Penyakit Lainnya

ITBS (Iliotibial Band Syndrome)

18 Aug 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image ITBS (Iliotibial Band Syndrome)
ITBS merupakan cedera pada jaringan ikat paha bagian luar dan lutut yang menyebabkan nyeri
ITBS atau iliotibial band syndrome adalah cedera akibat penggunaan berlebihan jaringan ikat paha bagian luar dan lutut yang disebut jaringan ikat iliotibial. Jaringan ikat iliotibial adalah jaringan ikat panjang yang terbentang dari panggul sampai lutut dan tulang kering. Jaringan ikat iliotibial penting untuk menjaga kestabilan bagian luar lutut ketika bergerak. Jaringan ikat iliotibial juga penting untuk membantu pergerakan sendi panggulITBS terjadi ketika penggunaan berlebihan jaringan ikat iliotibial akibat terlalu sering melakukan aktivitas yang membutuhkan posisi menekuk lutut misalnya orang yang sering berlari, bersepeda, mendaki, dan berjalan jarak jauh. 
ITBS (Iliotibial Band Syndrome)
Dokter spesialis Ortopedi
GejalaNyeri, sensasi terbakar, bunyi klik di sisi luar lutut
Faktor risikoTidak melakukan pemanasan, tidak cukup istirahat, kaki berbentuk O
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, tes pencitraan
PengobatanObat-obatan, metode RICE, fisioterapi
ObatObat pereda nyeri
KomplikasiSakit yang tidak kunjung hilang meski telah melakukan istirahat
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala ITBS
Secara umum, tanda dan gejala ITBS meliputi:
  • Nyeri di sisi luar lutut, tepat di atas sendi
  • Sensasi terbakar di bagian luar lutut
  • Merasakan bunyi klik, letupan, atau hentakan di bagian luar lutut
  • Sakit di atas dan di bawah kaki
  • Kehangatan dan kemerahan di bagian luar lutut
 
Penyebab utama ITBS adalah latihan fisik dengan penggunaan paha dan lutut yang terlalu berat atau akibat peningkatan intensitas latihan fisik yang dilakukan terlalu cepat.  

Faktor risiko ITBS

Beberapa faktor risiko ITBS meliputi:1. Tidak melakukan teknik latihan fisik yang benarOlahraga memang gampang dilakukan, namun teknik latihan fisik yang benar tidak diketahui banyak orang. Kesalahan yang sering dilakukan orang ketika berolahraga yang menyebabkannya rentan mengalami ITBS antara lain:
  • Tidak melakukan atau hanya sebentar melakukan pemanasan, peregangan, dan pendinginan ketika berolahraga
  • Melakukan latihan fisik melebihi kapasitas fisik seharusnya 
  • Waktu istirahat antara latihan fisik yang satu dengan yang lain tidak cukup sehingga tidak memberikan waktu pemulihan dan istirahat bagi tubuh
  • Menggunakan sepatu olahraga yang sudah tidak cocok lagi
  • Sering berlari dalam medan yang menurun atau menanjak 
2. Keadaan fisik bawaan tertentuSelain faktor kesalahan teknik latihan fisik, keadaan fisik bawaan tertentu juga meningkatkan resiko seseorang mengalami ITBS, di antaranya:
  • Kaki berbentuk O
  • Pengapuran sendi lutut
  • Kaki yang tidak sama panjang 
  • Kelemahan pada otot perut, bokong, atau otot panggul
 
Diagnosis ITBS (iliotibial band syndrome) dilakukan dengan cara tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan tes pencitraan. Berikut penjelasannya.

Pemeriksaan fisik

Dokter butuh data-data berikut saat wawancara untuk membantu diagnosis ITBS:
  • Kapan pertama kali nyeri di area lutut sampai paha terjadi?
  • Apakah nyeri dirasakan terus menerus atau hilang timbul?
  • Apa saja yang membuat rasa nyeri memburuk dan apa yang membuat nyeri membaik?
  • Apakah Anda berpartisipasi dalam olahraga atau latihan fisik yang berat?
  • Pernahkah Anda mengalami trauma atau cedera sekitar lutut akhir-akhir ini?
  • Apakah Anda mengalami gejala lain selain nyeri seperti pembengkakan atau ketidakstabilan lutut?

Pemeriksaan fisik

Dokter akan melanjutkan dengan pemeriksaan fisik yang meliputi mengamati dan menekan pada seluruh area persendian lutut. Saat pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan Nobel compression test yang dilakukan dengan cara melipat dan meluruskan lutut bergantian sembari dilakukan penekanan dengan menggunakan ibu jari tangannya pada area epikondilus femoral lateral.Bila Anda merasakan nyeri atau sensasi seperti gertakan pada lutut ketika lutut Anda ditekuk, maka tes Nobel dikatakan positif dan ini menjurus pada diagnosis ITBS. Selain pemeriksaan pada lutut, dokter juga akan melakukan pemeriksaan kekuatan dan fleksibilitas otot quadriceps (otot yang terletak di bagian depan paha) dan otot bokong.

Tes pencitraan

Bila dokter belum dapat menegakkan diagnosis ITBS dari pemeriksaan fisik, maka dokter akan menganjurkan pemeriksaan penunjang MRI untuk benar-benar memastikan diagnosis ITBS.   
Cara mengobati ITBS (iliotibial band syndrome) umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa pilihan penanganan dari dokter meliputi:

Metode RICE

RICE merupakan kepanjangan dari rest, ice, compression, dan elevation. Metode-metode adalah penatalaksanaan awal saat serangan akut untuk segera meredakan gejala dan mengurangi keparahan ITBS. 
  • Rest atau reduced activity

Anda dianjurkan untuk mengistirahatkan dan mengurangi pergerakan pada tungkai yang mengalami ITBS. 
  • Ice

Segera kompres dingin (es) area bagian luar lutut selama 15 menit. Hal ini bertujuan untuk meredakan nyeri dan peradangan.
  • Compresion

Lakukan pembalutan pada area yang mengalami ITBS. Ini bertujuan untuk menstabilkan lutut dan mengurangi gesekan pada jaringan ikat iliotibial. Perlu diingat, compression biasanya dilakukan oleh dokter Anda. 
  • Elevation

Sembari mengkompres lutut Anda dengan es, usahakan posisi tungkai Anda naik. Sebaiknya posisi tungkai di atas level jantung. 

Obat-obatan

Untuk meredakan nyeri dan peradangan akibat ITBS, biasanya dokter akan meresepkan penghilang nyeri yang diminum seperti golongan NSAID.Namun apabila gejala ITBS tetap ada setelah mengikuti metode RICE, mengkonsumsi obat NSAID, dan menjalani terapi fisik selama 12 minggu, maka dokter bisa mempertimbangkan memberikan obat steroid suntik. 

Fisioterapi

Ketika nyeri akibat ITBS sudah hilang, langkah selanjutnya adalah terapi fisik (fisioterapi). Seorang fisioterapis akan melakukan berbagai teknik untuk membantu Anda meningkatkan kekuatan, mobilitas, dan fleksibilitas tungkai. 

Operasi

Tindakan operasi jarang diperlukan untuk mengatasi ITBS. Operasi hanya dilakukan bila nyeri ITBS terus berlangsung dan mengganggu aktivitas sehari-hari walaupun sudah mencoba terapi-terapi di atas selama enam bulan. Jika tidak ditangani dengan optimal, komplikasi ITBS dapat terjadi. COntohnya, sakit yang tidak kunjung hilang meski telah melakukan istirahat. 
Karena atlet lari adalah orang yang paling rentan mengalami penyakit ini, tips berikut dapat Anda coba untuk mencegah ITBS:
  • Lakukan teknik latihan fisik yang benar yaitu melakukan pemanasan, peregangan, dan pendinginan. 
  • Sering melakukan peregangan pada area jaringan ikat iliotibial, otot panggul, otot paha, dan otot bokong. 
  • Jangan meningkatkan jarak tempuh lari Anda lebih dari 10% per minggu. Selalu istirahat sehari selang waktu latihan Anda.
  • Pilihlah sepatu yang pas dan baik saat berlari karena sepatu yang tidak nyaman akan menyebabkan dan memperburuk gejala ITBS.
  • Pertimbangkan selang latihan lari Anda dengan jenis olahraga lain untuk menyeimbangkan kekuatan tubuh (misal berenang)
  • Pilihlah medan yang datar saat latihan lari
  • Coba metode lari ke belakang untuk memperbaiki ketidakseimbangan otot dan mengurangi tegangan pada lutut Anda
  • Berkonsultasi ke dokter mengenai kemungkinan pemakaian alat bantu orthotics.
 
Segeralah berkonsultasi ke dokter Anda ketika mengalami gejala ITBS, terutama bila gejalanya kian memberat.  
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait ITBS?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis ITBS (iliotibial band syndrome) agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542185/
Diakses pada 15 Agustus 2021
Medicinet. https://www.medicinenet.com/iliotibial_band_syndrome/article.htm
Diakses 15 Agustus 2021
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/what-is-iliotibial-band-syndrome-3120472
Diakses 15 Agustus 2021
WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/it-band-syndrome#1
Diakses 15 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email