Pernapasan

Iritasi Hidung

22 Mar 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Iritasi Hidung
Iritasi hidung dapat muncul karena alergi atau penyebab lain
Iritasi hidung bisa disebabkan oleh gejala alergi ataupun nonalergi. Untuk penyebab bukan alergi biasa disebut dengan rhinitis nonalergi. Sementara jika disebabkan oleh reaksi alergi adalah rhinitis alergi.Rhinitis nonalergi biasanya berupa bersin kronis atau hidung tersumbat. Selain itu, adanya cairan menetes dari hidung yang tidak diketahui sebabnya. Gejala kondisi ini umumnya mirip dengan rhinitis alergi.Namun, rhinitis nonalergi ditentukan ketika penyebab alergi tidak ditemukan. Untuk menentukan hal ini, tes kulit atau tes darah alergi mungkin dibutuhkan. Kondisi ini, bisa menyerang anak-anak dan orang dewasa. Hanya saja, usia paling umum terkena kondisi ini adalah 20 tahun.Jenis rhinitis nonalergi terdiri dari beberapa yaitu:
  • Rhinitis menular
Biasa juga disebut dengan rhinitis virus yang biasanya disebabkan oleh infeksi seperti flu biasa atau flu. Ketika virus menyerang, terjadi peradangan pada lapisan hidung dan tenggorokan. Hal ini kemudian memicu produksi lendir sehingga muncul bersin dan pilek.
  • Rhinitis vasomotor
Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah di hidung terlalu sensitif. Selain itu, ada control saraf yang tidak normal pada pembuluh darah di hidung. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan peradangan.
  • Rhinitis atrofi
Rhinitis atrofi terjadi ketika selaput di dalam hidung menjadi lebih tipis dan keras. Hal ini kemudian menyebabkan saluran hidung mengalami pelebaran dan lebih kering.
  • Rhinitis medikamentosa
Rinitis jenis ini terjadi karena pemakaian obat-obatan tertentu. Obat yang digunakan bisa obat dekongestan hidung, beta blocker, aspirin, atau kokain secara berlebihan.Selain penyebab nonalergi, iritasi hidung juga bisa disebabkan oleh reaksi alergi. Kondisi ini bisa digambarkan sebagai kelompok gejala yang mempengaruhi hidung. Rhinitis alergi berkembang ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap iritan di lingkungan.Keadaan ini dibagi dua yaitu gejala musimam yang bisa muncul di waktu atau cuaca tertentu. Selain itu, ada juga gejala yang terjadi terus-menerus atau perennial. Tipe kedua adalah yang bisa terjadi sepanjang tahun. Gejala sepanjang tahun umumnya terjadi karena bulu hewan peliharaan, kecoak, atau jamur. 
Penyebab iritasi hidung karena rhinitis nonalergi alias iritasi hidung bagian dalam biasanya karena pembuluh darah yang membengkak dan cairan menumpuk di jaringan hidung. Pembengkakan ini bisa menghalani saluran hidung dan merangsang kelenjar lendir di hidung. Akibatnya, hidung akan tersumbat atau meler.Beberapa penyebab paling umum dari rhinitis nonalergi antara lain:
  • Infeksi virus
  • Infeksi bakteri
  • Infeksi jamur
  • Merokok
  • Parfum
  • Asap cat
  • Perubahan cuaca
  • Alkohol
  • Makanan pedas
  • Stres
  • Angiotensin-converting enzyme (ACE)
  • Obat tekanan darah tinggi
  • Obat beta blocker untuk penyakit jantung
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
  • Obat pereda nyeri
  • Obat semprot dekongestan
  • Konsumsi narkoba
  • Hamil
  • Masa puber
  • Minum obat hormone
  • Minum pil KB
  • Hipotiroidisme
  • Kerusakan jaringan hidung
  • Makanan panas
  • Tidur telentang
  • Sleep apnea
  • Refluks asam
Sementara itu, rhinitis alergi bisa disebabkan oleh tubuh yang bersentuhan dengan alergen. Ketika ini terjadi, tubuh akan melepaskan histamin yang merupakan bahan kimia alami guna melindungi tubuh dari alergen.
  • Alergen luar ruangan:
  • serbuk sari dari pohon
  • rumput
  • gulma
  • spora jamur
  • Alergen dalam ruangan:
  • Bulu
  • bulu hewan peliharaan
  • tungau debu
  • jamur
  • Iritan, antara lain:
  • asap rokok
  • parfum
  • knalpot diesel
 
Cara mengatasi iritasi di hidung tergantung pada kondisi yang terjadi pada tubuh penderitanya. Untuk rhinitis alergi musiman biasanya akan tidak parah dan bisa diobati dengan obat-obatan. Namun jika kondisi sudah terlalu parah, maka penderita mungkin membutuhkan pengobatan jangka panjang.Untuk pasien yang mengalami kondisi di bawah ini, maka sebaiknya menghubungi dokter.
  • Gejala yang diderita sudah parah
  • Memiliki gejala yang tidak bisa disembuhkan dengan obat bebas atau perawatan diri
  • Memiliki efek samping yang mengganggu jika menggunakan obat bebas atau resep untuk rhinitis
 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nonallergic-rhinitis/symptoms-causes/syc-20351229
Diakses pada 3 Februari 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/non-allergic-rhinitis/
Diakses pada 3 Februari 2021
ACAAI. https://acaai.org/allergies/types/hay-fever-rhinitis
Diakses pada 3 Februari 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/177085
Diakses pada 3 Februari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/allergic-rhinitis
Diakses pada 3 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email