HPV

Ditinjau dr. Widiastuti
Virus HPV dapat menjangkit serviks, dubur, mulut, dan tenggorokan.
Virus HPV dapat menjangkit serviks, dubur, mulut, dan tenggorokan.

Pengertian HPV

Human papilloma virus (HPV) berasal dari sekelompok virus yang memengaruhi kulit dan membran kulit pelapis tubuh, seperti serviks (leher rahim), dubur, mulut dan tenggorokan. Ada lebih dari seratus jenis HPV dan 40 di antaranya dapat memengaruhi area kelamin. Infeksi HPV pada genitalia (kelamin) umum terjadi dan sangat menular. Virus ini dapat menular melalui hubungan seksual dan kontak kulit dengan kulit di area kelamin. Virus ini dapat menular pada pria dan wanita.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

HPV tidak memiliki gejala, dalam kebanyakan kasus, jenis virus ini dapat menyebabkan kanker. Gejala utama yang dialami pada beberapa tipe dari infeksi HPV adalah kutil pada genital (kutil kelamin). Kutil kelamin dapat berukuran kecil maupun besar, baik dengan tekstur rata atau menonjol. Kutil ini biasa juga terlihat seperti kembang kol yang muncul sendiri ataupun berkelompok di sekitar anus, skrotum, penis, selangkangan, atau paha. Jenis HPV tertentu dapat membuat kutil kelamin berkembang sampai tangan dan kaki. Jenis HPV yang menyebabkan kutil, biasanya tidak mengakibatkan kanker.

Penyebab

HPV biasanya ditularkan melalui kontak seksual secara langsung, seperti seks oral. Namun, karena HPV dapat ditularkan melalui kontak antara kulit dengan kulit, maka tanpa hubungan seksual pun, penyakit ini dapat tetap ditularkan jika Anda berhubungan kulit dengan kulit dengan individu yang terinfeksi. walaupun jarang, seorang ibu dengan HPV dapat menginfeksi bayi selama persalinan.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis HPV, dokter akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan fisik terhadap kemungkinan adanya kutil kelamin pada pasien. Jika kutil tidak terlihat, pasien akan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dengan melakukan beberapa tes, seperti:

  • Tes PAP smear untuk mengungkap kelainan yang dapat menyebabkan kanker, dengan mengambil sampel sel dari serviks atau vagina, yang akan diperiksa di laboratorium
  • Tes DNA yang dilakukan pada sel-sel leher rahim, untuk mengenali DNA dari variasi HPV dengan risiko tinggi kanker kelamin. Tes ini direkomendasikan untuk wanita berumur 30 tahun ke atas sebagai tambahan dari tes PAP smear.
  • Uji larutan asam cuka atau asam asetat yang diterapkan pada area kelamin yang terinfeksi HPV. Jika terdapat infeksi, warnanya berubah menjadi putih. Langkah ini dapat membantu mengidentifikasi lesi yang sulit dilihat.

Pengobatan

Sebagian besar HPV akan hilang dengan sendirinya, dan tidak ada pengobatan untuk infeksi tersebut. Namun jika tidak hilang, dokter akan melakukan pemeriksaan ulangan dalam enam bulan atau satu tahun untuk melihat kemungkinan adanya perubahan sel yang berkembang atau HPV di sana. HPV yang mengakibatkan kutil atau kanker, akan mendapat pengobatannya masing-masing secara spesifik.

Pencegahan

HPV merupakan virus yang umum, sehingga sulit untuk menghindarinya. Namun, beberapa hal ini dapat membantu menurunkan risiko terkena infeksi virus HPV, seperti:

  • Menggunakan kondom secara benar dan konsisten, walaupun tidak mencakup semua area kulit yang ditinggali virus
  • Menghindari berhubungan seksual dengan orang-orang yang telah memiliki banyak pasangan seks
  • Setia pada pasangan

Vaksin HPV tersedia untuk anak laki-laki dan anak perempuan yang berusia antara 11-12 tahun. Vaksin HPV paling efektif jika diberikan kepada individu yang belum aktif secara seksual. Pria dan wanita dewasa yang berusia sampai dengan 26 tahunpun bisa mendapatkan vaksin HPV. Sementara itu, orang-orang dengan usia 27-45 tahun yang belum pernah mendapat vaksin HPV, bisa memperoleh vaksin Gardasil 9.

Vaksin HPV dipercaya memberikan perlindungan terhadap jenis HPV yang berhubungan dengan kanker, sekaligus mencegah HPV yang menyebabkan kutil. Seringkali, HPV tidak menunjukkan gejala. Kalaupun ada, gejalanya baru muncul beberapa minggu atau bulan setelah seseorang terinfeksi.

Oleh karena itu, risiko penularannya pun tinggi karena penderitanya seringkali tidak menyadari infeksi tersebut. Komplikasi HPV sangat jarang dialami pria. Namun, pria tetap dapat menularkannya pada wanita. Kanker yang diakibatkan virus ini, sering ditemui. Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita semua untuk menghindari HPV.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda memiliki kutil apapun yang menyebabkan rasa malu, tidak nyaman, maupun rasa sakit, konsultasilah dengan dokter.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum konsultasi dengan dokter, sebaiknya Anda mempersiapkan beberapa pertanyaan untuk diajukan pada dokter, seperti:

  • Bagaimana saya dapat menghindari HPV?
  • Perawatan atau pengobatan apa yang cocok untuk saya?
  • Apakah terdapat efek samping dari perawatan tersebut?
  • Jika terinfeksi HPV, apakah saya berisiko tinggi untuk mengalami infeksi menular seksual?
  • Apakah mungkin saya dapat berhubungan seksual tanpa menularkan HPV?
  • Jika gejala semakin memburuk, kapan saatnya saya harus konsultasi lagi dengan dokter?
  • Berapa lama perawatan akan bertahan lama?
  • Apakah saya harus memberikan vaksinasi HPV kepada anak-anak saya?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Selama konsultasi, biasanya dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan terkait, seperti:

  • Apa gejala yang Anda alami?
  • Kapan gejala tersebut Anda rasakan?
  • Di mana Anda menemukan lesi?
  • Apakah lesi tersebut terasa menyakitkan atau gatal?
  • Apakah Anda dan pasangan menganut monogami dalam berhubungan?
  • Apa yang tampak memperbaiki dan memperburuk gejala Anda?
Referensi

Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/human-papillomavirus-hpv/

Diakses pada 5 Desember 2018

Healthline. https://www.healthline.com/health/human-papillomavirus-infection

Diakses pada 5 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hpv-infection/diagnosis-treatment/drc-20351602

Diakses pada 5 Desember 2018

NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/sexual-health/what-is-hpv/

Diakses pada 5 Desember 2018

Back to Top