Impetigo

Ditinjau dr. Fridawati
Gejala impetigo biasanya berupa bisul merah yang pecah dengan cepat, muncul dalam beberapa hari dan membentuk kerak berwarna cokelat kekuningan.
Impetigo seringkali muncul pada wajah, terutama di bagian hidung dan mulut.

Pengertian Impetigo

Impetigo adalah infeksi kulit yang menular dan biasa terjadi pada bayi dan anak-anak. Impetigo biasanya muncul sebagai bisul dan luka kemerahan pada wajah, terutama di hidung, mulut, tangan dan kaki. Luka tersebut akan membesar dan berwarna cokelat kemerahan. Perawatan dengan antibiotik sangat disarankan untuk membantu mencegah penyebaran impetigo kepada orang lain. Sangat penting untuk tetap menjaga anak yang terkena impetigo tetap berada di rumah, sehingga tidak terjadi penularan, selama biasanya 24 jam setelah mulai mengonsumsi antibiotik. 

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala dan tanda dari impetigo bisa berupa bisul merah yang pecah dengan cepat, muncul dalam beberapa hari dan membentuk kerak berwarna cokelat kekuningan. Luka biasanya terjadi pada daerah hidung dan mulut, tetapi dapat menyebar ke area tubuh lainnya melalui sentuhan, pakaian dan handuk. Gatal dan luka umumnya tidak terlalu parah. Bentuk impetigo lainnya disebut impetigo bullosa, yang dapat menyebabkan lepuhan pada bayi dan anak kecil.

Tanda Impetigo

Terlihat seperti bintik/bisul berukuran rata-rata sebesar biji jagung di kulit yang:

  • Membesar
  • Menyebar pada bagian lain dari tubuh
  • Gatal
  • Terkadang sakit atau perih

Penyebab

Anak-anak atau orang dewasa dapat tertular bakteri impetigo ketika berkontak langsung dengan luka impetigo, atau dengan barang yang telah terpapar bakteri seperti pakaian, kain linen, handuk bahkan mainan.

Faktor Risiko

  • Umur: Anak berumur 2-5 tahun berisiko lebih tinggi.
  • Situasi Ramai: Impetigo menyebar sangat mudah di sekolah dan taman bermain anak.
  • Udara yang hangat dan lembap: Infeksi impetigo sering terjadi pada musim panas.
  • Olahraga Tertentu: Mengikuti olahraga yang melakukan kontak antarkulit seperti football dan gulat, meningkatkan risiko terhadap impetigo.
  • Luka pada Kulit: Bakteri yang menyebabkan impetigo seringkali masuk melalui luka kecil pada kulit, gigitan serangga atau ruam.

Orang dewasa dan penderita diabetes atau dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah juga akan mudah tertular impetigo.

Komplikasi

Impetigo tidak berbahaya dan luka ringan yang terbentuk akibat infeksi akan sembuh perlahan. Namun, ada pula yang menimbulkan komplikasi seperti:

  • Selulitis
    Infeksi serius yang berdampak pada lapisan di bawah kulit ini akan menyebar ke kelenjar getah bening dan pembuluh darah. Selulitis yang tidak diobati dapat membahayakan nyawa penderita.
  • Masalah pada Ginjal
    Salah satu tipe bakteri yang menyebabkan impetigo juga dapat merusak ginjal.
  • Jaringan Parut
    Bekas bisul dapat menjadi jaringan parut yang meninggalkan bekas.

Diagnosis

Dokter biasanya mendiagnosis impetigo dengan melihat luka khas. Tes laboratorium biasanya tidak dibutuhkan. Jika luka tidak sembuh meskipun sudah menggunakan antibiotik, dokter akan mengambil sampel produksi cairan dari luka untuk melihat tipe antibiotik yang akan berfungsi. Beberapa tipe bakteri dapat menyebabkan impetigo dan bisa menjadi kebal terhadap beberapa obat antibiotik.  

Pengobatan

Penyembuhan impetigo biasanya menggunakan salep antibiotik atau krim yang langsung dioleskan ke bagian yang terinfeksi. Penderita dapat merendam area yang terinfeksi dengan air hangat, atau menggunakan kompres yang basah untuk menghilangkan keropeng, sehingga salep antibiotik dapat menembus ke dalam kulit. 

Jika penderita hanya memiliki beberapa luka impetigo, dokter mungkin akan menuliskan resep obat antibiotik. Pastikan untuk menghabiskan seluruh obat yang diresepkan walaupun infeksinya sudah sembuh. Hal ini membantu mencegah infeksi berulang maupun resistensi terhadap antibiotik.  

Pencegahan

Menjaga kulit tetap bersih adalah cara yang baik untuk mencegah impetigo. Sangat penting untuk mencuci luka, goresan, gigitan serangga dan luka lain secepatnya. Berikut ini adalah cara mencegah impetigo menular pada orang lain:

  • Cuci area yang terinfeksi dengan air mengalir dan kemudian tutupi dengan kain kasa.
  • Cuci pakaian orang yang terinfeksi, linen dan handuk setiap hari. Jangan berbagi penggunaan barang-barang tersebut, terutama oleh anggota keluarga.
  • Gunakan sarung tangan ketika mengoleskan salep antibiotik dan cuci tangan setelahnya.
  • Potong kuku anak untuk mencegah luka akibat garukan.
  • Sering mencuci tangan.
  • Jagalah anak yang tertular tetap berada di dalam rumah, sampai dokter mengatakan bahwa anak sudah tidak berpotensi menularkan penyakit.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika mencurigai adanya impetigo pada diri Anda maupun anak, berkonsultasilah dengan dokter kulit atau dokter anak. Yang harus Anda lakukan adalah:

  • Tuliskan gejala yang dialami.
  • Tuliskan obat-obatan, vitamin dan suplemen yang dikonsumsi.
  • Tuliskan Informasi penting, termasuk kondisi lain.
  • Buat daftar pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Apa yang Akan Ditanyakan oleh dokter?

  • Kapan luka mulai terjadi?
  • Seperti apa lukanya ketika pertama kali muncul?
  • Apakah Anda memiliki luka belakangan ini, goresan, atau gigitan serangga pada area yang terinfeksi?
  • Apakah lukanya gatal atau sakit?
  • Apa yang membuat lukanya membaik atau memburuk?
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/impetigo/symptoms-causes/syc-
20352352
diakses pada 2 oktober 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/impetigo/
diakses pada 2 oktober 2018.

Back to Top