Kaki bengkak adalah kondisi medis ketika terjadi penumpukan cairan pada kaki. Penumpukan cairan ini biasanya tidak disertai dengan nyeri, kecuali apabila bengkak disebabkan oleh cedera.

Pembengkakan bisa terjadi di tubuh bagian bawah, seperti kaki, karena pengaruh gaya gravitasi.

Kondisi yang dalam bahasa medis disebut edema perifer ini dapat terjadi pada salah satu maupun kedua kaki. Kaki bengkak umum dialami oleh kalangan lanjut usia (lansia) dan tidak berbahaya. Namun pada beberapa kasus, edema perifer bisa menjadi tanda adanya kondisi medis yang lebih serius.

Kaki bengkak atau edema perifer termasuk gejala, bukan penyakit. Keluhan yang dapat menyertai kondisi ini meliputi:

  • Kulit meregang atau tampak mengkilat
  • Apabila kulit ditekan selama beberapa detik, akan timbul cekungan yang bertahan beberapa saat setelah ditekan
  • Perut membesar
  • Kesulitan berjalan

Ada banyak penyebab kaki bengkak. Pada sebagian besar kasus, pembengkakan dipicu oleh faktor-faktor berikut:

  • Berat badan berlebih

Berat badan yang berlebih dapat menurunkan sirkulasi darah, serta menyebabkan cairan menumpuk di kaki, pergelangan, dan telapak kaki.

  • Duduk atau berdiri dalam waktu lama

Posisi seperti duduk atau berdiri dalam waktu lama akan membuat otot kaki tidak aktif untuk memompa darah dan cairan tubuh dari kaki kembali ke jantung. Akibatnya, cairan pun menumpuk serta menimbulkan pembengkakan pada kaki.

  • Penyebab lainnya

Kaki bengkak juga dapat disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu, yang kemudian memicu pengentalan darah. Akibatnya, kelancaran sirkulasi darah bisa menurun.

Obat-obatan tersebut meliputi steroid, estrogen atau progesteron, obat antidepresan (seperti trisiklik dan MAO inhibitor), serta obat antiinflamasi nonsteroid (seperti ibuprofen dan aspirin).

  • Perubahan kadar hormon

Perubahan kadar hormon seperti estrogen dan progesteron pada wanita hamil dan wanita dalam siklus menstruasi, dapat menurunkan sirkulasi di kaki kemudian menyebabkan pembengkakan.

  • Sumbatan darah di kaki

Tersumbatnya pembuluh darah kaki oleh gumpalan darah pun dapat mengganggu sirkulasi darah dan menyebabkan kaki bengkak. Kondisi ini dapat disebabkan oleh penyakit deep vein thrombosis (DVT) dimana darah menggumpal dan mengganggu aliran darah.

  • Cedera atau infeksi

Cedera atau infeksi pada area kaki bisa menurunkan aliran darah di kaki dan memicu pembengkakan pada kaki.

  • Insufisiensi vena

Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah vena tidak mampu memompa darah dengan baik. Sebagai akibatnya, darah menumpuk di kaki dan menimbulkan gejala bengkak.

  • Perikarditis

Perikarditis adalah peradangan pada perikardium, lapisan di sekitar jantung. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan kronis pada kaki dan pergelangan kaki.

  • Limfadema

Penyakit ini menyebabkan sumbatan pada saluran getah bening. Saluran ini berfungsi membawa cairan di seluruh tubuh.

Sumbatan akibat limfadema akan menyebabkan kondisi pembengkakan pada lengan dan kaki.  

  • Preeklampsia

Preeklampsia ditandai dengan peningkatan tekanan darah selama kehamilan. Peningkatan tekanan darah ini dapat menyebabkan gangguan sirkulasi darah dan pembengkakan pada wajah, tangan, serta kaki.

  • Sirosis hati

Sirosis atau jaringan parut pada hati sering disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebihan atau peradangan hati (hepatitis). Kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan gangguan sirkulasi di kaki, pergelangan, dan telapak kaki.

Selain kondisi di atas, bengkak pada kaki juga bisa menandakan adanya gagal jantung, gagal ginjal, atau gagal hati.

Untuk mendiagnosis penyebab kaki bengkak, dokter akan menanyakan seputar gejala yang dialami oleh pasien. Lalu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lain jika dibutuhkan.

Pemeriksaan yang bisa dilakukan oleh dokter meliputi:

  • Tes darah

Pemeriksaan darah bertujuan mengetahui jumlah sel darah, fungsi ginjal, fungsi hati, dan kadar elektrolit.

  • X-ray

Rontgen dilakukan untuk memeriksa kondisi tulang dan jaringan sekitar kaki yang bengkak.

  • Ultrasonografi (USG)

USG bertujuan memeriksa kondisi organ, pembuluh darah, dan jaringan.

  • Elektrokardiogram (EKG)

EKG juga dapat dilakukan guna memeriksa fungsi jantung pasien.

Kaki bengkak yang disebabkan oleh faktor gaya hidup atau cedera ringan biasanya dapat ditangani dengan metode pengobatan mandiri di rumah. Metode ini meliputi:

  • Mengangkat kaki ketika Anda berbaring. Posisi kaki harus lebih tinggi dari jantung. Anda dapat menaruh bantal di bawah kaki agar lebih nyaman.
  • Tetaplah aktif, misalnya dengan melakukan peregangan kaki.
  • Kurangi asupan garam. Hal ini dapat memangkas jumlah cairan yang menumpuk di kaki.
  • Hindari penggunaan celana maupun gaun ketat di sekitar paha Anda.
  • Jaga berat tubuh agar tetap pada batas ideal.
  • Gunakan stoking atau kaus kaki kompresi.
  • Berdiri atau berjalan setidaknya satu kali dalam setiap jam, terutama apabila Anda duduk atau berdiri dalam waktu yang lama.

Apabila kaki bengkak disebabkan oleh kondisi medis lain, dokter akan melakukan pengobatan untuk menangani kondisi yang mendasarinya.

Pembengkakan dapat dikurangi dengan obat yang diresepkan oleh dokter, seperti diuretik. Obat ini diberikan apabila metode pengobatan mandiri di rumah tidak dapat mengatasi pembengkakan.

Kaki bengkak tidak selalu dapat dicegah. Akan tetapi, beberapa upaya di bawah ini dapat membantu mengurangi risiko terjadinya kaki yang bengkak:

  • Berolahraga secara teratur
  • Hindari duduk atau berdiri dalam waktu lama
  • Kurangi konsumsi garam

Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter apabila:

  • Kaki bengkak yang tidak membaik meski telah ditangani dengan pengobatan mandiri di rumah. 
  • Pembengkakan kaki yang semakin memburuk seiring berjalannya waktu.
  • Pembengkakan hanya terjadi pada satu sisi kaki dan tidak ada penyebab yang dapat menjelaskan kondisi ini
  • Bengkak yang parah, terasa nyeri, atau muncul tiba-tiba
  • Area bengkak tampak memerah atau terasa panas ketika disentuh
  • Bengkak disertai demam tinggi
  • Anda juga mengidap kondisi medis lain, seperti diabetes

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan gejala tersebut muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait kaki bengkak?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda memiliki kondisi medis tertentu, seperti gangguan jantung atau ginjal?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis kaki bengkak dan mendeteksi penyebabnya. Dengan ini, pengobatan bisa diberikan secara tepat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/foot-leg-and-ankle-swelling
Diakses pada 20 Januari 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/003104.htm
Diakses pada 20 Januari 2020

Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/whats-causing-those-swollen-feet
Diakses pada 20 Januari 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/oedema/
Diakses pada 20 Januari 2020

Artikel Terkait