Penyakit Lainnya

Juvenile Arthritis

Diterbitkan: 30 Apr 2019 | OliviaDitinjau oleh dr. Indra Wijaya
image Juvenile Arthritis
Juvenile arthritis ditandai dengan adanya kelebihan cairan pada sendi, penipisan tulang rawan, hingga inflamasi pada membran sinovial.
Juvenile idiopathic arthritis adalah tipe artritis yang terjadi pada anak kurang dari 16 tahun. Penyakit ini dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan dan kekakuan pada sendi. Beberapa anak dapat mengalami gejala dalam beberapa bulan sampai seumur hidup mereka.  Beberapa tipe dari juvenile idiopathic arthritis dapat menyebabkan komplikasi serius seperti masalah pertumbuhan, kerusakan sendi, dan peradangan mata. Pengobatan berfokus pada mengontrol nyeri dan peradangan, meningkatkan fungsi, dan mencegah kerusakan sendi.
Juvenile Arthritis
Dokter spesialis Anak
GejalaSakit pada sendi, kekakuan sendi, pergerakan sendi yang terbatas
Faktor risikoUsia 2-3 tahun, perempuan, faktor genetik
Metode diagnosisTes darah, tes pencitraan
PengobatanObat-obatan, terapi fisik
ObatObat pereda nyeri NSAID atau kortikosteroid, disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs)
KomplikasiGangguan mata, gangguan pertumbuhan
Kapan harus ke dokter?Nyeri sendi, kaku sendi, demam
Beberapa gejala yang dapat timbul antara lain:
  • Sakit pada sendi
  • Kekakuan sendi
  • Pergerakan yang terbatas
  • Sendi yang bengkak dan terasa hangat
  • Berjalan tertatih-tatih
  • Kemerahan pada area yang terinfeksi
  • Kelenjar getah bening membengkak
  • Demam
Juvenile idiopathic arthritis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel dan jaringan sendiri. Tidak diketahui kenapa hal ini terjadi, tetapi kedua faktor yaitu keturunan dan lingkungan tampaknya memainkan peran. Kelainan mutasi gen tertentu dapat membuat seseorang lebih rentan terkena penyakit ini. Juvenile idiopathic arthritis dapat terpicu pada individu dengan mutasi gen ini jika terinfeksi virus.
  • Pemeriksaan c-reactive protein (CRP). CRP adalah zat yang diproduksi oleh hati sebagai respons pada peradangan.
  • Tes faktor rheumatoid. Faktor rheumatoid dapat menyerang jaringan sehat pada tubuh, sehingga adanya protein ini seringkali mengindikasikan penyakit autoimun seperti artritis.
  • Antibodi antinuklear. Seperti faktor rheumatoid, anti-nuclear antibody (ANA) adalah protein yang dibentuk oleh sistem kekebalan tubuh pada orang dengan penyakit autoimun.
  • Test HLA-B27. Tes ini mendeteksi penanda genetik untuk penyakit autoimun.
  • X-ray atau MRI. Tes gambar ini dapat digunakan untuk menyingkirkan kondisi lain yang dapat menyebabkan peradangan sendi, atau nyeri, seperti infeksi dan retak
Obat anti radang nonsteroid (NSAIDs) seperti ibuprofen atau naproxen cukup untuk mengontrol gejala nyeri sendi. Kortikosteroid dapat digunakan untuk mengontrol nyeri yang lebih parah. Anak yang memiliki artritis di banyak sendi atau mengalami demam, ruam dan adanya pembengkakan kelenjar akan membutuhkan obat lain seperti disease-modifying anti rheumatic drugs (DMARDs). Disamping itu, juga disarankan:
  • Berolahraga untuk menjaga kekuatan otot dan sendi.
  • Berjalan, naik sepeda dan berenang
  • Pemanasan sebelum berolahraga
  • Berkonsultasi dengan dokter atau terapi fisik mengenai olahraga yang dapat dilakukan ketika anak mengalami sakit
Ajaklah anak ke dokter jika memiliki sakit sendi, pembengkakan atau kekakuan yang lebih dari seminggu terutama jika mengalami demam.
Hal-hal berikut dapat dipersiapkan sebelum berkonsultasi dengan dokter:
  • Deskripsi detail mengenai gejala anak
  • Informasi mengenai masalah medis yang pernah dimiliki oleh anak di masa lalu
  • Informasi mengenai masalah medis yang cenderung diturunkan di keluarga
  • Semua obat dan suplemen yang dikonsumsi
  • Pertanyaan yang ingin ditanyakan kepada dokter
Dokter dapat menanyakan beberapa pertanyaan berikut:
  • Sendi mana yang terpengaruh?
  • Kapan gejalanya dimulai? Apakah gejalanya hilang timbul?
  • Apakah ada yang membuat gejalanya membaik atau memburuk?
  • Apakah sendi menjadi kaku setelah beristirahat beberapa saat?
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10370-juvenile-idiopathic-arthritis/prevention
Diakses pada 17 Desember 2018.
Healthline. https://www.healthline.com/health/juvenile-rheumatoid-arthritis#diagnosis
Diakses pada 17 Desember 2018.
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/juvenile-idiopathic-arthritis/diagnosis-treatment/drc-20374088
Diakses pada 17 Desember 2018.
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/juvenile-idiopathic-arthritis/symptoms-causes/syc-20374082
Diakses pada 17 Desember 2018.
Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/000451.htm
Diakses pada 17 Desember 2018.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

6 Obat Herbal untuk Nyeri Sendi yang Paling Ampuh

Obat herbal nyeri sendi ada banyak yang terbukti manjur redakan peradangan. Jika gejala tiba-tiba kambuh di rumah, coba oleskan lidah...Baca selengkapnya
Obat herbal nyeri sendi terbukti ampuh

Kenali Berbagai Cara Mengobati Asam Urat untuk Meringankan Gejalanya

Cara mengobati asam urat bisa Anda lakukan sendiri dari rumah. Tingginya kadar asam urat memang dapat menyebabkan peradangan sendi akut atau disebut arthritis gout.Baca selengkapnya
Cara mengobati asam urat di lutut

Mengenal Berbagai Penyebab Rematik Berdasarkan Jenisnya

Penyebab rematik adalah berkurangnya tulang rawan atau kartilago di sekitar tulang sendi. Jangan salah, rematik memiliki 100 jenis kondisi yang berbeda-beda.
07 Jun 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Penyebab rematik pada lansia