Infeksi

Infeksi Pernapasan

Diterbitkan: 11 Dec 2019 | Maria YuniarDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Infeksi Pernapasan
Sakit tenggorokan menjadi gejala yang umum terjadi akibat infeksi pernapasan.
Infeksi pernapasan bisa diakibatkan oleh virus, bakteri, dan terkadang jamur. Salah satu jenis infeksi pernapasan yang umum terjadi adalah pneumonia. Jenis infeksi pernapasan ini, biasanya muncul karena penularan bakteri maupun virus. Infeksi bisa terjadi melalui bakteri atau virus yang terhirup ketika bernapas, atau saat berdekatan dengan penderita infeksi pernapasan, yang bersin atau batuk.
Infeksi Pernapasan
Dokter spesialis Penyakit Dalam
Ada bermacam-macam gejala infeksi pernapasan, mulai dari ringan hingga parah. Gejala ini bergantung pada beberapa faktor, termasuk usia, kondisi kesehatan secara keseluruhan, maupun keberadaan virus, bakteri, maupun jamur yang menyebabkan infeksi. Gejala infeksi pernapasan pun bisa menyerupai flu maupun pilek, tapi berlangsung lebih lama.Berikut ini gejala infeksi pernapasan yang paling umum terjadi:
  • Batuk dengan dahak kental
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri dada yang terasa menusuk
  • Demam
  • Nyeri otot
  • Hidung berair dan bersin-bersin
  • Napas tersengal-sengal
  • Kelelahan
  • Mengi (napas berbunyi)
  • Kulit dan bibir membiru
  • Suara berderak dari paru-paru saat bernapas
Ada tiga jenis infeksi pernapasan, yaitu bronkitis, pneumonia, dan bronkiolitis. Biasanya ketiganya disebabkan oleh virus atau bakteri. Mikroorganisme yang memicu bronkitis antara lain:
  • Virus seperti virus influenza atau virus sinsitial pernapasan atau respiratory syncytial virus (RSV)
  • Bakteri seperti Mycoplasma pneumoniae, Chlamydia pneumoniae, dan Bordetella pertussis
Sementara itu, mikroorganisme yang biasanya menyebabkan pneumonia adalah:
  • Bakteri seperti Streptococcus pneumonia, Haemophilus influenzae, dan Mycoplasma pneumoniae
  • Virus seperti virus influenza atau RSV
  • Jamur, seperti Pneumocystis jirovecii, Aspergillus, atau Histoplasma capsulatum
Infeksi pernapasan akibat jamur lebih sering terjadi pada individu dengan pertahanan tubuh yang lemah, entah itu karena jenis kanker tertentu, HIV, maupun pengobatan untuk lemahnya daya tahan tubuh.Faktor risikoPneumonia sebagai infeksi pernapasan yang umum terjadi, lebih berisiko dialami dua kelompok usia berikut ini:
  • Anak-anak berusia hingga 2 tahun
  • Lansia berumur lebih dari 65 tahun
Pertama-tama, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan dan menanyakan gejala yang Anda rasakan. Tak menutup kemungkinan, dokter juga akan menanyakan tentang pekerjaan, perjalanan yang baru-baru ini Anda lakukan, atau paparan hewan.Selanjutnya, dokter akan mengukur suhu tubuh dan memeriksa dada dengan stetoskop untuk mencari adanya bunyi berderak dari pernapasan Anda.Selain itu, pemeriksaan yang juga biasanya dilakukan dokter untuk mendiagnosis infeksi pernapasan adalah dengan menggunakan:
  • CT scan atau x-ray bagian dada
  • Spirometri, yaitu alat untuk mengukur kecepatan bernapas
  • Pulse oximetry, untuk mengukur tingkat oksigen dalam darah
  • Sampel lendir dari mulut maupun hidung
  • Apusan tenggorokan
  • Pemeriksaan hitung darah lengkap atau complete blood count (CBC)
  • Pemeriksaan kultur darah
Penderita infeksi bakteri biasanya membutuhkan pengobatan dengan antibiotik. Sementara itu, infeksi pernapasan yang disebabkan oleh jamur, memerlukan perawatan dengan obat antijamur, seperti ketoconazole atau voriconazole.Antibiotik tidak efektif untuk mengobati infeksi virus. Biasanya, pasien infeksi virus harus menunggu tubuhnya untuk bisa melawan infeksi itu sendiri.Sementara menunggu penyembuhan ini, perawatan berikut ini bisa dijalani di rumah:
  • Mengonsumsi acetaminophen atau ibuprofen untuk menurunkan demam
  • Meminum banyak air
  • Mengonsumsi teh madu hangat atau teh jahe hangat
  • Berkumur dengan air garam
  • Beristirahat sebanyak mungkin
  • Memasang pelembap udara atau humidifier
Untuk infeksi pernapasan yang lebih parah, Anda mungkin harus meenjalani rawat inap di rumah sakit untuk pemulihan. Selama rawat inap, Anda akan mendapatkan antibiotik, cairan infus, serta terapi pernapasan, jika mengalami kesulitan bernapas.
Tidak semua infeksi pernapasan bisa dicegah. Namun, Anda bisa menekan risikonya dengan:
  • Mencuci tangan secara rutin
  • Tidak menyentuh wajah atau mulut
  • Tidak menggunakan peralatan pribadi, termasuk alat-alat makan dan tempat minum, bersama orang lain
  • Menghindari tempat ramai, yang memudahkan penyebaran virus
  • Tidak merokok
Mendapatkan vaksin flu setiap tahun, untuk mencegah infeksi influenza
Untuk kelompok individu yang lebih berisiko, langkah paling efektif dalam mencegah pneumonia akibat bakteri, adalah dengan mendapatkan salah satu vaksin berikut ini:
  • Vaksin pneumococcal conjugate (PCV13)
  • Vaksin pneumococcal polysaccharide (PPSV23)
Kedua vaksin tersebut direkomendasikan untuk bayi, lansia, perokok, serta penderita penyakit kronis.
Infeksi pernapasan bisa menjadi kondisi serius jika tidak mendapatkan perawatan. Berkonsultasilah dengan dokter jika Anda mengalami gejala yang semakin memburuk, batuk lebih dari tiga minggu, atau mengalami kesulitan bernapas, serta memiliki riwayat diabetes.Demam bisa menandakan beberapa gangguan kesehatan, tergantung dari usia Anda. Berikut ini panduan untuk berkonsultasi dengan dokter, berdasarkan kelompok usia.Usia bayiPeriksakan bayi ke dokter apabila:
  • Berusia kurang dari 3 bulan, mengalami demam dengan suhu di atas 38°C
  • Berusia 3-6 bulan, mengalami demam dengan suhu lebih dari 38,9°C, terdapat iritasi, merasa tidak nyaman, dan lesu
  • Berusia 6-24 bulan, mengalami demam dengan suhu di atas 38,9°C, selama lebih dari 24 jam
Usia kanak-kanakTemui dokter ketika anak:
  • Mengalami demam dengan suhu lebih dari 38,9°C
  • Lesu, sering muntah, mengalami iritasi, dan sakit kepala parah
  • Demam lebih dari tiga hari
  • Memiliki penyakit serius atau sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Cari bantuan medis secepatnya jika anak demam dan terus-menerus menangis.
Usia dewasaSegera kunjungi dokter jika kondisi ini Anda alami:
  • Suhu tubuh di atas 39,4°C
  • Demam lebih dari tiga hari
  • Memiliki penyakit serius atau sistem kekebalan tubuh yang lemah
Selain itu, segera cari bantuan medis apabila Anda mengalami demam yang disertai:
  • Kebingungan
  • Kesulitan bernapas
  • Leher tercekik
  • Nyeri dada
  • Kejang
  • Sering muntah
  • Ruam kulit yang tidak wajar
  • Halusinasi
Jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dan mengalami demam, kesulitan bernapas, maupun batuk berdarah, carilah bantuan medis secepatnya.
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan catatan yang berisi informasi berikut ini.
  • Daftar gejala yang dirasakan
  • Waktu kemunculan gejala infeksi pernapasan
  • Orang-orang di sekitar dengan gejala serupa, jika ada
  • Obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi
  • Pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, termasuk mengenai kemungkinan penyakit lain selain infeksi pernapasan, dengan gejala serupa
Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral, maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Sebaiknya Anda memberikan jawaban jelas, agar dokter bisa mendiagnosis dengan baik.
  • Apa saja gejala yang dirasakan?
  • Kapan gejala tersebut timbul?
  • Apakah Anda bertukar alat makan dengan orang yang memiliki gejala serupa?
  • Apakah ada orang di sekitar Anda yang memiliki gejala serupa akhir-akhir ini?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya, dan apa saja pengobatan yang sudah dicoba?
Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang yang diperlukan.
Healthline. https://www.healthline.com/health/symptoms-of-lung-infection
Diakses pada 11 Desember 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pneumonia/symptoms-causes/syc-20354204
Diakses pada 11 Desember 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/respiratory-tract-infection/
Diakses pada 11 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Dokter Terkait

Artikel Terkait

Pembengkakan Payudara dari Kondisi Ringan hingga Berat

Pembengkakan payudara bisa disebabkan oleh sindrom pramenstruasi, infeksi payudara, atau kanker. Jika mengalami payudara bengkak saat menyusui, hal ini bisa terjadi karena penyumbatan ASI.
27 Jun 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Pembengkakan payudara pada ibu menyusui dapat diatasi dengan tetap menyusui

Sesak Napas pada Anak Tak Hanya Karena Asma

Sesak napas pada anak adalah keluhan yang pasti membuat para orangtua khawatir. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas pada Si Kecil. Anda perlu mengenali penyebab serta cara mengatasinya agar tidak panik ketika ini terjadi.
20 Jan 2020|Rieke Saraswati
Baca selengkapnya
Sesak napas pada anak tidak boleh diremehkan dan perlu segera ditangani

Dampak Pembakaran Bahan Bakar Kendaraan yang Harus Anda Waspadai

Dampak pembakaran bahan bakar kendaraan bisa mengakibatkan penyakit ringan hingga serius. Kenali berbagai dampaknya dan hindarilah, demi usia yang panjang!
04 Sep 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Gunakan masker untuk kurangi dampak pembakaran bahan bakar.