logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit Lainnya

Inkompatibilitas ABO

1 Jun 2021

| Dedi Irawan

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Inkompatibilitas ABO bisa menyebabkan kematian

Inkompatibilitas ABO muncul saat penerima donor darah punya golongan darah yang berbeda dari pendonor

Pengertian inkompatibilitas abo

Inkompatibilitas ABO adalah kondisi yang terjadi ketika pasien menerima transfusi darah dari orang lain dengan golongan darah yang berbeda dengan golongan darahnya. Perbedaan golongan darah pendonor dan penerima akan menimbulkan reaksi kekebalan tubuh yang berbahaya.

Darah dibagi menjadi 4 golongan, yaitu A, B, AB, dan O. Masing-masing golongan darah memiliki protein spesifik bernama antigen pada sel darah.

Apabila sel darah dengan golongan darah yang berbeda memasuki pembuluh darah, tubuh akan bereaksi dengan menghasilkan reaksi sistem kekebalan tubuh untuk menghancurkan sel darah tersebut. Pasalnya, sel-sel darah ini dianggap sebagai benda asing yang berbahaya bagi tubuh.

Reaksi inkompatibilitas ABO sangat jarang terjadi karena prosedur pemeriksaan darah saksama biasanya sudah dilakukan sebelum transfusi dilakukan.

Inkompatibilitas ABO juga dapat terjadi pada bayi baru lahir karena perbedaan golongan darah dengan ibu sewaktu masa kehamilan. Maka gejala pada bayi adalah menjadi ikterus atau kuning pada tubuh.

 

Inkompatibilitas ABO

Dokter spesialisDokter Penyakit Dalam, Dokter Hematologi
Gejala

Demam, sesak napas, nyeri otot

Metode diagnosis

Tes darah, tes urine, uji kecocokan

Pengobatan

Obat-obatan, fototerapi, pemberian cairan infus

Obat

Antihistamin, steroid

Komplikasi

Gagal ginjal, tekanan darah rendah, kematian

Kapan harus ke dokter?

Baru menerima transfusi darah atau transplantasi organ, dan mengalami gejala inkompatibilitas ABO

Tanda dan gejala inkompatibilitas abo

Gejala inkompatibilitas ABO biasanya muncul pada beberapa menit setelah transfusi. Gejala-gejala ini bisa berupa:

  • Demam dan menggigil
  • Sesak napas
  • Nyeri otot
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri pada perut, dada, atau punggung
  • Urine disertai darah
  • Kulit dan bagian putih pada mata yang menguning (jaundice)
  • Gelisah

Sekitar 20% bayi mengalami inkompatibilitas ABO, dan 5% saja yang mengalami gejala klinis, yaitu ikterus atau kuning pada tubuh bayi dan mata dan demam.

 

Penyebab inkompatibilitas abo

Penyebab inkompatibilitas ABO adalah masuknya darah dengan golongan darah yang berbeda ke tubuh seseorang, seperti melalui transfusi darah. Kelalaian ini bisa terjadi karena ketidaktelitian petugas medis yang meliputi:

  • Salah memberi label pada kantong darah
  • Keliru ketika mengisi formulir transfusi
  • Tidak memeriksa darah sebelum melakukan prosedur transfusi.

Meski begitu, kejadian inkompatibilitas ABO kini sangat jarang terjadi. Pasalnya, golongan darah pendonor dan penerima transfusi akan diperiksa secara hati-hati sebelum prosedur dilakukan.

Selain transfusi darah, ketidakcocokan golongan darah juga dapat muncul pada orang yang menerima transplantasi organ dari orang dengan golongan darah yang berbeda.

 

Diagnosis inkompatibilitas abo

Beberapa pemeriksaan berikut akan dilakukan oleh dokter untuk memastikan diagnosis inkompatibilitas ABO:

  • Tes darah

Tes darah bertujuan memastikan ada tidaknya sel darah merah yang hancur. Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan Coomb Test dan kadar bilirubin.

  • Tes urine

Tes urine dilakukan untuk mendeteksi keberadaan hemoglobin (komponen sel darah merah) dalam urine.

  • Uji kecocokan

Uji kecocokan biasanya telah dilakukan sebelum transfusi darah. Pemeriksaan ini akan kembali dilakukan untuk melihat ada tidaknya ketidakcocokan darah pendonor dan penerima.

Selama proses diagnosis, dokter juga akan memantau tekanan darah, detak jantung, pernapasan, dan suhu tubuh pasien.

 

Advertisement

Cara mengobati inkompatibilitas abo

Karena termasuk kondisi darurat, cara mengobati inkompatibilitas ABO harus dilakukan secepat mungkin.

Jika terdapat reaksi setelah transfusi darah, transfusi akan segera dihentikan. Sementara penanganan lainnya yang dapat dilakukan meliputi:

  • Obat antihistamin untuk menangani reaksi alergi
  • Obat steroid guna mengatasi pembengkakan dan reaksi alergi 
  • Obat-obatan untuk meningkatkan tekanan darah bagi pasien dengan tekanan darah yang terlalu rendah
  • Pemberian imunoglobulin intravena
  • Fototerapi pada kondisi ikterus
  • Pemberian cairan infus

Penanganan tepat dan cepat harus dilakukan untuk mencegah komplikasi inkompatibilitas ABO yang mengancam nyawa. Misalnya, pembekuan darah di seluruh tubuh dan kerusakan ginjal.

 

Cara mencegah inkompatibilitas abo

Pemeriksaan yang teliti dan menyeluruh akan golongan darah pendonor dan penerima sebelum prosedur transfusi atau transplantasi akan menjadi cara mencegah inkompatibilitas ABO yang utama.

 

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter

Segera hubungi dokter apabila Anda baru saja menerima transfusi darah atau transplantasi organ, dan mengalami gejala-gejala inkompatibilitas ABO.

 

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter

Inkompatibilias ABO umumnya terjadi pada beberapa menit setelah Anda menjalani tranfusi darah. Ini berarti, tidak ada persiapan yang bisa Anda lakukan sebelum kondisi ini muncul.

Yang bisa Anda lakukan adalah menjelaskan gejala yang Anda alami secara rinci pada dokter. Dengan ini, dokter bisa menentukan pemeriksaan lanjutan yang dibutuhkan untuk menentukan diagnosis.

Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda ketika menjalani transfusi darah. Dengan ini, mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter apabila terjadi kondisi yang tak diinginkan dan di luar kendali.

 

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda menjalani proses pemeriksaan golongan darah dengan saksama?
  • Apakah Anda melakukan prosedur transfusi darah atau transplantasi organ sebelum gejala muncul?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan dapat menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis inkompatibilitas ABO. Dengan ini, pengobatan bisa diberikan secara tepat.

 

Advertisement

golongan darahkekebalan tubuhdonor darah

Bagikan

Dokter Terkait

Penyakit Terkait

Artikel Terkait

no image

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved