Infeksi

Infeksi Saluran Kemih

18 Aug 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Infeksi Saluran Kemih
infeksi saluran kemih disebabkan oleh bakteri
Infeksi saluran kemih atau ISK adalah infeksi pada organ di sistem kemih. Contohnya, ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Risiko ISK lebih besar pada perempuan daripada laki-laki.ISK dapat berupa infeksi ginjal (pielonefritis), infeksi kandung kemih (sistitis), atau infeksi uretra (uretritis). Yang paling sering ditemukan adalah sistitis dan uretritis.Jika terjadinya infeki hanya pada kantung kemih, gejalanya mungkin akan menyakitkan dan menjengkelkan. Namun setelah menyebar hingga ke ginjal, penderita kemungkinan akan mengalami dampak kesehatan yang serius. 
Infeksi Saluran Kemih
Dokter spesialis Urologi
GejalaUrine keruh, sensasi terbakar, sering ingin buang air kecil
Faktor risikoWanita, kelainan saluran kemih, penyumbatan saluran kemih
Metode diagnosisUrinalisis, kultur urine, CT scan
PengobatanObat-obatan
ObatAntibiotik
KomplikasiISK berulang, kerusakan ginjal, melahirkan prematur
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala infeksi saluran kemih
Pada kondisi tertentu, gejala bisa ringan sehingga tidak dirasakan oleh penderita. Namun bila ada keluhan, gejala infeksi saluran kemih umumnya meliputi:
  • Urine tampak keruh
  • Sensasi terbakar pada area tempat keluarnya air seni saat buang air kecil
  • Sering merasa ingin buang air kecil
  • Sering buang air kecil dalam jumlah yang sedikit
  • Nyeri panggul
  • Urine berwarna kemerahan atau kecokelatan
 
Penyebab infeksi saluran kemih adalah masuknya bakteri dari tinja melalui uretra hingga sampai di kandung kemih. Bakteri ini dapat menempel dan berkembang biak pada dinding kandung kemih.Jenis bakteri yang umumnya menyebabkan infeksi ini adalah Escherichia coli (E. coli). 

Faktor risiko infeksi saluran kemih

Beberapa faktor di bawah ini dapat meningkatkan risiko ISK:
  • Jenis kelamin

Perempuan memiliki saluran kencing yang lebih pendek daripada laki-laki. Hal ini membuat mereka lebih berisiko menderita ISK. Sebab, jarak yang ditempuh bakteri lebih pendek.
  • Aktivitas seksual

Perempuan yang aktif secara seksual lebih berisiko memiliki ISK daripada kaum Hawa yang tidak aktif secara seksual. Punya pasangan seks baru juga meningkatkan risiko terkena infeksi ini.
  • Metode KB tertentu

Perempuan yang menggunakan diafragma dan ages spermisida juga lebih berisiko menderita ISK.
  • Menopause

Perempuan yang mengalami menopause mengalami penurunan hormon estrogen. Hal ini membuat saluran kemih mengalami perubahan sehingga lebih rentan mengalami infeksi.
  • Kelainan saluran kemih

ISK juga bisa berisiko mendera bayi yang baru lahir dengan kelainan saluran kemih. Kelainan ini menyebabkan urine tidak mungkin keluar secara normal dari tubuh. Kelainan juga bisa menyebabkan urine kembali ke uretra. 
  • Penyumbatan pada saluran kemih

Mereka yang mengalami batu ginjal atau pembesaran prostat juga berisiko mengalami ISK. Sebab, penyumbatan tersebut bisa menyebabkan terjebaknya urine di kandung kemih.
  • Pemakaian kateter

Pengguna kateter karena tidak bisa buang air kecil dengan normal berisiko terkena ISK lebih tinggi. Kondisi ini termasuk pada pasien rumah sakit dengan masalah neurologis dan orang lumpuh.
  • Baru menjalani pembedahan

Baru menjalani pemeriksaan atau operasi bedah saluran kemih yang melibatkan peralatan medis juga meningkatkan risiko terkena infeksi ini. 
Untuk menentukan diagnosis infeksi saluran kemih, dokter biasanya menyarankan beberapa jenis pemeriksaan berikut:
  • Tes urine untuk memeriksa sel darah putih, sel darah merah, nitrit, dan bakteri dalam urine
  • Kultur urine untuk menentukan jenis bakteri dalam urine, sehingga dokter dapat menentukan antibiotik yang cocok untuk mengobati infeksi
  • Pencitraan (seperti CT scan atau MRI) untuk mengetahui ada tidaknya kelainan [ada struktur saluran kemih
  • Sistoskopi guna melihat bagian dalam saluran kemih lebih jelas
 
Cara mengobati infeksi saluran kemih dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan. Jenis obat ini akan ditentukan oleh dokter berdasarkan tipe bakteri yang ada dalam urine pasien.Untuk ISK sederhana dan ringan, biasanya dokter akan meresepkan antibiotik spektrum luas guna membunuh bakteri.Jika terdapat rasa sakit dan terbakar, pasien dapat menggunakan obat seperti fenazopiridin untuk mengobati rasa sakit dan terbakar. Selain obat, infeksi ini juga dapat diobati dengan cara minum air (bebas kafein dan pemanis buatan) yang banyak agar dapat mengeluarkan bakteri dari kandung kemih. 

Komplikasi infeksi saluran kemih

Jika diobati dengan benar, komplikasi infeksi saluran kemih jarang terjadi. Namun jika dibiarkan tanpa pengobatan, beberapa komplikasi di bawah ini bisa diderita pasien:
  • ISK yang sering kambuh
  • Kerusakan ginjal permanen
  • Melahirkan prematur
  • Striktur alias penyempitan uretra yang biasanya terjadi pada pria dengan urethritis berulang
  • Sepsis, yakni meluasnya infeksi bakteri hingga ke aliran darah
 
Cara mencegah infeksi saluran kemih dapat Anda lakukan beberapa langkah berikut:
  • Jangan sering menahan kencing
  • Hindari pemakaian produk area kewanitaan yang dapat mengiritasi uretra, misalnya produk yang mengandung parfum
  • Minum banyak cairan agar buang air kecil lebih lancar
  • Buang air kecil setelah berhubungan seks
  • Khusus wanita, seka dari depan ke belakang (vagina ke anus) setelah buang air kecil atau BAB
 
Jika mengalami gejala infeksi saluran kemih, segeralah periksakan diri ke dokter agar penangana bisa dilakukan dengan cepat dan mencegah infeksi menjadi semakin parah. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait infeksi saluran kencing?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis infeksi saluran kemih agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/bladder-infection
Diakses pada 18 Agustus 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447
Diakses pada 18 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email