Hipotermia

Ditinjau dr. Widiastuti
Hipotermia ditandai tubuh mengiggil, mati rasa pada anggota tubuh, hingga melemahnya detak jantung.
Menggigil adalah respon tubuh terhadap paparan suhu dingin.

Pengertian Hipotermia

Hipotermia adalah suatu keadaan dimana tubuh manusia berada di bawah suhu 35°C (suhu tubuh normal adalah 37°C) akibat terlalu banyak terpapar udara dingin. Keadaan ini dapat membuat hidung, telinga, pipi, bahkan jari-jari tangan dan kaki terasa membeku. Penurunan suhu tubuh pada hipotermia terjadi secara bertahap sehingga terkadang seseorang yang menderita hipotermia ini tidak menyadari bahwa dirinya sedang membutuhkan bantuan medis. Padahal, kondisi ini sangat berbahaya. Dalam dunia medis, suhu tubuh manusia di bawah 35°C dikategorikan sebagai keadaan yang berbahaya dan dapat berakibat kematian apabila tidak ditangani dengan tepat.

Terdapat empat cara tubuh manusia kehilangan panas tubuh sehingga menderita hipotermia, yaitu:

  • Konduksi
    Hal ini dapat terjadi ketika panas tubuh berpindah secara langsung pada objek atau benda yang memiliki suhu lebih dingin daripada suhu tubuh, seperti saat tubuh berbaring pada permukaan yang dingin.
  • Konveksi
    Hal ini dapat terjadi akibat udara ataupun air yang mengalir atau bersentuhan dengan kulit sehingga mengakibatkan menurunnya panas dari dalam tubuh, misalnya seperti hembusan angin saat kita beraktivitas di luar ruangan ataupun tubuh terendam dalam air yang suhunya lebih rendah daripada tubuh kita dalam jangka waktu yang cukup lama.
  • Radiasi
    Hal ini dapat terjadi saat gelombang elektromagnetik menyebarkan panas pada lingkungan sekitar, seperti saat kulit terpapar oleh lingkungan yang memiliki suhu dingin, sehingga menyebabkan keluarnya panas dari dalam tubuh.
  • Evaporasi (Penguapan)
    Hal ini terjadi apabila kulit kita sedang dalam keadaan lembap atau basah sehingga menyebabkan panas dalam tubuh akan hilang secara lebih cepat.

Hipotermia dapat mengakibatkan kerusakan yang besar pada bagian tubuh yang lain, seperti mengakibatkan detak jantung yang tidak normal, kerusakan ginjal, kerusakan otak, kerusakan hati, kerusakan jaringan otot-otot pada tubuh, serta dapat menyebabkan perubahan status mental serta hilangnya kesadaran. Kerusakan ini terjadi ketika mekanisme pengaturan panas gagal sementara suhu tubuh terus menurun.

Hipotermia dapat terjadi pada siapa saja yang menghabiskan waktu terlalu lama untuk beraktivitas dengan terpapar suhu dingin seperti melakukan aktivitas luar ruangan pada cuaca yang dingin terlalu lama atau berada di dalam air yang dingin terlalu lama. Akan tetapi, risiko hipotermia lebih besar pada bayi maupun orang-orang lanjut usia.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Hal pertama yang akan terjadi pada tubuh apabila terlalu lama terpapar dingin adalah menggigil, sebagai bentuk pertahanan tubuh untuk bertahan dari suhu dingin dan menghangatkan dirinya sendiri. Akan tetapi, hipotermia digolongkan dalam tiga tahap dan memiliki gejala atau tanda yang berbeda-beda pada setiap tahapnya, yaitu:

  • Hipotermia Ringan (suhu tubuh 32-35°C)
  1. Pucat, tubuh akan dingin saat disentuh karena pembuluh darah akan menyempit, serta gemetar
  2. Detak jantung dan pernapasan meningkat
  3. Baal atau mati rasa pada anggota gerak tubuh
  4. Respon lamban, kantuk, atau lesu
  • Hipotermia Sedang (suhu tubuh 28-32°C)
  1. Mulai menurunnya tingkat kesadaran
  2. Rasa gemetar akan mulai berkurang
  3. Detak jantung dan napas melemah, serta adanya tekanan darah yang rendah
  4. Mungkin terjadi inkontinensia urin (ketidakmampuan seseorang untuk mengontrol buang air kecil) karena peningkatan kerja ginjal sebagai akibat dari terhambatnya aliran darah pada bagian tubuh lain
  • Hipotermia berat (suhu tubuh <28°C)
  1. Hilangnya kesadaran dan respons
  2. Jantung berdetak semakin lambat dan tidak teratur sebelum akhirnya berhenti jika suhu semakin turun dan dingin
  3. Mata tidak dapat merespon terhadap cahaya
  4. Otot-otot menjadi kaku
  5. Nadi dan laju pernapasan mungkin ada, tetapi sulit untuk dideteksi

Penyebab

Hipotermia terjadi apabila suhu tubuh manusia menurun dengan cepat dan sulit untuk kembali ke suhu normal tubuh. Paparan yang lama pada situasi atau lingkungan yang memiliki suhu yang lebih rendah daripada suhu tubuh dapat menyebabkan hipotermia, terutama jika tidak berpakaian sesuai dengan kondisi atau tidak dapat mengontrol kondisi tersebut. Hal-hal yang seringkali menyebabkan hipotermia adalah terpapar cuaca dingin ataupun tubuh terendam dalam air yang begitu dingin pada jangka waktu yang cukup lama (seperti jatuh ke dalam air yang dingin karena kecelakaan pada saat berperahu), tidak menggunakan pakaian yang cukup hangat saat cuaca dingin, atau bahkan penggunaan air conditioner (AC) secara berlebihan sehingga menyebabkan udara di ruangan menjadi terlalu dingin. 

Akan tetapi, meskipun seringkali hipotermia disebabkan akibat tubuh terpapar suhu dingin terlalu lama, hipotermia juga dapat terjadi akibat tubuh terpapar zat beracun, penggunaan alkohol, gangguan metabolisme dalam tubuh, infeksi seperti sepsis, serta gangguan pada sistem saraf pusat dan hormon dalam tubuh.

Diagnosis

Seseorang dapat dipastikan menderita hipotermia melalui gejala atau tanda yang terlihat secara fisik. Akan tetapi, mengingat seringkali seseorang tidak menyadari bahwa dirinya menderita hipotermia, maka pemeriksaan darah juga dapat membantu mengonfirmasi hipotermia dan tingkat keparahannya.

Pengobatan

Pengobatan yang dilakukan tergantung pada derajat keparahan hipotermia yang diderita. Hipotermia yang tidak terlalu parah dapat dengan mudah ditangani dengan perawatan sederhana dan akan menghasilkan perkembangan yang baik pada penderita. Sedangkan untuk hipotermia yang cukup berat atau parah, tentu akan membutuhkan perawatan yang lebih rumit. Berikut merupakan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menangani hipotermia:

  • Pindahkan orang tersebut dari tempat yang dingin ke tempat yang lebih hangat dan kering untuk membantu mengembalikan panas tubuh sehingga suhu tubuh dapat meningkat secara perlahan. Jika tidak dapat dipindahkan, maka lindungi orang tersebut dari udara dan angin yang dingin sebisa mungin, serta pertahankan posisi tubuh terlentang sebisa mungkin.
  • Tangani orang dengan hipotermia dengan lembut. Batasi pergerakan pada daerah yang benar-benar memerlukan. Jangan memijat atau menggosok orang tersebut karena pergerakan yang berlebihan dan kuat dapat menyebabkan henti jantung.
  • Berikan tambahan rasa hangat secara perlahan dengan menggunakan selimut yang kering dan sebanyak mungkin pada seluruh tubuh termasuk kepala, kecuali muka atau kompres dengan botol yang berisi air hangat. Apabila akan melakukan kompres, hanya lakukan pada bagian ketiak, leher, dada, atau bagian pangkal paha. Jangan meletakkan kompres hangat pada tangan atau kaki karena akan memaksa darah yang dingin untuk mengalir ke jantung, paru-paru, dan otak yang menyebabkan suhu inti tubuh semakin menurun.
  • Pastikan orang tersebut dalam keadaan kering. Segera bantu untuk menggantikan pakaiannya apabila dalam keadaan basah karena hal tersebut dapat membuat suhu tubuh penderita menjadi semakin menurun.
  • Hindari mencoba menghangatkan daerah lengan atau kaki. Menghangatkan seperti dengan meletakkan kompres hangat atau memijat daerah lengan dan kaki berarti memaksa darah yang dingin dalam tubuh penderita kembali menuju jantung, paru-paru, bahkan otak. Hal tersebut sangat fatal karena dapat mengakibatkan suhu inti tubuh menurun lebih drastis.
  • Apabila orang tersebut masih dalam keadaan sadar, berikan minuman manis dan hangat untuk membantu mengembalikan panas tubuh yang hilang. Hindari pemberian minuman yang mengandung alkohol dan kafein.
  • Hindari membantu menghangatkan tubuh penderita dengan aliran panas secara langsung seperti yang terdapat pada air panas atau lampu pemanas. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada kulit, bahkan, lebih buruk lagi dapat menyebabkan detak jantung yang tidak normal dan berujung pada penghentian detak jantung.
  • Lakukan pertolongan pertama dengan memacu jantung apabila tidak terdapat tanda-tanda kehidupan pada orang tersebut, seperti bernapas, batuk, atau pergerakan dari anggota tubuhnya.
  • Hubungi dokter agar penderita hipotermia dapat ditangani dengan lebih baik.

Pencegahan

Pencegahan hipotermia sangatlah penting guna mengurangi terjadinya tingkat kematian berkaitan dengan kondisi ini. Beberapa sumber mengatakan bahwa ada tiga cara sederhana untuk mencegah tubuh Anda mengalami hipotermia, yaitu:

  • Gunakan penutup kepala saat beraktivitas pada cuaca yang dingin. Selain itu, Anda lebih baik menggunakan sarung tangan dengan bahan rajut untuk membantu tubuh tetap hangat serta mencegah panas dari dalam tubuh menjadi cepat keluar.
  • Hindari aktivitas-aktivitas yang dapat membuat Anda banyak berkeringat saat beraktivitas di tengah cuaca dingin karena kombinasi dari pakaian yang basah akibat keringat serta cuaca yang dingin akan menyebabkan suhu tubuh Anda menurun lebih cepat.
  • Gunakan pakaian yang ringan namun berlapis saat Anda berada di cuaca dingin untuk menjaga tubuh Anda tetap hangat. Pakaian luar dengan bahan tahan air baik untuk melindungi dari angin, sedangkan untuk lapisan dalam sebaiknya terbuat dari bahan wool, sutera, atau polypropylene karena bahan-bahan ini dapat menahan panas lebih baik daripada bahan katun. Usahakan tetap kering sebisa mungkin. Segeralah ganti baju yang basah, dan jagalah terutama tangan dan kaki untuk tetap kering.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebaiknya, apabila Anda menemukan gejala-gejala yang mengarah kepada hipotermia terjadi pada orang-orang di sekitar Anda, segera hubungi dokter untuk penanganan yang lebih lanjut karena apabila suhu tubuh terus menurun, maka bagian tubuh lain terutama jantung, paru-paru, bahkan otak, akan kesulitan untuk bekerja sebagaimana mestinya sehingga dapat berakibat fatal.

Referensi

AAFP. https://www.aafp.org/afp/2004/1215/p2325.html
Diakses pada 1 November 2018

Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/hypothermia#
Diakses pada 1 November 2018

Jama Networks. https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2676112
Diakses pada 1 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypothermia/symptoms-causes/syc-20352682
Diakses pada 1 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-hypothermia/basics/ART-20056624?p=1
Diakses pada 1 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypothermia/diagnosis-treatment/drc-20352688
Diakses pada 1 November 2018

Medlineplus. https://medlineplus.gov/hypothermia.html
Diakses pada 1 November 2018

Back to Top