Kepala

Jerawat di Kepala

17 Mar 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Jerawat di Kepala
Jerawat di kepala biasanya lebih jarang terjadi daripada di area tubuh lainnya. Meski jarang, kondisi ini bisa juga membuat susah pemiliknya. Keberadaan jerawat pada kulit kepala biasanya terjadi karena pori-pori yang tersumbat.Gangguan ini biasanya muncul di sepanjang garis rambut. Selain jerawat kecil, gejala lain yang mungkin mengikuti biasanya adalah gatal. Pada kondisi tertentu, jerawat di kulit kepala bisa juga terasa perih dan mengeras.Berdasarkan tingkat keparahan, jerawat di kulit kepala bisa dibagi menjadi 3, yaitu:
  • Jerawat ringan, termasuk komedo dan komedo putih
  • Tingkat sedang, termasuk papula dan pustula, yang muncul di permukaan kulit
  • Kondisi parah, termasuk nodul dan kista, yang tertanam di bawah kulit
Jika jerawat pada kulit kepala menjadi parah, kondisi ini bisa membentuk kerak menghitam. Bahkan, bisa saja jerawat demikian bisa meninggalkan bekas luka permanen.Berdasarkan bentuknya, jerawat yang tumbuh di kepala terbagi menjadi beberapa jenis. Jenis-jenis tersebut antara lain:
  • Folikulitis kulit kepala

Kondisi ini terjadi ketika bakteri di kulit kepala menginfeksi folikel rambut dan mengalami peradangan. Folikulitis kulit kepala biasanya berupa benjolan merah kecil yang sangat gatal.
  • Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik merupakan kondisi umum yang menyebabkan ketombe dan seringkali membuat kulit kepala merah dan bersisik. Jika area tersebut dikelupas bisa menyebabkan cedera tambahan yang mengarah ke tanda yang terlihat layaknya jerawat.
  • Kista pilar

Kista pilar merupakan genjolan keras berisi keratin yang terbentuk di dekat akar rambut. Benjolan ini biasanya tidak memiliki mata jerawat berwarna putih sehingga membedakan dengan jerawat di kulit kepala.Pada kasus tertentu, benjolan di kulit kepala bisa juga merupakan tanda adanya sel kanker. Sel kanker yang memiliki gejala demikian adalah karsinoma sel skuamosa. 
Penyebab jerawat di kulit kepala biasanya ketika pori-pori atau folikel rambut mengalami sumbatan. Kondisi ini bisa terjadi ketika sel kulit mati, minyak alami yang menjaga kelembapan kulit (sebum), dan bakteri masuk ke pori-pori.Sel-sel mati yang tidak dapat keluar dari pori-pori kemudian akan menyebabkan timbulnya jerawat dalam berbagai bentuk. Untuk jenis jerawat yang lebih parah biasanya akan mengandung lebih banyak bakteri.Adapun organisme yang bisa menyebabkan infeksi dan peradangan pada kulit kepala sehingga menyebabkan jerawat antara lain:
  • Propionibacterium acnes (P. acnes)
  • Staphylococcus epidermidis
  • Jamur dari keluarga Malassezia
  • Cutibacterium
  • Staphylococcus epidermidids
  • Propionibacterium acnes
  • Staphylococcus aureus
  • Demodex folliculorum
Adapun penyebab pori-pori tersumbat antara lain:
  • Penumpukan produk dari sampo atau produk rambut lainnya, seperti gel atau hairspray
  • Jarang mencuci rambut untuk membersihkan kulit kepala
  • Terlalu lama mencuci rambut setelah berolahraga
  • Memakai topi atau tutup kepala atau peralatan lain yang menyebabkan gesekan pada kulit kepala
 
Hubungi dokter jika mengalami jerawat terus-menerus yang menyebabkan rambut rontok, bercak kebotakan, atau nyeri hebat. Untuk mengobati kondisi ini, Anda bisa menggunakan produk yang dijual bebas.Kembali kunjungi dokter jika jerawat masih ada atau Anda curiga kondisi ini disebabkan oleh gangguan medis lain.Cara menghilangkan jerawat di kepala sama dengan jerawat di bagian lain dalam tubuh. Pada kondisi tertentu, jerawat bisa menjadi tanda adanya sebuah kondisi serius. Jika pengobatan awal tidak berhasil, dokter kulit mungkin akan merekomendasikan sistem yang lebih kuat. 
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/32096
Diakses pada 17 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/scalp-acne
Diakses pada 17 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email