Infeksi

Infeksi Virus

19 Oct 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Infeksi Virus
Infeksi virus adalah penyakit yang terjadi ketika virus memasuki dan menyerang tubuh. Apabila sistem imun tidak mampu melawan virus, virus tersebut dapat berkembang biak dan menyebar ke sel-sel tubuh serta menyebabkan meluasnya infeksi.Ada berbagai macam virus yang dapat menyebabkan infeksi. Beberapa jenisnya yang umum meliputi:
  • Respiratory syncytial virus (RSV) menyebabkan infeksi saluran pernapasan bawah pada anak-anak
  • Rhinovirus menyebabkan flu biasa
  • Virus Epstein-Barr menyebabkan mononukleosis menular
  • Human Immunodeficiency Virus (HIV) menyebabkan AIDS
  • Human papillomavirus (HPV) yang menyebabkan infeksi HPV, displasia serviks, kutil kelamin, dan kanker serviks
  • Rotavirus, enterovirus, dan norovirus menyebabkan gastroenteritis virus
  • Virus varicella zoster menyebabkan herpes zoster dan cacar air
  • Virus West Nile menyebabkan demam West Nile
Infeksi karena virus biasanya mudah menular dari satu orang ke orang yang lain. Misalnya, melalui percikan ingus atau ludah penderita saat bersin maupun batuk, jarum suntik yang terkontaminasi virus, serta konsumsi makanan atau minuman yang terinfeksi virus. Penularan ini juga bisa terjadi lewat gigitan hewan yang sudah terinfeksi virus. 
Infeksi Virus
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaLelah, demam, sakit tenggorokan
Faktor risikoUsia lanjut, stres, malnutrisi
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang
PengobatanObat-obatan, banyak minum air putih, cukup istirahat
ObatParacetamol, ibuprofen
KomplikasiDehidrasi, infeksi bakteri sekunder, pemburukan kondisi asma
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala infeksi virus
Secara umum, gejala infeksi virus meliputi:
  • Gejala seperti flu, contohnya kelelahan, demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, batuk, dan pegal-pegal
  • Gangguan pencernaan, seperti diare, mual, dan muntah
  • Mudah marah
  • Malaise atau kurang enak badan tanpa alasan yang jelas
  • Ruam
  • Bersin
  • Hidung tersumbat
  • Pilek
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Amandel bengkak
  • Penurunan berat badan tanpa alasan jelas
 
Sesuai namanya, penyebab infeksi virus adalah virus. Ada begitu banyak virus yang dapat memicu penyakit. Misalnya saja, terdapat lebih dari 200 jenis virus yang dapat menyebabkan pilek dan infeksi saluran pernapasan.Pada orang yang sehat, sistem kekebalan tubuh biasanya mampu memberantas virus yang masuk ke tubuh sehingga tidak terjadi infeksi. Namun ada pula faktor-faktor tertentu yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk lebih rentan terkena infeksi akibat virus. Faktor risiko infeksi virusBeberapa faktor risiko infeksi ini meliputi:
  • Usia lanjut
  • Bayi dan anak-anak
  • Sistem kekebalan yang terganggu, misalnya karena gangguan imunodefisiensi, mengidap HIV/AIDS, kanker, dan penyakit ginjal, serta menjalani pengobatan kanker
  • Riwayat penyakit kronis, seperti asma, PPOK, diabetes, TBC, atau penyakit jantung
  • Malnutrisi
  • Kurang istirahat
  • Tingkat stres yang tinggi
  • Jarang mencuci tangan, terutama sebelum makan atau setelah ke toilet
  • Saling pinjam jarum suntik, contohnya pada pengguna narkoba
  • Pernah tato
  • Berhubungan seks tanpa kondom (termasuk seks vaginal, oral, dan anal) dengan lebih dari satu pasangan
 
Diagnosis infeksi virus umumnya dilakukan melalui beberapa metode pemeriksaan berikut:
  • Tanya jawab dan pemeriksaan fisik

Dokter akan bertanya mengenai riwayat kesehatan dan gejala yang dirasakan oleh pasien, serta riwayat medis dan gaya hidup pasien. Dokter juga akan memeriksa kondisi tubuh pasien.
  • Pemeriksaan penunjang

Untuk mengetahui jenis organisme yang mungkin menyebabkan infeksi, dokter bisa menyarankan tes darah, kultur dahak, tes urine, biopsi kulit, hingga biopsi cairan tulang belakang. 
Cara mengobati infeksi virus umumnya akan tergantung pada tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa penanganan yang bisa disarankan oleh dokter meliputi:
  • Konsumsi obat-obatan untuk mengatasi demam dan nyeri tubuh, seperti paracetamol atau ibuprofen
  • Cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan banyak minum air putih
  • Istirahat yang cukup
  • Konsumsi makanan bergizi
Jika pasien mengalami sakit tenggorokan yang parah, disarankan untuk mengonsumsi makanan lembek atau berkuah. Contohnya, sup ayam atau bubur. 

Komplikasi infeksi virus

Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Bronkitis akut
  • Kanker serviks (dari infeksi HPV)
  • Dehidrasi
  • Infeksi oportunistik yang sering mengancam jiwa
  • Pneumonia
  • Otitis media
  • Infeksi bakteri sekunder
  • Kejang
  • Radang pada selaput lendir (mukosa)
  • Memburuknya kondisi asma
  • Syok dan koma
Baca juga: Infeksi Oportunistik dan Komplikasi HIV Harus Diwaspadai, Ini Bahayanya 
Cara mencegah infeksi virus bisa dilakukan melalui langkah-langkah di bawah ini:
  • Rajin mencuci tangan sebelum makan atau mengolah makanan, setelah menggunakan kamar mandi, dan sesudah bepergian
  • Bila tidak tersedia air bersih dan sabun, Anda bisa menggunakan hand sanitizer
  • Menjalani imunisasi, misalnya vaksin campak, influenza, tetanus, batuk rejan
  • Setialah pada pasangan dan jangan gonta-ganti pasangan seksual
  • Berhubungan seks dengan memakai kondom
  • Memasak makanan hingga benar-benar matang, misalnya daging
  • Membersihkan bahan pangan sebelum dikonsumsi, seperti buah dan sayur
  • Melindungi tubuh dari gigitan nyamuk maupun serangga lainnya
Apabila Anda sedang sakit, sebisa mungkin lakukan isolasi mandiri dan jangan keluar rumah. Dengan ini, penularan penyakit ke orang lain bisa dihindari.Baca juga: 7 Langkah Cuci Tangan yang Efektif Singkirkan Kuman 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala infeksi virus yang terasa mengganggu. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
   
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait infeksi virus?
  • Apakah Anda memiliki faktor atau kondisi yang memengaruhi sistem imun?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis dan penyebab infeksi virus agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Health Grades. https://www.healthgrades.com/right-care/infections-and-contagious-diseases/viral-diseases
Diakses pada 19 Oktober 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/bacterial-vs-viral-infections
Diakses pada 19 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email