Infeksi Ginjal

Ditulis oleh Olivia
Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Gejala infeksi ginjal adalah urine yang tampak keruh dan berbau busuk juga mengandung darah dan nanah
Minum air putih yang cukup merupakan salah satu cara mencegah infeksi ginjal.

Pengertian Infeksi Ginjal

Infeksi ginjal atau pielonefritis merupakan sebuah bentuk dari infeksi saluran kemih (ISK). Kebanyakan dari infeksi ginjal disebabkan oleh bakteri atau virus yang menginfeksi saluran kemih. Infeksi biasanya terjadi pada kandung kemih, kemudian naik ke ginjal. Infeksi ginjal merupakan suatu penyakit yang serius, dengan jumlah penderita di Indonesia sebanyak 150.000 per tahunnya. Maka dari itu, infeksi ginjal harus segera ditangani. Perempuan umumnya lebih mudah terserang infeksi ginjal dibandingkan dengan laki-laki karena saluran kemihnya yang relatif lebih pendek dan lurus.

Infeksi ginjal dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yakni akut dan kronis. Infeksi ginjal akut adalah infeksi yang sifatnya tiba-tiba dan berat. Ginjal akan membengkak dan dapat membuat kerusakan permanen. Jika infeksi akut ini terjadi secara berulang atau berkepanjangan, maka infeksinya disebut kronis. Umumnya infeksi ginjal kronis jarang terjadi.

Tubuh manusia memiliki berbagai cara untuk menghindari terjadinya infeksi. Misalnya, urine hanya mengalir satu arah, yaitu dari ginjal ke kandung kemih. Hal ini menyebabkan bakteri atau virus yang masuk dapat dikeluarkan ketika berkemih.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Infeksi ginjal akut biasanya menyebabkan nyeri berat. Infeksi ini juga menimbulkan tanda dan gejala yang dapat berbeda tergantung dari usia. Umumnya, gejala dan tanda yang timbul adalah:

  • Demam dan menggigil
  • Nyeri pada pinggang atau perut
  • Frekuensi buang air kecil yang meningkat
  • Rasa ingin berkemih
  • Nyeri atau rasa panas saat berkemih
  • Mual dan muntah
  • Darah atau nanah pada urine
  • Urine yang tampak keruh dan berbau busuk

Beberapa golongan usia dapat memiliki gejala yang berbeda. Misalnya, anak-anak di bawah usia dua tahun hanya memiliki gejala demam tinggi saja. Sebaliknya, lansia dengan usia di atas 65 tahun dapat memiliki gejala yang lebih berat, seperti halusinasi atau gangguan proses berpikir sehingga tampak bingung.

Penyebab

Infeksi ginjal akut dan kronis umumnya disebabkan oleh bakteri maupun virus. Mekanisme dari infeksi ini sendiri biasanya didahului oleh infeksi kandung kemih. Bakteri dari luar tubuh masuk pada saluran kemih melalui saluran yang mengalirkan urine dari kandung kemih yang disebut uretra. Dari uretra, bakteri dapat kembali naik menuju kandung kemih, ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih), dan ginjal secara berurutan. Sumber bakteri sendiri dapat berasal dari bakteri yang hidup di saluran pencernaan manusia. Pada beberapa kasus, bakteri atau virus yang dapat sampai pada ginjal berasal dari organ tubuh lain karena terangkut dalam darah. Infeksi ginjal yang membutuhkan operasi merupakan sebuah kasus yang sangat jarang.

Diagnosis

Dokter dapat mendiagnosis Anda dengan infeksi ginjal melalui riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, atau melalui pemeriksaan penunjang lain. Berikut adalah pemeriksaan dan tes yang dapat dilakukan:

  • Urinalisis atau pemeriksaan urine: pemeriksaan ini untuk mendeteksi adanya tanda-tanda infeksi saluran kemih. Apabila ditemukan bakteri atau sel darah putih, maka ada diagnosis yang dapat mengarahkan ke infeksi saluran kemih.
  • Kultur urine: pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat jenis bakteri apa yang menyebabkan infeksi. Hasil dari kultur urine dapat memakan waktu 1-3 hari, namun hasilnya lebih spesifik.
  • Pemeriksaan radiologi: pemeriksaan ini dapat berupa USG, CT-scan, maupun MRI. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter melihat ukuran ginjal dan memastikan letak infeksinya.

Pengobatan

Terapi dan pengobatan infeksi ginjal tergantung dari beratnya gejala yang diderita pasien, serta apakah infeksi tersebut akut atau kronik. Pada infeksi akut, dokter dapat merekomendasikan antibiotik. Dengan antibiotik, gejala akan mulai membaik setelah beberapa hari sejak mengonsumsi antibiotik. Ingatlah untuk menghabiskan antibiotik yang telah diresepkan oleh dokter anda.

Pada pasien dengan gejala yang sangat berat dan dapat mengancam nyawa, dokter dapat menyarankan pasien untuk rawat inap. Pengobatan tetap menggunakan antibiotik yang diberikan melalui intravena atau infus. Lama rawat inap akan disesuaikan dari perbaikan gejala yang dialami pasien.

Pencegahan

Terdapat beberapa cara yang dapat menurunkan risiko terjadinya infeksi ginjal. Hal-hal berikut dapat sangat bermanfaat, khususnya untuk perempuan, apabila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:

  • Minumlah air putih yang banyak
  • Hindari menahan buang air kecil
  • Hindari pemakaian produk pembersih area kewanitaan
  • Bersihkan alat kelamin dengan baik, seperti membasuh dari arah depan ke belakang

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda merasakan adanya gejala dan tanda-tanda dari infeksi ginjal segera berobatlah ke dokter. Apabila dokter Anda mencurigai adanya kelainan ginjal, maka ia dapat merujuk Anda pada dokter spesialis penyakit dalam atau dokter spesialis nefrologi. Berikut adalah tanda dan gejala yang perlu diperhatikan:

  • Demam disertai nyeri pada bagian perut atau pinggang, yang tidak hilang selama beberapa hari atau tanpa perbaikan gejala
  • Ditemukan darah pada urine

Segeralah buat janji dengan dokter Anda jika Anda merasakan adanya gejala dan tanda-tanda tersebut, sebab apabila ditunda, infeksi ginjal dapat menjadi berat dan dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mempersiapkan diri sebelum berkonsultasi dengan dokter, yaitu:

  • Buatlah janji dengan dokter yang tepat, dokter yang menangani infeksi ginjal adalah seorang dokter spesialis nefrologi.
  • Buatlah daftar gejala yang telah Anda rasakan, obat-obatan yang diminum secara rutin, dan pertanyaan yang ingin Anda tanyakan pada dokter. Pertanyaan dapat meliputi seputar infeksi ginjal apa yang Anda miliki, uji atau tes apa yang harus Anda lakukan, serta pengobatan yang paling cocok untuk Anda.
  • Jika Anda telah melakukan pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan darah atau pemeriksaan urine, bawalah hasil tes tersebut, agar dokter dapat melihat riwayat medis Anda.
  • Jika diperlukan, ajaklah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkunjung, agar dapat membantu Anda secara emosional dalam diskusi dengan dokter.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Pada saat konsultasi, dokter akan melengkapi identitas dan keluhan yang Anda rasakan. Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti mengukur tekanan darah dan mendengarkan detak jantung. Dokter kemudian akan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan laboratorium lain yang mendukung diagnosis, seperti pemeriksaan darah, urine, dan imaging. Setelah hasil didapatkan, maka diagnosis bisa ditegakkan. Dokter kemudian akan berdiskusi dengan Anda mengenai metode pengobatan yang terbaik dan paling cocok dengan Anda.

Referensi

Departemen Kesehatan. http://www.depkes.go.id/article/print/18030700007/cegah-dan-kendalikan-penyakit-ginjal-dengan-cerdik-dan-patuh.html
Diakses pada 6 Maret 2019.

Healthline. https://www.healthline.com/health/pyelonephritis#treatment
Diakses pada 19 November 2018.

Mayo Clinic.  https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kidney-infection/diagnosis-treatment/drc-20353393
Diakses pada 19 November 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/kidney-infection/
Diakses pada 19 November 2018.

Back to Top