Jamur kuku adalah infeksi jamur pada kuku. Kondisi yag juga disebut onikomikosis ini ditandai dengan gejala berupa bercak putih atau kuning di bawah kuku jari tangan atau kaki.

Jamur pada kuku biasanya tidak menimbulkan keluhan. Tetapi infeksi jamur ini terkadang bisa sangat mengganggu.

Infeksi jamur kuku terjadi akibat pertumbuhan jamur berlebih pada kuku baik di atas, atau di bawah kuku. Jamur dapat tumbuh baik dalam kondisi lembap. Itulah sebabnya jamur kuku lebih sering terjadi pada jari kaki yang seringkali tertutup.

 

Secara umum, tanda dan gejala jamur kuku meliput kuku yang:

  • berubah warna menjadi putih,kuning, kehitaman, atau kecoklatan
  • tampak menebal
  • rapuh dan mudah patah
  • berubah bentuk
  • berbau
  • kuku menjadi terpisah dengan kulit jari
  • adanya bintik putih pada kuku.

Jamur kuku lebih sering menyerang jari kaki daripada jari tangan. Jamur ini kadang dapat menyebabkan nyeri, serta dapat merusak kuku secara permanen.Pada penderita diabetes atau orang dengan daya tahan tubuh lemah, infeksi jamur yang bermula di kuku dapat menyebar ke jaringan lain, misalnya kulit (selulitis).

 

Penyebab utama jamur kuku adalah tentunya infeksi jamur. Infeksi jamur penyebab jamur kuku antara lain jamur golongan dermatofita, non-dermatofita, dan golingan ragi (spesies Candida). Dari semua kasus jamur kuku, 80% disebabkan oleh infeksi jamur dermatofita (terutama Trichophyton rubrum).

Beberapa faktor risiko infeksi jamur kuku meliputi:

  • Usia tua
  • Banyak berkeringat
  • Sering berjalan tanpa alas kaki di tempat yang basah/lembap, seperti kolam renang, tempat pemandian umum, atau pusat kebugaran
  • Menderita diabetes atau kondisi lain dengan penurunan daya tahan tubuh
  • Terdapat luka pada kuku
  • Psoriasis
  • Sistem kekebalan tubuh yang rendah yang umum terjadi pada penderita diabetes dan penderita HIV/AIDS

 

Diagnosis jamur kuku dapat ditegakkan dengan wawancara, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang.

Pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis jamur kuku adalah pemeriksaan mikroskopik KOH 20%. Pada pemeriksaan ini, dokter akan mengambil sampel dengan cara memotong kuku yang mengalami infeksi jamur.

Setelahnya dokter akan meneteskan zat kontras di atas sampel dan kemudian menganalisisnya dengan mikroskop untuk mencari ada tidaknya hifa jamur.

Selain pemeriksaan KOH, dokter mungkin juga menganjurkan pemeriksaan kultur jamur untuk mengidentifikasi jamur penyebab infeksi dan menentukan pengobatan.

 

Cara mengobati jamur kuku umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama Anda sudah mengalami kondisi tersebut. Terapi jamur kuku seringkali sulit dan membutuhkan waktu berbulan-bulan. Bahkan setelah kondisi membaik, infeksi ini dapat terjadi lagi.

Berikut beberapa metode terapi jamur kuku:

Obat-obatan

Pilihan obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi jamur kuku adalah obat anti-jamur Obat ini dapat berupa obat minum atau obat topikal (oles) yang dioleskan pada kuku, atau kombinasi keduanya.

Obat antijamur minum biasanya dijadikan pilihan pertama karena dapat mengatasi infeksi jamur lebih cepat daripada obat oles. Lama pengobatan biasanya berkisar 6-12 minggu, namun hasil pengobatan baru dapat diamati saat kuku sudah kembali tumbuh sehingga lama pengobatan bisa mencapai 4 bulan.

Obat anti-jamur minum yang biasanya digunakan untuk mengatasi jamur kuku adalah terbinafin, itrakonazol, flukonazol, dan posakonazol. Namun penggunaan obat anti-jamur minum dalam waktu lama dapat menyebabkan efek samping pada fungsi hati sehingga pemeriksaan fungsi hati mungkin diperlukan.

Obat anti-jamur topikal dapat berupa krim atau cat kuku yang mengandung obat. Cat kuku dioleskan pada kuku dan kulit di sekitarnya. Setelah satu minggu, cat kuku dihapus dan kemudian dioleskan cat kuku yang baru. Cara ini terus diulang hingga kira-kira 1 tahun.

Sedangkan krim antijamur dioleskan pada kuku seperti obat oles biasa. Contoh obat anti-   jamur topikal diantaranya:

  • Cat kuku mengandung Ciclopirox olamine 8%
  • Amorolfine atau bifonazole/urea
  • Cairan oles Efinaconazole 10%
  • Cairan oles Tavaborole 0.5

Prosedur medis

Selain obat-obatan, prosedur ini dapat dilakukan untuk mengatasi jamur kuku:

  • Terapi laser
  • Terapi fotodinamik
  • Avulsi kuku secara mekanik, kimiawi, atau pembedahan
  • Pengangkatan infeksi jamur dengan cairan urea 40-50% pada pasien yang kukunya sangat tebal
  • Prosedur pencabutan kuku

Komplikasi jamur kuku

Jika tidak ditangani dengan serius maka jamur kuku akan berisiko mengalami komplikasi, khususnya pada penderita daya tahan tubuh rendah dan lansia. Komplikasi jamur kuku dapat berupa:

 

Beberapa cara untuk mencegah infeksi jamur kuku, antara lain:

  • Cuci tangan dan kaki dengan teratur.
  • Potong kuku tidak terlalu dalam, dan bentuk kuku menjadi kotak (tidak melengkung). Kikir tepi-tepi kuku yang tajam atau menebal.
  • Keringkan jari-jari hingga sela jari setelah mencuci tangan/kaki.
  • Gunakan sepatu dengan ukuran pas dan tidak lembap.
  • Gunakan kaos kaki yang menyerap keringat dan ganti jika diperlukan.
  • Gunakan alas kaki saat berjalan di tempat yang basah/lembap.
  • Tidak sering menggunakan cat kuku atau kuku palsu.
  • Pilih salon kuku yang terjaga kebersihannya. Pastikan alat-alat yang digunakan steril untuk masing-masing konsumen.
  • Hindari menggunakan handuk bersama-sama, terutama dengan anggota keluarga yang mengidap infeksi jamur kuku.

 

Hubungi dokter bila Anda mengalami jika:

  • Gejala jamur kuku tidak kunjung membaik
  • Jamur kuku disertai penurunan sistem kekebalan tubuh

Anda juga perlu memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami tanda dan gejala lain yang terasa mencurigakan.

 

Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

 

Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait jamur kuku?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis jamur kuku agar penanganan yang tepat bisa diberikan.

 

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nail-fungus/diagnosis-treatment/drc-20353300
Diakses pada November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/fungal-nail-infection#outlook
Diakses pada November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/fungal-nail-infections#2
Diakses pada November 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1105828-overview#a1
Diakses pada 5 Agustus 2020

Artikel Terkait