Kulit & Kelamin

Impotensi

Diterbitkan: 30 Jan 2019 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Indra Wijaya
image Impotensi
Risiko terkena impotensi akan meningkat dengan bertambahnya umur.
Impotensi merupakan ketidakmampuan mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Kondisi tidak normal ini dapat dialami oleh pria dewasa dengan usia berapa pun. Risiko terkena impotensi dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Impotensi dapat juga disebabkan oleh kondisi medis tertentu, obat-obatan, trauma, atau pengaruh luar.
Impotensi
Dokter spesialis Urologi
Gejala yang ditimbulkan pada seseorang yang mengalami impotensi, antara lain:
  • Kesulitan mendapatkan ereksi
  • Kesulitan menjaga ereksi
  • Hasrat seksual yang berkurang
Penyebab dari kondisi pria tidak dapat mempertahankan atau mendapatkan ereksi biasanya karena:
  • Efek emosional seperti stres dan cemas
  • Gaya hidup tidak sehat, seperti terlalu banyak minum alkohol, terlalu banyak merokok, dan kelelahan
  • Faktor penyakit lain seperti diabetes, hipertensi, cedera otak atau sumsum tulang belakang, kadar hormon testosteron yang rendah, multiple sclerosis, atau penyakit Parkinson
  • Faktor operasi prostat atau kandung kemih
  • Faktor terapi pada testis
  • Faktor obat-obatan, seperti antidepresan dan obat tekanan darah tinggi
Impotensi mudah untuk didiagnosis. Dokter akan memeriksa dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mengajukan beberapa pertanyaan untuk memastikan penyebab impotensi. Untuk melengkapi diagnosis dan memastikannya, biasanya dokter akan melakukan tes darah dan urine. Pada beberapa kasus, pemeriksaan lain juga dapat dilakukan. Dokter akan menentukan tes apa saja yang tepat untuk melakukan diagnosis.
Dokter akan merekomendasikan pengobatan atau perawatan yang tepat, namun untuk mengobati impotensi biasanya dokter akan merekomendasikan beberapa cara, di antaranya:
  • Obat oral seperti Viagra atau Cialis yang digunakan untuk membantu mencapai atau mempertahankan ereksi. Obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh seseorang yang memiliki penyakit jantung.
  • Memperbaiki gaya hidup dengan berhenti merokok, mengurangi konsumsi alkohol, berolahraga minimal 2 kali seminggu, menjaga berat badan yang sehat, dan menghindari konsumsi narkoba.
  • Melakukan meditasi atau terapi untuk mengurangi stres dan kecemasan.
Impotensi dapat dicegah dengan gaya hidup yang sehat dan mengelola kondisi kesehatan, seperti:
  • Berolahraga secara teratur
  • Lakukan langkah-langkah untuk mengurangi stres
  • Obati kecemasan, depresi atau kesehatan mental lainnya dengan berkonsultasi dengan konselor
  • Berhenti merokok, batasi minum alkohol, dan tidak menggunakan obat-obatan terlarang
  • Temui dokter untuk pemeriksaan rutin dan skrining medis
  • Berkonsultasi dengan dokter untuk mengobati diabetes, penyakit jantung, atau kondisi kesehatan kronis lain
Temui dokter jika mengalami masalah ereksi, seperti:
  • Memiliki gejala lain disertai dengan disfungsi ereksi
  • Memiliki diabetes, penyakit jantung, atau kondisi kesehatan lain yang terkait dengan disfungsi ereksi
  • Khawatir mengenai ereksi atau mengalami masalah seksual lain seperti ejakulasi dini atau ejakulasi yang tertunda
Persiapkan terlebih dahulu daftar gejala yang dialami, informasi pribadi, obat yang dikonsumsi, dan pertanyaan untuk disampaikan kepada dokter, seperti:
  • Apa penyebab dari masalah ereksi?
  • Apa pengobatan dan perawatan yang direkomendasikan?
  • Jenis tes apa yang harus dilakukan?
  • Apa saja efek samping dari obat yang disarankan?
  • Bagaimana cara untuk mengelola kondisi kesehatan lain yang disertai dengan disfungsi ereksi?
  • Apa pantangan yang harus dilakukan?
  • Apakah saya harus berkonsultasi dengan dokter spesialis?
  • Apakah Anda memiliki media cetak lain yang direkomendasikan?
Dokter akan memeriksa Anda dan menyampai beberapa pertanyaan untuk memperkuat diagnosisnya. Pertanyaan yang biasanya diajukan, antara lain:
  • Apa saja gejala yang dialami?
  • Apakah Anda memiliki kondisi kesehatan kronis lain selain yang dialami?
  • Apakah Anda mengalami ereksi selama masturbasi, dengan pasangan, atau saat tidur?
  • Apakah pasangan memiliki masalah seksual?
  • Kapan mengalami gejala tersebut?
  • Apakah Anda minum alkohol? Seberapa sering dan seberapa banyak?
  • Apakah Anda menggunakan obat-obatan terlarang?
  • Obat apa yang Anda konsumsi?
  • Apakah Anda mengalami gelisah, tertekan, atau stres?
  • Apakah masalah ereksi ini terjadi sepanjang waktu atau hanya sesekali?
  • Apa yang membuat gejala membaik dan memburuk?
  • Apakah Anda pernah didiagnosis masalah kesehatan lain?
  • Apakah pernah mengalami perubahan hasrat seksual?
Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/erectile-dysfunction
Diakses pada 29 November 2018
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/erectile-dysfunction
Diakses pada 28 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/erectile-dysfunction/symptoms-causes/syc-20355776
Diakses pada 28 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/erection-problems-erectile-dysfunction
Diakses pada 28 November 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Ini Usia Ideal Menikah! Bisa Jadi Jawaban Kalau Ditanya, "Kapan Kawin?"

Usia legal menikah di Indonesia tergolong sangat muda, yaitu 16 tahun untuk perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki. Padahal, usia ideal menikah sebenarnya jauh lebih tinggi, daripada usia tersebut. Pada saat menikah di usia muda, terdapat risiko seperti komplikasi saat hamil, hingga perceraian.
13 Jun 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Di Indonesia, usia legal menikah masih jauh lebih muda, dibanding usia ideal menikah pada pria ataupun wanita

Cara Merangsang Puting Pria untuk Seks yang Semakin Bergairah

Puting pria dapat memberikan rangsangan sehingga mampu meningkatkan gairah saat melakukan hubungan seksual. Bagaimana cara merangsang puting payudara pria?Baca selengkapnya
Puting pria dapat memberikan rangsangan sehingga mampu meningkatkan gairah seksual

Testosteron Rendah, Ini Gejala dan Terapi Penyembuhannya

Testosteron rendah atau hipogonadisme bisa menyebabkan berbagai masalah serius pada pria. Testosteron merupakan hormon yang memengaruhi pembentukan karakteristik dan maskulinitas seorang pria.
13 Jun 2019|dr. M. Helmi A.
Baca selengkapnya
Testosteron rendah dalam hubungan rumah tangga