Infeksi Sistem Saraf Pusat

Ditinjau dr. Reni Utari
Infeksi sistem saraf pusat disebabkan infeksi virus pada otak atau sumsum tulang belakang hingga menimbulkan peradangan.
Infeksi terjadi pada selaput pembungkus otak yang mengelilingi otak dan tulang belakang.

Pengertian Infeksi Sistem Saraf Pusat

Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Disebut “pusat” karena sistem tersebut sebagai pusat informasi dan koordinasi seluruh tubuh. Infeksi sistem saraf pusat disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri yang dapat menyerang meninges atau selaput pembungkus otak (meningitis) atau otak (ensefalitis).

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala yang ditimbulkan infeksi sistem saraf pusat berbeda-beda berdasarkan usia. Pada bayi, gejalanya termasuk:

  • Suhu tubuh terlalu tinggi atau rendah
  • Masalah makan (menolak makan)
  • Muntah
  • Rewel berlebihan atau menangis
  • Memukul bibir, mengunyah tanpa sadar, menatap ke arah yang berbeda, kejang
  • Lesu
  • Jika meningitis (radang selaput otak) menjadi parah, bintik-bintik di tulang tengkorak (disebut fontanel) dapat membengkak karena tekanan di dalam tengkorak meningkat.

Pada anak-anak dan orang dewasa, gejala-gejala meningitis termasuk:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Muntah
  • Sakit tenggorokan, batuk, hidung ingusan
  • Leher kaku
  • Kebingungan atau penurunan kesadaran
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Sakit punggung
  • Beberapa orang memiliki gejala stroke, termasuk lumpuh
  • Kejang

Meningitis dapat menyebabkan koma hingga kematian dalam beberapa jam jika tidak mendapatkan perawatan segera.

Penyebab

Virus yang menginfeksi sistem saraf pusat misalnya virus herpes, arbovirus, virus coxsackie, echovirus, dan enterovirus. Virus dapat merusak sistem saraf pusat melalui 2 cara, yaitu dengan menginfeksi otak secara langsung dan menyebabkan bengkak di otak, maupun dengan menginfeksi bagian tubuh lain sehingga mengganggu daya tahan tubuh dan merusak saraf. Pada bayi, bayi dapat terinfeksi virus karena kontak dengan jalan lahir yang terinfeksi virus, maupun menghirup droplet atau percikan yang mengandung virus.

Infeksi sistem saraf pusat juga dapat disebabkan oleh bakteri. Jenis bakteri yang dapat menyerang sistem saraf pusat berbeda beda tergantung usia, rute infeksi, dan daya tahan tubuh seseorang. Pada bayi dan anak-anak, infeksi dapat disebabkan karena bakteri Streptococcus agalactiae, Escherichia coli, Listeria monocytogenes. Jika bayi terkena infeksi dalam 48 jam setelah lahir, biasanya infeksi tersebut didapatkan dari ibunya. Pada remaja dan dewasa, infeksi biasanya disebabkan karena bakteri Neisseria meningitidis (sangat menular melalui pernapasan), dan Streptococcus pneumoniae. Selain itu, Staphylococcus aureus juga dapat menyebabkan meningitis yang parah.

Selain virus dan bakteri, meningitis juga dapat disebabkan karena jamur.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis infeksi sistem saraf pusat, pemeriksaan yang dapat dilakukan berupa:

  • Pemeriksaan lumbal pungsi (spinal tap) dengan memasukkan jarum ke dasar tulang belakang untuk mengambil sampel cairan serebrospinal yang mengelilingi otak dan tulang belakang. Cairan diperiksa untuk melihat jenis infeksi apa yang menyebabkan meningitis
  • Tes darah untuk melihat penyebab infeksi
  • Elektroensefalografi, pemeriksaan gelombang otak untuk mendiagnosis ensefalitis yang disebabkan karena herpes virus
  • Tes pencitraan MRI atau CT scan mungkin dibutuhkan untuk mengonfirmasi diagnosis

Pengobatan

Pengobatan infeksi sistem saraf pusat dilakukan tergantung pada jenis infeksi penyebab meningitis.

Meningitis bakteri

Jika hasil diagnosis menunjukkan meningitis disebabkan karena infeksi bakteri, maka pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotik. Obat-obatan lain seperti kortikosteroid juga dapat diberikan untuk membantu mengurangi risiko komplikasi, seperti pembengkakan otak atau kejang.

Meningitis virus

Tidak ada pengobatan khusus untuk meningitis virus. Pasien biasanya sembuh dengan istirahat dan menambah cairan tubuh. Pemberian parasetamol dapat digunakan untuk meredakan gejala sakit kepala dan demam. Bayi yang terkena infeksi meningitis virus membutuhkan perawatan suportif dengan memberikan rasa hangat dan diberi banyak cairan dan obat-obatan untuk mengobati demam atau kejang. Obat antivirus tidak efektif untuk sebagian besar infeksi sistem saraf pusat dan meningitis virus tidak diobati dengan antibiotik. Namun, infeksi yang disebabkan oleh virus herpes simpleks dapat diobati dengan asiklovir melalui intravena.

Meningitis jamur

Meningitis yang disebabkan oleh jamur diobati dengan obat anti jamur oral dan intravena.

Pencegahan

  • Melakukan vaksinasi
  • Melakukan hidup bersih dan sehat. Cuci tangan dengan sabun dan air setelah buang air, sebelum makan, dan setelah makan.
  • Hindari gigitan nyamuk untuk menghindari penularan virus dari nyamuk
  • Memberikan antibiotik (ciprofloxacin atau ceftriaxon) pada anggota keluarga yang menderita meningitis
  • Mengisolasi penderita meningitis bakteri selama 24 jam agar tidak melakukan penularan

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika Anda atau seseorang dalam keluarga Anda memiliki gejala infeksi sistem saraf pusat, seperti:

  • Demam
  • Sakit kepala berat
  • Kebingungan
  • Muntah
  • Leher kaku

Jika Anda tinggal bersama dengan anggota keluarga atau teman yang menderita meningitis atau ensefalitis, Anda perlu mendapatkan obat atau vaksin untuk mencegah terjadinya infeksi.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Infeksi sistem saraf pusat dapat mengancam jiwa. Jika Anda pernah terkena meningitis bakteri dan mengalami gejala, segera hubungi tenaga medis atau dokter untuk mendapatkan perawatan. Jika Anda tidak yakin dengan gejala yang Anda alami, buatlah janji dengan dokter untuk berkonsultasi. Beberapa hal yang dapat Anda persiapkan sebelum bertemu dengan dokter misalnya:

  • Perhatikan hal-hal yang perlu Anda lakukan atau hindari sebelum berkonsultasi, seperti berpuasa, atau istirahat sebelum memeriksakan diri.
  • Tuliskan gejala yang Anda alami, termasuk perubahan suasana hati, pemikiran, atau perilaku Anda.
  • Jelaskan mengenai informasi pribadi, misalnya tempat tinggal (asrama atau kos), riwayat tempat liburan, interaksi dengan hewan peliharaan, dan riwayat vaksinasi.
  • Tuliskan daftar obat, vitamin, atau suplemen yang Anda gunakan.
  • Mintalah anggota keluarga atau teman untuk mendampingi. Meningitis dapat menjadi keadaan darurat. Ajak seseorang yang dapat membantu mengingat semua informasi dan memberikan dukungan.
  • Tuliskan pertanyaan untuk ditanyakan kepada dokter, misalnya apa jenis tes yang dibutuhkan, perawatan apa yang direkomendasikan dokter, apa risiko komplikasi jangka panjang, obat apa yang bisa digunakan agar sembuh, apakah penyakit tersebut menular, dan lain-lain.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin akan menanyakan sejumlah pertanyaan kepada Anda, seperti:

  • Kapan gejala tersebut muncul?
  • Seberapa parah gejala yang Anda alami? Apakah semakin memburuk?
  • Apakah ada hal yang meningkatkan gejala tersebut?
  • Pernahkah Anda terpapar meningitis?
  • Apakah ada anggota keluarga yang memiliki gejala yang sama?
  • Apakah Anda pernah melakukan vaksinasi meningitis?
  • Apakah Anda memiliki masalah kesehatan lain, termasuk alergi obat?
Referensi

Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/meningitis-treatments
Diakses pada 19 Maret 2019.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/encephalitis/symptoms-causes/syc-20356136
Diakses pada 19 Maret 2019.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/meningitis/symptoms-causes/syc-20350508
Diakses pada 19 Maret 2019.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/307076.php
Diakses pada 19 Maret 2019.

MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/home/brain,-spinal-cord,-and-nerve-disorders/meningitis/acute-bacterial-meningitis
Diakses pada 19 Maret 2019.

MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/home/children-s-health-issues/viral-infections-in-infants-and-children/viral-central-nervous-system-infections-in-children
Diakses pada 19 Maret 2019.

Back to Top