Jantung

Jantung Berdebar (Palpitasi)

15 Sep 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Jantung Berdebar (Palpitasi)
Beberapa penyebab jantung berdebar meliputi konsumsi kafein, nikotin, atau obat diet
Palpitasi atau jantung berdebar adalah kondisi ketika seseorang merasa jantung berdegup kencang. Beberapa hal yang bisa menjadi penyebabnya meliputi stres, aktivitas fisik seperti olahraga, atau efek samping obat tertentu. Karena itu, kndisi ini biasanya tidak dipicu oleh kondisi medis tertentu.Normalnya, jantung berdetak rata-rata 60-100 kali per menit. Detak jantung di atas 100 per menit disebut takikardia. Sedangkan denyut jantung di bawah 60 per menit disebut bradikardia.Meski keluhan jantung berdebar bisa mengkhawatirkan, kondisi ini umumnya tidak berbahaya untuk kesehatan. Namun dalam kasus yang jarang, palpitasi juga bisa menjadi tanda penyakit jantung yang lebih serius, misalnya, aritmia yang memerlukan perawatan lebih lanjut. 
Jantung Berdebar (Palpitasi)
Dokter spesialis Jantung
GejalaDetak jantung yang terlalu cepat atau berdegup kencang
Faktor risikoSerangan panik, stres, konsumsi kafein
Metode diagnosisEKG, holter monitoring, ekokardiogram
PengobatanKurangi asupan kafein, kurangi stres, yoga
KomplikasiPingsan, gagal jantung, stroke
Kapan harus ke dokter?Mengalami jantung berdebar yang tidak kunjung reda, nyeri dada, sesak napas
Sesuai namanya, gejala jantung berdebar adalah denyut jantung yang terlalu cepat atau berdegup kencang. 
Sampai sekarang, penyebab jantung berdebar belum diketahui. Namun beberapa faktor diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko jantung berdebar tersebut meliputi:
  • Serangan panik
  • Stres
  • Ketakutan
  • Mengonsumsi kafein, nikotin, obat diet
  • Olahraga
  • Demam
  • Kadar kalium darah yang tidak normal
  • Tiroid terlalu aktif
  • Tingkat oksigen rendah dalam darah
  • Mengonsumsi obat-obatan yang mengandung stimulan, seperti obat flu atau asma
  • Mengalami hipertiroidisme
  • Memiliki masalah jantung lain, seperti katup jantung yang tidak normal, aritmia, serangan jantung
  • Pernah menjalani operasi jantung
 
Diagnosis jantung berdebar dilakukan dengan beberapa cara di bawah ini:
  • Elektrokardiogram (EKG)

Elektrokardiogram dilakukan untuk mendeteksi sinyal listrik di jantung pasien, sehingga membantu dalam mendiagnosis jantung berdebar.
  • Holter monitoring

Selama menjalani Holter monitoring, pasien akan memakai perangkat portabel untuk merekam aktivitas listrik di jantung secara terus menerus, biasanya selama 24-72 jam. Pasien juga akan diminta untuk membuat catatan harian saat merasakan palpitasi.Holter monitoring digunakan untuk mendeteksi palpitasi jantung yang tidak ditemukan melalui pemeriksaan EKG.
  • Event recording

Jika tidak ada detak jantung abnormal selama memakai holter monitoring atau palpitasi muncul kurang dari sekali seminggu, dokter mungkin merekomendasikan perekam kejadian.
  • Ekokardiogram

Ekokardiogram menggunakan gelombang suara untuk menggambarkan ukuran, struktur, dan gerakan jantung serta fungsi jantung. 
Cara mengobati jantung berdebar umumnya tergantung pada tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Langkah penanganan dari dokter bisa berupa:
  • Mengurangi asupan kafein dan nikotin untuk mengurangi palpitasi jantung
  • Mengendalikan stres dan kecemasan guna menangani dan mencegah palpitasi, serta membantu dalam mengelola gejala dengan lebih baik saat terjadi serangan
  • Melakukan relaksasi, seperti latihan pernapasan yoga, serta meditasi
  • Rutin berolahraga
  • Jangan merokok
 

Komplikasi jantung berdebar

Jika tidak ditangani dengan benar, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi berupa:  
Cara mencegah jantung berdebar tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga belum diketahui secara pasti.Namun Anda bisa mengurangi risiko penyakit ini dengan cara:
  • Kurangi tingkat stres, misalnya dengan melakukan meditasi
  • Hindari atau batasi jumlah alkohol yang dikonsumsi
  • Hindari atau batasi jumlah kafein yang dikonsumsi
  • Jangan merokok atau menggunakan produk tembakau atau nikotin
  • Berolahraga secara teratur
  • Hindari makanan dan aktivitas yang memicu jantung berdebar
  • Kontrol tekanan darah dan kadar kolesterol
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Nyeri dada
  • Pingsan
  • Sesak napas yang parah
  • Pusing yang parah
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait jantung berdebar?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis jantung berdebar agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-palpitations/symptoms-causes/syc-20373196
diakses pada 15 September 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/003081.htm
diakses pada 15 September 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/heart-palpitations/
diakses pada 15 September 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/17402-pulse--heart-rate
Diakses pada 15 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email