Perut

Intususepsi

18 Aug 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Intususepsi
Intususepsi dapat mengganggu aliran darah akibat lipatan pada usus
Intussusception atau intususepsi adalah kondisi terlipatnya bagian usus ke bagian usus yang berdekatan. Akibatnya, aliran darah ke bagian usus tersebut akan terganggu dan bisa memicu robekan, infeksi, serta kematian pada jaringan usus.Kondisi serius ini dapat dialami oleh bayi dan anak-anak maupun orang dewasa. Pada penderita anak-anak, intususepsi biasanya terjadi kurang dari usia 3 tahun dan sering merupakan penyebab obstruksi usus.Kondisi ini jarang terjadi pada orang dewasa. Namun bila muncul, kebanyakan penyebabnya adalah tumor.Pada kasus anak, usus biasanya dapat didorong kembali pada posisi dengan menggunakan prosedur tertentu. Sementara untuk penderita dewasa, operasi sering dibutuhkan untuk memperbaikinya. 
Intususepsi
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaPerut kram, mual, muntah
Faktor risikoAnak-anak, laki-laki, pembentukan usus yang tidak normal saat lahir
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, CT scan
PengobatanEnema udara, operasi
KomplikasiPeritonitis
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala intususepsi
Secara umum, gejala intususepsi meliputi:
  • Perut kram
  • Mual
  • Muntah
  • Pendarahan rektal (tinja berwarna merah seperti jeli), terkadang bercampur dengan lendir
Selain itu, tanda dan gejala intususepsi bisa berbeda pada anak-anak dan orang dewasa. Berikut penjelasannya.

Penderita anak-anak

intususepsi yang terjadi pada bayi sehat, gejalanya bisa muncul secara tiba-tiba. Bayi seringkali menangis karena sakit pada perut yang ditandai dengan bayi akan menarik lutut mereka ke arah dada ketika menangis. Sakit karena intususepsi seringkali datang dan pergi, biasanya setiap 15–20 menit.Sakit ini akan bertahan lebih lama dan lebih sering timbul jika tidak diobati.Tanda dan gejala intususepsi termasuk:
  • Kotoran yang bercampur dengan darah dan lendir
  • Muntah
  • Benjolan di perut
  • Lemah
  • Diare
  • Demam
Tidak semua penderita mengalami semua gejala, beberapa bayi tidak memiliki sakit yang terlihat dan beberapa anak tidak mengeluarkan darah atau memiliki benjolan pada perut. Beberapa anak yang lebih tua merasakan sakit perut tapi tidak ada gejala lain.

Penderita dewasa

Karena intususepsi jarang terjadi pada orang dewasa dan gejala dari penyakit ini seringkali tumpang tindih dengan gejala penyakit lain, akan sangat sulit untuk mengidentifikasi penyakitnya. Gejala yang umum adalah sakit pada daerah perut yang hilang timbul, disertai mual dan muntah.Penderita terkadang memiliki gejala selama beberapa minggu sebelum mencari pertolongan medis. 
Sampai sekarang, penyebab intususepsi belum diketahui. Namun beberapa faktor diduga bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalaminya.Faktor-faktor risiko intususepsi tersebut meliputi:
  • Anak terutama yang masih balita, lebih rentan terhadap intususepsi daripada orang dewasa. Hal ini merupakan penyebab paling umum obstruksi usus pada anak antara umur 6 bulan-3 tahun.
  • Laki-laki
  • Pembentukan usus yang tidak normal saat lahir. Malrotasi usus merupakan kondisi dimana usus tidak berkembang atau berputar secara tidak tepat dan meningkatkan risiko intususepsi.
  • Menderita gangguan kesehatan tertentu. Seperti cystic fibrosis, Henoch-Schonlein purpura (juga dikenal sebagai IgA vaskulitis), penyakit Crohn dan penyakit celiac.
Selain itu, faktor risiko intususepsi pada anak-anak dan orang dewasa juga bisa berbeda. Berikut penjelasannya. 
Diagnosis intususepsi dilakukan dengan cara tanya jawab, pemeriksaan fisik, tes pencitraan dan barium enema. Berikut penjelasannya.
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan tentang riwayat kesehatan anak, kesehatan keluarga, obat apa saja yang diminum, dan alergi apa yang diderita anak.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari kemungkinan perut bengkak atau nyeri saat disentuh. Terkadang dokter dapat merasakan bagian usus mengalami intususepsi.
  • Tes pencitraan

Tes pencitraan seperti USG, X-ray atau CT scan dapat menilai obstruksi perut yang disebabkan oleh intususepsi.
  • Barium enema

Barium enema adalah pemeriksaan sinar-X yang dapat mendeteksi perubahan atau kelainan pada usus besar (kolon). Prosedur ini juga disebut rontgen usus besar.Enema adalah suntikan cairan ke dalam rektum Anda melalui tabung kecil. Dalam hal ini, cairan tersebut mengandung zat logam (barium) yang melapisi lapisan usus besar. Biasanya, sinar-X menghasilkan gambar jaringan lunak yang buruk, tetapi lapisan barium menghasilkan siluet usus besar yang relatif jelas.Selama pemeriksaan barium enema, udara dapat dipompa ke dalam usus besar. Udara memperluas usus besar dan meningkatkan kualitas gambar. 
Cara mengobati intususepsi umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa pilihan penanganan yang disarankan dokter meliputi:
  • Kontras larut air atau enema udara

Kontras larut air atau enema udara adalah prosedur diagnostik dan perawatan. Jika enema berhasil, perawatan lebih lanjut biasanya tidak diperlukan. Perawatan ini benar-benar dapat memperbaiki intususepsi hingga 90% pada anak-anak. Jika usus robek (berlubang), prosedur ini tidak dapat digunakan.
  • Operasi

Jika usus robek, enema tidak berhasil memperbaiki masalah atau jika titik timah adalah penyebabnya, pembedahan perlu dilakukan. Saat prosedur ini dokter bedah akan membebaskan sebagian usus yang terperangkap, dan membersihkan sumbatan.Bila perlu, dokter akan mengangkat jaringan usus yang telah mati. Pembedahan adalah pengobatan utama untuk orang dewasa dan orang yang sakit parah.Jika tidak ditangani dengan benar, intususepsi bisa menyebabkan komplikasi berupa infeksi pada lapisan rongga perut (peritonitis). 
Langkah pencegahan intususepsi tidak diketahui hingga saat ini. Pasalnya, penyebabnya juga belum diketahui secara pasti. 
Jika Anda atau anak Anda terdapat tanda dan gejala intususepsi, carilah pertolongan secepatnya. Pada bayi, ingatlah bahwa tanda dari sakit perut dapat berupa menarik kedua lutut ke arah dada dan menangis. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait intususepsi?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis intususepsi agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10793-intussusception
Diakses pada 13 Agustus 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/intussusception/symptoms-causes/syc-20351452
Diakses pada 13 Agustus 2021
Mayo clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/barium-enema/about/pac-20393008
Diakses pada 13 Agustus 2021
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/intussusception.html
Diakses pada 13 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email