Ileus adalah kondisi berhentinya gerakan usus yang menyebabkan komponen makanan tersumbat di dalam usus.

Pada kondisi normal, otot-otot usus akan berkontraksi untuk mendorong makanan. Namun ketika ileus terjadi, komponen makanan tidak dapat keluar dari saluran pencernaan dan menimbulkan ketidaknyamanan pada perut.

Berdasarkan penyebabnya, ileus bisa dikelompokkan dalam dua jenis di bawah ini:

  • Ileus mekanik atau obstruksi

Jenis ileus ini disebabkan oleh adanya sumbatan seperti tumor, volvulus, dan hernia.

  • Ileus paralitik

Kondisi ini disebabkan oleh infeksi abdomen, menggunakan obat-obatan opioid, antiparkinson, dan antikolinergik, serta riwayat operasi abdomen yang menyebabkan hilangnya gerakan peristaltik usus. 

Operasi di bagian perut termasuk penyebab paling sering dari ileus, terutama pada bedah yang melibatkan usus. Kondisi ini umumnya terjadi karena anestesi sebelum operasi akan memengaruhi pergerakan usus. Gejalanya biasa muncul selama 1 hingga 3 hari pascaoperasi. 

Ileus merupakan kondisi medis yang berbahaya karena dapat menyebabkan perforasi atau robekan pada usus jika tidak ditangani. Bagian usus yang mengandung banyak kuman dapat keluar ke rongga tubuh dan mengancam jiwa penderita. Karena itu, penanganan ileus perlu dilakukan secepatnya.

Gejala ileus umumnya meliputi:

  • Kram perut
  • Nafsu makan hilang
  • Perut terasa penuh (begah)
  • Konstipasi, yakni sulit buang air besar (BAB)
  • Tidak bisa kentut
  • Perut yang membesar
  • Mual
  • Muntah, dengan komponen mirip feses

Penyebab ileus yang paling sering adalah prosedur operasi pada area perut. Sedangkan pemicu lainnya bisa meliputi:

  • Konsumsi obat-obatan tertentu yang dapat menghentikan gerakan usus
  • Infeksi di sekitar usus, seperti infeksi usus buntu atau divertikulitis
  • Gangguan elektrolit dan kadar mineral dalam tubuh
  • Cedera pembuluh darah arteri di area perut
  • Kondisi medis tertentu, seperti gagal ginjal, serangan jantung, hipotiroid, atau cystic fibrosis
  • Kondisi yang menyebabkan sumbatan pada usus, misalnya hernia, volvulus, atau tumor

Dalam menentukan diagnosis ileus, dokter akan melakukan tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang lainnya. Berikut penjelasannya:

Tanya jawab

Dokter akan mengajukan pertanyaan terkait gejala yang dialami oleh pasien. Begitu juga dengan riwayat pengobatan, riwayat operasi, dan kondisi medis lain yang dimiliki oleh penderita.

Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa tanda-tanda ileus, seperti pembesaran atau nyeri pada perut. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan dengan stetoskop untuk mengecek bunyi usus pada perut pasien. 

Yang membedakan antara ileus obstruktif dan paralitik adalah saat mendengarkan bunyi perut dengan stetoskop akan terdengar bunyi gerak usus yang meningkat pada ileus obstruktif dan sebaliknya pada ileus paralitik tidak akan terdengar.

Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan penunjang berupa juga akan dilakukan oleh dokter guna memastikan diagnosis. Beberapa di antaranya meliputi:

  • X-ray

Dari pemeriksaan ini, tanda-tanda gas yang terjebak dan kemungkinan adanya sumbatan usus dapat dilihat. Akan tetapi, rontgen bukanlah pemeriksaan yang akurat untuk mendiagnosis ileus.

Pada foto x-ray akan didapatkan:

Ileus obstruktif: pelebaran usus, adanya sumbatan, tidak terdapat udara pada rektum, serta adanya air-fluid level atau adanya batas antara udara dan cairan.

Ileus paralitik: adanya udara di rektum dan melebarnya usus besar dan kecil.

  • CT scan

Hasil pemeriksaan CT scan lebih detail daripada rontgen dan dapat membantu dokter dalam mengidentifikasi lokasi terjadinya ileus.

  • Ultrasonografi (USG)

USG lebih sering digunakan untuk pasien anak-anak.

  • Barium enema

Pada pemeriksaan ini, barium sulfat akan dimasukkan ke dalam usus, kemudian dokter akan melakukan foto X-ray perut. Tes baruim enema dapat membantu dokter dalam mengecek ada tidaknya sumbatan pada usus.

  • Pemeriksan laboratorium

Jika terjadi muntah berulang maka akan dilakukan pemeriksaan elektrolit seperti natrium, kalium. Serta memeriksa analisa gas darah, untuk mendeteksi adanya alkalosis metabolik sebagai komplikasi kekurangan cairan akibat muntah berulang.

Pengobatan ileus tergantung pada tingkat keparahannya. Beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh dokter untuk menangani ileus meliputi:

  • Pembatasan konsumsi makanan atau minuman selama 1-3 hari

Selama periode ini, pasien akan diinfus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan elektrolitnya.

  • Pemberian obat pereda rasa sakit

Dokter juga dapat meresepkan obat pereda rasa sakit guna mengurangi rasa nyeri yang dialami oleh pasien.

  • Pemasangan selang nasogastrik (nasogastric tube/NGT)

Selang nasogastrik akan dipasang lewat hidung untuk mengurangi tekanan dan pembengkakan akibat menumpuknya gas dan cairan di usus. Pada beberapa kasus, dokter juga bisa memasang selang lewat anus ke usus besar guna mengurangi tekanan pada usus besar.

  • Tindakan operasi

Dokter akan melakukan tindakan operasi dengan indikasi adanya sumbatan usus dengan komplikasi seperti sepsis, iskemia, gangguan hemodinamik. Dokter dapat melakukan laparotimi. 

Apabila tidak ditangani, ileus dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa. Dinding usus bisa robek dan komponennya dapat keluar ke rongga perut. Peradangan yang muncul akibat kondisi ini akan menyebabkan syok dan kegagalan organ.

Sebagian besar kondisi yang menyebabkan ileus tidak dapat dicegah. Akan tetapi, ileus akibat kondisi medis tertentu (seperti tumor atau hernia) bisa Anda hindari dengan menangani penyakit yang mendasarinya.

Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala berikut:

  • Perut membengkak
  • Sakit perut yang tidak kunjung hilang
  • Sulit buang air besar atau kentut
  • Mual atau muntah
  • Perut terasa penuh atau begah setelah makan maupun minum dengan jumlah sedikit
  • Demam dengan suhu 38ºC atau lebih
  • Perdarahan dari anus
  • Feses berwarna hitam

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat prosedur operasi yang pernah Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan gejala tersebut muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait ileus?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis ileus. Dengan ini, pengobatan bisa diberikan secara tepat.

Healthline https://www.healthline.com/health/ileus
Diakses pada 14 Januari 2020

MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/home/digestive-disorders/gastrointestinal-emergencies/ileus
Diakses pada 14 Januari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/what-is-ileus#1
Diakses pada 14 Januari 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000260.htm
Diakses pada 14 Januari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322149.php#diagnosis
Diakses pada 14 Januari 2020

AMBOSS. https://www.amboss.com/us/knowledge/Bowel_obstruction
Diakses pada 14 Januari 2020

Artikel Terkait