Ternyata batuk bisa menyebarkan infeksi bakteri.
Penularan infeksi bakteri bisa terjadi melalui batuk.

Bakteri adalah organisme bersel tunggal yang dapat hidup di mana saja, termasuk pada tumbuhan, hewan, manusia, dan di lingkungan sekitar kita. Meskipun kata bakteri merujuk pada konotasi negatif, sebenarnya hampir secara keseluruhan, bakteri tidak membahayakan manusia, dan bahkan beberapa bakteri bersifat menguntungkan.

Bakteri yang berbahaya bagi manusia disebut sebagai bakteri patogen, atau yang dapat menyebabkan penyakit di dalam tubuh. Bakteri patogen dapat mengakibatkan infeksi bakteri yang ditandai dengan proliferasi atau perkembangbiakan bakteri tersebut dalam tubuh. Kondisi ini dapat terjadi di bagian tubuh mana saja.

Gejala dari infeksi bakteri bergantung dari lokasi infeksi dan jenis bakteri yang menginfeksi. Berikut ini beberapa gejala umumnya dapat terjadi pada infeksi bakteri, berdasarkan lokasi dan penyebabnya:

1. Infeksi bakteri pada kulit

Infeksi bakteri pada kulit yang umumnya disebabkan oleh bakteri Gram positif Staphylococcus dan Streptococcus. Infeksi bakteri di kulit dapat menimbulkan gejala berupa:

  • Selulitis atau peradangan pada jaringan kulit: Nyeri, kulit menjadi kemerahan, dan kulit terasa  hangat ketika diraba
  • Folikulitis: Infeksi pada folikel rambut yang dapat menyebabkan kulit menjadi kemerahan dan bengkak seperti jerawat.
  • Impetigo: Infeksi kulit yang menyebabkan kulit nampak berkerak berwarna kuning, atau kulit dapat terlihat seperti lepuhan.

2. Infeksi bakteri akibat makanan

Infeksi bakteri akibat makanan (foodborne infection), umumnya menimbulkan gejala berupa mual, muntah, diare, demam, menggigil, dan nyeri perut. Namun, ada beberapa gejala khusus pada infeksi bakteri yang menyebabkan foodborne infection, seperti:

  • Campylobacter jejuni, yang umumnya memicu diare disertai kram perut dan demam
    Clostridium botulinum, penyebab infeksi yang mengancam jiwa karena produksi neurotoksin yang dihasilkan.
  • Escherichia coli O157:H7, yang menyebabkan diare (umumnya disertai darah), mual, muntah, demam, dan kram perut
  • Listeria monocytogenes, yang menyebabkan demam, nyeri otot, dan diare
    Salmonella, yang menyebabkan demam tifoid, diare, dan kram perut yang berlangsung selama 4-7 hari.
  • Vibrio, yang menyebabkan kolera (diare dengan warna dan bau khas), serta infeksi kulit, apabila terjadi kontak dengan kulit yang luka

3. Infeksi bakteri akibat penyakit menular seksual

Infeksi bakteri akibat penyakit menular seksual (PMS) yang dapat disebabkan oleh Chlamydia trachomatis, Neisseria gonorrhea, Treponema pallidium, dan bakteri penyebab vaginosis bakterial. Tidak ada gejala tertentu pada tiap bakteri penyebab PMS.

4. Infeksi bakteri lain

Infeksi bakteri lainnya seperti meningitis bakterial, otitis media, infeksi saluran kemih, infeksi saluran pernapasan, dan beberapa lokasi lain

Bakteri dapat hidup di berbagai macam iklim, lokasi, mudah ditemukan di baik di udara, air, dan tanah. Namun, tidak semua bakteri menyebabkan infeksi atau bersifat patogenik. Hanya bakteri patogenlah yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia.

Bakteri patogen akan menimbulkan infeksi bakteri ,bila bakteri tersebut berhasil masuk ke dalam tubuh dan mulai berkembang biak. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui beberapa jalur masuk bakteri patogenik ke tubuh manusia, yang menjadi penyebab infeksi bakteri. Berikut ini beberapa jalan masuk bakteri patogen yang dapat menimbulkan infeksi bakteri:

  • Penularan melalui udara terjadi ketika bakteri dihirup, dibatukkan, dan keluar melalui bersin dari orang yang sakit, ke orang yang sehat. Hal ini bisa terjadi pada infeksi akibat bakteri Streptococcus pneumoniae penyebab pneumonia, dan Mycobacterium tuberculosis penyebab TBC.
  • Penularan fekal-oral (paparan bakteri dari tinja ke mulut) pada infeksi bakteri penyebab diare Salmonella, Escherichia coli, Vibrio cholera, dan Shigella dysentriae
  • Penularan melalui vektor atau perantara seperti pinjal seperti pada infeksi bakteri Rickettsia dan Borrelia
  • Penularan melalui luka pada kulit dan paparan bakteri di lingkungan sekitar, seperti pada infeksi bakteri Leptospira spp. penyebab leptospirosis dan Clostridium tetani penyebab tetanus
  • Penularan melalui hubungan seksual seperti pada infeksi bakteri penyebab gonore, klamidia, dan sifilis
  • Penularan melalui transfusi darah, seperti pada infeksi bakteri penyebab sifilis dan brucellosis
  • Penularan dari ibu ke anak seperti pada infeksi bakteri penyebab sifilis

Gejala klinis infeksi bakteri ditentukan oleh jenis bakteri yang menginfeksi dan lokasi terjadinya infeksi bakteri. Oleh karena itu, untuk menegakkan diagnosis infeksi bakteri, dokter akan melakukan penggalian riwayat medis dengan wawancara, melakukan pemeriksaan fisik, dan beberapa pemeriksaan penunjang, bergantung dari hasil wawancara dan pemeriksaan fisik. Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat membantu menegakkan diagnosis ada tidaknya infeksi bakteri antara lain:

  • Pemeriksaan pewarnaan seperti pewarnaan Gram atau Bakteri Tahan Asam (BTA)
  • Pemeriksaan kultur bakteri pada sampel klinis seperti darah, cairan serebrospinal, dan urine
  • Pemeriksaan serologi untuk mencari antigen bakteri atau antibodi yang terbentuk akibat infeksi bakteri tertentu
  • Pemeriksaan pencitraan, yang membantu diagnosis infeksi bakteri di daerah sistem pernapasan, otak, dan tulang
  • Pemeriksaan serum procalcitoninuntuk mencari adanya infeksi bakteri

Antibiotik adalah golongan obat yang berguna untuk melawan infeksi bakteri. Antibiotik bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan sel bakteri dan membunuh bakteri secara langsung. Jenis antibiotik yang diberikan bergantung dari jenis bakteri yang menginfeksi.

Durasi penggunaan antibiotik berbeda antarinfeksi bakteri satu dengan yang lain. Oleh karena itu, jangan mengonsumsi antibiotik tanpa anjuran dan resep dari dokter. Jika Anda mendapat antibiotik dari dokter, minumlah sesuai dengan anjuran untuk mencegah perburukan kondisi atau resistensi bakteri terhadap antibiotika.

Beberapa tindakan di bawah ini dapat membantu encegah timbulnya infeksi bakteri, seperti:

  • Menjaga kebersihan dan mencegah penularan bakteri dengan selalu mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan kamar mandi, atau setelah menyentuh benda-benda di tempat umum; mengurangi intensitas menyentuh mata, hidung, dan mulut bila tangan sedang kotor; dan menutup mulut dan hidung pada saat bersin atau batuk. Tindakan ini efektif untuk mencegah infeksi bakteri dengan penularan melalui kontak langsung dari udara, fekal-oral, dan lingkungan.
  • Menghindari perilaku seks bebas dan selalu menggunakan kondom untuk mencegah infeksi bakteri terkait PMS
  • Menggunakan spray antiserangga untuk menghindari infeksi bakteri yang ditularkan oleh vektor atau perantara
  • Menjalani pemeriksaan atau skrining terhadap beberapa bakteri, sebelum kehamilan dan sebelum melakukan transfusi darah
  • Mendapatkan imunisasi, untuk mencegah beberapa penyakit yang disebabkan bakteri seperti pneumonia, meningitis, difteri, tetanus, dan pertussis

Berkonsultasilah dengan dokter apabila:

  • Mengalami gejala infeksi bakteri yang telah disebutkan di atas.
  • Ingin memastikan gejala klinis yang Anda alami adalah infeksi bakteri dan bukan penyakit lainnya
  • Ada orang di sekitar Anda yang memiliki gejala infeksi bakteri, dan Anda ingin tahu cara mencegah penularan infeksi bakteri
  • Ingin mengetahui obat-obatan atau tindakan yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi infeksi bakteri

Sebelum pemeriksaan, siapkan catatan yang berisi informasi tentang:

  • Gejala yang dirasakan
  • Waktu kemunculan gejala infeksi bakteri
  • Orang-orang di sekitar Anda dengan gejala serupa
  • Semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi
  • Pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, termasuk kemungkinan penyakit selain infeksi bakteri dengan gejala serupa

Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Sebaiknya Anda memberikan jawaban jelas, agar dokter bisa mendiagnosis dengan baik.

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala tersebut timbul?
  • Apakah terjadi pembesaran kelenjar di daerah leher?
  • Apakah Anda bertukar alat makan dengan orang yang memiliki gejala serupa?
  • Apakah Anda telah mendapatkan imunisasi lengkap?
  • Apakah ada orang di sekitar Anda yang memiliki gejala serupa akhir-akhir ini?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah dicoba?

Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis infeksi bakteri.

On Health. https://www.onhealth.com/content/1/bacterial_infections
Diakses pada 08 Januari 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/bacterialinfections.html
Diakses pada 08 Januari 2020

WHO. Microbial fact sheets. https://www.who.int/water_sanitation_health/dwq/gdwq3_11.pdf
Diakses pada 08 Januari 2020

Artikel Terkait