Jerawat

Ditulis oleh Lenny Tan
Ditinjau dr. Reni Utari
Jerawat adalah peradangan kronis pada folikel rambut dengan berbagai penyebab
Jerawat memiliki berbagai penyebab, dan biasa tumbuh pada wajah, dahi, punggung atas, dan bahu.

Pengertian Jerawat

Jerawat adalah peradangan kronis pada folikel rambut dengan berbagai penyebab. Kondisi ini sering menyebabkan komedo dan biasanya muncul di wajah, dahi, dada, punggung atas, dan bahu.

Jerawat paling umum terjadi di kalangan remaja. Namun orang dari semua kalangan pun bisa mengalaminya.

Walaupun tersedia perawatan efektif untuk mengatasi jerawat, gangguan kulit ini dapat terus muncul. Jerawat dapat sembuh secara perlahan, namun kebanyakan jerawat muncul secara bergantian.

Tergantung pada tingkat keparahannya, jerawat dapat menyebabkan tekanan emosional dan bekas luka pada kulit. Semakin awal Anda memulai perawatan, semakin rendah risiko untuk munculnya jerawat.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala jerawat bervariasi dan tergantung pada tingkat keparahan kondisi kulit Anda. Beberapa gejala yang umum meliputi:

  • Komedo putih yang dapat menutup pori-pori yang tersumbat.
  • Komedo hitam yang dapat membuat pori-pori terbuka.
  • Benjolan kecil merah dan nyeri saat disentuh.
  • Benjolan besar, padat, dan nyeri yang muncul di bawah permukaan kulit.
  • Benjolan yang menyakitkan dan berisi nanah di bawah permukaan kulit.

Penyebab

Empat faktor utama menyebabkan jerawat meliputi:

  • Produksi minyak berlebihan.
  • Folikel rambut tersumbat oleh minyak dan sel-sel kulit mati.
  • Aktivitas bakteri yang berlebihan.
  • Aktivitas hormon yang berlebihan, seperti hormon androgen.

Dinding folikel dapat membengkak dan menghasilkan komedo putih. Komedo mungkin terlihat seperti kotoran yang menempel di pori-pori. Tapi pori-pori tersebit sebenarnya penuh dengan bakteri dan minyak, yang dapat berubah menjadi cokelat ketika terkena udara. Jerawat yang ditandai oleh bintik-bintik merah dengan titik putih di tengahnya, dapat berkembang dan meradang atau terinfeksi dengan bakteri. 

Risiko kemunculan dan tingkat keparahan jerawat bisa pula dipengaruhi oleh faktor-faktor di bawah ini:

  • Hormon. Androgen adalah hormon yang meningkat pada anak laki-laki dan perempuan selama pubertas. Hormon ini menyebabkan kelenjar minyak memperbesar dan membuat lebih banyak sebum. Perubahan kadar hormon yang berhubungan dengan kehamilan dan penggunaan kontrasepsi oral (seperti pil KB) juga dapat memengaruhi produksi sebum. Sementara jumlah hormon androgen tergolong rendah dalam darah wanita, dan dapat memperburuk jerawat.
  • Obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid, obat hormon testosteron, dan lithium.
  • Pola makan. Studi-studi menunjukkan bahwa jenis bahan pangan tertentu dapat memperburuk jerawat. Misalnya, susu skim, makanan yang kaya karbohidrat (seperti, roti dan keripik), serta cokelat.
  • Stres. Tekanan karena stres dapat juga memperburuk kondisi jerawat.

Diagnosis

Dokter umum dapat mendiagnosis jerawat dengan melihat kondisi kulit anda. Hal ini melibatkan pemeriksaan pada lokasi tumbuhnya jerawat, guna mengecek berbagai jenis bercak, seperti komedo atau bentolan yang sakit, atau nodul merah.

Seberapa parah kondisi jerawat Anda akan menentukan jenis perawatan yang harus Anda jalani. Tingkat keparahan jerawat sering dikategorikan sebagai berikut:

  • Ringan, di mana jerawat kebanyakan berupa komedo putih dan komedo hitam, serta terdapat papula.
  • Sedang, di mana komedo putih dan komedo hitam muncul lebih meluas, serta terdapat papula dan pustula.
  • Berat, di mana banyak terdapat komedo, papula, pustula, bintik merah, atau nodul yang besar dan menyakitkan. Anda mungkin juga memiliki bekas jerawat atau jaringan parut.

Jika jerawat tiba-tiba mulai muncul pada wanita dewasa, ini bisa menjadi tanda adanya ketidakseimbangannya hormon. Terutama bila disertai dengan gejala lain yang berupa rambut tumbuh berlebih dan periode menstruasi tidak teratur.

Pengobatan

Bila Anda mengalami jerawat yang mengganggu, berkonsultasi dan periksakan kondisi Anda dengan dokter spesialis kulit atau dermatologi. Dokter kulit dapat membantu anda untuk:

  • Mempercepat penyembuhan.
  • Mencegah terjadinya bekas jerawat atau jaringan parut permanen.
  • Mencegah terbentuknya jerawat baru.

Obat jerawat bekerja dengan mengurangi produksi minyak, mempercepat pergantian sel kulit, melawan infeksi bakteri, atau mengurangi peradangan yang membantu mencegah jaringan parut. Perawatan terhadap jerawat umumnya membutuhkan waktu selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun agar jerawat benar-benar hilang.

Jenis pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter akan bergantung pada usia, jerawat jenis dan tingkat keparahan jerawat Anda. Obat-obatan oles maupun minum (oral) bisa dikombinasikan untuk mengatasi jerawat. Berikut penjelasannya:

1. Obat oles
Obat oles atau topikal yang diresepkan oleh dokter bisa berupa:

  • Retinoid berupa krim, gel dan lotion, yang bekerja dengan mencegah penyumbatan folikel rambut. Gunakan obat ini di malam hari. Frekuensi pemakaiannya bisa dimulai tiga kali seminggu, kemudian ditingkatkan menjadi tiap hari ketika kulit sudah terbiasa. 
  • Antibiotik yang akan membunuh bakteri berlebih pada kulit dan mengurangi kemerahan. Biasanya, penggunaan antibiotik dikombinasikan dengan obat lainnya.
  • Azelaic acid, yaitu asam alami yang ditemukan dalam sereal gandum dan produk hewani. Obat ini memiliki sifat antibakteri. Krim asam azelaic 20% memiliki efektivitas yang sama dengan banyak perawatan jerawat konvensional ketika digunakan dua kali sehari, selama setidaknya empat minggu. Obat ini dapat dipakai untuk ibu hamil maupun menyusui. Efek sampingnya termasuk perubahan pada warna kulit dan iritasi kulit yang ringan.
  • Asam salisilat, yang dapat membantu dalam mencegah penyumbatan folikel rambut. Obat ini tersedia dalam bentuk obat oles yang harus dibilas maupun tidak perlu dibilas.
  • Dapson. Obat oles dapson 5% dianjurkan untuk jerawat yang meradang, terutama pada wanita dewasa dengan jerawat. Pemakaiannya disarankan sebanyak dua kali sehari. Efek samping yang perlu diwaspadai meliputi kemerahan dan kulit menjadi kering.

2. Obat-obatan oral
Jenis obat minum atau oral yang bisa diberikan oleh dokter umumnya adalah sebagai berikut:

  • Antibiotik. Untuk jerawat sedang sampai berat, anda mungkin perlu antibiotik oral untuk mengurangi jumlah bakteri dan melawan peradangan. Obat ini harus digunakan sesingkat mungkin, guna mencegah resistansi antibiotik. Selama mengonsumsi antibiotik, efek samping juga bisa terjadi dan biasanya berupa sakit perut dan pusing, serta meningkatkan sensitivitas kulit Anda terhadap sinar matahari.
  • Agen anti-androgen. Obat spironolakton dapat dipertimbangkan untuk wanita dan gadis remaja jika antibiotik oral tidak membantu. Obat ini bekerja dengan menghalangi efek hormon androgen pada kelenjar minyak. Efek samping yang dapat terjadi ketika meminum obat ini adalah nyeri payudara dan haid yang menyakitkan.
  • Isotretinoin. Obat ini diresepkan untuk orang-orang yang memiliki jerawat yang parah dan tidak mempan dengan perawatan lain.

3. Prosedur terapi tertentu
Terapi juga bisa diberikan untuk mengatasi jerawat, dan terkadang dikombinasikan dengan pemberian obat-obatan. Beberapa jenis terapi yang disarankan meliputi:

  • Pengelupasan dengan bahan kimia. Prosedur ini menggunakan aplikasi berulang dari larutan kimia pada kulit yang membutuhkannya. Meski demikian, efeknya cenderung bersifat sementara. Oleh sebab itu, perawatan jenis ini biasanya perlu dilakukan beberapa kali.
  • Ekstraksi komedo hitam dan komedo putih. Dokter akan menggunakan alat khusus untuk menghilangkan komedo yang tidak bisa lenyap dengan oles. Namun harap diingat bahwa teknik ini berpotensi menyebabkan munculnya jaringan parut.
  • Injeksi steroid. Terapi ini bisa memberikan hasil yang cepat dan mengurangi rasa sakit. Efek samping mungkin yang mungkin terjadi termasuk penipisan di area kulit yang menerima suntikan.
  • Terapi laser dan cahaya. Berbagai terapi berbasis cahaya telah dicoba sebagai salah satu cara untuk mengatasi jerawat. Tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan metode ideal, sumber cahaya, dan dosis.

Pencegahan

Anda dapat mencoba untuk menghindari atau mencegah kemunculan jerawat dengan cara-cara ini:

  • Cuci wajah dengan pembersih minimal dua kali sehari. Pilihlah produk pembersih dengan kandungan kimia yang ringan dan sesuai jenis kulit.
  • Hindari produk kecantikan tertentu, seperti scrub wajah, astringen, dan masker. Pasalnya, produk-produk ini dapat mengiritasi kulit sehingga memperburuk kondisi jerawat.
  • Gunakan produk untuk wajah berbahan dasar air atau nonkomedogenik.
  • Sebisa mungkin, hindari gesekan dan tekanan pada kulit Anda.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Perawatan jerawat yang dini dan efektif dapat mengurangi risiko jaringan parut. Jika obat perawatan sendiri tidak mampu mengatasi jerawat anda, konsultasikan dan periksakan ke dokter umum. Dokter dapat meresepkan obat-obatan dengan kandungan yang lebih kuat.

Untuk jerawat yang tidak kunjung hilang atau tergolong parah, sebaiknya diperiksakan ke dokter spesialis kulit. 

Bagi kebanyakan wanita, jerawat akan muncul seminggu sebelum menstruasi. Jerawat jenis ini cenderung bisa hilang tanpa pengobatan, khususnya pada wanita yang menggunakan alat kontrasepsi.

Sementara itu, pada kalangan lanjut usia (lansia), timbulnya jerawat yang parah secara tiba-tiba bisa menandakan penyakit tertentu yang mendasarinya. Karena itu, kondisi ini membutuhkan perhatian medis dari dokter.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum menemui dokter, Anda sebaiknya mempersiapkan hal-hal berikut ini:

  • Catat informasi medis Anda, seperti kondisi lain yang Anda hadapi, serta obat yang sedang digunakan (baik obat resep dokter, obat bebas, maupun suplemen dan vitamin).
  • Buat daftar informasi pribadi, misalnya apakah ada kejadian atau perubahan kehidupan yang memicu stres.

Anda juga perlu mencatat sederet pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter. Berikut contohnya: 

  • Apa jenis penanganan yang direkomendasikan?
  • Jika perawatan pertama tidak berhasil, apa yang akan direkomendasikan selanjutnya?
  • Apa kemungkinan efek samping dari obat yang diresepkan?
  • Berapa lama durasi aman untuk menggunakan obat yang diresepkan?
  • Seberapa cepat gejala mulai membaik setelah memulai pengobatan?
  • Apakah aman untuk menghentikan pemakaian obat-obatan jika hasilnya tidak efektif?
  • Langkah perawatan diri seperti apa yang dapat meningkatkan gejala?
  • Apakah ada anjuran untuk mengubah pola makan?
  • Apakah ada anjuran untuk mengubah produk perawatan atau kecantikan yang sedang digunakan, termasuk sabun, pelembap, tabir surya, maupun kosmetik?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Kapan Anda pertama kali menyadari adanya masalah jerawat?
  • Apakah ada hal-hal tertentu yang mungkin memicu timbulnya jerawat, seperti stres atau siklus menstruasi?
  • Obat, suplemen, atau vitamin apa yang Anda gunakan?
  • Pada wanita: Apakah Anda menggunakan kontrasepsi oral?
  • Pada wanita: Apakah Anda memiliki siklus menstruasi yang teratur?
  • Pada wanita: Apakah Anda hamil, atau berencana untuk hamil dalam waktu dekat?
  • Jenis sabun, losion, tabir surya, produk rambut, atau kosmetik apa saja yang Anda gunakan?
  • Bagaimana jerawat mempengaruhi kepercayaan diri Anda?
  • Apakah jerawat kerap dialami oleh anggota keluarga Anda?
  • Penanganan dan langkah perawatan jerawat apa saja yang pernah Anda coba? Apakah ada yang memberikan hasil efektif?
Referensi

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acne/symptoms-causes/syc-20368047
Diakses pada 3 Oktober 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/acne/
Diakses pada 3 Oktober 2019

Back to Top