Kulit & Kelamin

HPV

13 Oct 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image HPV
Virus HPV dapat menjangkit serviks, dubur, mulut, dan tenggorokan.
Human papilloma virus (HPV) berasal dari sekelompok virus yang memengaruhi kulit dan membran kulit pelapis tubuh, seperti serviks (leher rahim), dubur, mulut dan tenggorokan.Ada lebih dari seratus jenis HPV dan 40 di antaranya dapat memengaruhi area kelamin. Infeksi HPV pada genitalia (kelamin) umum terjadi dan sangat menular. Virus ini dapat menular melalui hubungan seksual dan kontak kulit dengan kulit di area kelamin. Virus ini dapat menular pada pria dan wanita. 
HPV
Dokter spesialis Kulit
GejalaKutil di area kelamin, berbentuk seperti kembang kol, kutil dapat menyebar ke anus, skrotum, penis dan paha
Faktor risikoGonta-ganti pasangan seksual, usia, sistem kekebalan tubuh
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, Pap smear, uji larutan asam cuka 
PengobatanObat-obatan, krioterapi, operasi pengangkatan
ObatImiquimod, podofiloks, asam trikloroaseta, podofilin
KomplikasiLesi di saluran pernapasan atas dan mulut, kanker
Kapan harus ke dokter?Memiliki kutil yang memicu rasa tidak nyaman atau sakit
HPV tidak memiliki gejala, dalam kebanyakan kasus, jenis virus ini dapat menyebabkan kanker. Gejala utama yang dialami pada beberapa tipe dari infeksi HPV adalah kutil pada genital (kutil kelamin).Kutil kelamin dapat berukuran kecil maupun besar, baik dengan tekstur rata atau menonjol. Kutil ini biasa juga terlihat seperti kembang kol yang muncul sendiri ataupun berkelompok di sekitar anus, skrotum, penis, selangkangan, atau paha. Jenis HPV tertentu dapat membuat kutil kelamin berkembang sampai tangan dan kaki. Jenis HPV yang menyebabkan kutil, biasanya tidak mengakibatkan kanker. 
HPV biasanya ditularkan melalui kontak seksual secara langsung, seperti seks oral. Namun, karena HPV dapat ditularkan melalui kontak antara kulit dengan kulit, maka tanpa hubungan seksual pun, penyakit ini dapat tetap ditularkan jika Anda berhubungan kulit dengan kulit dengan individu yang terinfeksi. walaupun jarang, seorang ibu dengan HPV dapat menginfeksi bayi selama persalinan. 
Untuk mendiagnosis HPV, dokter akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan fisik terhadap kemungkinan adanya kutil kelamin pada pasien. Jika kutil tidak terlihat, pasien akan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dengan melakukan beberapa tes, seperti:
  • Tes PAP smear untuk mengungkap kelainan yang dapat menyebabkan kanker, dengan mengambil sampel sel dari serviks atau vagina, yang akan diperiksa di laboratorium
  • Uji larutan asam cuka atau asam asetat yang diterapkan pada area kelamin yang terinfeksi HPV. Jika terdapat infeksi, warnanya berubah menjadi putih. Langkah ini dapat membantu mengidentifikasi lesi yang sulit dilihat.
  • Tes DNA yang dilakukan pada sel-sel leher rahim, untuk mengenali DNA dari variasi HPV dengan risiko tinggi kanker kelamin. Tes ini direkomendasikan untuk wanita berumur 30 tahun ke atas sebagai tambahan dari tes PAP smear.
 
Hingga saat ini belum ada pengobatan HPV yang bisa menghilangkan virus ini dari tubuh. Pengobatan umumnya dilakukan untuk mengatasi kutil yang terbentuk.

Kutil umum

Untuk kutil umum, asam salisilat yang dijual tanpa resep dokter bisa digunakan. Hanya saja, jangan sekali-kali memakai produk ini untuk mengobati kutil kelamin.Dokter mungkin akan meresepkan obat kutil di bawah ini untuk pasien tertentu:
  • Imiquimod
  • Podofiloks
  • Asam trikloroasetat
  • Podofilin
Selain itu, pembedahan mungkin dibutuhkan untuk menghilangkan kutil.

Kutil kelamin

Untuk mengatasi kutil kelamin, pastikan Anda mendapatkan bantuan dari dokter. Beberapa cara yang direkomendasikan dokter antara lain:
  • Cryotherapy

Cryotherapy melibatkan penggunaan nitrogen cair untuk membekukan kutil.
  • Elektrokauter

Metode Ini melibatkan penggunaan arus listrik untuk membakar kutil.
  • Terapi laser atau cahaya

Cara ini melibatkan penggunaan sinar bertarget bertenaga tinggi untuk menghilangkan jaringan yang tidak diinginkan.
  • Operasi

Dokter bedah dapat memotong kutil dalam prosedur rawat jalan yang melibatkan anestesi lokal.Penggunaan cara di atas akan disesuaikan dengan jenis dan lokasi kutil. Meski kutil hilang, namun harus diingat bahwa virus tetap ada di dalam tubuh. Artinya Anda masih bisa menyebarkan virus ini kepada orang lain. 

Komplikasi HPV

Jika tidak ditangani dengan benar, HPV bisa memicu komplikasi berupa:
  • Lesi pada saluran pernapasan atas dan mulut
  • Kanker
 
HPV merupakan virus yang umum, sehingga sulit untuk menghindarinya. Namun, beberapa hal ini dapat membantu menurunkan risiko terkena infeksi virus HPV, seperti:
  • Menggunakan kondom secara benar dan konsisten, walaupun tidak mencakup semua area kulit yang ditinggali virus
  • Menghindari berhubungan seksual dengan orang-orang yang telah memiliki banyak pasangan seks
  • Setia pada pasangan
Vaksin HPV tersedia untuk anak laki-laki dan anak perempuan yang berusia antara 11-12 tahun. Vaksin HPV paling efektif jika diberikan kepada individu yang belum aktif secara seksual. Pria dan wanita dewasa yang berusia sampai dengan 26 tahunpun bisa mendapatkan vaksin HPV.Sementara itu, orang-orang dengan usia 27-45 tahun yang belum pernah mendapat vaksin HPV, bisa memperoleh vaksin Gardasil 9.Vaksin HPV dipercaya memberikan perlindungan terhadap jenis HPV yang berhubungan dengan kanker, sekaligus mencegah HPV yang menyebabkan kutil. Seringkali, HPV tidak menunjukkan gejala. Kalaupun ada, gejalanya baru muncul beberapa minggu atau bulan setelah seseorang terinfeksi.Oleh karena itu, risiko penularannya pun tinggi karena penderitanya seringkali tidak menyadari infeksi tersebut. Komplikasi HPV sangat jarang dialami pria.Namun, pria tetap dapat menularkannya pada wanita. Kanker yang diakibatkan virus ini, sering ditemui. Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita semua untuk menghindari HPV. 
Jika Anda memiliki kutil apapun yang menyebabkan rasa malu, tidak nyaman, maupun rasa sakit, konsultasilah dengan dokter. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait HPV?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis HPV agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/human-papillomavirus-hpv/
Diakses pada 13 Oktober 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/human-papillomavirus-infection
Diakses pada 13 Oktober 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hpv-infection/diagnosis-treatment/drc-20351602
Diakses pada 13 Oktober 2021
NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/sexual-health/what-is-hpv/
Diakses pada 13 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email