko kalazion tersebut meliputi:
  • Usia. Kalazion lebih sering dialami oleh orang dewasa daripada anak-anak.
  • Mengalami peradangan pada kelenjar meibom.
  • Menderita penyakit inflamasi kronis, seperti seborea, jerawat, rosacea, blefaritis kronis, atau peradangan kronis di kelopak mata
  • Orang yang menderita konjungtivitis akibat virus atau infeksi pada bagian dalam mata dan kelopak mata
 
Diagnosis kalazion umumnya dapat dipastikan ketika dokter memeriksa mata pasien. Karena itu, tidak ada pemeriksaan penunjang khusus untuk mendiagnosis penyakit ini.Pada pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan pengecekan standar pada mata pasien. Misalnya, pemeriksaan ketajaman penglihatan, kelopak mata, konjungtiva, dan kornea.Bila kalazion terdapat pada kelopak mata atas, dokter akan melakukan eversi kelopak mata atas. Dokter bisa memakai alat bantu semacam cotton bud untuk melipat kelopak mata atas pasien, sehingga dapat mengevaluasi kalazion secara langsung. 
Cara mengobati kalazion umumnya tergantung pada tingkat keparahan dan seberapa lama pasien sudah mengalaminya. Beberapa metode penanganan kalazion dari dokter meliputi:

Kompres hangat

Sebagian besar kasus kalazion dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. Untuk mempercepat penyembuhan, dokter bisa menganjurkan pasien untuk menempelkan kompres hangat pada kelopak mata yang mengalami benjolan.Lakukan pengompresan selama 10 menit, dan ulangi sebanyak empat kali dalam sehari. Langkah ini dapat membantu untuk membuka kelenjar minyak.Pasien juga bisa membantu untuk mengeluarkan isi benjolan kalazion dengan memijatnya secara lembut, sambil menempelkan kompres hangat. Pastikan jari tangan benar-benar bersih ketika melakukannya.

Obat-obatan

Apabila kompres hangat tidak efektif untuk mengempiskan kalazion, dokter bisa memberikan obat-obatan. Pilihan obat yang biasanya digunakan meliputi:
  • Antibiotik untuk mengatasi kalazion yang mengalami infeksi bakteri
  • Suntikan kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan kelopak mata akibat kalazion

Operasi

Operasi kalazion direkomendasikan apabila benjolan ini mempengaruhi penglihatan atau tidak membaik dengan pengobatan lain. Operasi yang dilakukan berupa pembedahan kecil dengan anestesi lokal.Apabila kalazion terus-menerus kambuh meski sudah dioperasi, dokter mata mungkin akan melakukan biopsi pada kalazion. Tujuannya adalah mendeteksi ada tidaknya gangguan mata serius lain. 

Komplikasi kalazion

Bila tidak ditangani dengan benar, kalazion dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Rontoknya bulu mata
  • Terbentuknya jaringan parut pada kelopak mata
  • Penurunan rasa percaya diri karena kalazion yang mengganggu penampilan
  • Infeksi bakteri pada benjolan kalazion
  • Gangguan penglihatan apabila ukuran kalazion besar dan menutupi lapang pandang
  • Gangguan refraksi mata, seperti mata silinder atau astigmatisme
 
Cara mencegah kalazion yang bisa dilakukan meliputi:
  • Selalu mencuci tangan sebelum menyentuh mata
  • Pastikan kebersihan semua benda yang bersentuhan dengan mata, misalnya lensa kontak, dan kacamata
  • Jika memiliki kondisi yang dapat meningkatkan risiko kalazion, ikuti instruksi dokter untuk membantu dalam mengendalikannya
 
Hubungi dokter bila apabila Anda mengalami gejala-gejala berikut:
  • Gangguan penglihatan
  • Kelopak mata bengkak, merah, dan terasa panas
  • Kalazion tidak membaik meski sudah diobati
  • Kalazion yang terus kambuh
Anda juga perlu memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami tanda dan gejala lain yang terasa mencurigakan. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kalazion?
  • pakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis kalazion agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/chalazion
Diakses pada 5 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/chalazion-what-is#1
Diakses pada 5 November 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email