Penyakit Lainnya

Iskemia

03 Jun 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Iskemia
Iskemia terjadi karena penyumbatan pembuluh darah, salah satunya akibat penumpukan lemak.
Iskemia adalah suatu keadaan yang menyebabkan kurangnya aliran darah ke organ tubuh tertentu. Hal ini sering kali diakibatkan oleh penumpukan plak pada pembuluh darah.Iskemia dapat menghambat penyebaran oksigen oleh arteri ke organ tubuh yang terdampak, kondisi ini disebut juga sebagai kondisi iskemik. Karena organ iskemik tidak menerima cukup oksigen dan nutrisi, iskemia dapat menyebabkan organ tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik.Jika kondisi tersebut terjadi cukup lama dan berkembang semakin parah, sel-sel organ iskemik akan mati. Kematian sebagian atau seluruh organ iskemik disebut infark.Iskemia dapat terjadi di berbagai bagian tubuh. Berikut ini beberapa contoh umum iskemia:
  • Iskemia jantung: Kondisi yang disebut juga iskemik heart disease ini adalah sumbatan pada pembuluh darah arteri koroner yang menyuplai oksigen untuk otot jantung. Keadaan ini dapat menyebabkan kematian sel otot jantung dan berujung pada serangan jantung. Selain itu, penyakit jantung iskemik juga berisiko menyebabkan gangguan irama jantung yang akan memengaruhi pompa jantung. Jika pompa jantung menjadi tidak normal, maka darah tidak dapat mengalir dengan optimal ke seluruh tubuh. Keadaan ini disebut gagal jantung.
  • Iskemia otak: Pada kondisi ini, sumbatan terjadi pada pembuluh darah otak sehingga sel-sel otak kekurangan oksigen. Otak sangat rentan mengalami kekurangan oksigen, sehingga terjadinya iskemia dalam beberapa detik saja sudah dapat menyebabkan kerusakan otak berat sampai stroke. Ada dua jenis iskemia otak. Pertama adalah iskemia fokal di satu area tertentu pada otak, sedangkan yang kedua adalah iskemia global pada bagian otak secara luas. Kerusakan otak tersebut dapat bersifat permanen dan memengaruhi organ tubuh lainnya, seperti jantung, saat iskemia otak dapat menyebabkan henti jantung.
  • Iskemia usus (iskemia mesenteric). Kondisi ini dapat menyebabkan bagian usus yang kekurangan oksigen menjadi mati sampai berlubang. Dinding usus yang tidak utuh dapat menyebabkan isi usus termasuk bakteri di dalamnya keluar dari usus. Hal ini dapat mengakibatkan infeksi berat yang mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan baik.
  • Iskemia tungkai. Kondisi ini terjadi akibat penumpukan plak di arteri kaki yang menyebabkan rasa nyeri pada area tungkai. Pada kondisi akut, gejala akan timbul mendadak dengan intensitas yang berat. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat membuat penderitanya kehilangan kaki.
Iskemia
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaNyeri dada yang menjalar ke leher, detak jantung cepat, sesak napas 
Faktor risikoMerokok, diabetes melitus, tekanan darah tinggi
Metode diagnosisEKG, ekokardiogram, CT scan
 
 
PengobatanTerapi oksigen, obat-obatan,operasi
 
 
ObatAntikoagulan, trombolitik
 
 
KomplikasiAmputasi, gagal jantung, kematian
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala iskemia
Iskemia tidak selalu menimbulkan gejala, atau yang disebut dengan silent ischemia. Diabetes melitus menjadi salah satu faktor risiko seseorang mengalami silent ischemia. Hal ini berbahaya karena penderitanya tidak menyadari bahwa dirinya mengalami iskemia lalu tiba-tiba mengalami serangan jantung maupun stroke mendadak.Gejala yang muncul dapat bervariasi, tergantung pada lokasi timbulnya iskemia, seperti berikut ini:

Jantung

  • Nyeri dada yang dapat menjalar sampai ke leher, rahang bawah, pundak, dan lengan. Biasanya nyeri cenderung menjalar ke bagian badan sebelah kiri
  • Detak jantung cepat
  • Sesak napas, terutama saat beraktivitas
  • Berkeringat
  • Sakit perut, mual, muntah
  • Kelelahan
  • Pusing

Otak

Gejala iskemia otak sangat bervariasi dalam hal keparahan dan durasinya. Tergantung dari luas dan lokasi iskemia, beberapa gejala yang dapat terjadi adalah:
  • Sakit kepala hebat dan tiba-tiba
  • Mual, muntah
  • Pingsan
  • Gangguan pergerakan tubuh, contohnya kelemahan setengah sisi tubuh
  • Gangguan penglihatan sampai kebutaan
  • Gangguan bicara
  • Penurunan fungsi kognitif
  • Gangguan keseimbangan
  • Penurunan maupun kehilangan kesadaran

Usus

Gejala iskemia usus dapat timbul secara mendadak maupun perlahan, berupa:
  • Sakit perut
  • Mual, muntah
  • Kembung
  • Buang air besar berdarah
  • Diare
  • Sulit menahan keinginan buang air besar

Tungkai

  • Nyeri yang parah pada tungkai meski sedang tidak beraktivitas
  • Nyeri atau kram di tungkai yang tak kunjung sembuh
  • Kaki mati rasa
  • Kaki menjadi lemah dan dingin
Penyebab paling sering dari iskemia adalah sumbatan pembuluh darah arteri oleh penumpukan lemak maupun plak secara perlahan (dapat terjadi selama bertahun-tahun) sehingga pada awalnya tidak bergejala.Jika plak dibiarkan, lama-kelamaan tumpukan ini akan menjadi lebih besar sampai menyumbat arteri dan merusak dinding arteri sehingga menjadi kurang elastis.Selain akibat plak lemak, sumbatan arteri pun dapat terjadi akibat sumbatan oleh bekuan darah.Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya iskemia adalah:
  • Kebiasaan merokok
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Diabetes melitus (kencing manis)
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Trigliserida tinggi
  • Obesitas (Lingkar pinggang ≥ 80cm untuk wanita dan ≥ 90 cm untuk pria)
  • Aktivitas fisik yang minim
  • Penyakit darah seperti anemia sel sabit (sickle cell anemia)
  • Penyakit jantung lain seperti penyakit jantung bawaan atau penyakit katup jantung.
Baca juga: Mengenal Stroke Iskemik dan Perbedaannya dengan Stroke Lain
Diagnosis iskemia dilakukan oleh dokter melalui tanya jawab mengenai gejala yang dirasakan oleh pasien, didukung dengan beberapa pemeriksaan penunjang. Biasanya jenis pemeriksaan penunjang akan bergantung pada lokasi terjadinya iskemia.Namun, apabila lokasi iskemia belum diketahui secara spesifik, berikut ini adalah pemeriksaan yang umum dilakukan:
Sementara itu jika lokasi iskemia telah diketahui, berikut ini pemeriksaan yang dapat dilakukan:

Iskemia jantung

  • EKG (elektrokardiogram), untuk melihat aktivitas elektrik jantung yang akan menunjukkan perubahan jika terjadi iskemia otot jantung
  • Ekokardiogram, untuk mendeteksi kerusakan pada area jantung tertentu dan abnormalitas pompa jantung
  • Angiografi coroner, untuk melihat gambaran pembuluh darah secara lebih detail dan jelas
  • CT scan, untuk melihat plak tumpukan lemak
  • Stress test, untuk memeriksa respons jantung pada saat beraktivitas fisik seperti berjalan di atas mesin treadmill. Tujuan dari tes ini adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan jantung untuk melakukan aktivitas fisik tertentu.
  • Pemeriksaan darah
  • Kateterisasi jantung untuk mendeteksi kondisi kesehatan jantung

Iskemia otak

  • Diagnosis iskemia otak ditegakkan dengan mempelajari riwayat kesehatan pribadi atau keluarga yang berkaitan dengan stroke, maupun gejala stroke.
  • Pemeriksaan saraf dan pemeriksaan radiologi seperti CT scan atau MRI
  • Digital-subtracted cerebral angiogram (DSA), untuk memvisualisasikan aliran darah di dalam pembuluh darah, khususnya bagian kepala dan leher

Iskemia usus

Jika terdapat gejala-gejala yang mengarah ke iskemia usus, pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk memastikan diagnosis adalah:
  • Pemeriksaan darah
  • Pemeriksaan radiologi seperti rontgen, USG, CT scan, dan MRI untuk melihat kelainan di usus dan menyingkirkan penyakit lain kemungkinan sebagai penyebab munculnya gejala
  • Endoskopi atau kolonoskopi untuk melihat bagian dalam saluran cerna menggunakan kamera yang dimasukkan ke dalam saluran cerna
  • Tindakan bedah eksploratif, untuk mendiagnosis sekaligus menangani bagian usus yang sakit

Iskemia tungkai

  • Auskultasi, sebagai metode pemeriksaan untuk mendengarkan bunyi dari dalam tubuh menggunakan stetoskop
  • Indeks brakialis pergelangan kaki atau ABI, untuk membandingkan tekanan darah di tungkai atas dan bawah
Secara umum, pengobatan dilakukan dengan menangani penyakit yang mendasari terjadinya iskemia, menghentikan konsumsi obat penyebab penyempitan pembuluh darah, dan mengembalikan aliran darah. Pembedahan bisa saja diperlukan untuk mengangkat jaringan mati atau memperbaiki bagian yang terluka.Berikut ini sejumlah pengobatan sesuai dengan lokasi iskemia:

Iskemia jantung

Pengobatan penyakit jantung iskemik dilakukan melalui terapi untuk mengembalikan aliran darah dan mengurangi kebutuhan jantung terhadap oksigen dengan pemberian obat-obatan seperti:
  • Golongan angiotensin-converting enzyme (ACE), yang berfungsi untuk mengendurkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah
  • Penghambat reseptor angiotensin (ARB), untuk menurunkan tekanan darah
  • Agen anti-iskemik seperti ranolazine
  • Obat antiplatelet, untuk mencegah pembentukan gumpalan darah
  • Beta-blocker, untuk menurunkan detak jantung
  • Penghambat saluran kalsium, untuk mengurangi beban kerja pada otot jantung
  • Nitrat, untuk melebarkan pembuluh darah
  • Statin, untuk menurunkan kolesterol
Jika iskemia yang terjadi cukup berat, dokter dapat dilakukan tindakan medis seperti:
  • Angioplasti dan pemasangan stent
Prosedur ini bertujuan menghilangkan plak dan memulihkan aliran darah di arteri yang tersumbat.
  • Cangkok bypass arteri coroner.
Operasi ini mampu membantu memulihkan aliran darah ke jantung dengan mengarahkannya melalui transplantasi arteri.

Iskemia otak

Umumnya, iskemia otak diobati melalui suntikan tissue Plasminogen Activator (tPA) sebagai obat trombolitik. Pemberian obat ini dalam waktu tiga jam setelah diagnosis terbukti dapat memperbaiki kondisi pasien.

Iskemia usus

Pengobatan untuk iskemia usus tergantung dari lokasi dan tingkat keparahannya. Terapi dapat dimulai dengan obat pengencer darah, bypass arteri yang tersumbat, dan pembedahan untuk memperbaiki maupun membuang jaringan usus yang mati karena iskemia.

Iskemia tungkai

Pengobatan iskemia tungkai bergantung pada jenis oklusi (trombus atau embolus), klasifikasi Rutherford, lokasi, dan durasi iskemia. Pemberian obat dan terapi trombolitik dapat dilakukan sebagai upaya revaskularisasi, untuk memperbaiki aliran darah arteri yang tersumbat atau menyempit, agar darah bisa mengalir lancar. Jika revaskularisasi gagal, amputasi merupakan pilihan terakhir untuk menanganinya. Baca jawaban dokter: Penyumbatan pembuluh darah jantung apa obat herbalnya?

Komplikasi

Komplikasi iskemia yang tidak ditangani dapat berdampak serius bahkan mengancam nyawa. Komplikasi iskemia meliputi:
  • Amputasi
  • Kebutaan
  • Perforasi atau kehilangan usus
  • Menurunnya fungsi kognitif
  • Gagal jantung
  • Kelumpuhan
  • Cacat permanen
Anda dapat mengurangi risiko iskemia dengan menerapkan pola hidup sehat, antara lain:
  • Mengonsumsi buah, sayur, dan gandum utuh
  • Menjaga berat badan ideal
  • Berolahraga
  • Mengurangi stres dengan latihan napas, meditasi, yoga, dan lain-lain
  • Berhenti merokok
  • Mengobati penyakit yang diderita, misalnya kencing manis, tekanan darah tinggi, dan kolesterol yang tinggi
  • Mengontrol gula darah
Baca juga: Cara Melancarkan Peredaran Darah untuk Tubuh Sehat dan Bersemangat
Anda disarankan untuk langsung mengunjungi fasilitas kesehatan jika mengalami gejala-gejala iskemia, terutama:
  • Kesulitan bernapas
  • Gejala stroke (lemah tungkai, mati rasa, pusing, kesulitan bicara, maupun kehilangan penglihatan secara tiba-tiba)
  • Sakit perut yang parah secara tiba-tiba
  • Tungkai atau kaki terasa sangat dingin atau membiru dan mati rasa
Sebelum menjalani pemeriksaan oleh dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan secara lebih mendetail mengenai keluhan Anda, seperti:
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Seberapa parah gejala dan apakah muncul terus-menerus?
  • Apakah ada hal-hal yang dapat memperingan atau memperberat gejala?
  • Apakah Anda memiliki keluarga dengan riwayat penyakit jantung atau riwayat kolesterol tinggi?
  • Apakah Anda merokok?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis iskemia agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Columbianeurosurgery. https://www.columbianeurosurgery.org/conditions/cerebral-ischemia/
Diakses pada 5 April 2021
WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/what-is-ischemia#1
Diakses pada 5 April 2021
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/myocardial-ischemia/diagnosis-treatment/drc-20375422
Diakses pada 5 februari 2019
Texasheart.org. https://www.texasheart.org/heart-health/heart-information-center/topics/silent-ischemia/
Diakses pada 5 februari 2019
Veryhealth. https://www.verywellhealth.com/what-is-brain-ischemia-3146480
Diakses pada 5 februari 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/stroke/cerebral-ischemia#diagnosis
Diakses pada 5 februari 2019
Healthgrades. https://www.healthgrades.com/right-care/vascular-conditions/ischemia
Diakses pada 5 April 2021
Emedicinehealth. https://www.emedicinehealth.com/ischemia/article_em.htm
Diakses pada 5 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email