Perut

Ileus

13 Jul 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Ileus
Ketika ileus terjadi, komponen makanan tidak dapat keluar dari saluran pencernaan
Ileus adalah kondisi yang terjadi ketika gerakan usus terhenti sehingga menyebabkan makanan tersumbat di dalam usus. Hal ini paling sering terjadi setelah seseorang menjalani operasi di area perut.Ketika masuk ke dalam tubuh, makanan akan dicerna di lambung untuk selanjutnya dialirkan menuju usus halus dan usus besar. Panjang usus halus bisa mencapai 6 meter dan sepanjang itu pula makanan harus menempuh perjalanan agar sisa pencernaan dapat dikeluarkan.Pada kondisi normal, otot-otot usus akan berkontraksi agar dapat mendorong makanan (gerakan peristalsis). Namun ketika ileus terjadi, komponen makanan tidak dapat keluar dan menyebabkan penyumbatan di usus.Ileus adalah masalah kesehatan yang berbahaya. Selain menimbulkan ketidaknyamanan pada perut, jika dibiarkan, ileus dapat menyebabkan perforasi atau robekan pada usus. Di samping itu, bagian usus yang mengandung banyak kuman dapat keluar ke rongga tubuh dan mengancam jiwa penderitanya.Oleg karena itu, penanganan ileus perlu dilakukan secepatnya. Pengobatan ileus terdiri dari pemberian obat-obatan dan tindakan medis.Baca juga: Fungsi Usus Halus yang Sangat Besar dalam Pencernaan Makanan
Ileus
Dokter spesialis Bedah
GejalaKram perut, perut terasa begah, konstipasi
Faktor risikoKonsumsi obat-obatan tertentu, infeksi di sekitar usus, gangguan elektrolit dan mineral
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes pencitraan, tes darah
PengobatanPuasa, obat-obatan, operasi
ObatObat pereda nyeri
KomplikasiNekrosis atau kematian jaringan, peritonitis atau infeksi rongga perut
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami gejala seperti perut membengkak, nyeri perut yang tak kunjung hilang, sulit buang air besar
Gejala ileus umumnya meliputi:
  • Kram perut
  • Kehilangan nafsu makan
  • Perut terasa penuh (begah)
  • Konstipasi atau sembelit yang membuat sulit buang air besar (BAB)
  • Tidak bisa kentut
  • Perut yang membesar
  • Mual
  • Muntah, dengan komponen mirip feses
Ketika ileus terjadi, gerakan peristaltik yang melibatkan kontraksi serta relaksasi otot di usus berhenti. Akibatnya, makanan yang seharusnya dialirkan ke sepanjang usus ikut terhenti. Hal ini dapat mencegah lewatnya partikel makanan, gas, dan cairan di saluran pencernaan.  Jika penderitanya terus mengonsumsi makanan, terutama dalam bentuk padat, akan terjadi penumpukan komponen makanan tersebut. Hal ini kemudian menyebabkan obstruksi pada sebagian atau seluruh usus.Berdasarkan penyebabnya, ileus bisa dikelompokkan dalam dua jenis, yaitu ileus mekanik (obstruksi) serta ileus paralitik.Ileus mekanik (obstruksi)Jenis ileus ini disebabkan oleh sumbatan seperti tumor, volvulus, dan hernia.Ileus paralitikJenis ileus ini adalah ileus yang paling sering terjadi. Penyebab yang paling umum adalah prosedur operasi pada area perut. Sebab, operasi pada usus dapat memicu terjadinya kondisi seperti berikut ini:
  • Gerak peristaltik normal pada usus menjadi melambat.
  • Obat-obatan yang diresepkan setelah operasi dapat memengaruhi pergerakan usus.
  • Jaringan parut yang terbentuk pasca operasi dapat menyebabkan penyumbatan
Selain penyebab di atas, beberapa faktor berikut ini juga dapat memicu terjadinya ileus.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu yang dapat menghentikan gerakan usus, misalnya obat opioid penghilang rasa sakit atau obat antikolinergik (biasanya untuk melawan penyakit pada kandung kemih).
  • Infeksi di sekitar usus, seperti infeksi usus buntu atau diverticulitis.
  • Gangguan elektrolit dan kadar mineral dalam tubuh.
  • Cedera pembuluh darah arteri di area perut.
  • Kondisi medis tertentu, seperti gagal ginjal, serangan jantung, hipotiroid, atau cystic fibrosis
  • Kondisi yang menyebabkan sumbatan pada usus, misalnya hernia, volvulus, atau tumor
  • Intussuception pada anak-anak, yakni suatu kondisi yang terjadi saat suatu bagian dari usus menimpa bagian yang lain sehingga terjadi penutupan saluran.
 Dalam mendiagnosis ileus, dokter akan melakukan tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang lainnya. Berikut ini penjelasannya:

Tanya jawab

Dokter akan mengajukan pertanyaan mengenai gejala yang dialami oleh pasien. Begitu juga dengan riwayat pengobatan, riwayat operasi, dan kondisi medis lain yang dimiliki oleh pasien.

Pemeriksaan fisik

Pada pemeriksaan ini, dokter akan memantau tanda-tanda ileus, seperti pembesaran atau nyeri pada perut. Dokter juga menggunakan stetoskop untuk memeriksa bunyi usus pada perut pasien yang disebut dengan bising usus.Ileus obstruktif dan paralitik dapat dibedakan dari bising usus yang terdengar. Pada ileus obstruktif, akan terdengar bunyi gerak usus yang meningkat. Sebaliknya, pada ileus paralitik, peningkatan bising usus tidak akan terdengar.

Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan penunjang juga akan dilakukan oleh dokter untuk memastikan diagnosis. Beberapa di antaranya meliputi:
  • X-ray

Dari pemeriksaan ini, dokter dapat mendeteksi gas yang atau adanya sumbatan pada usus. Berdasarkan hasil foto X-ray atau rontgen hasil diagnosis ileus diterjemahkan dalam hasil berikut ini.- Ileus obstruktif: pelebaran usus, adanya sumbatan, tidak terdapat udara pada rektum, serta air-fluid level atau batas antara udara dan cairan
- Ileus paralitik: adanya udara di rektum serta melebarnya usus besar dan kecil
Akan tetapi, rontgen bukanlah pemeriksaan yang akurat untuk mendiagnosis ileus.
  • CT scan

Hasil pemeriksaan CT scan lebih detail daripada rontgen dan dapat membantu dokter dalam mengidentifikasi lokasi terjadinya ileus.
  • Ultrasonografi (USG)

USG lebih sering digunakan untuk pasien anak-anak.
  • Barium enema

Pada pemeriksaan ini, barium sulfat akan dimasukkan ke dalam usus, kemudian dokter akan melakukan foto X-ray perut. Tes barium enema dapat membantu dokter dalam mengecek ada tidaknya sumbatan pada usus.
  • Pemeriksan laboratorium

Jika terjadi muntah berulang maka akan dilakukan pemeriksaan elektrolit seperti natrium, kalium. Serta memeriksa analisa gas darah, untuk mendeteksi adanya alkalosis metabolik sebagai komplikasi kekurangan cairan akibat muntah berulang.Baca juga: Pemeriksaan Bising Usus Normal untuk Deteksi Penyumbatan Usus, Siapa yang Perlu?
 
Pengobatan ileus tergantung pada tingkat keparahannya. Jika gerakan usus terhenti secara parsial (tidak terhenti seutuhnya), dokter dapat menyarankan upaya berikut ini:
  • Pembatasan konsumsi makanan atau minuman
Jika kondisi pasien masih stabil, dokter dapat merekomendasikan diet rendah serat (makanan seperti nasi atau roti putih). Meskipun gerakan usus terhenti, masih ada ruang bagi makanan yang mudah dicerna untuk lewat. Namun ketika kondisi pasien bertambah parah, dokter memberikan infus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan elektrolitnya.
  • Pemberian obat pereda rasa sakit
Dokter juga dapat meresepkan obat pereda rasa sakit untuk mengurangi rasa nyeri yang dialami oleh pasien.Akan tetapi, jika gerakan usus terhenti sepenuhnya, hal ini merupakan darurat medis. Penanganan yang dilakukan juga berbeda, antara lain melalui:
  • Tindakan operasi
Dokter akan melakukan tindakan operasi dengan metode laparotomi bagi sumbatan usus dengan komplikasi seperti sepsis, iskemia, gangguan hemodinamik.  
  • Penggunaan stent pada usus
Untuk pasien yang tidak bisa menjalani operasi, misalnya lansia atau penderita kanker usus, maka pemasangan stent dapat dilakukan.Stent, dikenal juga dengan nama ring, merupakan silinder kecil dari logam atau plastik yang dimasukkan ke dalam pembuluh agar tetap terbuka. Pada pasien ileus yang tidak memungkinkan untuk dioperasi, stent digunakan untuk menjaga agar usus tetap terbuka. Dengan begini, makanan dapat melewati usus.Untuk ileus paralitik, perawatannya akan diberikan berdasarkan peyebab yang mendasarinya. Ileus akibat operasi biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam 2-4 hari setelah operasi.Akan tetapi, berberapa pasien yang kondisinya tidak kunjung membaik dapat menjalani perawatan yang umum diberikan pada ileus paralitik.Beberapa perawatan yang dapat disarankan oleh dokter yaitu:
  • Pemberian obat-obatan
Jika penyebab ileus adalah obat-obatan tertentu, dokter mungkin dapat meresepkan obat lain yang diberikan bertujuan untuk merangsang gerakan usus. Contoh obat ini adalah metoklopramid.Selain itu jika memungkinkan, dokter juga dapat menghentikan pemberian obat-obatan yang dapat menyebabkan ileus.
  • Pemasangan selang nasogastrik (nasogastric tube/NGT)
Selang nasogastrik akan dipasang lewat hidung untuk mengurangi tekanan dan pembengkakan akibat menumpuknya gas dan cairan di usus. Pada beberapa kasus, dokter juga bisa memasang selang lewat anus ke usus besar untuk mengurangi tekanan pada usus besar.
  • Operasi ostomy
Pada kasus ileus yang parah, dokter mungkin harus mengangkat seluruh usus melalui operasi pembedahan. Dalam hal ini, dokter akan membuat kantong khusus yang disebut ostomy. Kantung tersebut memungkinkan kotoran mengalir dari saluran pencernaan pasien.KomplikasiJika tidak ditangani dengan tepat, ileus dapat menjadi kondisi yang serius serta membahayakan nyawa. Ada dua komplikasi ileus yang paling berbahaya, yaitu nekrosis dan peritonitis.
  • Nekrosis
Nekrosis adalah istilah untuk kematian sel yang terjadi secara tak alami. Kondisi ini timbul karena berhentinya gerakan usus saat ileus, yang dapat memotong peredaran darah ke area tersebut.Tanpa darah sebagai media perpindahan, oksigen tak dapat masuk ke jaringan otot, sehingga menyebaban otot tersebut mati. Jika jaringan otot pada usus mati, usus menjadi mudah robek dan isi usus tak bisa lagi tertampung. Robeknya jaringan otot pada usus disebut sebagai perforasi usus.
  • Peritonitis
Peritonitis adalah peradangan pada rongga perut karena infeksi bakteri atau jamur.Dalam kondisi normal, bakteri merupakan salah satu komponen dalam usus. Namun jika jaringan usus robek akibat ileus, bakteri dapat meluber keluar dari usus dan menjangkiti rongga perut. Apabila hal itu terjadi, kondisi lain yang dinamakan sepsis bisa timbul dan menyebabkan syok serta gagalnya fungsi organ.Baca jawaban dokter: Bengkak saat habis operasi usus tersumbat,  apa penyebabnya?
Sebagian besar kondisi yang menyebabkan ileus tidak dapat dicegah. Akan tetapi, ileus akibat kondisi medis tertentu (seperti tumor atau hernia) bisa Anda hindari dengan menangani penyakit yang mendasarinya.
Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Perut membengkak
  • Terus-menerus merasa sakit perut
  • Sulit buang air besar maupun kentut
  • Mual atau muntah
  • Perut terasa penuh atau begah setelah makan atau minum dengan jumlah sedikit
  • Demam dengan suhu 38ºC atau lebih
  • Perdarahan dari anus
  • Feses berwarna hitam
Sebelum menjalani pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat prosedur operasi yang pernah Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan gejala tersebut muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terhadap ileus?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis ileus. Dengan ini, pengobatan bisa diberikan secara tepat.
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/digestive-disorders/gastrointestinal-emergencies/ileus
Diakses pada 23 Maret 2021
Healthline https://www.healthline.com/health/ileus
Diakses pada 23 Maret 2021
WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/what-is-ileus#1
Diakses pada 23 Maret 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322149.php#diagnosis
Diakses pada 23 Maret 2021
AMBOSS. https://www.amboss.com/us/knowledge/Bowel_obstruction
Diakses pada 14 Januari 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000260.htm
Diakses pada 23 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email