Infeksi Parasit

Ditulis oleh Maria Yuniar
Ditinjau dr. Anandika Pawitri

Pengertian Infeksi Parasit

Parasit merupakan suatu organisme yang membutuhkan organisme lainnya sebagai sumber makanan dan tempat tinggal, agar tetap hidup. Parasit dapat masuk ke dalam tubuh melalui air atau makanan yang terkontaminasi, gigitan serangga atau kontak seksual. Beberapa penyakit atau infeksi yang disebabkan parasit dapat dengan mudah ditangani. Namun, ada juga yang sulit ditangani. 

Ukuran parasit bervariasi, ada yang bentuknya sangat kecil, dan hanya mempunyai satu sel yang disebut dengan protozoa. Ada pula cacing yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Beberapa contohnya adalah giardia yang disebabkan oleh air yang terkontaminasi parasit, toksoplasmosis yang ditularkan melalui hewan, dan malaria yang menyebar melalui gigitan nyamuk. 

Jika Anda sedang bepergian, minumlah air yang sudah terjamin kebersihannya, dan konsumsi makanan yang telah dimasak dengan baik. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi parasit. Tidak ada vaksin yang dapat mencegah infeksi parasit. Namun, beberapa obat-obatan dapat dengan efektif menangani infeksi parasit. 

Infeksi parasit merupakan masalah besar pada daerah tropis dan subtropis. Infeksi ini lebih umum ditemukan pada daerah pedesaan dan daerah yang sedang berkembang, dibandingkan dengan daerah maju. 

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala yang disebabkan oleh infeksi parasit bergantung pada jenis parasit itu sendiri. Beberapa contoh yang umum terjadi adalah sebagai berikut.

  • Trikomoniasis, yaitu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Biasanya infeksi ini tidak menimbulkan gejala,  tapi dalam beberapa kasus dapat menyebabkan gatal, kemerahan, iritasi dan keluarnya cairan keputihan yang tidak normal dari kelamin. 
  • Giardiasis, yaitu infeksi parasit oleh Giardia lamblia ini dapat menyebabkan diare, kembung, sakit perut, feses yang berminyak dan dehidrasi. 
  • Cryptosporidiosis, yang disebabkan oleh parasit Cryptosporidium parvum. Kondisi ini dapat menyebabkan kram perut, sakit perut, mual, muntah, dehidrasi, berat badan menurun tanpa penyebab yang jelas, dan demam. 
  • Toksoplasmosis disebabkan oleh parasit toxoplasma gondii yang menimbulkan gejala seperti flu, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri otot, atau nyeri yang berlangsung lebih dari satu bulan. 

Penyebab

Infeksi parasit dapat disebabkan oleh tiga organisme yaitu:

 

  • Protozoa
  • Helminths
  • Ectoparasites

Protozoa merupakan organisme sel tunggal yang dapat hidup dan berkembang biak, baik di luar maupun di dalam tubuh manusia. Infeksi yang disebabkan oleh protozoa antara lain adalah giardiasis. Ini merupakan infeksi serius akibat mengonsumsi air yang terkontaminasi oleh protozoa giardia.

Helmint merupakan organisme yang dapat hidup di dalam maupun luar tubuh manusia. Helmint juga dikenal dengan sebutan cacing. Yang termasuk golongan ini antara lain cacing pita, cacing gelang, cacing pipih, atau cacing tambang. 

Ectoparasites merupakan parasit yang hidup dan mendapatkan makanannya dari kulit manusia atau arthropoda penghisap darah. Termasuk di dalamnya beberapa jenis serangga, arachnida seperti nyamuk, fleas (kutu pinjal), ticks  (kutu caplak), lice (kutu rambut) dan mites (tungau). 

Infeksi parasit dapat menyebar dengan berbagai cara. Contohnya protozoa dan helmint, yang dapat menyebar melalui kontaminasi air, makanan, limbah, tanah, dan darah. Beberapa infeksi parasit juga dapat tersebar melalui kontak seksual.

Selain itu, sejumlah parasit pun menyebar melalui serangga sebagai media pembawa parasit. Misalnya, malaria akibat oleh parasit protozoa, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. 

 

Faktor Risiko

Setiap orang memang dapat mengalami infeksi parasit. Namun, beberapa orang memiliki risiko yang lebih tinggi lebih dari yang lain, seperti:

  • Memiliki sistem pertahanan tubuh yang rendah atau mengalami penyakit lainnya
  • Hidup atau bepergian ke daerah tropis atau subtropis.
  • Kekurangan air bersih
  • Berenang di danau, sungai atau kolam, yang menjadi lokasi ditemukannya Giardia lamblia dan parasit lainnya
  • Bekerja di tempat penitipan anak, melakukan pekerjaan yang membutuhkan kontak dengan tanah secara teratur, atau terpapar kotoran secara konsisten 

Kucing peliharaan, meski hidup di luar ruangan, tetap memiliki kemungkinan berkontak dengan hewan pengerat maupun burung yang terinfeksi. Oleh karena itu, para pemilik kucing rentan terkena toksoplasmosis, yang sangat berbahaya bagi wanita hamil. 

 

Diagnosis

Infeksi parasit dapat didiagnosis dengan beberapa cara. Dokter mungkin akan melakukan beberapa metode berikut ini untuk mendiagnosis infeksi parasit.

 

  • Tes darah
  • Pemeriksaan feses, yang dilakukan dengan mengambil sampel feses pasien dan mendeteksi parasit atau telur parasit
  • Endoskopi atau kolonoskopi, yang mungkin akan dilakukan sebagai pemeriksaan lanjutan jika pemeriksaan feses tidak konklusif, untuk memastikan diagnosis.
  • Imaging test seperti X-ray, magnetic resonance imaging (MRI) atau computerized axial tomography (CAT), yang dapat dilakukan untuk memeriksa tanda-tanda kerusakan pada organ tubuh akibat parasit

 

 

Dokter mungkin akan menyarankan Anda menjalani pemeriksaan lainnya, untuk mengetahui adanya infeksi yang disebabkan bakteri atau oleh organisme lainnya. 

Pengobatan

Pengobatan infeksi parasit akan disesuaikan berdasarkan gejala atau diagnosis tertentu. Umumnya, dokter akan meresepkan obat-obatan yang dapat menangani kondisi ini. Misalnya, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan untuk menangani trikomoniasis, giardiasis atau kriptosporidiosis.

Dokter jarang meresepkan obat-obatan untuk toksoplasmosis jika Anda sedang tidak hamil, dan dalam kondisi sehat. Pengobatan toksoplasmosis dilakukan jika Anda mengalami infeksi berat, dan terjadi dalam jangka waktu yang lama. 

Selain itu, dokter mungkin akan memberikan pengobatan yang berkaitan dengan gejala yang Anda alami, seperti diare. 

Diare dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan (dehidrasi), sehingga dokter akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi banyak air. 

 

Risiko apabila tidak diobati

Infeksi parasit dapat bervariasi, tergantung dari penyebab dan tingkat keparahannya. Beberapa infeksi parasit yang berat dapat menyebabkan berbagai masalah serius bahkan kematian, jika tidak ditangani. 

Pencegahan

Parasit dapat masuk ke dalam tubuh melalui berbagai cara yaitu:

  • Kontak langsung dengan kulit atau cedera
  • Menghirup udara yang mengandung parasit 
  • Minum atau makan makanan yang terinfeksi parasit
  • Gigitan serangga 
  • Kontak seksual 

Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut ini untuk meminimalisir risiko terkena infeksi parasit.

  • Mencuci tangan, terutama sebelum dan setelah menyiapkan makanan, ketika makan dan setelah menggunakan toilet. Kurangi memegang hidung, mulut atau mata dengan tangan, untuk mencegah masuknya parasit ke dalam tubuh.
  • Beristirahat di rumah ketika sakit. Jika Anda mengalami diare, muntah-muntah atau demam, sebaiknya Anda beristirahat di rumah. 
  • Pastikan dapur Anda bersih. Dapur yang bersih dapat mengurangi risiko tercemarnya makanan oleh parasit 
  • Gunakan alat pengaman saat melakukan hubungan seksual. Gunakan kondom untuk mencegah penularan infeksi parasit. 
  • Gunakan peralatan pribadi Anda sendiri seperti sikat gigi, sisir, dan pisau cukur. Jangan meminjamkannya kepada orang lain.
  • Bepergian ke tempat atau negara yang aman. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan vaksinasi khusus yang mungkin diperlukan, sebelum mengunjungi negara atau tempat tertentu seperti vaksin kolera, hepatitis A atau B, paratifus, yellow fever dan sebagainya
  • Menghindari konsumsi air dari danau, aliran sungai, atau kolam
  • Menghindari kotoran kucing dan feses ketika sedang hamil
  • Mengonsumsi  makanan yang telah dimasak dengan baik dan matang

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Anda perlu berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala di atas, atau ketika mencurigai adanya infeksi parasit. Dokter dapat mendiagnosis Anda berdasarkan gejala yang terjadi,dan menyarankan pengobatan tertentu. 

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, siapkanlah beberapa informasi berikut ini untuk membantu dokter memahami kondisi Anda. 

  • Penjelasan detail mengenai gejala atau tanda-tanda yang Anda alami 
  • Riwayat medis dan kondisi medis Anda 
  • Informasi medis yang mungkin juga dialami orangtua atau saudara Anda
  • Obat-obatan atau suplemen yang pernah atau sedang dikonsumsi

Selain itu, ada beberapa pertanyaan yang dapat diajukan untuk membantu dokter memahami lebih lanjut kondisi Anda, seperti:

  • Apa yang menyebabkan gejala tersebut muncul?
  • Apakah ada penyebab lain dari gejala yang saya alami? 
  • Pemeriksaan apa yang perlu saya jalani?
  • Apakah kondisi saya hanya berlangsung sementara, atau akan muncul terus-menerus?
  • Apakah saya perlu menjalani perawatan?
  • Pengobatan apa yang perlu saya lakukan saat ini? 
  • Apakah ada risiko atau komplikasi lainnya yang mungkin dapat terjadi?
  • Apakah ada larangan yang perlu saya patuhi?
  • Apakah saya perlu berkonsultasi dengan ahli atau spesialis lain? 
  • Jika saya memiliki kondisi medis lainnya, pengobatan seperti apakah yang diperlukan?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan menanyakan beberapa informasi untuk memahami kondisi Anda, seperti,

  • Kapan gejala yang Anda alami muncul?
  • Apakah gejala yang Anda alami hanya bersifat sementara, atau berlangsung terus-menerus?
  • Seberapa parah gejala yang Anda alami?
  • Apakah sebelumnya Anda melakukan kontak langsung dengan orang yang sedang sakit?
  • Apakah sebelumnya Anda dicakar atau digigit hewan, maupun melakukan kontak langsung dengan feses hewan? 
  • Apakah sebelumnya Anda mengonsumsi makanan mentah atau sayur-sayuran yang tidak dijamin kebersihannya?
  • Apakah Anda baru saja bepergian ke luar negeri?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/parasitic-infections#symptoms
Diakses pada 10 Januari 2019

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infectious-diseases/symptoms-causes/syc-20351173
Diakses pada 10 Januari 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/parasiticdiseases.html
Diakses pada 10 Januari 2019

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/parasites/about.html
Diakses pada 10 Januari 2019

Back to Top