Infeksi

Infeksi Jamur

Diterbitkan: 05 May 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Infeksi Jamur
Infeksi jamur bisa terjadi di kulit maupun dalam tubuh
Infeksi jamur adalah infeksi yang dapat terjadi dalam berbagai macam jenis penyakit. Jenis jamur yang berbeda, akan menyebabkan penyakit yang berbeda pula.Jamur yang menyebabkan infeksi bisa jadi merupakan jenis yang sudah biasa berada di tubuh, namun kemudian mengalami pertumbuhan berlebih saat daya tahan tubuh sedang menurun.Meski begitu, ada juga jenis jamur yang tidak biasanya terdapat di tubuh, lalu menyebabkan terjadinya suatu gangguan. Infeksi jamur bisa menular dari satu orang ke orang lain, dari binatang ke manusia, maupun dari lingkungan sekitar.Terdapat berbagai macam jenis infeksi jamur, dan semuanya memiliki gejala serta penanganan yang berbeda pula. Infeksi jamur juga bisa menyerang orang dewasa atau anak-anak. Infeksi jamur yang umumnya diderita anak-anak adalah infeksi jamur kulit kepala yang disebabkan oleh jamur tinea capitis. 
Infeksi Jamur
Dokter spesialis Kulit
GejalaKulit gatal, kulit kemerahan
Faktor risikoSistem imun lemah, konsumsi antibiotik dan obat-obatan tertentu
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, biopsi kulit
PengobatanObat-obatan
ObatSalep antijamur
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala infeksi jamur
Gejala infeksi jamur akan berbeda, tergantung dari jenis infeksinya. Namun secara umum, kondisi seperti perubahan warna dan tekstur di kulit, serta rasa gatal bisa dilihat sebagai indikasi dari infeksi jamur.Berikut ini beberapa jenis infeksi jamur yang umum terjadi, beserta gejala yang menyertainya:

Infeksi jamur pada vagina

Infeksi jamur pada vagina disebabkan oleh jamur candida albicans, dan memiliki gejala sebagai berikut:
  • Munculnya rasa gatal dan pembengkakan pada vagina.
  • Terasa panas saat buang air kecil atau melakukan hubungan seksual.
  • Sekeliling vagina menjadi merah dan perih.
  • Keluarnya keputihan yang berwarna keabuan dan berbau tidak sedap.
Jenis jamur yang sama juga bisa memicu infeksi di dalam rongga mulut dan memicu munculnya sariawan.

Sariawan

Sariawan adalah infeksi jamur pada mulut. Infeksi ini disebabkan oleh jamur candida atau candiasis. Sariawan biasanya disertai dengan gejala berikut ini:
  • Bercak putih (plak) di mulut yang seringkali bisa dibersihkan
  • Kemerahan di dalam mulut dan tenggorokan
  • Muncul asa tidak enak di mulut
  • Kulit dalam mulut pecah-pecah
  • Sensasi terbakar yang menyakitkan di mulut

Athlete’s foot

Di Indonesia, athlete’s foot atau tinea pedis dikenal juga dengan istilah kutu air. Kondisi ini umumnya terjadi pada kaki orang yang suka berolahraga, karena penggunaan kaus kaki maupun sepatu yang lembap karena keringat. Gejala yang muncul pada kondisi ini antara lain:
  • Munculnya benjolan berisi cairan dan kemerahan di area yang terinfeksi.
  • Kulit menjadi lebih lunak dan mengelupas.
  • Kulit lama-kelamaan akan mengering dan lepas dengan sendirinya.
  • Munculnya rasa gatal dan panas di area yang terinfeksi.

Infeksi jamur di pangkal paha

Kondisi ini disebut juga sebagai jock’s itch atau tinea cruris dan muncul pada area kulit yang lembap dan hangat. Gejala yang dapat muncul pada infeksi ini meliputi:
  • Kemerahan di area kulit yang terinfeksi.
  • Muncul rasa gatal, panas, dan iritasi di area kulit yang terinfeksi.
  • Muncul ruam berwarna merah yang berbentuk seperti lingkaran dengan tepi yang sedikit menonjol.
  • Kulit kering dan mengelupas di area yang terinfeksi.

Kurap

Kurap atau tinea corporis adalah infeksi yang timbul akibat jamur yang tinggal di jaringan yang sudah mati pada kulit, rambut, dan kuku. Kondisi ini biasanya muncul disertai dengan gejala sebagai berikut:
  • Muncul area kemerahan yang gatal dan kasar.
  • Lama-kelamaan area kemerahan tersebut akan berubah bentuk seperti cincin dengan permukaan yang menonjol.
Infeksi jamur ini sangat menular. Penyebaran bisa melalui kontak langsung antarmanusia maupun dengan binatang. 
Infeksi jamur disebut juga dengan mikosis. Meski sebagian besar jenis jamur tidak membahayakan bagi manusia. Namun pada kondisi tertentu, beberapa jenisnya juga dapat menimbulkan berbagai penyakit pada tubuh.Jamur bereproduksi dengan melepaskan spora. Spora tersebut kemudian dapat masuk ke tubuh melalui kontak langsung maupun melalui udara yang dihirup. Itulah kenapa, infeksi jamur umumnya menyerang kulit, kuku, dan paru-paru.Jamur juga bisa masuk meresap ke dalam kulit dan menyerang organ-organ dalam tubuh. Kondisi ini kemudian dapat menyebabkan terjadinya infeksi sistemik yang menyeluruh.Beberapa jenis jamur yang biasa terdapat di tubuh dan tidak menyebabkan gangguan, juga bisa menyebabkan infeksi pada kondisi tertentu. Hal ini umumnya terjadi pada orang yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Infeksi jenis ini disebut juga sebagai infeksi oportunistik.Selain itu, infeksi jamur juga bisa dipicu oleh beberapa faktor risiko, seperti:
  • Sedang menjalani pengobatan kanker atau diabetes
  • Mengonsumsi antibiotik
  • Mengonsumsi obat-obatan (seperti kortikosteroid, azathioprine, methotrexate, dan cyclosporine)
  • Menderita AIDS dan leukimia
 
Selain melihat tanda dan gejala yang Anda alami, untuk memastikannya dokter pun akan melakukan beberapa hal guna mendiagnosis secara tepat. Untuk mendiagnosis infeksi jamur yang Anda alami, ada beberapa cara yang biasanya dokter lakukan, yaitu:

Tanya jawab

Jika Anda dicurigai menderita infeksi jamur primer (bukan berasal dari komplikasi penyakit lain), dokter juga akan menanyakan beberapa pertanyaan berikut:
  • Kemana terakhir kali Anda bepergian dan tinggal?
  • Apa saja jenis obat yang sedang Anda konsumsi?
  • Apa saja riwayat penyakit yang pernah maupun sedang Anda derita?

Pemeriksaan fisik

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dengan cara meliha gejala secara langsung.

Biopsi kulit

Pada pemeriksaan sampel, dokter akan mengambil sampel jamur dengan cara mengerok/apusan kulit kemudian mengirimkannya ke laboratorium guna diperiksa dengan mikroskop. Hal ini dilakukan untuk mengetahui jenis jamur yang menyebabkan terjadinya infeksi.

Tes darah

Jika pengambilan sampel belum memberikan jawaban yang diperlukan untuk diagnosis, dokter mungkin akan melakukan tes darah. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat antibodi di tubuh, antigen, serta jenis jamur yang terdapat di darah. 
Infeksi jamur memiliki cara pengobatannya masing-masing, sesuai dengan tipenya.Namun, ada beberapa cara mengobati infeksi jamur yang bisa Anda lakukan, yaitu:
  • Mengoleskan salep atau krim antijamur, untuk mengatasi kurap, athlete’s foot, infeksi jamur pada vagina, dan infeksi jamur di pangkal paha
  • Konsumsi obat antijamur untuk mengatasi sariawan
  • Mendapatkan suntikan obat antijamur untuk mengatasi
  • mengatasi infeksi jamur di paru-paru dan terjadi secara sistemik
 
Untuk mencegah terjadinya infeksi jamur, hal yang paling penting adalah menjaga kebersihan tubuh. Anda bisa melakukannya dengan langkah-langkah di bawah ini:
  • Jaga kulit tetap bersih dan kering, terutama di area lipatan-lipatan kulit.
  • Rajin cuci tangan, terutama setelah menyentuh binatang atau orang lain.
  • Jangan gunakan handuk orang lain dan barang-barang pembersih pribadi lainnya.
  • Gunakan alas kaki saat berada di tempat umum, seperti ruang loker di pusat kebugaran, tepi kolam renang, atau kamar mandi umum.
  • Bersihkan perlengkapan olahraga sebelum dan sesudah memakainya.
 
Kondultasikan ke dokter apabila Anda mengalami tanda dan gejala yang serupa seperti di atas. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait infeksi jamur?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis infeksi jamur agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317970.php
Diakses pada 16 Juni 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/fungal-infection
Diakses pada 16 Juni 2019
Lab Test. https://labtestsonline.org/conditions/fungal-infections
Diakses pada 16 Juni 2019
MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/home/infections/fungal-infections/overview-of-fungal-infections
Diakses pada 16 Juni 2019
NHS Inform. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/infections-and-poisoning/oral-thrush-in-adults
Diakses pada 5 Mei 2021
Lab test online. https://labtestsonline.org/conditions/fungal-infections
Diakses pada 5 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email