Infeksi

Infeksi Parasit

05 Nov 2020 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Infeksi Parasit
Infeksi parasit bisa disebabkan oleh protozoa, hemint (cacing), dan ectoparasites
Infeksi parasit adalah penyakit yang disebabkan oleh masuknya parasit ke dalam tubuh. Parasit merupakan organisme yang membutuhkan organisme lain sebagai sumber makanan dan tempat tinggal untuk bertahan hidup.Parasit dapat masuk ke dalam tubuh melalui air atau makanan yang telah terkontaminasi, gigitan serangga, atau kontak seksual. Beberapa contohnya meliputi giardia yang disebabkan oleh air yang terkontaminasi, toksoplasmosis yang ditularkan melalui hewan, dan malaria yang menyebar lewat gigitan nyamuk. Beberapa penyakit atau infeksi akibat parasit bisa dengan mudah ditangani. Namun ada juga kondisi yang sulit disembuhkan.Ukuran parasit bervariasi. Ada protozoa yang sangat kecil dan hanya memiliki satu sel. Ada pula cacing yang dapat dilihat dengan mata telanjang.Jika sedang bepergian, minumlah air yang sudah terjamin kebersihannya dan konsumsi makanan yang telah dimasak dengan baik. Langkah ini bertujuan mencegah infeksi parasit.Hingga saat ini, belum ada vaksin yang dapat mencegah infeksi parasit. Namun beberapa obat-obatan dapat menangani infeksi ini dengan efektif. Infeksi parasit merupakan masalah besar pada daerah tropis dan subtropis. Infeksi ini lebih umum ditemukan di negara terbelakang dan berkembang daripada negara maju. 
Infeksi Parasit
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaSakit perut, diare, ruam kulit
Faktor risikoSistem imun lemah, sanitasi buruk, lingkungan tropis atau subtropis
Metode diagnosisTes darah, tes feses, endoskopi
PengobatanObat-obatan
ObatObat antihelmint, obat antimalaria
KomplikasiMalnutrisi, gangguan pertumbuhan, sumbatan pada usus
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala infeksi parasit
Gejala infeksi parasit tergantung pada jenis parasit itu sendiri. Gejalanya kerap menyerupai keluhan penyakit lain, seperti defisiensi hormon, pneumonia, atau keracunan makanan.

Gejala umum infeksi parasit

Secara umum, gejala infeksi parasit meliputi:
Infeksi parasit tidak menimbulkan gejala atau gejalanya baru muncul dalam waktu lama setelah infeksi terjadi. Tetapi penderita tetap bisa menularkan parasit tersebut pada orang lain. Lalu orang yang tertular bisa saja mengalami gejala infeksi parasit.

Contoh gejala berdasarkan jenis infeksi parasit

Beberapa contoh gejala infeksi parasit yang umum terjadi meliputi:
  • Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis.Infeksi ini biasanya tidak menimbulkan gejala. Tapi dalam beberapa kasus, penderita dapat mengalami gatal, kemerahan, dan iritasi pada genital.Pada wanita, keluarnya cairan keputihan yang tidak normal dari vagina juga dapat terjadi. 
  • Giardiasis

Giardiasis adalah infeksi parasit akibat Giardia lamblia. Penyakit ini dapat menyebabkan diare, kembung, sakit perut, feses yang berminyak dan dehidrasi. 
  • Cryptosporidiosis

Cryptosporidiosis disebabkan oleh parasit Cryptosporidium parvum. Kondisi ini dapat menyebabkan kram dan sakit perut, mual, muntah, dehidrasi, berat badan menurun tanpa penyebab yang jelas, serta demam. 
  • Toksoplasmosis

Toksoplasmosis disebabkan oleh parasit toxoplasma gondii. Penyakit ini menimbulkan gejala seperti flu, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri otot, atau nyeri yang berlangsung lebih dari satu bulan. 
Penyebab infeksi parasit adalah tiga organisme, yaitu protozoa, helmint, dan ectoparasites. Berikut penjelasannya:

1. Protozoa

Protozoa adalah organisme sel tunggal yang dapat hidup dan berkembang biak, baik di luar maupun di dalam tubuh manusia. Beberapa jenis penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa antara lain:
  • Acanthamoebiasis

Acanthamoebiasis adalah infeksi yang disebabkan oleh amoeba, dan dapat menyerang mata, kulit, serta otak. Amoeba dapat ditemukan di air dan tanah.Sebagai contoh sara penualran, seseorang dapat terinfeksi apabila membersihkan lensa kontaknya dengan air keran yang sudah terkontaminasi.
  • Amoebiasis

Amoebiasis terjadi akibat parasit jenis Entamoeba histolytica. Parasit ini ditemukan pada usus.Infeksi amoebiasis ditularkan melalui feses orang yang terinfeksi, dan lebih sering terjadi pada pemukiman padat dengan kebersihan yang tidak terjaga dengan baik.
  • Giardiasis

Giardiasis ditularkan melalui makanan atau minuman yang telah tercemar oleh feses yang mengandung parasit. Pasarin akan masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi usus halus.
  • Malaria

Berbagai jenis parasit jenis plasmodium dapat menyebabkan penyakit malaria. Parasit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles dan menyerang sel darah merah dalam tubuh.
  • Toksoplasmosis

Toksoplasmosis menyerang hati, jantung, mata, dan otak pasien. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii.Parasit tersebut ditemukan pada susu atau daging babi, domba, maupun kambing yang tidak dimasak dengan matang. Infeksi juga bisa menular lewat kontak dengan makanan atau tanah yang terkontaminasi kotoran kucing.
  • Trikomoniasis

Trikomoniasis disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Salah satu penyakit menular seksual ini biasanya menyerang vaginaNamun trikomoniasis juga dapat dialami oleh pria, dan biasanya tidak bergejala.

2. Helmint

Helmint adalah organisme yang dapat hidup di dalam maupun luar tubuh manusia. Parasit ini juga dikenal dengan sebutan cacing.Beberapa jenis cacing yang dapat menyebabkan penyakit infeksi meliputi:
  • Cacing tambang (hookworm)

Cacing tambang dapat menyerang usus dan menyebabkan gangguan pencernaan. Cacing ini bertelur di tanah dan larvanya dapat memasuki kulit manusia.Gejala awal infeksi cacing tambang meliputi gatal dan ruam pada kulit. Infeksi ini paling umum terjadi pada area lembap dengan kebersihan yang buruk.
  • Cacing kremi (pinworm)

Cacing kremi adalah cacing jenis Enterobius vermicularis. Cacing ini dapat hidup di dalam usus besar dan rektum manusia.Cacing kremi bertelur di sekitar anus ketika penderita tidur. Akibatnya, akan timbul rasa gatal anus pada malam hari. Penyakit yang disebabkan infeksi cacing kremi dikenal dengan nama enterobiasis.
  • Cacing pita (tapeworm)

Infeksi cacing pita disebabkan oleh cacing jenis taenia. Cacing ini menyerang usus dan ditularkan melalui konsumsi daging sapi atau babi yang kurang matang.
  • Cacing gelang (roundworm)

Infeksi cacing gelang dikenal juga dengan nama ascariasis. Infeksi ini biasanya tidak menimbulkan gejala, tapi cacing dapat ditemukan di feses.
  • Cacing cambuk (whipworm)

Penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing cambuk adalah trichuriasis. Seseorang dapat terinfeksi melalui konsumsi buah serta sayur yang tidak bersih dan mengandung telur cacing. Cacing ini hidup di usus besar dan bisa keluar lewat feses.
  • Filaria

Cacing jenis filaria dapat menyebabkan penyakit filariasis. Di Indonesia, penyakit ini lebih dikenal dengan nama kaki gajah.Infeksi cacing filaria ditularkan melalui gigitan nyamuk. Cacing dewasa dapat hidup di saluran limfatik dan menyebabkan bengkak, terutama pada bagian kaki.

3. Ectoparasites

Ectoparasites adalah parasit yang hidup dan mendapatkan makanan dari kulit manusia atau arthropoda penghisap darah. Beberapa jenis serangga yang termasuk di dalamnya meliputi nyamuk, fleas (kutu pinjal), ticks (kutu caplak), kutu rambut, dan tungau.Contoh penyakit infeksi ectoparasites yang sering ditemukan di Indonesia adalah kudis atau skabies. Penyakit ini akan menimbulkan kelainan kulit.Penularan kudis terjadi melalui aktivitas seksual, kontak kulit, pakaian, hingga tempat tidur (misalnya, seprai dan sarung bantal). 

Sarana penularan infeksi parasit

Infeksi parasit dapat menyebar melalui berbagai  sarana berikut ini:
  • Binatang

Contoh penularan ini adalah cacing tambang dan cacing gelang, yang dapat menginfeksi hewan peliharaan seperti anak kucing dan anak anjing. Binatang yang sudah terinfeksi kemudian menularkannya pada manusia.
  • Darah

Beberapa jenis parasit dapat ditularkan lewat darah. Ini berarti, parasit bisa ditemukan dalam darah dan dapat menular melalui paparan darah penderita. Misalnya, toksoplasmosis dan malaria.
  • Makanan

Beberapa parasit bisa menular melalui makanan, terutama makanan mentah, tidak dimasak dengan matang, atau tidak dicuci dengan bersih.
  • Air

Contoh parasit yang bisa menyebar lewat air adalah amebiasis dan giardiasis.
  • Serangga

Sejumlah parasit dapat menyebar melalui serangga. Misalnya, malaria akibat protozoa, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.  

Faktor risiko infeksi parasit

Setiap orang memang dapat mengalami infeksi parasit. Namun sebagian orang bisa saja memiliki risiko yang lebih tinggi karena hal-hal di bawah ini:
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh (imun) yang lemah, misalnya mengidap HIV/AIDS, menjalani kemoterapi untuk mengobati kanker, atau mengonsumsi imunosupresan
  • Mengalami penyakit lain
  • Tinggal atau bepergian ke daerah tropis maupun subtropis
  • Tinggal di pemukiman padat penduduk
  • Kekurangan air bersih
  • Berenang di danau, sungai, atau kolam, yang menjadi lokasi kembang biak Giardia lamblia atau parasit lain
  • Bekerja di tempat penitipan anak
  • Mimiliki profesi yang membutuhkan kontak rutin dengan tanah atau kotoran
  • Memelihara hewan, misalnya kucing
Baca Juga: Bahaya Infeksi Tokso yang Mengintai Ibu Hamil 
Diagnosis infeksi parasit dapat dilakukan dengan beberapa cara di bawah ini:
  • Tes darah

Beberapa jenis infeksi parasit dapat dideteksi dengan tes darah, baik tes serologi dan tes apus darah.Tes serologi dapat mendeteksi ada tidaknya antibodi terhadap parasit tertentu. Sedangkan tes apus darah bisa mendeteksi keberadaan parasit dalam darah pasien. Tes apus darah umumnya bisa mendiagnosis malaria dan filariasis.
  • Pemeriksaan feses

Pemeriksaan feses dilakukan dengan mengambil sampel tinja pasien. Dokter lalu mengeceknya untuk mendeteksi parasit atau telurnya.Tes tinja bertujuan mencari parasit penyebab diare, sakit perut, kembung, dan gangguan pencernaan lainnya.
  • Endoskopi atau kolonoskopi

Endoskopi atau kolonoskopi mungkin dilakukan jika dokter tidak menemukan penyebab gangguan pencernaan pada feses. Dengan kedua pemeriksaan ini, dokter dapat mendeteksi ada tidaknya parasit atau gangguan lain dalam saluran cerna.
  • Pemeriksana pencitraan
Pemeriksana pencitraan yang dianjurkan bisa berupa rontgen, MRI, atau CAT scan. Tes ini dilakukan untuk memeriksa tanda-tanda kerusakan pada organ dalam akibat infeksi parasit.Dokter juga mungkin menyarankan pemeriksaan penunjang lebih lanjut bila diperlukan. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi akibat bakteri atau organisme lain.  
Cara mengobati infeksi parasit akan ditentukan berdasarkan jenis penyebabnya. Secara umum, penanganannya meliputi:

1. Obat-obatan

Dokter akan meresepkan obat-obatan antiparasit untuk mengatasi infeksi parasit. Berikut contohnya:
  • Obat antibiotik untuk menangani trikomoniasis
  • Obat antiparasit, misalnya untuk mengatasi giardiasis
  • Obat antimalaria seperti kina guna menyembuhkan penyakit malaria
  • Obat antihelmint untuk mengatasi infeksi cacing, seperti albendazole
Sementara itu, dokter jarang meresepkan obat-obatan untuk toksoplasmosis jika pasien sedang tidak hamil dan dalam kondisi sehat. Pengobatan penyakit ini hanya dilakukan bila pasien mengalami infeksi berat atau kronis. Dokter juga bisa memberikan obat yang berkaitan dengan gejala yang dialami oleh pasien. Misalnya obat antidiare untuk menyembuhkan diare.

2. Penanganan mandiri

Beberapa gejala infeksi parasit membutuhkan penanganan mandiri tertentu. Contohnya, meningkatkan konsumsi cairan untuk mencegah dehidrasi pada pengidap diare.Pasien juga bisa disarankan untuk banyak istirahat. Langkah ini bertujuan mempercepat pemulihan. 

Komplikasi infeksi parasit

Jika tidak ditangani dengan benar, beberapa infeksi parasit yang berat dapat menyebabkan berbagai masalah serius hingga kematian.Sebaga contoh, malaria yang dapat menyebabkan komplikasi berupa pembengkakan pembuluh darah otak, penumpukan cairan dalam paru-paru, gagal organ, anemia, hingga kadar gula darah rendah.Sementara infeksi cacing yang menyerang sistem pencernaan, dapat memicu malnutrisi, gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak, serta penyumbatan usus yang memerlukan operasi. 
Cara mencegah infeksi parasit dapat dilakukan dengan langkah-langkah di bawah ini:
  • Mencuci tangan

Kebiasaan mencuci tangan perlu dilakukan dengan lebih sering, terutama sebelum dan setelah menyiapkan makanan, sebelum makan, sehabis dari toilet, serta sesudah bepergian.
  • Jangan sering menyentuh mulut, mata, dan hidung

Kurangi frekuensi memegang hidung, mulut atau mata dengan tangan, guna menghindari risiko masuknya parasit ke dalam tubuh Anda.
  • Beristirahat di rumah ketika sakit

Jika mengalami diare, muntah-muntah atau demam, Anda sebaiknya beristirahat di rumah. Selain mempercepat penyembuhan, langkah ini juga akan mencegah penularan pada orang lain.
  • Menjaga kebersihan dapur

Dapur yang bersih dapat mengurangi risiko tercemarnya makanan oleh parasit.
  • Menerapkan seks sehat

Sebagai contoh, Anda bisa setia pada pasangan dan tidak berganti-ganti pasangan seksual. Anda juga dapat menggunakan kondom saat berhubungan intim untuk mencegah penularan infeksi parasit. 
  • Jangan saling meminjamkan barang-barang pribadi

Gunakan peralatan pribadi Anda sendiri, seperti sikat gigi, sisir, pisau cukur, handung, dan lain-lain. Jangan saling meminjamkannya dengan orang lain.
  • Menerapkan tips aman saat bepergian

Ketika melancng ke daerah tertentu, usahakan untuk selalu mengonsumsi air minum dalam kemasan yang masih tersegel dan mengonsumsi makanan yang sudah dimasak hingga benar-benar matang.Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan vaksinasi khusus yang mungkin diperlukan sebelum mengunjungi tempat tertentu. Contohnya, vaksin kolera, hepatitis A atau B, paratifus, yellow fever, dan banyak lagi.
  • Tidak menelan air saat berenang

Sebisa mungkin, jangan menelan air saat Anda sedang berenang di sungai, danau, maupun kolam renang.
  • Menjaga kebersihaan saat hamil

Pastikan Anda menghindari kontak dengan kotoran kucing dan hewan lain ketika sedang hamil. 
Anda perlu berkonsultasi dengan dokter bila mengalami gejala infeksi parasit atau mencurigai keluhan tertentu. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah gejala yang Anda alami hanya terjasi sesekali atau terus-menerus?
  • Apakah Anda pernah melakukan kontak langsung dengan orang yang sedang sakit?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait infeksi parasit?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis infeksi parasit. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infectious-diseases/symptoms-causes/syc-20351173
Diakses pada 10 Januari 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/parasiticdiseases.html
Diakses pada 10 Januari 2019
CDC. https://www.cdc.gov/parasites/about.html
Diakses pada 10 Januari 2019
CDC. https://www.cdc.gov/parasites/references_resources/diagnosis.html
Diakses pada 27 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/parasitic-infections
Diakses pada 27 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/malaria
Diakses pada 27 Oktober 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/220302#4
Diakses pada 27 Oktober 2020
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/soil-transmitted-helminth-infections
Diakses pada 27 Oktober 2020
US Pharmacist. https://www.uspharmacist.com/article/drug-therapy-for-common-parasitic-infections-within-the-united-states
Diakses pada 27 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email