Infeksi

Infeksi Payudara (Mastitis)

25 May 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Infeksi Payudara (Mastitis)
Mastitis menyebabkan rasa sakit, bengkak, kemerahan dan rasa hangat pada payudara
Infeksi payudara (mastitis) adalah jaringan payudara mengalami radang yang disertai infeksi. Peradangan menyebabkan payudara sakit, bengkak, terasa hangat, dan berwarna merah, mengalami demam dan meriang.Radang payudara ini lebih sering memengaruhi wanita yang sedang menyusui tetapi mastitis hal ini juga dapat terjadi pada wanita yang tidak menyusui dan bahkan pada laki-laki. Infeksi pada masa menyusui dapat menyebabkan ibu merasa tidak enak badan, yang membuatnya sulit untuk menjaga bayi dan terkadang membuat ibu harus menyapih sebelum saatnya.Mastitis pada ibu menyusui benar-benar bisa membuat ibu merasa lesu. Alhasil, ibu mengalami kesulitan merawat bayinya. Terkadang, kondisi ini menyebabkan ibu terpaksa menyapih bayinya sebelum waktunya.Tentu saja terus menyusui si Kecil adalah tindakan yang lebih bermanfaat untuk ibu dan bayinya. Bahkan jika sang ibu mengonsumsi antibiotik sekalipun guna mengatasi peradangan pada jaringan payudaranya. 

Jenis-jenis mastitis

Jenis infeksi payudara (mastitis) terbagi menjadi dua berdasarkan waktu perempuan mengalaminya.
  • Laktasi

Mastitis laktasi merupakan kondisi radang kelenjar susu yang terjadi pada ibu menyusui. Kondisi ini merupakan mastitis yang paling umum. Kondisi ini biasa juga dinamakan dengan mastitis nifas.
  • Periduktal

Jika infeksi serta radang kelenjar payudara terjadi pada perempuan perokok menaopause dan postmenopause maka biasa disebut dengan mastitis periduktal. Kondisi ini juga biasa disebut dengan ektasia saluran susu yang ditandai dengan menebalnya saluran ASI.Mereka yang menderita kondisi ini bisa mengalami putting terbalik. Hal ini terjadi karena putting susu bukannya keluar namun malah masuk ke dalam. Selain itu, pasien juga biasanya akan mengeluaran cairan seperti susu. 
Infeksi Payudara (Mastitis)
Dokter spesialis Kandungan, Bedah
GejalaPayudara memerah dan bengkak, benjolan keras di payudara, payudara nyeri 
Faktor risikoRiwayat mastitis, bra terlalu ketat, teknik menyusui yang kurang tepat
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, mammogram, USG
PengobatanKompres hangat, obat-obatan, operasi
ObatParacetamol, ibuprofen, antibiotik
KomplikasiAbses payudara, mastitis berulang, sepsis
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala infeksi payudara (mastitis)
Infeksi payudara biasanya hanya terjadi pada salah satu payudara. Gejala mastitis sering berkembang dengan cepat dan meliputi:
  • Area payudara memerah, bengkak, dan terasa panas serta sakit pada saat disentuh
  • Benjolan di payudara atau area yang keras pada payudara
  • Nyeri pada payudara yang akan berlanjut atau terjadi ketika menyusui
  • Keluarnya cairan dari puting susu, bisa berwarna putih atau mengandung darah
Selain gejala di atas, pasien juga dapat  mengalami gejala flu, seperti sakit, demam, meriang dan kelelahan. 
Pada ibu yang menyusui, penyebab infeksi payudara (mastitis) seringkali adalah produksi ASI yang terganggu. Terganggunya produksi ASI biasa disebut sebagai stasis susu. Stasis susu dapat terjadi karena beberapa penyebab berikut:
  • Bayi tidak melekat secara tepat pada payudara saat disusui
  • Bayi memiliki masalah saat mengisap di payudara
  • Frekuensi menyusui yang jarang atau bahkan tidak sama sekali
Pada beberapa kasus, produksi ASI yang terganggu juga dapat terinfeksi bakteri yang disebut sebagai mastitis infektif. Pada ibu yang tidak menyusui, mastitis seringkali terjadi ketika payudara terinfeksi karena adanya luka pada puting, seperti terdapatnya retakan atau puting yang sakit. 

Faktor risiko infeksi payudara (mastitis)

Beberapa faktor risiko infeksi payudara (mastitis) yang sebaiknya diwaspadai antara lain:
  • Riwayat mastitis sebelumnya saat menyusui
  • Sakit atau puting yang retak, meskipun mastitis dapat berkembang tanpa kulit yang rusak
  • Menggunakan bra yang terlalu ketat, atau puting yang tertekan saat menggunakan sabuk pengaman atau membawa tas yang berat, yang akan menghalangi aliran susu
  • Teknik menyusui yang kurang tepat
  • Terlalu lelah atau stres
  • Nutrisi yang kurang
  • Merokok
 
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan mengenai tanda dan gejala. Kebiasaan menyusui yang Anda lakukan akan membantu dokter menentukan antibiotik terbaik untuk ibu terutama apabila memiliki infeksi parah.Dokter akan merekomendasikan mamogram atau ultrasound atau keduanya. Jika tanda dan gejala tetap berlangsung saat mengonsumsi antibiotik, biopsi disarankan untuk memastikan tidak adanya kanker payudara. 
Pengobatan infeksi payudara (mastitis) biasanya akan dengan mudah membuat kondisi ini sembuh seperti sedia kala.  Adapun beberapa tindakan sederhana dapat membantu penderita antara lain:
  • Istirahat yang cukup dan tetap terhidrasi
  • Gunakan obat untuk mengurangi rasa nyeri dan demam
  • Hindari pakaian yang ketat, termasuk bra, sampai gejala membaik
  • Untuk ibu menyusui, lanjutkan menyusui dan pastikan bahwa bayi menempel dengan tepat pada payudara
  • Untuk meredakan nyeri, melakukan kompres hangat setelah menyusui biaanya bisa membantu
  • Jika kompres hangat tidak efektif, maka kompres dingin bisa dijadikan alternatif
  • Guna menjaga suplai ASI, pastikan banyak minum dan konsumsi makanan dengan gizi seimbang
  • Jika diperlukan, konsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan acetaminophen bisa membantu
  • Untuk mastitis yang tidak parah, kondumsi obat antibiotik berdasarkan resep dokter bisa dilakukan
  • Melakukan operasi pengangkatan abses bisa dilakukan jika payudara bernanah
Ibu tetap dapat menyusui bayinya saat mastitis. Meskipun infeksi, hal tidak akan membahayakan bayi dan dapat membantu gejala membaik. Ibu dapat menyusui lebih sering dari biasanya dan memerah atau memompa ASI ketika tidak menyusui. 

Komplikasi infeksi payudara (mastitis)

Komplikasi infeksi payudara (mastitis) bisa terjadi jika kondisi ini tidak diobati hingga tuntas. Adapun komplikasi yang dapat terjadi antara lain:
  • Kambuh

Ketika seseorang menderita mastitis, kemungkinan ia akan mengalaminya kembali di kemudian hari.
  • Abses

Infeksi payudara (mastitis) yang tidak dirawat dengan benar biasanya akan menyebabkan terjadinya abses payudara. Abses merupakan kumpulan nanah, yang biasanya membutuhkan operasi bedah guna menguras nanah.
  • Sepsis

Mastitis juga bisa mengancam jiwa jika tidak diberikan pengobatan hingga tuntas. Kondisi mengancam jiwa tersebut adalah sepsis atau septikemia yaitu peradangan ekstrim akibat infeksi yang terjadi di seluruh tubuh. 
Untuk mendapatkan hubungan menyusui dengan bayi yang baik sejak awal dan menghindari komplikasi seperti mastitis, pertimbangkan bertemu dengan konsultan laktasi (menyusui).Konsultan laktasi dapat memberikan tips dan menyediakan saran untuk teknik menyusui yang layak sekaligus pencegahan infeksi payudara (mastitis).Berikut adalah saran untuk meminimalisir kemungkinan terkena mastitis:
  • Kosongkan susu dari payudara pada saat menyusui
  • Biarkan bayi menghabiskan 1 payudara sebelum berpindah ke payudara yang berikutnya
  • Ubah posisi yang digunakan untuk menyusui dari satu posisi menyusui ke posisi yang lain
  • Pastikan bayi menempel secara tepat saat menyusui
  • Berhenti merokok jika merokok
  • Sering menyusui terutama saat payudara penuh
  • Berikan hanya ASI pada bayi hingga usianya 6 bulan
  • Hindari bra atau pakaian ketat di area payudara
  • Jangan menyapih secara tiba-tiba namun lakukan perlahan
  • Periksa setiap hari apakah payudara ada benjolan di belakang putting
  • Mandi air hangat dan biarkan air tersebut membasuh payudara
  • Berikan pijatan hangat pada payudara atau saluran ASI sebelum menyusui
  • Pompa payudara setelah menyusui guna mengurangi pembengkakan hingga mastitis sembuh
  • Jika payudara mengalami lepuh, berikan pijatan lembut dan goreslah pori putting agar lepuhan terbuka
  • Konsultasikan dengan dokter mengenai suplemen lesitin guna mencegah kondisi ini
 
Temuilah dokter jika memiliki gejala payudara yang mengkhawatirkan. Beberapa kondisi di bawah ini sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter:
  • Terdapat cairan abnormal dari puting
  • Nyeri payudara mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Mengalami nyeri payudara berkepanjangan dan tidak diketahui sebabnya
  • Memiliki gejala terkait mastitis, seperti kemerahan, bengkak, nyeri yang mengganggu proses menyusui, dan benjolan payudara yang tidak hilang sesudah menyusui
Jika sedang menyusui dan mengalami gejala infeksi payudara, pastikan Anda menghubungi dokter guna mendapatkan pengobatan sedini mungkin.Beberapa gejala di bawah ini membuat penderita mastits harus segera mendapatkan perawatan karena bersifat gawat darurat:
  • Demam tinggi terus-menerus dengan suhu lebih dari 38 derajat Celcius
  • Mual atau muntah yang menyebabkan sulit mengonsumsi antibiotik sesuai resep
  • Terdapat nanah yang mengalir dari payudara
  • Terdapat garis-garis merah memanjang ke arah lengan atau dada
  • Pusing, pingsan, atau kebingungan
 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan gejala muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait infeksi payudara (mastitis)?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis infeksi payudara (mastitis) agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mastitis/symptoms-causes/syc-20374829
Diakses pada 22 Oktober 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/mastitis/
Diakses pada 22 Oktober 2018
WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/breast-infection
Diakses pada 25 Mei 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/163876
Diakses pada 25 Mei 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15613-mastitis
Diakses pada 25 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email