Infeksi

Impetigo

15 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Impetigo
Impetigo seringkali muncul pada wajah, terutama di bagian hidung dan mulut.
Impetigo adalah infeksi kulit menular yang biasa terjadi pada bayi dan anak-anak. Impetigo biasanya muncul sebagai bisul dan luka kemerahan pada wajah, terutama di hidung, mulut, tangan dan kaki. Luka tersebut akan membesar dan berwarna cokelat kemerahan.Bakteri penyebab impetigo biasanya berkembang dalam kondisi panas dan lembap. Jadi, kasus impetigo juga cenderung musiman jika terjadi di negara 4 musim. Sementara itu, di negara tropis seperti Indonesia, penyakit ini dapat terjadi sepanjang waktu.Diperkirakan 162 juta anak di seluruh dunia mengalami impetigo pada satu waktu. Impetigo lebih sering terjadi di negara berkembang. Namun, jumlah kasus tertinggi yang tercatat berasal dari daerah Oseania, yang meliputi Australia, Selandia Baru, dan beberapa negara lain.Perawatan dengan antibiotik sangat disarankan untuk membantu mencegah penyebaran impetigo kepada orang lain. Sangat penting untuk tetap menjaga anak yang terkena impetigo agar tetap berada di rumah, setidaknya 24 jam setelah mulai mengonsumsi antibiotik. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan.
Impetigo
Dokter spesialis Anak, Kulit
GejalaBintik seukuran biji jagung memerah yang gatal, membentuk kerak berwarna cokelat kekuningan, lokasi di pinggir bibir dan menyebar pada bagian lain tubuh
Faktor risikoAnak berumur 2-5 tahun, udara yang hangat dan lembap, luka pada kulit
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik, pemeriksaan cairan luka
PengobatanKompres luka, krim antibiotik
ObatSalep antibiotik
KomplikasiSelulitis, masalah ginjal, jaringan parut
Kapan harus ke dokter?Jika terdapat gejala bintik seukuran biji jagung memerah yang gatal, membentuk kerak berwarna cokelat kekuningan, lokasi di pinggir bibir dan menyebar pada bagian lain tubuh
Impetigo dapat memengaruhi kulit di bagian tubuh manapun, tetapi paling sering terjadi di sekitar hidung, mulut, tangan, dan lengan bawah, pada balita sering terjadi di area popok. Impetigo umumnya terlihat seperti bintik atau bisul berukuran rata-rata sebesar biji jagung di kulit yang:
  • Membesar
  • Menyebar pada bagian lain dari tubuh
  • Gatal
  • Terkadang sakit atau perih
Gejala impetigo berdasarkan jenis:
  • Impetigo bullosa: kondisi yang dapat menyebabkan lepuhan pada kulit bayi dan anak kecil. gejalanya berupa lepuhan kuning, terasa gatal dan nyeri, dapat pecah dan menyebar ke kulit sekitarnya. Setelah sembuh dapat menimbulkan koreng kekuningan namun dapat hilang dengan sendirinya
  • Impetigo krustosa: kondisi ini berupa koreng pada kulit disertai dengan iritasi kulit, gatal dan dapat menjadi luka kecokelatan ketika digaruk. Biasanya terjadi di daerah hidung dan mulut.
Baca juga: Cacar Monyet: Memahami Perbedaan Monkeypox dengan Impetigo
Impetigo adalah infeksi kulit yang disebabkan bakteri. Jenis bakteri yang paling sering menyebabkan impetigo adalah Streptococcus dan Staphylococcus aureusBakteri tersebut bisa masuk ke tubuh melalui luka di kulit akibat cedera, goresan, gigitan serangga, atau ruam akibat penyakit kulit. Setelah bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh, mereka akan berkembang biak dan menyerang tubuh. Anak-anak atau orang dewasa dapat tertular bakteri impetigo ketika berkontak langsung dengan luka impetigo, atau dengan barang yang telah terpapar bakteri seperti pakaian, kain linen, handuk bahkan mainan.

Faktor Risiko 

Sejumlah faktor berikut dapat meningkatkan risiko terkena impetigo, antara lain:
  • Umur: Anak berumur 2-5 tahun berisiko lebih tinggi.
  • Lingkungan yang padat: infeksi ini menyebar sangat mudah di sekolah dan taman bermain anak.
  • Udara yang hangat dan lembap: Infeksi sering terjadi pada musim panas.
  • Olahraga tertentu: Mengikuti olahraga yang melakukan kontak antarkulit seperti football dan gulat, meningkatkan risiko terhadap infeksi ini.
  • Luka pada kulit: Bakteri penyebab impetigo sering kali masuk melalui luka di kulit. Maka anak yang memiliki luka akibat sengatan matahari (sunburn), luka bakar, bekas gigitan serangga atau ruam yang diakibatkan penyakit kulit seperti kudis, herpes simplex atau cacar air dapat lebih rentan terpapar oleh bakteri. 
  • Kondisi medis tertentu: Orang dewasa, apalagi anak-anak, yang menderita diabetes atau memiliki sistem kekebalan tubuh rendah seperti HIV  lebih mudah tertular infeksi ini.
Dokter biasanya mendiagnosis impetigo dengan melihat luka khas impetigo. Tes laboratorium biasanya tidak dibutuhkan. Jika luka tidak sembuh meskipun sudah menggunakan antibiotik, dokter akan mengambil sampel produksi cairan dari luka untuk melihat tipe antibiotik yang akan berfungsi. Pasalnya, beberapa tipe bakteri penyebab impetigo bisa jadi kebal terhadap beberapa obat antibiotik.
Impetigo dapat diobati dengan antibiotik, baik sebagai salep atau obat yang diminum, dengan pengaturan sebagai berikut:
  • Pemberian salep antibiotik selama 5 hari untuk ruam dan bisul impetigo yang hanya mempengaruhi area kecil kulit, terutama bentuk non-bulosa. Pilihan pertama antibiotik topikal (oles) yang biasa diberikan adalah mupirocin dan asam fusidat
  • Pemberian tablet atau cairan antibiotik untuk diminum selama 7-10 hari untuk ruam dan bisul impetigo telah menyebar ke berbagai area di tubuh atau pada kasus impetigo yang tidak juga sembuh setelah diberi salep antibiotik. Dokter dapat meresepkan antibiotik dari golongan penisilin atau kombinasi amoksisilin dan asam klavulanat. 
Pastikan untuk menghabiskan seluruh obat yang diresepkan walaupun infeksinya sudah sembuh. Hal ini membantu mencegah infeksi berulang maupun resistensi terhadap antibiotik.

Perawatan ruam dan bisul 

Ketika infeksi mulai sembuh, lakukan langkah perawatan berikut ini:
  • Cuci kulit dengan lembut menggunakan kain kasa bersih dan sabun antiseptik setiap harinya. 
  • Rendam area kulit yang berkerak dengan air sabun hangat untuk membantu menghilangkan keropengnya. 
  • Agar impetigo tidak menyebar ke bagian lain tubuh, dokter atau perawat mungkin akan merekomendasikan untuk menutupi area yang terinfeksi dengan kain kasa dan selotip atau perban plastik yang longgar. 
  • Jaga agar kuku anak tetap pendek dan bersih untuk mencegah goresan untuk menghindari infeksi yang lebih buruk.
Baca jawaban dokter: Anak mengalami infeksi kulit yang tak kunjung sembuh, apa obatnya?

Komplikasi

Impetigo umumnya bukan penyakit yang berbahaya. Luka yang ditimbulkan biasanya bersifat ringan dan dapat sembuh secara perlahan. Namun, jika tidak ditangani dengan baik, impetigo dapat menimbulkan komplikasi seperti:
  • Selulitis, merupakan infeksi serius yang berdampak pada lapisan di bawah kulit. Kondisi ini dapat menjalar ke kelenjar getah bening dan pembuluh darah. Selulitis yang tidak diobati bahkan dapat membahayakan nyawa penderitanya.
  • Masalah pada ginjal. Sebab, salah satu tipe bakteri yang menyebabkan impetigo juga dapat merusak ginjal.
  • Jaringan parut. Bisul impetigo bisa berkembang menjadi jaringan parut yang meninggalkan bekas.
Menjaga kulit tetap bersih adalah cara yang baik untuk mencegah impetigo. Sangat penting untuk mencuci luka, goresan, gigitan serangga dan luka lain secepatnya. Berikut ini adalah cara mencegah impetigo menular pada orang lain:
  • Cuci area yang terinfeksi dengan air mengalir dan kemudian tutupi dengan kain kasa.
  • Cuci pakaian orang yang terinfeksi, linen dan handuk setiap hari. Jangan berbagi penggunaan barang-barang tersebut, terutama oleh anggota keluarga.
  • Gunakan sarung tangan ketika mengoleskan salep antibiotik dan cuci tangan setelahnya.
  • Potong kuku anak untuk mencegah luka akibat garukan.
  • Sering mencuci tangan.
  • Jagalah anak yang tertular tetap berada di dalam rumah, sampai dokter mengatakan bahwa anak sudah tidak berpotensi menularkan penyakit.
Baca juga: 7 Langkah Cuci Tangan yang Efektif Singkirkan Kuman
Jika mencurigai adanya impetigo pada diri Anda maupun anak, berkonsultasilah dengan dokter kulit atau dokter anak. 
Sebelum berkonsultasi dengan dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal berikut:
  • Membuat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Mencatat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Mencatat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat konsultasi. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Kapan luka mulai terjadi?
  • Seperti apa lukanya ketika pertama kali muncul?
  • Apakah Anda memiliki luka belakangan ini, goresan, atau gigitan serangga pada area yang terinfeksi?
  • Apakah lukanya gatal atau sakit?
  • Apa yang membuat lukanya membaik atau memburuk?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis impetigo agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
American Academy of Family Physicians. https://www.aafp.org/afp/2007/0315/p859.html
Diakses pada 10 September 2021
Dermnetnz. https://dermnetnz.org/topics/impetigo
Diakses pada 10 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/impetigo/symptoms-causes/syc-20352352
Diakses pada 10 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/impetigo#treatment
Diakses pada 10 September 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/impetigo/
Diakses pada 2 oktober 2018
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/impetigo.html
Diakses pada 10 September 2021
Center for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/groupastrep/diseases-public/impetigo.html
Diakses pada 10 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email