Kulit & Kelamin

Jerawat di Telinga

Diterbitkan: 17 Mar 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Jerawat di Telinga
Kebersihan telinga yang tidak dijaga dengan baik dapat menimbulkan jerawat
Jerawat bisa muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk di telinga. Jerawat tersebut dapat tumbuh di bagian daun telinga, di belakang telinga, hingga di dalam liang telinga (concha). Jerawat di telinga berisiko memicu ketidaknyamanan karena rasa sakit yang ditimbulkan.Pada dasarnya, jerawat dapat terjadi ketika pori-pori di kulit tersumbat oleh sel kulit mati dan sebum, yang merupakan minyak alami dari tubuh untuk membuat kulit tetap lembap.   Penyumbatan pori-pori kulit ini bisa membuat bakteri ikut terperangkap sehingga menyebabkan area yang terinfeksi menjadi merah dan meradang.Bagian telinga luar dan saluran telinga dipenuhi bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membentuk jerawat seperti sel kulit, sel rambut, dan kelenjar penghasil minyak. Jadi, tidak heran jika jerawat bisa muncul di area tersebut.Jerawat di telinga dapat muncul dalam berbagai bentuk dan ukuran. Berdasarkan bentuknya, jerawat dapat muncul dengan berbagai tipe, yakni:
  • Komedo atau blackhead. Blackhead adalah salah satu bentuk jerawat yang paling umum terjadi. Blackhead biasanya terlihat hitam karena kotoran yang terperangkap di pori-pori terpapar oksigen.
  • Komedo tertutup, yakni jerawat dengan lapisan kulit yang menutupi pori-pori kulit. Karena tidak terpapar oksigen, jerawat ini tampak berwarna putih sehingga disebut juga sebagai whitehead.
  • Papula dan pustula. Jenis jerawat tersebut adalah whitehead atau blackhead yang telah mengalami peradangan. Jerawat jenis ini biasanya berwarna merah dan terkadang berisi nanah.
  • Nodul pada telinga adalah jerawat yang telah terinfeksi oleh bakteri acne di bagian dalam kulit telinga. Jerawat jenis ini terlihat seperti benjolan kecil di bawah kulit yang berwarna merah dan terasa sakit ketika disentuh.
Walaupun dapat sangat menganggu, jerawat bisa diobati dengan berbagai pilihan perawatan. Jerawat di telinga cenderung mudah diatasi begitu kita mengetahui jenisnya dan penyebabnya.
Jerawat di telinga dapat muncul karena berbagai penyebab, di antaranya:
  • Folikel rambut yang berada di telinga tersumbat oleh sel kulit mati
  • Peradangan di sekitar folikel rambut
  • Peningkatan aktivitas kelenjar sebaceous (kelenjar minyak)
  • Infeksi bakteri
Sementara itu, faktor pemicu munculnya berbagai penyebab di atas, adalah:
  • Paparan lingkungan yang kotor atau berdebu
  • Kelenjar di telinga memproduksi minyak terlalu banyak
  • Berbagi perangkat telinga seperti earphone atau earbud dengan orang lain
  • Pemakaian earbud atau headphone kotor
  • Memasukkan sesuatu di telinga, termasuk jari
  • Kontak dengan air yang tidak bersih sehingga menyebabkan infeksi telinga luar atau otitis eksterna
  • Stres
  • Perubahan hormon, seperti saat pubertas atau menstruasi
  • Tindik telinga yang kotor atau terinfeksi
  • Memakai topi atau helm untuk waktu yang lama
  • Reaksi alergi terhadap rambut yang mengenai telinga atau produk kecantikan di liang telinga
Meski kurang umum terjadi dibandingkan jerawat di wajah atau leher, perkembangan jerawat telinga sama dengan area jerawat lainnya. Baik itu di dalam telinga, daun telinga, ataupun belakang telinga, umumnya jerawat dapat diobati dengan cara yang sama.Jerawat di telinga biasanya dapat diobati dengan antibiotik atau krim jerawat tradisional yang mengandung bahan-bahan seperti benzoil peroksida dan asam salisilat untuk membantu mengeringkan jerawat dan mengurangi peradangan. Hal yang paling penting dalam perawatan jerawat adalah dengan tidak memencetnya.Namun, berkonsultasilah pada dokter apabila jerawat di telinga tidak kunjung hilang, terlebih setelah diberi pengobatan. Selain itu, Anda juga perlu mewaspadai jerawat yang terasa sangat sakit hingga menganggu aktivitas sehari-hari atau jerawat di telinga dengan ukuran tidak biasa, atau membesar seiring waktu.
National Library of Medicine. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24314388/
Diakses pada 26 Februari 2021
Medicalnewsstory. https://www.medicalnewstoday.com/articles/pimple-in-the-ear
Diakses pada 26 Februari 2021
Verywellhealth. https://www.verywellhealth.com/what-to-do-with-a-pimple-in-ear-4171778
Diakses pada 26 Februari 2021
National Library of Medicine. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18886299/
Diakses pada 26 Februari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/pimple-in-ear#treatment
Diakses pada 26 Februari 2021
American Academy of Dermatology Association. https://www.aad.org/public/diseases/acne/DIY/types-breakouts
Diakses pada 26 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email