Infeksi

Infeksi MRSA

Diterbitkan: 10 Mar 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Infeksi MRSA
Infeksi MRSA dapat menyerang bekas luka dan menimbulkan abses (bisul)
Infeksi MRSA (methicillin-resistant Staphylococcus aureus) adalah kondisi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus (staph) jenis tertentu yang kebal terhadap antibiotik. Oleh karena itu, penyakit ini lebih sulit untuk ditangani.Kebanyakan infeksi MRSA terjadi pada pasien yang dirawat di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain. Misalnya, pusat cuci darah atau rumah perawatan (nusrsing home).Kondisi ini juga berkaitan dengan prosedur atau penggunaan alat-alat medis. Contonya, operasi, pemasangan selang infus, atau pemasangan sendi buatan.Selain dari rumah sakit, infeksi MRSA juga dapat terjadi pada komunitas. Pada kondisi ini,  MRSA biasanya berupa infeksi kulit yang ringan seperti bisul.Penyakit ini menyebar lewat kontak kulit, dan orang yang rentan untuk mengalaminya meliputi pekerja di pusat penitipan anak, pegulat, serta orang yang tinggal di area padat penduduk.Infeksi MRSA juga dapat menyebabkan infeksi kulit yang lebih serius atau menyerang luka bekas operasi, aliran darah, paru-paru dan saluran kemih. Meski sebagian besar tidak terlalu berbahaya, penyakit ini bisa mengancam jiwa penderitanya pada sebagian kasus. 
Infeksi MRSA
Dokter spesialis Kulit
GejalaBengkak berwarna merah di kulit, teraba hangat bila disentuh, demam
Faktor risikoHidup di lingkungan yang padat dan tidak sehat, infeksi HIV, menggunakan obat-obatan terlarang jarum suntik
Metode diagnosisKultur luka, kultur dahak, kultur urine
PengobatanObat-obatan, drainase abses
ObatAntibiotik
KomplikasiPenyebaran infeksi ke organ lain, kematian
Kapan harus ke dokter?Jika memiliki luka di kulit dan menandakan adanya infeksi, muncul benjolan berwarna merah, demam tinggi
Pada umumnya, gejala infeksi MRSA berupa:
  • Bengkak berwarna merah di bagian kulit (terlihat seperti jerawat atau gigitan serangga) yang hangat bila disentuh, kadang dapat bernanah
  • Demam
Gejala di atas dapat berubah dalam waktu singkat menjadi abses (bisul) yang menyakitkan, sehingga diperlukan tindakan berupa operasi untuk mengeluarkan cairan atau nanah.Terkadang, bakteri akan tetap terkurung di kulit yang terinfeksi, namun bakteri juga dapat menginfeksi bagian tubuh lain seperti tulang, aliran darah, katup jantung dan paru-paru, sehingga membahayakan jiwa pasien. 
Penyebab infeksi MRSA adalah bakteri Staphylococcus aureus (staph). Bakteri ini biasanya ditemukan di permukaan kulit atau di dalam hidung. Pada dasarnya, bakteri ini tidak berbahaya, kecuali bila masuk ke dalam tubuh melalui luka.MRSA dipicu oleh penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak tepat di kalangan masyarakat.  Hal ini menyebabkan golongan bakteri staphylococcus yang kebal dengan antibiotik untuk tumbuh dan berkembang biak, dan dapat menyebabkan timbulnya MRSA. 

Jenis-jenis infeksi MRSA

Berdasarkan cara penularannya, infeksi MRSA dapat dibedakan menjadi:
  • Health care-associated MRSA (HA-MRSA)

HA-MRSA adalah infeksi MRSA yang ditularkan pada fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit atau rumah perawatan (nursing home). Infeksi MRSA dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan luka atau tangan yang terinfeksi.Infeksi MRSA jenis ini juga dapat ditularkan melalui kontak dengan kain atau instrumen operasi yang tidak steril. HA-MRSA dapat menyebabkan masalah serius, seperti infeksi darah dan pneumonia.
  • Community-associated MRSA (CA-MRSA)

CA-MRSA merupakan infeksi yang ditularkan lewat kontak erat dengan orang yang terinfeksi atau kontak langsung dengan luka yang terinfeksi. Infeksi MRSA jenis ini dapat juga terjadi karena kebersihan yang buruk, seperti jarang mencuci tangan atau cara mencuci tangan yang kurang tepat. 

Faktor risiko infeksi MRSA

Faktor risiko infeksi MRSA pun tergantung pada jenisnya. Apa sajakah itu?

Health care-associated MRSA (HA-MRSA)

  • Pasien yang dirawat di rumah sakit

Infeksi MRSA sering terjadi di rumah sakit dan menyerang pasien dengan kondisi rentan, seperti pasien usia tua dan pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Pasien yang dipasang alat-alat medis invasif

Penggunaan selang medis, seperti selang kencing atau infus dapat menjadi sarana penularan infeksi MRSA.
  • Tinggal di fasilitas kesehatan dalam waktu lama

Infeksi MRSA sering terjadi di rumah perawatan (nursing home). Pasien dengan MRSA yang tidak bergejala juga dapat menularkannya ke orang lain.

Community-associated MRSA (CA-MRSA)

  • Terlibat dalam olahraga yang melibatkan kontak fisik

Infeksi MRSA dapat menyebar dengan mudah lewat luka dan kontak kulit.
  • Tinggal di lingkungan padat atau tidak bersih

Wabah infeksi MRSA pernah terjadi di kamp konsentrasi militer, tempat penitipan anak, dan penjara.
  • Laki-laki yang berhubungan intim dengan sesama jenis

Risiko infeksi MRSA lebih tinggi pada kaum laki-laki yang berhubungan intim dengan sesama jenis.
  • Infeksi HIV

Pasien dengan HIV lebih rentan mengalami infeksi MRSA.
  • Penggunaan narkoba suntik

Penggunaan narkoba suntik juga berkaitan dengan peningkatan risiko infeksi MRSA. 
Diagnosis MRSA dipastikan melalui:
  • Kultur luka

Sampel dari luka diambil dengan lidi kapas steril lalu diletakkan di dalam wadah khusus. Sampel kemudian dibawa ke laboratorium untuk mendeteksi adanya bakteri penyebab MRSA.
  • Kultur sputum (dahak)

Sputum (dahak) adalah substansi yang keluar dari saluran pernapasan melalui batuk. Kultur sputum bertujuan mendeteksi adanya bakteri, fragmen sel, darah, atau nanah pada sputum.Sampel dahak lebih mudah didapatkan pada pasien yang dapat batuk. Pada pasien yang tidak bisa batuk atau sedang dipasang ventilator perlu prosedur medis berupa bronkoskopi atau respiratory lavage untuk mengambil sampelnya.Pada prosedur ini, dokter akan memasukkan bronkoskop, selang tipis dengan kamera di ujungnya. Selang dimasukkan melalui mulut hingga mencapai paru-paru. Bronkoskop memungkinkan dokter melihat paru-paru dengan jelas dan memudahkan dalam pengambilan sampel dahak.
  • Kultur urine

Pada kebanyakan kasus, kultur urine menggunakan sampel urin yang diambil sendiri oleh pasien ketika buang air kecil. Wadah penampung yang telah berisi urin diberikan kepada laboratorium untuk diperiksa.Pada beberapa pasien, urine perlu diambul langsung dari kantung kemih. Tenaga medis akan memasukkan selang kencing untuk mengambil urin dari kantung kemih.
  • Kultur darah

Pada kultur darah, sampel darah pasien akan diambil dan diberikan ke laboratorium. Adanya bakteri yang tumbuh di dalam wadah berisi darah akan ditentukan. Hasil kultur darah biasanya membutuhkan waktu 48 jam. Bakteri dapat memasuki darah dari infeksi di paru-paru, tulang, dan saluran kencing. 
Cara mengobati infeksi MRSA tergantung jenisnya. Berikut sederet penanganan yang bisa diberikan oleh dokter:

1. Pengobatan health care-associated MRSA

Infeksi HA-MRSA memiliki kemungkinan berkembang menjadi infeksi yang berat dan mengancam nyawa. Infeksi ini biasanya membutuhkan antibiotik yang diberikan melalui pembuluh darah, seringkali untuk waktu yang lama tergantung pada tingkat keparahan infeksi.

2. Pengobatan community-associated MRSA

Infeksi CA-MRSA biasanya membaik dengan obat antibiotik makan. Bila infeksi kulit cukup besar, dokter akan melakukan prosedur insisi dan drainase. Dokter menggunakan pisau bedah untuk membuka area infeksi dan mengeluarkan cairan di dalamnya. Bila prosedur ini dilakukan, pasien mungkin tidak membutuhkan antibiotik.Infeksi CA-MRSA pada kulit juga dapat dilakukan melalui perawatan dari rumah, yaitu:
  • Mengoleskan krim antibakteri di dalam hidung sebanyak 3 kali sehari selama 5 hari
  • Membersihkannya dengan sampo antibakteri setiap hari selama 5 hari
  • Mengganti handuk, pakaian, dan sprei setiap hari selama perawatan yang perlu dicuci terpisah dari orang lain dan dengan suhu tinggi.
 

Komplikasi infeksi MRSA

Bakteri penyebab infeksi MRSA kebal terhadap berbagai jenis antibiotik sehingga lebih sulit ditangani. Komplikasi infeksi MRSA berupa penyebaran infeksi yang dapat mengancam nyawa. Penyebaran infeksi dapat terjadi pada pembuluh darah, paru-paru, jantung, tulang, dan sendi. 
Beberapa cara mencegah infeksi MRSA meliputi:
  • Menjaga luka tetap bersih dan menutupnya dengan kasa atau perban.
  • Tidak menggunakan benda-benda pribadi seperti handuk dan alat cukur secara bersama-sama.
  • Beri alas handuk sebelum menduduki kursi di ruangan ganti baju pada sasana olahraga.
  • Mencuci kain, handuk, dan pakaian olahraga secara rutin.
  • Segera mandi setelah berolahraga atau melakukan akivitas berisiko tinggi MRSA.
  • Gunakan desinfektan untuk membunuh kuman pada saklar lampu, remote, dan peralatan olahraga.
  • Cuci tangan dengan air panas dan sabun selama minimal 20 detik. Gunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol bila cuci tangan tidak memungkinkan.
 
MRSA umumnya menyerang kulit. Segera hubungi dokter apabila muncul:
  • Luka di kulit terlihat terinfeksi, misalnya bernanah
  • Benjolan merah (dan terasa hangat bila disentuh)
  • Demam tinggi
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait infeksi MRSA?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis infeksi MRSA. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mrsa/symptoms-causes/syc-20375336
Diakses pada 18 Oktober 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/mrsa/
Diakses pada 18 Oktober 2018
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/understanding-mrsa#1
Diakses pada 18 Oktober 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/mrsa
Diakses pada 10 Maret 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/11633-methicillin-resistant-staphylococcus-aureus-mrsa
Diakses pada 10 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email