Histoplasmosis disebabkan infeksi jamur Histoplasma capsulatum di paru-paru.

Histoplasmosis adalah suatu penyakit akibat infeksi spora jamur Histoplasma capsulatum pada paru. Jamur tersebut biasa tumbuh di tanah dan tempat-tempat yang terkena kotoran burung atau kelelawar. Seseorang dapat terinfeksi, saat menghirup spora jamur Histoplasma capsulatum yang mudah tersebar melalui udara. Penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak dengan orang lain yang terinfeksi.  

Kebanyakan orang yang terjangkit penyakit histoplasmosis tidak merasakan gejala apapun, karena penyakit histoplasmosis biasanya akan dilawan oleh tubuh dengan sendirinya. Namun jika seseorang mengalami gejala-gejala penyakit histoplasmosis, maka gejala yang muncul diantaranya adalah: 

  • Batuk
  • Demam
  • Sakit di bagian dada.
  • Nyeri otot
  • Tubuh banyak mengeluarkan keringat

Pada beberapa kasus histoplasmosis dapat juga muncul gejala-gejala seperti:

  • Berkeringat saat malam hari
  • Batuk yang disertai darah
  • Sesak nafas
  • Radang paru-paru

Penyakit histoplasmosis disebabkan oleh spora jamur Histoplasma Capsulatum. Spora jamur tersebut sangat ringan dan dapat terbang di udara. Penyakit histoplasmosis dapat terkena pada seseorang yang sudah pernah menderita penyakit tersebut sebelumnya. Tetapi, infeksinya akan lebih ringan daripada yang pertama.

Spora jamur Histoplasma capsulatum tumbuh subur pada tanah yang lembab, terutama tanah yang terkena kotoran burung dan kelelawar. Oleh karena itu, jamur penyebab penyakit histoplasmosis ini biasa ditemukan di kandang ayam, kandang burung merpati, peternakan yang sudah usang, gua dan taman. Risiko seseorang terjangkit penyakit histoplasmosis akan semakin tinggi jika banyak menghirup udara yang terkontaminasi jamur tersebut. Beberapa pekerjaan yang memiliki risiko terpapar jamur Histoplasma capsulatum adalah:

  • Petani
  • Pengendali dan pembasmi hama
  • Peternak
  • Pekerja konstruksi
  • Pekerja taman

Untuk mendiagnosa penyakit histoplasmosis, biasanya dokter akan melakukan beberapa prosedur seperti :

  • Tes darah atau tes urin. Biasanya akan dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi histoplasmosis atau tidak. Selain itu tes darah juga dapat digunakan untuk mengetahui kesehatan secara keseluruhan.
  • Kultur jamur yang diambil dari cairan tubuh atau jaringan. Untuk mengetahui apakah ada spora jamur Histoplasma capsulatum yang tumbuh di dalam tubuh atau tidak.
  • Rontgen. Jika dibutuhkan dokter akan melakukan prosedur rontgen seperti x-ray di bagian dada atau CT scan.  

Kebanyakan penderita histoplasmosis ringan tidak diobati secara khusus. Penderita histoplasmosis ringan akan disarankan untuk beristirahat dan mengonsumsi obat-obatan untuk meredakan gejalanya. Jika seseorang menderita histoplasmosis pada tingkat yang parah, maka biasanya dokter meresepkan obat anti jamur seperti:

Sampai dengan saat ini belum ada vaksin khusus untuk melawan penyakit histoplasmosis. Beberapa cara untuk mencegah penyakit histoplasmosis diantaranya adalah:

  • Orang-orang dengan sistem imun yang lemah, sebaiknya menghindari aktifitas di tempat-tempat yang mudah untuk jamur Histoplasma capsulatum tumbuh, seperti taman yang terdapat banyak kotoran burung dan kelelawar.
  • Pakai masker saat bekerja di tempat-tempat yang mudah terkontaminasi kotoran unggas.
  • Menyiram dengan air tanah atau tempat-tempat yang menjadi media tumbuh jamur Histoplasma capsulatum

Segera temui dokter, saat Anda merasakan gejala-gejala seperti :

  • Jantung Anda berdetak lebih cepat atau tidak teratur.
  • Batuk dengan darah atau dahak yang kuning dan kental.
  • Sakit kepala berkepanjangan dan leher yang kaku.
  • Anda merasa bingung dan tidak dapat berpikir dengan jernih.

Sebelum menemui dokter sebaiknya buat daftar pertanyaan untuk diajukan, seperti:

  • Bagaimana saya terinfeksi histoplasmosis?
  • Bagaimana anda mengetahui saya terkena histoplasmosis? Apakah saya membutuhkan tes lain?
  • Apa yang harus saya lakukan jika gejala yang saya alami bertambah buruk?
  • Apa saja pilihan alternatif pengobatan yang tersedia? Pengobatan apa yang sebaiknya saya dapatkan?
  • Jika saya tetap ingin melakukan aktifitas seperti bertani dan berkebun, bagaimana saya menghindari infeksi histoplasmosis?

Saat melakukan konsultasi, biasanya dokter akan menanyakan pertanyaan-pertanyaan seperti :

  • Sejak kapan Anda merasakan gejala-gejala tersebut?
  • Apakah gejala yang Anda rasakan terus menerus atau hanya sesekali?
  • Seberapa sering Anda mengalami gejala-gejala tersebut
  • Apakah Anda bekerja di luar ruangan?
  • Apakah Anda banyak menghabiskan waktu di area yang dikelilingi oleh burung?

CDC. https://www.cdc.gov/fungal/diseases/histoplasmosis/diagnosis.html
Diakses pada 14 Januari 2019

Drugs. https://www.drugs.com/cg/histoplasmosis.html
Diakses pada 14 Januari 2019

Familydoctor. https://familydoctor.org/condition/histoplasmosis/
Diakses pada 14 Januari 2019

Healthline.  https://www.healthline.com/health/histoplasmosis
Diakses pada 14 Januari 2019

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/histoplasmosis/symptoms-causes/syc-20373495
Diakses pada 14 Januari 2019

MedicineNet. https://www.medicinenet.com/histoplasmosis_facts/article.htm#histoplasmosis_facts
Diakses pada 14 Januari 2019

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/histoplasmosis.html
Diakses pada 14 Januari 2019

Artikel Terkait