Penyakit Lainnya

Insufisiensi Vena

18 Aug 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Insufisiensi Vena
Insufisiensi vena adalah kondisi penumpukan darah di pembuluh darah di kaki.
Insufisiensi vena adalah kondisi saat pembuluh darah balik (vena) mengalami kesulitan mengalirkan darah dari tungkai bawah (kaki) kembali ke jantung. Kondisi ini menyebabkan darah tidak mengalir kembali dengan ke jantung dan terjadi penumpukan darah di pembuluh darah kaki.Insufisiensi vena umumnya disebabkan oleh pembekuan darah (deep vein thrombosis), varises, dan faktor keturunan. Namun insufisiensi vena juga bisa Anda cegah dan turunkan risikonya dengan beberapa cara.Kondisi insufisiensi vena juga bisa bersifat kronis atau berlangsung lama. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh katup yang tidak berfungsi dengan baik di pembuluh darah atau sebagai akibat dari bekuan darah sebelumnya pada kaki. 
Insufisiensi Vena
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaKaki sakit, kram, kesemutan
Faktor risikoObesitas, wanita, usia di atas 50 tahun
Metode diagnosisTanya jawab, USG vaskular
PengobatanObat-obatan, perubahan gaya hidup, stoking kompresi
ObatDiuretik, antikogulan, pentoxifylline
KomplikasiSakit dan tidak nyaman yang terus terjasi, perdarahan
Kapan harus ke dokter?Memiliki varises yang terasa sakit
Secara umum, gejala insufisiensi vena meliputi:
  • Sakit dan kram pada kaki, misalnya di paha dan betis
  • Muncul rasa gatal dan kesemutan pada kaki
  • Kaki sakit saat berdiri
  • Nyeri berkurang saat kaki diangkat
Ciri atau gejala lain yang mungkin muncul akibat insufisiensi vena bisa berupa:
  • Pembengkakan pada kaki
  • Iritasi kulit
  • Terjadi perubahan warna kulit, menjadi kemerahan dan tampak bengkak, berkerak, bahkan muncul luka
  • Muncul varises pada permukaan kulit
  • Kulit pada tungkai bawah dan pergelangan kaki menjadi menebal dan mengeras
  • Proses penyembuhan yang lama pada luka di kaki
 
Penyebab utama insufisiensi vena adalah pembekuan darah dan varises yang pernah dialami sebelumnya. Pembekuan darah di vena dalam tungkai bawah merusak katup pada pembuluh darah balik (vena), sehingga darah dari kaki sulit dialirkan kembali ke jantung.Duduk dalam waktu yang lama dapat memperbesar tekanan di pembuluh darah balik dan memperlemah katup vena.  

Faktor risiko insufisiensi vena

Beberapa faktor risiko insufisiensi vena meliputi:
  • Obesitas
  • Wanita
  • Usia lebih dari 50 tahun
  • Sedang mengandung atau telah melahirkan beberapa kali
  • Mempunyai riwayat keluarga dengan insufisiensi vena
  • Mempunyai riwayat penyakit pembekuan darah
  • Merokok
 
Diagnosis insufisiensi vena dilakukan dengan cara tanya jawab, pemeriksaan ultrasonografi vascular, dan pemeriksaan tambahan, Berikut penjelasannya.
  • Tanya jawab

Dokter biasanya akan mengecek riwayat medis dan gejala yang Anda rasakan
  • USG vaskular

Dokter juga akan memeriksa kondisi aliran darah pada kaki melalui USG vaskular atau duplex sonografi vaskular. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menaruh perangkat kecil pada kulit di atas vena.Alat tersebut menggunakan gelombang suara untuk melihat kondisi pembuluh darah dan memeriksa kecepatan dan arah aliran darah pasien.
  • Pemeriksaan tambahan

Pemeriksaan lain dapat direkomendasikan untuk mencari kemungkinan penyakit lain yang menyebabkan gejala pembengkakan kaki. Contohnya, pemeriksaan radiologi dengan X-ray atau pemindaian khusus. 
Cara mengobati insufisiensi vena umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. 

Obat-obatan

Beberapa obat yang dapat bermanfaat untuk mengobati insufisiensi vena, yaitu:
  • Diuretik: obat untuk menarik kelebihan cairan dari tubuh Anda yang kemudian dikeluarkan melalui ginjal
  • Antikoagulan: obat yang mengencerkan darah
  • Pentoxifylline: obat yang membantu meningkatkan aliran darah

Perubahan gaya hidup

Beberapa perubahan gaya hidup yang bisa bermanfaat untuk mengatasi insufisiensi vena, yaitu:
  • Mengurangi duduk yang terlalu lama. Ada baiknya sesekali menggerakan kaki saat duduk untuk membantu menjaga aliran darah
  • Melakukan pengobatan pada luka atau infeksi
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Berolahraga secara teratur

Stoking kompresi

Biasanya, dokter juga menganjurkan pemakaian stoking kompresi untuk menjaga aliran darah pada kaki.Stoking kompresi bekerja dengan perlahan menekan kaki Anda untuk mengalirkan darah dari kaki ke arah jantung. Hal Ini membantu memperkecil peluang terjadinya pembengkakan pada kaki dan pembekuan darah.

Prosedur medis

Dokter juga dapat menyarankan prosedur medis khusus jika:
  • Terasa nyeri pada kaki yang membuat kaki terasa berat
  • Mempunyai luka yang diakibatkan aliran darah yang buruk
  • Penebalan kulit pada kaki atau pergelangan kaki
Prosedur medis yang dapat dilakukan, yaitu:
  • Sklerot. Pengobatan ini menggunakan air garam (saline) atau larutan kimia yang disuntikkan ke pembuluh darah untuk mengurangi pengerasan pada vena
  • Phlebectomy. Pembedahan untuk menghilangkan varises yang terletak di bawah permukaan kaki
  • Mengobati menggunakan laser atau frekuensi radio
  • Pengangkatan varises pada vena besar di kaki
 

Komplikasi insufisiensi vena

Jika tidak ditangani dengan benar, insufisiensi vena bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Rasa sakit dan ketidaknyamanan yang persisten
  • Pendarahan
  • Tromboflebitis superfisial
  • Perubahan kulit progresif yang pada akhirnya dapat menyebabkan ulserasi
 
Cara mencegah insufisiensi vena yang bisa dilakukan meliputi:
  • Tidak duduk atau berdiri dalam waktu yang lama. Usahakan untuk sering bergerak
  • Berhenti merokok dan jangan mencoba untuk merokok
  • Melakukan olahraga secara teratur
  • Menjaga berat badan untuk tetap ideal
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Memiliki varises yang terasa
  • Kondisi Anda memburuk atau tidak membaik setelah melakukan beragam cara mengobati insufisiensi vena
  • Anda tiba-tiba mengalami peningkatan nyeri atau pembengkakan kaki, demam, kemerahan pada kaki, atau luka kaki
 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait insufisiensi vena?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis insufisiensi vena agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3036289/
Diakses pada 13 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/venous-insufficiency 
Diakses pada 13 Agustus 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000203.htm
Diakses pada 13 Agustus 2021
WebMD. https://www.webmd.com/dvt/dvt-venous-insufficiency#1
Diakses pada 13 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email