Infeksi Jamur

Ditulis oleh Nina Hertiwi Putri
Ditinjau dr. Anandika Pawitri
Infeksi jamur memiliki banyak jenis dengan ciri-ciri yang berbeda pula.
Infeksi jamur memiliki banyak jenis dengan ciri-ciri yang berbeda pula.

Pengertian Infeksi Jamur

Infeksi jamur adalah infeksi yang dapat terjadi dalam berbagai macam jenis penyakit. Jenis jamur yang berbeda, akan menyebabkan penyakit yang berbeda pula. Jamur yang menyebabkan infeksi bisa jadi merupakan jenis yang sudah biasa berada di tubuh, namun kemudian mengalami pertumbuhan berlebih saat daya tahan tubuh sedang menurun.

Meski begitu, ada juga jenis jamur yang tidak biasanya terdapat di tubuh, lalu menyebabkan terjadinya suatu gangguan. Infeksi jamur bisa menular dari satu orang ke orang lain, dari binatang ke manusia, maupun dari lingkungan sekitar.

Terdapat berbagai macam jenis infeksi jamur, dan semuanya memiliki gejala serta penanganan yang berbeda pula.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala infeksi jamur akan berbeda, tergantung dari jenis infeksinya. Namun secara umum, kondisi seperti perubahan warna dan tekstur di kulit, serta rasa gatal bisa dilihat sebagai indikasi dari infeksi jamur.

Berikut ini beberapa jenis infeksi jamur yang umum terjadi, beserta gejala yang menyertainya:

Infeksi jamur pada vagina

Infeksi jamur pada vagina disebabkan oleh jamur candida albicans, dan memiliki gejala sebagai berikut:

  • Munculnya rasa gatal dan pembengkakan pada vagina.
  • Terasa panas saat buang air kecil atau melakukan hubungan seksual.
  • Sekeliling vagina menjadi merah dan perih.
  • Keluarnya keputihan yang berwarna keabuan dan berbau tidak sedap.

Jenis jamur yang sama juga bisa memicu infeksi di dalam rongga mulut dan memicu munculnya sariawan.

Athlete’s foot

Di Indonesia, athlete’s foot atau tinea pedis dikenal juga dengan istilah kutu air. Kondisi ini umumnya terjadi pada kaki orang yang suka berolahraga, karena penggunaan kaus kaki maupun sepatu yang lembap karena keringat. Gejala yang muncul pada kondisi ini antara lain:

  • Munculnya benjolan berisi cairan dan kemerahan di area yang terinfeksi.
  • Kulit menjadi lebih lunak dan mengelupas.
  • Kulit lama-kelamaan akan mengering dan lepas dengan sendirinya.
  • Munculnya rasa gatal dan panas di area yang terinfeksi.

Infeksi jamur di pangkal paha

Kondisi ini disebut juga sebagai jock’s itch atau tinea cruris dan muncul pada area kulit yang lembap dan hangat. Gejala yang dapat muncul pada infeksi ini meliputi:

  • Kemerahan di area kulit yang terinfeksi.
  • Muncul rasa gatal, panas, dan iritasi di area kulit yang terinfeksi.
  • Muncul ruam berwarna merah yang berbentuk seperti lingkaran dengan tepi yang sedikit menonjol.
  • Kulit kering dan mengelupas di area yang terinfeksi.

Kurap

Kurap atau tinea corporis adalah infeksi yang timbul akibat jamur yang tinggal di jaringan yang sudah mati pada kulit, rambut, dan kuku. Kondisi ini biasanya muncul disertai dengan gejala sebagai berikut:

  • Muncul area kemerahan yang gatal dan kasar.
  • Lama-kelamaan area kemerahan tersebut akan berubah bentuk seperti cincin dengan permukaan yang menonjol.

Infeksi jamur ini sangat menular. Penyebaran bisa melalui kontak langsung antarmanusia maupun dengan binatang.

Penyebab

Infeksi jamur disebut juga dengan mikosis. Meski sebagian besar jenis jamur tidak membahayakan bagi manusia. Namun pada kondisi tertentu, beberapa jenisnya juga dapat menimbulkan berbagai penyakit pada tubuh.

Jamur bereproduksi dengan melepaskan spora. Spora tersebut kemudian dapat masuk ke tubuh melalui kontak langsung maupun melalui udara yang dihirup. Itulah kenapa, infeksi jamur umumnya menyerang kulit, kuku, dan paru-paru.

Jamur juga bisa masuk meresap ke dalam kulit dan menyerang organ-organ dalam tubuh. Kondisi ini kemudian dapat menyebabkan terjadinya infeksi sistemik yang menyeluruh.

Beberapa jenis jamur yang biasa terdapat di tubuh dan tidak menyebabkan gangguan, juga bisa menyebabkan infeksi pada kondisi tertentu. Hal ini umumnya terjadi pada orang yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Infeksi jenis ini disebut juga sebagai infeksi oportunistik.

Diagnosis

Selain melihat tanda dan gejala yang Anda alami, dokter pun akan melakukan pemeriksaan darah dan pengambilan sampel jamur apabila diperlukan. Jika Anda dicurigai menderita infeksi jamur primer (bukan berasal dari komplikasi penyakit lain), dokter juga akan menanyakan beberapa pertanyaan berikut:

  • Kemana terakhir kali Anda bepergian dan tinggal?
  • Apa saja jenis obat yang sedang Anda konsumsi?
  • Apa saja riwayat penyakit yang pernah maupun sedang Anda derita?

Daerah tempat tinggal dapat menunjukkan area-area yang memang rawan terhadap infeksi ini. Sedangkan beberapa jenis obat bisa menekan sistem imun di tubuh, sehingga memicu pertumbuhan jamur berlebih. Penyakit yang pernah atau sedang diderita juga perlu diketahui untuk mendeteksi kondisi daya tahan tubuh.

Pada pemeriksaan sampel, dokter akan mengambil sampel jamur dengan cara mengerok/apusan kulit kemudian mengirimkannya ke laboratorium guna diperiksa dengan mikroskop. Hal ini dilakukan untuk mengetahui jenis jamur yang menyebabkan terjadinya infeksi.

Jika pengambilan sampel belum memberikan jawaban yang diperlukan untuk diagnosis, dokter mungkin akan melakukan tes darah. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat antibodi di tubuh, antigen, serta jenis jamur yang terdapat di darah.

Pengobatan

Beberapa jenis infeksi jamur yang menyerang permukaan kulit dapat sembuh dengan pemberian obat oles, seperti salep atau krim antijamur. Namun pada sebagian kasus, kondisi tersebut juga memerlukan pengobatan secara sistemik melalui konsumsi obat.

Jika infeksi jamur terjadi di paru-paru maupun secara sistemik, diperlukan pemberian obat antijamur secara intravena (dengan cara disuntikkan ke pembuluh darah). Jenis obat antijamur yang diberikan dapat berbeda tiap orang, bergantung dari kondisinya.

Durasi pengobatan juga akan beragam, bergantung pada jenis infeksi, lokasi, dan ketahanan infeksi. Sebagai contoh, pengobatan pada infeksi jamur vagina hanya memerlukan beberapa hari, sementara penanganan infeksi jamur kulit butuh waktu hingga beberapa bulan.

Bahkan, pada infeksi jamur yang terjadi secara sistemik atau menyuluruh, pengobatan yang dilakukan memerlukan waktu hingga dalam hitungan tahun. Pada orang dengan imunitas yang rendah, bahkan pengobatan  terhadap jamur ini harus dilakukan seumur hidup. Meski jarang dilakukan, operasi juga dapat menjadi pilihan untuk mengangkat massa jamur di tubuh.

Pencegahan

Untuk mencegah terjadinya infeksi jamur, hal yang paling penting adalah menjaga kebersihan tubuh. Anda bisa melakukannya dengan langkah-langkah di bawah ini:

  • Jaga kulit tetap bersih dan kering, terutama di area lipatan-lipatan kulit.
  • Rajin cuci tangan, terutama setelah menyentuh binatang atau orang lain.
  • Jangan gunakan handuk orang lain dan barang-barang pembersih pribadi lainnya.
  • Gunakan alas kaki saat berada di tempat umum, seperti ruang loker di pusat kebugaran, tepi kolam renang, atau kamar mandi umum.
  • Bersihkan perlengkapan olahraga sebelum dan sesudah memakainya.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Kondultasikan ke dokter apabila Anda mengalami tanda dan gejala yang serupa seperti di atas.

Referensi

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/317970.php
Diakses pada 16 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/fungal-infection
Diakses pada 16 Juni 2019

Lab Test. https://labtestsonline.org/conditions/fungal-infections
Diakses pada 16 Juni 2019

MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/home/infections/fungal-infections/overview-of-fungal-infections
Diakses pada 16 Juni 2019

Back to Top