Jamur kuku atau onikomikosis adalah infeksi jamur pada kuku yang tampak sebagai bercak putih atau kuning  di bawah kuku jari tangan atau kaki. Jamur kuku biasanya tidak menimbulkan keluhan, tetapi kadang bisa sangat mengganggu.

Infeksi jamur kuku terjadi akibat pertumbuhan jamur berlebih pada kuku baik di atas, atau di bawah kuku. Jamur dapat tumbuh baik dalam kondisi lembap. Itulah sebabnya jamur kuku lebih sering terjadi pada jari kaki yang seringkali tertutup.

lahan dan seringkali tidak disadari.

Kuku yang terjangkit jamur dapat tampak sebagai berikut:

  • Berubah warna menjadi putih,kuning, kehitaman, atau kecoklatan
  • Tampak menebal
  • Rapuh dan mudah patah
  • Berubah bentuk
  • Berbau
  • Berwarna gelap akibat kotoran yang menumpuk di bawah kuku.
  • Kuku menjadi terpisah dengan kulit jari
  • Adanya bintik putih pada kuku.

Jamur kuku lebih sering menyerang jari kaki daripada jari tangan. Jamur ini kadang dapat menyebabkan nyeri, serta dapat merusak kuku secara permanen.

Pada penderita diabetes atau orang dengan daya tahan tubuh lemah, infeksi jamur yang bermula di kuku dapat menyebar ke jaringan lain, misalnya kulit (selulitis).

Jenis jamur kuku yang paling sering menyebabkan infeksi adalah golongan dermatofita. Infeksi jamur kuku jarang terjadi pada anak-anak, tetapi cukup sering terjadi pada orang lanjut usia.

Dengan bertambahnya usia, pada umumnya kuku menjadi lebih rapuh dan mudah patah. Celah yang terbentuk memungkinkan jamur untuk masuk dan menyebabkan infeksi.

Penurunan daya tahan tubuh atau gangguan aliran darah, seperti yang umum terjadi pada penderita diabetes dan penderita HIV/AIDS juga meningkatkan risiko infeksi jamur kuku.

Beberapa faktor risiko infeksi jamur kuku, yaitu:

  • Usia tua
  • Banyak berkeringat
  • Sering berjalan tanpa alas kaki di tempat yang basah/lembap, seperti kolam renang, tempat pemandian umum, atau pusat kebugaran
  • Menderita diabetes atau kondisi lain dengan penurunan daya tahan tubuh
  • Terdapat luka pada kuku
  • Psoriasis.

Jamur kuku didiagnosis dengan mengambil sampel kuku yang terinfeksi, kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk mengidentifikasi jamur penyebab. Sampel diambil dari potongan kerokan kuku. Penyebab yang ditemukan akan menentukan jenis pengobatan yang diberikan.

Pengobatan jamur kuku seringkali sulit dan membutuhkan waktu berbulan-bulan. Bahkan setelah kondisi membaik, infeksi ini dapat terjadi lagi.

Obat antijamur biasanya digunakan untuk mengobati jamur kuku. Obat ini dapat berupa obat minum atau obat oles yang dioleskan pada kuku, atau kombinasi keduanya.

Obat antijamur minum biasanya dijadikan pilihan pertama karena dapat mengatasi infeksi jamur lebih cepat daripada obat oles. Obat oral dapat membantu kuku baru untuk tumbuh dan tidak terinfeksi.

Lama pengobatan biasanya berkisar 6-12 minggu, namun hasil pengobatan baru dapat diamati saat kuku sudah kembali tumbuh sehingga lama pengobatan bisa mencapai 4 bulan. Obat antiijamur minum dapat menyebabkan efek samping pada fungsi hati sehingga pemeriksaan fungsi hati mungkin diperlukan.

Obat oles dapat berupa krim atau cat kuku yang mengandung obat. Cat kuku dioleskan pada kuku dan kulit di sekitarnya. Setelah satu minggu, cat kuku dihapus dan kemudian dioleskan cat kuku yang baru. Cara ini terus diulang hingga kira-kira 1 tahun. Krim antijamur dioleskan pada kuku seperti obat oles biasa.

Bergantung pada kondisi, dokter mungkin menyarankan untuk mencabut kuku yang terinfeksi, agar obat antijamur dapat diaplikasikan langsung pada area di bawah kuku.

Jika tidak ditangani dengan serius maka akan berisiko mengalami komplikasi, khususnya pada penderita daya tahan tubuh rendah dan lansia. Komplikasi jamur kuku dapat berupa:

Beberapa cara untuk mencegah infeksi jamur kuku, antara lain:

  • Cuci tangan dan kaki dengan teratur.
  • Potong kuku tidak terlalu dalam, dan bentuk kuku menjadi kotak (tidak melengkung). Kikir tepi-tepi kuku yang tajam atau menebal.
  • Keringkan jari-jari hingga sela jari setelah mencuci tangan/kaki.
  • Gunakan sepatu dengan ukuran pas dan tidak lembap.
  • Gunakan kaos kaki yang menyerap keringat dan ganti jika diperlukan.
  • Gunakan alas kaki saat berjalan di tempat yang basah/lembap.
  • Tidak sering menggunakan cat kuku atau kuku palsu.
  • Pilih salon kuku yang terjaga kebersihannya. Pastikan alat-alat yang digunakan steril untuk masing-masing konsumen.
  • Hindari menggunakan handuk bersama-sama, terutama dengan anggota keluarga yang mengidap infeksi jamur kuku.

Anda sebaiknya ke dokter jika jamur kuku tidak juga membaik, atau Anda mengidap diabetes mellitus dan muncul gejala jamur kuku.

Sebelum pergi ke dokter, ada baiknya Anda mempersiapkan informasi berikut:

  • Gejala yang Anda alami, baik yang berkaitan dengan jamur kuku maupun tidak.
  • Penyakit atau kondisi kesehatan lain yang Anda alami.
  • Kebiasaan berkaitan dengan kuku, misalnya menggunakan cat kuku, pergi ke salon kuku, kebiasaan menggunakan sepatu, dan lain-lain.
  • Obat atau suplemen yang rutin Anda minum.

Dokter akan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan kondisi Anda. Untuk melakukan pemeriksaan laboratorium, dokter akan memotong kuku Anda atau mengerok bagian dalam kuku.

Jika infeksi terlalu parah, mungkin dokter akan menyarankan agar kuku Anda dicabut. Pemeriksaan gula darah mungkin diperlukan jika dicurigai ada diabetes.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nail-fungus/diagnosis-treatment/drc-20353300
Diakses pada November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/fungal-nail-infection#outlook
Diakses pada November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/fungal-nail-infections#2
Diakses pada November 2019

Artikel Terkait