Infeksi luka pasca operasi disebabkan kontaminasi bakteri dari benda asing penyebab luka maupun alat bedah selama operasi.
Bakteri dapat menyebabkan inflamasi pada luka pasca operasi

Luka pasca operasi merupakan sebuah luka (insisi) yang sengaja dibuat oleh dokter pada kulit dengan menggunakan pisau bedah (scalpel) selama prosedur operasi. Ukuran luka pasca operasi sangat bervariasi, tergantung jenis operasi yang dilakukan dan lokasi dilakukannya operasi tersebut. Luka tersebut biasanya ditutup dengan jahitan, akan tetapi terkadang memang dibiarkan terbuka supaya dapat sembuh dengan sendirinya.

Banyak bakteri yang terdapat pada kulit, tubuh maupun lingkungan sekitar. Apabila luka tidak tertangani dengan baik, bakteri-bakteri tersebut dapat masuk dan menimbulkan infeksi pada tubuh melalui luka pasca operasi yang kita miliki. Oleh karena itu, luka pasca operasi dikelompokkan dalam empat kategori. Pengelompokkan ini dilakukan berdasarkan tingkat kebersihan luka tersebut dan kaitannya dengan kontaminasi bakteri, resiko terjadinya infeksi pada luka tersebut, maupun lokasi luka pasca operasi tersebut.

  • Kelas I. Merupakan luka pasca operasi yang dikategorikan bersih dan tidak ditemukan tanda-tanda infeksi maupun peradangan (inflamasi). Luka ini biasanya adalah luka pasca operasi pada mata, kulit, maupun sistem peredaran darah.
  • Kelas II. Merupakan luka pasca operasi yang dikategorikan bersih dan sedikit terkontaminasi. Walaupun mungkin belum ditemukan tanda-tanda infeksi, akan tetapi resiko infeksi pada luka ini akan meningkat mengingat tempat luka tersebut berada; contohnya adalah luka pasca operasi pada saluran pencernaan.
  • Kelas III. Merupakan luka yang timbul akibat benda asing yang bersentuhan dengan kulit sejak sebelum dilakukan prosedur pembedahan sehingga dianggap memiliki resiko tinggi terkontaminasi oleh bakteri. Contoh dari luka ini adalah luka tembak; dimana bakteri yang menempel pada peluru (benda asing) dapat mencemari kulit disekitar area yang dioperasi.
  • Kelas IV. Merupakan luka pasca operasi yang mutlak terkontaminasi misalnya luka yang terpapar oleh kotoran (fecal material).

Prosedur bedah dengan membuat luka (insisi) pada area kulit memiliki resiko untuk dapat menimbulkan infeksi pada luka tersebut setelah prosedur bedah (operasi) selesai dilakukan. Dalam banyak kasus, infeksi pada luka pasca operasi seringkali mulai timbul pada 30 hari pertama pasca operasi. Infeksi tersebut dapat ditandai dengan luka pasca operasi menjadi berwarna kemerahan, nyeri atau sakit, serta panas bila tersentuh. Luka yang terinfeksi tersebut juga dapat mengeluarkan nanah (pus) dan bau yang tidak sedap. Selain itu Anda juga dapat merasakan demam yang merupakan gejala yang sering ditemukan apabila tubuh Anda menderita infeksi.

Infeksi pada luka pasca operasi dibedakan menjadi tiga kategori berdasarkan sejauh mana bakteri menginfeksi luka tersebut:

  • Superfisial, Infeksi luka pasca operasi hanya terjadi pada area kulit saja.
  • Bagian dalam (deep), Infeksi luka pasca operasi terjadi lebih mendalam; meliputi kulit, otot, dan jaringan-jaringan lain.
  • Organ atau spasia (space), Infeksi luka pasca operasi terjadi semakin dalam dan melibatkan organ maupun ruang di sekitar organ yang dioperasi.

Timbulnya infeksi pada luka pasca operasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Penyebab-penyebab tersebut antara lain adalah:

  • Bakteri yang terdapat pada kulit Anda yang kemudian menyebar dan menginfeksi luka pasca operasi.
  • Peralatan bedah (surgical instrument) yang terinfeksi atau tidak steril.
  • Tangan para tenaga medis yang tidak steril atau terinfeksi.
  • Bakteri-bakteri yang terdapat pada udara.
  • Bakteri-bakteri yang terdapat pada bagian dalam tubuh atau organ tubuh Anda yang sedang dioperasi.

Selain penyebab-penyebab tersebut, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan Anda mengalami infeksi pada luka pasca operasi, yaitu:

  • Ada memiliki penyakit kencing manis (diabetes) yang tidak terkontrol; dimana Anda tidak melakukan perawatan atau mengkonsumsi obat-obatan terkait dengan penyakit tersebut.
  • Anda memiliki berat badan yang berlebihan atau obesitas.
  • Anda merupakan seorang perokok.
  • Anda memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuh (imun) Anda.
  • Prosedur bedah Anda dilakukan selama lebih dari dua jam.
  • Anda berada dalam usia lanjut.
  • Anda memiliki penyakit atau masalah medis lain.
  • Operasi yang dilakukan adalah operasi darurat (emergency).
  • Anda melakukan operasi pada area perut (abdominal).

Dalam memastikan diagnosis mengenai infeksi luka pasca operasi, dokter dapat memeriksa keadaan luka tersebut, menganalisa gejala-gejala yang timbul, maupun dengan melakukan pemeriksaan laboratorium menggunakan cairan yang muncul dari luka tersebut.

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan guna mengobati infeksi pada luka pasca operasi:

  • Antibiotik

Antibiotik merupakan cara yang paling umum digunakan dalam mengobati luka infeksi. Pengobatan dengan antibiotic dapat dilakukan dengan mengkonsumsi obat-obatan antibiotik maupun berupa suntikan atau injeksi (IV). Dalam pengobatan dengan antibiotik, pengobatan harus dilakukan hingga tuntas meskipun Anda telah merasa lebih baik.

  • Perawatan secara invasif

Selain menggunakan antibiotik, infeksi pada luka pasca operasi dapat ditangani dengan perawatan invasif untuk membersihkan luka tersebut dan menghentikan terjadinya infeksi. Pada prosedur ini, dokter akan melakukan beberapa tahapan seperti:

  • Membuka kembali luka dan melepas jahitan.
  • Melakukan pemeriksaan pada kulit dan jaringan di sekitar luka untuk memastikan sejauh mana luka tersebut mengalami infeksi. Hal tersebut dilakukan sekaligus untuk mengetahui antibiotik yang cocok untuk mengobati infeksi tersebut.
  • Membersihkan atau membuang jaringan yang mati pada luka tersebut.
  • Membilas luka dengan menggunakan air garam atau larutan saline.
  • Membersihkan seluruh nanah apabila terdapat benjolan (abses).
  • Menutup luka dengan perban dan larutan saline.

Dalam mencegah infeksi pada luka pasca operasi, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan pada saat sebelum maupun setelah dilakukannya operasi.

Sebelum dilakukannya operasi, sebaiknya Anda membersihkan diri dengan menggunakan air dan sabun, serta menggunakan cairan antibakteri dan pakaian khusus sebelum masuk ke dalam ruangan operasi. Pemberian antibiotik sebelum operasi juga dapat dilakukan apabila perlu.

Setelah dilakukannya operasi, luka pasca operasi harus dirawat dengan baik serta dijaga kebersihannya. Luka tersebut harus dibersihkan dan diganti perbannya secara rutin. Perawatan tersebut dapat dilakukan oleh dokter bedah Anda, maupun dapat melakukannya sendiri di rumah. Cara yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi pada luka tersebut adalah dengan rutin mengganti perban luka dengan perban yang baru dan bersih. Anda dapat melakukan hal tersebut secara berulang dalam beberapa waktu sampai luka pasca operasi tersebut benar-benar sembuh. Selain itu, hindari menyentuh luka pasca operasi yang Anda miliki untuk menghindari kontaminasi bakteri yang mungkin terdapat pada tangan kita.

Segera lakukan konsultasi dengan dokter Anda apabila Anda menemukan tanda-tanda infeksi yang terjadi pada luka pasca operasi yang Anda miliki seperti nanah, bau tidak sedap yang muncul dari luka tersebut, kemerahan, nyeri atau sakit, rasa panas pada luka tersebut saat tersentuh, maupun apabila Anda merasa demam atau menggigil.

Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/007645.htm
Diakses pada 7 Februari 2019

Hopkinsmedicine. https://www.hopkinsmedicine.org/healthlibrary/conditions/surgical_care/surgical_site_infections_134,144
Diakses pada 7 Februari 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/surgical-wound#types
Diakses pada 7 Februari 2019

Guysandstthomas. https://www.guysandstthomas.nhs.uk/resources/patient-information/infection/Monitoring-surgical-wounds-webfriendly.pdf
Diakses pada 7 Februari 2019

Artikel Terkait