Hypoactive Sexual Desire Disorder

Ditulis oleh Nina Hertiwi Putri
Ditinjau dr. Anandika Pawitri
Hypoactive sexual desire disorder merupakan gangguan seksual yang paling umum pada wanita.
Hypoactive sexual desire disorder merupakan gangguan seksual yang paling umum pada wanita.

Pengertian Hypoactive Sexual Desire Disorder

Hypoactive sexual desire disorder (HSDD) adalah hilangnya gairah untuk melakukan apapun yang berhubungan dengan seks. Tidak hanya hilang keinginan untuk berhubungan seksual, orang dengan HSDD juga bahkan tidak memikirkan segala hal yang berkaitan dengan seks.

Pengidap HSDD memiliki ciri bahwa kondisi hilangnya gairah seksual yang dialami, kemudian juga menimbulkan pengaruh pada kondisi mental, seperti stres atau rusaknya hubungan dengan pasangan. 

Pengaruh ke kesehatan mentalnya tersebutlah yang membedakan kondisi ini dari kondisi libido yang rendah. HSDD merupakan masalah seksual yang paling sering terjadi pada wanita.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Naik turunnya gairah seksual sebenarnya adalah hal yang lumrah terjadi. Sehingga, seseorang dapat dikatakan memiliki kondisi HSDD apabila telah hilangnya gairah seksual telah terjadi selama enam bulan atau lebih.

Hilangnya gairah seksual tersebut juga umumnya terjadi secara ekstrem, hingga memengaruhi hubungan dengan pasangan dan rasa percaya diri. Gejala lain yang dapat dikaitkan dengan HSDD meliputi:

  • Hanya sedikit memiliki ketertarikan atau tidak tertarik sama sekali dengan aktivitas seksual.
  • Tidak memikirkan sama sekali atau hanya memikirkan sedikit tentang hal yang berhubungan dengan seksual.
  • Tidak tertarik untuk memulai suatu aktivitas seksual.
  • Tidak mendapatkan kenikmatan dari aktivitas seksual.
  • Tidak terangsang meski area genital sudah distimulasi.

Penyebab

Banyak hal yang bisa menyebabkan terjadinya hypoactive sexual desire disorder. Berikut penyebab HSDD dari segi fisik:

  • Terdapat beberapa penyakit yang berkaitan dengan HSDD, seperti kanker payudara, diabetes, depresi, dan gangguan tiroid.
  • Adanya ketidakseimbangan kimia di otak. Kandungan zat kimia di otak yang tidak seimbang bisa menyebabkan terganggunya gairah seksual.
  • Penggunaan obat jenis tertentu, seperti obat untuk mengatasi depresi, gangguan kecemasan, dan obat darah tinggi. 

Tidak hanya melulu soal fisik, penyebab HSDD juga berkaitan dengan kondisi mental berikut ini:

  • Permasalahan pada hubungan. Adanya masalah dalam hubungan bisa membuat gairah seksual seseorang berkurang. 
  • Kondisi psikologi lainnya. Kondisi psikologis yang cukup erat kaitannya denga HSDD antara lain depresi, gangguan kecemasan, dan rasa percaya diri yang rendah.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis hypoactive sexual desire disorder, tidak terdapat pemeriksaan spesifik yang harus dilakukan. Pemeriksaan akan dimulai dengan penyampaian keluhan dan gejala yang dirasakan, dan dokter mungkin akan menanyakan seputar pengaruh gejala yang Anda alami ke kehidupan sehari-hari.

Dokter akan mencoba mencari kondisi yang mungkin bisa menjadi penyebab HSDD yang Anda alami. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan pada panggul, untuk melihat jika ada perubahan yang mungkin memengaruhi kondisi ini.

Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan darah, untuk melihat kadar hormon di dalam tubuh Anda.

Pengobatan

Perawatan untuk hypoactive sexual desire disorder dapat berbeda, tergantung dari penyebabnya. Jika kondisi ini disebabkan oleh adanya permasalahan dalam hubungan, perbincangan mendalam dengan pasangan bisa jadi solusi yang dapat menyelesaikan HSDD yang dialami.

Kondisi ini juga bisa diatasi dengan perawatan yang meliputi:

  • Terapi seks, sendiri atau dengan pasangan.
  • Perawatan untuk penyakit yang mendasari kondisi ini.
  • Terapi hormon.
  • Menambah atau mengganti obat yang dikonsumsi.

Dokter akan menentukan jenis perawatan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami gejala yang serupa dengan di atas atau gejala yang dialami sudah mengganggu aktivitas harian Anda.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Untuk mengatasi kondisi ini, Anda dapat terlebih dahulu berkonsultasi ke dokter spesialis kandungan. Sebelum menemuinya, terdapat beberapa hal yang bisa dipersiapkan, antara lain:

  • Buat catatan mengenai kondisi gangguan yang Anda alami. Catat sejak kapan kondisi ini terjadi dan seberapa sering Anda mengalaminya.
  • Buat catatan mengenai obat yang pernah dan sedang dikonsumsi. Tidak hanya obat, catat juga vitamin maupun suplemen yang dikonsumsi.
  • Catat pertanyaan yang sekiranya ingin ditanyakan ke dokter.

Beberapa pertanyaan yang bisa Anda ajukan saat konsultasi di antaranya:

  • Apa yang menyebabkan kondisi ini terjadi?
  • Apakah gairah saya bisa kembali normal seperti semula?
  • Apakah ada hal yang bisa saya lakukan sendiri untuk membantu mengatasi kondisi ini?
  • Perawatan apa saja yang bisa dilakukan?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Saat konsultasi dan pemeriksaan, dokter akan menanyakan seputar gejala yang Anda rasakan dan memeriksa status hormonal Anda. Beberapa pertanyaan yang mungkin di tanyakan dokter, di antaranya:

  • Apakah Anda memiliki kekhawatiran tentang hal yang berhubungan dengan seks?
  • Apakah ketertarikan Anda tentang seks telah berubah dari sebelumnya?
  • Apakah Anda kesulitan untuk terangsang?
  • Apakah Anda mengalami kondisi dimana vagina menjadi kering?
  • Apakah Anda mampu merasakan orgasme?
  • Apakah Anda merasakan nyeri saat berhubungan seksual?
  • Berapa lama Anda sudah merasakan kondisi ini?
  • Seberapa besar tekanan yang Anda rasakan akibat kondisi ini?
  • Apakah Anda masih mengalami menstruasi teratur?
  • Apakah Anda pernah melakukan perawatan untuk mengatasi kanker?
  • Apakah Anda pernah melalui prosedur operasi di area genital serta organ kewanitaan lainnya?
Referensi

American Sexual Health Association. http://www.ashasexualhealth.org/hypoactive-sexual-desire-disorder/
Diakses pada 24 Juni 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/sexual-health/hypoactive-sexual-desire-disorder.aspx
Diakses pada 24 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/treating-hsdd/symptoms-diagnosis-treatment#1
Diakses pada 24 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/low-sex-drive-in-women/diagnosis-treatment/drc-20374561
Diakses pada 24 Juni 2019

Back to Top