Iskemia dapat berujung pada komplikasi lain, seperti serangan jantung, gangguan irama jantung, dan stroke
Iskemia terjadi karena penyumbatan pembuluh darah, salah satunya akibat penumpukan lemak.

Iskemia adalah suatu keadaan jaringan tubuh mengalami kekurangan aliran darah yang membawa oksigen, senyawa yang sangat penting untuk kelangsungan hidup sel-sel tubuh. Oksigen didapat dari udara yang dihirup saat bernapas lalu masuk ke paru-paru. Setelah itu, oksigen akan beredar oleh darah ke seluruh tubuh agar bisa digunakan oleh sel-sel tubuh.

Iskemia dapat terjadi di seluruh bagian tubuh, namun yang berbahaya adalah:

  • Iskemia jantung: jika sumbatan terjadi pada pembuluh darah arteri koroner yang menyuplai oksigen untuk otot jantung, maka otot jantung akan kekurangan oksigen. Keadaan ini dapat menyebabkan kematian sel otot jantung dan berujung pada serangan jantung. Selain itu, iskemia jantung juga dapat menyebabkan gangguan irama jantung yang akan memengaruhi pompa jantung. Jika pompa jantung menjadi tidak normal, maka darah tidak dapat mengalir dengan normal ke seluruh tubuh. Keadaan ini disebut gagal jantung.
  • Iskemia otak: sumbatan terjadi pada pembuluh darah otak sehingga sel-sel otak kekurangan oksigen. Otak sangat rentan terhadap kekurangan oksigen, sehingga terjadinya iskemia dalam beberapa detik saja sudah dapat menyebabkan kerusakan otak yang berat sampai stroke. Ada dua jenis iskemia otak. Yang pertama adalah iskemia fokal yang hanya mengenai satu area tertentu pada otak, sedangkan yang kedua adalah iskemia global yang mengenai bagian otak secara luas. Kerusakan otak itu dapat menjadi permanen dan memengaruhi organ tubuh lainnya, seperti jantung dimana iskemia otak dapat menyebabkan henti jantung.
  • Iskemia usus (iskemia mesenteric): dapat menyebabkan bagian usus yang kekurangan oksigen menjadi mati sampai berlubang. Dinding usus yang tidak utuh dapat menyebabkan isi usus termasuk bakteri yang ada di dalamnya untuk keluar dari usus. Hal ini dapat mengakibatkan infeksi berat yang mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan baik.

Iskemia tidak selalu menimbulkan gejala, atau yang disebut dengan silent ischemia. Hal ini berbahaya karena seseorang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami iskemia lalu tiba-tiba mengalami serangan jantung atau stroke mendadak.

Gejala yang dapat timbul pada iskemia menurut lokasinya:

Jantung

  • Nyeri dada yang dapat menjalar sampai ke leher, rahang bawah, pundak, dan lengan. Biasanya nyeri cenderung menjalar ke bagian badan sebelah kiri
  • Detak jantung cepat
  • Sesak napas terutama saat beraktivitas
  • Berkeringat
  • Sakit perut, mual, muntah
  • Kelelahan

Otak

Gejala iskemia otak sangat bervariasi dalam hal keparahan dan durasinya. Tergantung dari luas dan lokasi iskemia, beberapa gejala yang dapat terjadi adalah:

  • Sakit kepala hebat dan tiba-tiba
  • Mual, muntah
  • Pingsan
  • Gangguan pergerakan tubuh, contohnya kelemahan setengah sisi tubuh
  • Gangguan penglihatan sampai kebutaan
  • Gangguan bicara
  • Penurunan fungsi kognitif
  • Gangguan keseimbangan
  • Penurunan hingga kehilangan kesadaran

Usus

Gejala iskemia usus dapat timbul secara mendadak maupun perlahan, yaitu:

  • Sakit perut
  • Mual, muntah
  • Kembung
  • Buang air besar berdarah
  • Diare
  • Sulit menahan keinginan buang air besar

Penyebab tersering iskemia adalah sumbatan pembuluh darah arteri oleh penumpukan lemak/plak yang terjadi secara perlahan (dapat bertahun-tahun) sehingga tidak bergejala pada awalnya. Jika plak itu dibiarkan, lama kelamaan akan menjadi lebih besar sampai menyumbat arteri dan merusak dinding arteri sehingga menjadi kurang elastis.

Selain akibat plak lemak, sumbatan arteri pun dapat terjadi akibat sumbatan oleh bekuan darah.

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya iskemia:

  • Merokok
  • Konsumsi alkohol
  • Diabetes melitus/kencing manis
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Trigliserida tinggi
  • Obesitas
  • Lingkar pinggang ≥ 80cm untuk wanita dan ≥ 90 cm untuk pria
  • Aktivitas fisik minimal
  • Penyakit darah seperti anemia sel sabit (sickle cell anemia)
  • Penyakit jantung lain seperti penyakit jantung bawaan, penyakit katup jantung, dan lain-lain.

Diagnosis iskemia dapat dipikirkan jika terdapat gejala-gejala seperti di atas yang didukung dengan beberapa pemeriksaan penunjang sesuai dengan lokasi iskemia, seperti:

  • Iskemia jantung:
    • EKG (elektrokardiogram): untuk melihat aktivitas elektrik jantung yang akan menunjukkan perubahan jika terjadi iskemia otot jantung
    • Ekokardiogram: untuk mendeteksi adanya kerusakan pada area jantung tertentu dan adanya abnormalitas pompa jantung
    • Angiografi coroner: untuk melihat gambaran pembuluh darah secara lebih detail dan jelas
    • CT Scan: untuk melihat adanya plak tumpukan lemak
    • Stress test: untuk memeriksa respon jantung pada saat beraktivitas fisik seperti berjalan di atas mesin treadmill. Tujuan dari tes ini adalah untuk mengetahui apakah kondisi jantung cukup sehat untuk melakukan aktivitas fisik tertentu.
  • Iskemia otak

Diagnosis iskemia otak ditegakkan dengan riwayat pribadi atau keluarga yang berkaitan dengan stroke, adanya gejala stroke, pemeriksaan saraf, dan pemeriksaan radiologi seperti CT scan atau MRI.

  • Iskemia usus

Jika terdapat gejala-gejala yang mengarah ke iskemia usus, pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk memastikan diagnosis adalah:

  • Pemeriksaan darah.
  • Pemeriksaan radiologi seperti rontgen, USG, CT scan, dan MRI untuk melihat kelainan di usus dan menyingkirkan penyakit lain sebagai penyebab munculnya gejala.
  • Endoskopi/kolonoskopi untuk melihat bagian dalam saluran cerna menggunakan kamera yang dimasukkan ke dalam saluran cerna.
  • Tindakan bedah eksploratif: dapat berguna untuk mendiagnosis sekaligus melakukan penanganan terhadap bagian usus yang sakit.

Secara umum, pengobatan dilakukan dengan menangani penyakit yang mendasari terjadinya iskemia, menghentikan konsumsi obat yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, dan mengembalikan aliran darah.

  • Iskemia jantung, terapi bertujuan untuk mengembalikan aliran darah dan mengurangi kebutuhan jantung akan oksigen dengan pemberian obat-obatan seperti aspirin, antikoagulan, atau obat pengencer darah lain dan obat anti hipertensi. Jika iskemia yang terjadi cukup berat, dapat dilakukan prosedur seperti kateterisasi jantung dan bypass jantung.
  • Iskemia otak, injeksi tissue Plasminogen Activator (tPA) yaitu obat trombolitik. Pemberian obat ini dalam waktu tiga jam setelah diagnosis ditegakkan dibuktikan dapat meningkatkan keadaan penderita.
  • Iskemia usus, pengobatan untuk iskemia usus tergantung dari lokasi dan tingkat keparahan. Terapi dapat dimulai dengan obat pengencer darah, bypass arteri yang tersumbat, dan bedah untuk memperbaiki maupun membuang jaringan usus yang mati karena iskemia.

Iskemia dapat dihindari dengan menerapkan pola hidup sehat, antara lain:

  • Mengonsumsi buah, sayur, dan gandum utuh
  • Menjaga berat badan ideal
  • Olahraga
  • Mengurangi stress dengan latihan napas, meditasi, yoga, dan lain-lain
  • Berhenti merokok
  • Mengobati penyakit yang diderita, misalnya kencing manis, tekanan darah tinggi, dan kolesterol yang tinggi

Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti di atas, disarankan untuk langsung menuju fasilitas kesehatan.

  • Mencatat gejala yang dirasakan
  • Mencatat obat-obatan yang dikonsumsi
  • Mencatat riwayat kesehatan
  • Mencatat pertanyaan yang ingin ditanyakan kepada dokter
  • Mengajak keluarga atau teman saat berkonsultasi untuk membantu mengingat hal-hal penting yang disampaikan oleh dokter

Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan secara lebih mendetail mengenai keluhan Anda, seperti:

  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Seberapa parah gejala dan apakah muncul terus-menerus?
  • Apakah ada hal-hal yang dapat memperingan atau memperberat gejala?
  • Apakah Anda memiliki keluarga dengan riwayat penyakit jantung atau riwayat kolesterol tinggi?
  • Apakah Anda merokok?

WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/what-is-ischemia#1
Diakses pada 5 februari 2019

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/myocardial-ischemia/diagnosis-treatment/drc-20375422
Diakses pada 5 februari 2019

texasheart.org. https://www.texasheart.org/heart-health/heart-information-center/topics/silent-ischemia/
Diakses pada 5 februari 2019

columbianeurosurgery. https://www.columbianeurosurgery.org/conditions/cerebral-ischemia/
Diakses pada 5 februari 2019

veryhealth. https://www.verywellhealth.com/what-is-brain-ischemia-3146480
Diakses pada 5 februari 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/stroke/cerebral-ischemia#diagnosis
Diakses pada 5 februari 2019

Artikel Terkait