ITBS merupakan cedera pada jaringan ikat paha bagian luar dan lutut yang menyebabkan nyeri
ITBS merupakan cedera pada jaringan ikat paha bagian luar dan lutut yang menyebabkan nyeri

ITBS atau iliotibial band syndrome adalah cedera akibat penggunaan berlebihan jaringan ikat paha bagian luar dan lutut yang disebut jaringan ikat iliotibial. 

Jaringan ikat iliotibial adalah jaringan ikat panjang yang terbentang dari panggul sampai lutut dan tulang kering. 

Jaringan ikat iliotibial penting untuk menjaga kestabilan bagian luar lutut ketika bergerak. Jaringan ikat iliotibial juga penting untuk membantu pergerakan sendi panggul

ITBS terjadi ketika penggunaan berlebihan jaringan ikat iliotibial akibat terlalu sering melakukan aktivitas yang membutuhkan posisi menekuk lutut misalnya orang yang sering berlari, bersepeda, mendaki, dan berjalan jarak jauh.

Penggunaan berlebihan jaringan ikat iliotibial menyebabkan iritasi dan meradang sehingga menimbulkan rasa nyeri. 

Nyeri dan rasa panas biasanya dirasakan di bagian luar lutut atau paha bagian bawah. Kadang nyeri bisa juga dirasakan di panggul. Turun tangga dan berdiri dari posisi duduk akan memperberat rasa nyeri  

Semakin lama dibiarkan dan tidak ditangani dengan baik, nyeri yang dirasakan akan menetap dan terasa seperti menusuk bahkan bisa terjadi pembengkakan pada lutut.

Penyebab utama terjadinya ITBS adalah latihan fisik yang melibatkan paha dan lutut yang terlalu berat atau akibat peningkatan intensitas latihan fisik yang tidak secara bertahap namun terlalu cepat. 

Jadi pada prinsipnya, aktivitas apapun yang menyebabkan hal di atas akan menimbulkan ITBS. Selain itu, kondisi lutut bawaan tertentu meningkatkan resiko terjadinya ITBS. 

Penyebab ITBS bisa digolongkan menjadi:

1. Tidak melakukan teknik latihan fisik yang benar

Olahraga memang gampang dilakukan, namun teknik latihan fisik yang benar tidak diketahui banyak orang. 

Kesalahan yang sering dilakukan orang ketika berolahraga yang menyebabkannya rentan mengalami ITBS antara lain:

  • Tidak melakukan atau hanya sebentar melakukan pemanasan, peregangan, dan pendinginan ketika berolahraga
  • Melakukan latihan fisik melebihi kapasitas fisik seharusnya 
  • Waktu istirahat antara latihan fisik yang satu dengan yang lain tidak cukup sehingga tidak memberikan waktu pemulihan dan istirahat bagi tubuh
  • Menggunakan sepatu olahraga yang sudah tidak cocok lagi
  • Sering berlari dalam medan yang menurun atau menanjak 

2. Keadaan fisik bawaan tertentu

Selain faktor kesalahan teknik latihan fisik, keadaan fisik bawaan tertentu juga meningkatkan resiko seseorang mengalami ITBS, di antaranya:

  • Kaki berbentuk O
  • Pengapuran sendi lutut
  • Kaki yang tidak sama panjang 
  • Kelemahan pada otot perut, bokong, atau otot panggul

Diagnosis ITBS hampir selalu dibuat secara klinis, artinya dokter bisa menegakkan diagnosis hanya dengan wawancara dan pemeriksaan fisik tanpa pemeriksaan penunjang seperti rongent, CT scan, atau MRI. 

Dokter butuh data-data berikut saat wawancara untuk membantu penegakkan diagnosis ITBS:

  • Kapan pertama kali nyeri di area lutut sampai paha terjadi?
  • Apakah nyeri dirasakan terus menerus atau hilang timbul?
  • Apa saja yang membuat rasa nyeri memburuk dan apa yang membuat nyeri membaik?
  • Apakah Anda berpartisipasi dalam olahraga atau latihan fisik yang berat?
  • Pernahkah Anda mengalami trauma atau cedera sekitar lutut akhir-akhir ini?
  • Apakah Anda mengalami gejala lain selain nyeri seperti pembengkakan atau ketidakstabilan lutut?

Setelah mendapatkan data-data ini, dokter akan melanjutkan dengan pemeriksaan fisik yang meliputi mengamati dan menekan pada seluruh area persendian lutut. 

Dokter akan melakukan Nobel compression test, yaitu dengan cara melipat dan meluruskan lutut bergantian sembari dilakukan penekanan dengan menggunakan ibu jari tangannya pada area epikondilus femoral lateral.

Bila Anda merasakan nyeri atau sensasi seperti gertakan pada lutut ketika lutut Anda ditekuk, maka tes Nobel dikatakan positif dan ini menjurus pada diagnosis ITBS. 

Selain pemeriksaan pada lutut, dokter juga akan melakukan pemeriksaan kekuatan dan fleksibilitas otot quadriceps (otot yang terletak di bagian depan paha) dan otot bokong.

Bila dokter belum dapat menegakkan diagnosis ITBS dari anamnesis dan pemeriksaan fisik saja, maka biasanya dokter akan menganjurkan pemeriksaan penunjang MRI untuk benar-benar memastikan diagnosis ITBS.  

Penatalaksanaan ITBS bersifat menyeluruh, artinya melibatkan beberapa cara yang harus dilakukan berkesinambungan. 

Penatalaksanaannya digolongkan sebagai berikut :

1. Metode RICE

RICE merupakan kepanjangan dari rest, ice, compression, dan elevation. Metode-metode adalah penatalaksanaan awal saat serangan akut untuk segera meredakan gejala dan mengurangi keparahan ITBS. 

  • Rest atau reduced activity
    Anda dianjurkan untuk mengistirahatkan dan mengurangi pergerakan pada tungkai yang mengalami ITBS. 
  • Ice
    Segera kompres dingin (es) area bagian luar lutut selama 15 menit. Hal ini bertujuan untuk meredakan nyeri dan peradangan.
  • Compresion
    Lakukan pembalutan pada area yang mengalami ITBS. Ini bertujuan untuk menstabilkan lutut dan mengurangi gesekan pada jaringan ikat iliotibial. Perlu diingat, compression biasanya dilakukan oleh dokter Anda. 
  • Elevation
    Sembari mengkompres lutut Anda dengan es, usahakan posisi tungkai Anda naik. Sebaiknya posisi tungkai di atas level jantung. 

2. Obat-obatan

Untuk meredakan nyeri dan peradangan akibat ITBS, biasanya dokter akan meresepkan penghilang nyeri yang diminum seperti golongan NSAID.

Namun apabila gejala ITBS tetap ada setelah mengikuti metode RICE, mengkonsumsi obat NSAID, dan menjalani terapi fisik selama 12 minggu, maka dokter bisa mempertimbangkan memberikan obat steroid suntik. 

3. Fisioterapi

Ketika nyeri akibat ITBS sudah hilang, maka langkah selanjutnya adalah terapi fisik (fisioterapi). 

Seorang fisioterapis akan melakukan berbagai teknik untuk membantu Anda meningkatkan kekuatan, mobilitas, dan fleksibilitas tungkai. 

4. Operasi

Tindakan operasi jarang diperlukan untuk mengatasi ITBS. Operasi hanya dilakukan bila nyeri ITBS terus berlangsung dan mengganggu aktivitas sehari-hari walaupun sudah mencoba terapi-terapi di atas selama enam bulan. 

Karena atlet lari adalah orang yang paling rentan mengalami ITBS, maka tips berikut dapat Anda coba untuk mencegah ITBS:

  • Lakukan teknik latihan fisik yang benar yaitu melakukan pemanasan, peregangan, dan pendinginan. 
  • Sering melakukan peregangan pada area jaringan ikat iliotibial, otot panggul, otot paha, dan otot bokong. 
  • Jangan meningkatkan jarak tempuh lari Anda lebih dari 10% per minggu. Selalu istirahat sehari selang waktu latihan Anda.
  • Pilihlah sepatu yang pas dan baik saat berlari karena sepatu yang tidak nyaman akan menyebabkan dan memperburuk gejala ITBS.
  • Pertimbangkan selang latihan lari Anda dengan jenis olahraga lain untuk menyeimbangkan kekuatan tubuh (misal berenang)
  • Pilihlah medan yang datar saat latihan lari
  • Coba metode lari ke belakang untuk memperbaiki ketidakseimbangan otot dan mengurangi tegangan pada lutut Anda
  • Berkonsultasi ke dokter mengenai kemungkinan pemakaian alat bantu orthotics.

Segeralah berkonsultasi ke dokter Anda ketika mengalami gejala ITBS, terutama bila gejalanya kian memberat. 

Sebelum pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala ITBS yang Anda rasakan
  • Catat kondisi-kondisi yang mungkin dapat memicu dan memperberat gejala ITBS
  • Catat apa saja yang sudah Anda lakukan untuk mengurangi gejala ITBS
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.

Saat pemeriksaan, dokter akan melakukan wawancara yang dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Diagnosis ITBS biasanya sudah bisa ditegakkan dari hasil wawancara dan pemeriksaan fisik saja. 

Namun apabila belum dapat ditegakkan, dokter akan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Setelahnya dokter akan melakukan perencaan terapi ITBS yang komprehensif untuk Anda. 

Medicinet. https://www.medicinenet.com/iliotibial_band_syndrome/article.htm
Diakses 10 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/it-band
Diakses 10 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/it-band-syndrome#1
Diakses 10 Agustus 2019

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/what-is-iliotibial-band-syndrome-3120472
Diakses 10 Agustus 2019

Artikel Terkait