Jantung

Hipotensi

Diterbitkan: 31 Mar 2021 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Hipotensi
Tekanan darah rendah dapat menyebabkan pusing dan pingsan mendadak.
Hipotensi adalah istilah medis untuk tekanan darah rendah. Kondisi in ditandai dengan tekanan darah kurang dari 90/60 mmHg, yang diukur dengan tensimeter.Walaupun tidak selalu sama persis, tekanan darah yang normal pada orang dewasa umumnya 120/80 mmHg. Biasanya, tekanan darah tinggi (hipertensi) merupakan kondisi yang mengkhawatirkan, sementara hipotensi dianggap lazim dan tidak perlu pengobatan.Pada sebagian orang, tekanan darah di bawah 90/60 mmHg tidak mengakibatkan gejala atau gangguan yang berarti. Namun sebagian orang yang lain mungkin dapat merasa pusing, lemas, bahkan pingsan. Pada kasus yang parah, hipotensi bisa berdampak buruk.Kondisi hipotensi dipicu oleh kurangnya aliran darah ke otak. Tekanan darah tendah ini juga dapat menjadi tanda dari penyakit tertentu. 
Hipotensi
Dokter spesialis Umum, Anak
GejalaPusing, sempoyongan, penglihatan kabur
Faktor risikoKehamilan, anemia, penyakit tiroid
Metode diagnosisTes darah, EKG, ekokardiogram
PengobatanPerubahan gaya hidup, obat-obatan, perawatan di rumah sakit
ObatGangguan pernapasan, masalah pada jantung
KomplikasiObat penambah darah, suplemen
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala hipotensi
Gejala hipotensi yang mungkin muncul meliputi:
  • Pusing
  • Sempoyongan
  • Sesak napas
  • Penglihatan kabur
  • Mual
  • Mudah lelah
  • Kurangnya konsentrasi
  • Kulit dingin
  • Pucat
  • Pingsan
  • Pusing
 
Umumnya, penyebab hipotensi meliputi:
  • Kehamilan
  • Riwayat penyakit jantung
  • Kekurangan cairan tubuh
  • Anemia
  • Infeksi berat
  • Reaksi alergi berat
  • Gangguan endokrin, seperti diabetes dan penyakit tiroid
  • Efek samping obat, seperti obat golongan diuretik, beta-blocker dan nitrogliserin
  • Kehilangan banyak darah akibat kondisi tertentu, misalnya cedera dan syok yang menyebabkan perdarahan hebat
  • Kekurangan nutrisi, seperti vitamin B12 dan asam folat yang berperan dalam produksi sel darah merah
  • Usia 65 tahun ke atas

 

Jenis-jenis hipotensi

Hipotensi juga dapat terjadi pada beberapa situasi di bawah ini:
  • Hipotensi ortostatik atau hipotensi postural

Tekanan darah bisa turun secara tiba-tiba ketika seseorang bangun dari posisi duduk atau tidur. Kondisi yang disebut hipotensi ortostatik ini cukup umum terjadi pada segala usia.Bagi orang yang pernah mengalaminya, ia mungkin merasa penglihatannya menjadi berkunang-kunang dan pusing sementara.
  • Hipotensi karena saraf atau neurally mediated hypotension

Tipe hipotensi ini dapat terjadi ketika seseorang berdiri terlalu lama, berada di tempat yang panas untuk waktu yang lama, atau setelah tekanan stres yang berlebihan. Namun anak-anak lebih sering mengalaminya daripada orang dewasa. 
Untuk memastikan diagnosis hipotensi, dokter akan mengukur tekanan darah pasien. Jika berada pada 90/60 mmHg atau lebih rendah, pasien tergolong mengalami tekanan darah rendah.Apabila tidak menimbulkan gejala, dokter umumnya hanya memberikan penanganan berupa perubahan pola makan atau gaya hidup. Namun untuk hipotensi yang memicu keluhan, dokter perlu mendeteksi penyebab di balik kondisi ini dengan sederet pemeriksaan berikut:
  • Tes darah

Tes darah bertujuan mengetahui kadar gula dan jumlah sel darah merah pada tubuh pasien. Pasalnya, faktor-faktor ini dapat memengaruhi tekanan darah.
  • Elektrokardiogram (EKG)

Prosedur EKG digunakan untuk mendeteksi detak jantung, kelainan pada struktur jantung, dan masalah asupan darah serta oksigen ke otot jantung. Pemeriksaan ini juga mampu merekam aktivitas jantung saat pasien melakukan kegiatan sehari-hari.
  • Ekokardiogram

Ekokardiogram menggunakan gelombang ultrasonik untuk menggambarkan struktur dan fungsi jantung.
  • Manuver Valsava

Tes ini berguna untuk memeriksa sistem saraf otonom dengan menganalisis denyut jantung dan tekanan darah. 
  • Stress test

Pada stress test, dokter akan meminta pasien untuk berlari atau berjalan di atas treadmill. Langkah ini dilakukan untuk menilai fungsi jantung ketika pasien beraktivitas.
  • Tilt table test

Pada pasien hipotensi ortostatik, pemeriksaan akan dilakukan dengan pasien berbaring di atas meja dalam posisi tegak. Dokter lalu mengubah posisi meja. 
Hipotensi jarang menimbulkan kondisi berbahaya. Tapi apabila terdapat gejala yang serius, kondisi ini perlu mendapatkan penanganan dari dokter.Dokter bisa menganjurkan sejumlah cara mengobati hipotensi di bawah ini

Perubahan gaya hidup dan pola makan

  • Mencukupi kebutuhan garam sehari-hari
  • Lebih banyak minum air putih, minimal 2 liter per hari
  • Mengonsumsi obat penambah darah
  • Berolahraga secara teratur
  • Memakai stoking kompresi yang menutupi betis dan paha jika perlu, agar membantu untuk mengatasi aliran darah ke kaki, sehingga lebih banyak darah di tubuh bagian atas
  • Cukup beristirahat
  • Jangan tidur larut malam
  • Membatasi konsumsi kafein, seperti kopi dan teh

Perawatan di rumah sakit

Hipotensi yang disebabkan oleh perdarahan berat, kekurangan cairan, dan riwayat cedera mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit. Penanganan medis kemudian diberikan, misalnya cairan infus, transfusi darah dan obat-obatan.Sementara hipotensi berat yang memicu gangguan pernapasan, detak jantung, tekanan darah dan suhu tubuh, dokter akan terus melakukan pemantauan hingga kondisi pasien kembali stabil. 
Cara mencegah hipotensi yang bisa dilakukan meliputi:
  • Jangan mengangkat beban berat
  • Menghindari mengejan terlalu kuat, misalnya saat BAB
  • Tidak berdiri diam dalam waktu yang lama
  • Menghindari kontak dengan air panas dalam waktu lama, seperti mandi atau berendam
  • Jangan bangkit berdiri dari posisi duduk atau berbaring secara tiba-tiba
  • Menghindari tidur larut malam agar durasi tidur tercukupi (minimal 7-8 jam per hari)
  • Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil dan lebih sering dan teratur daripada makan lebih jarang, tapi porsi besar sekaligus
 
Jika mengalami gejala hipotensi, periksakanlah diri Anda ke dokter. Kondisi ini juga bisa memicu tanda-tanda berbahaya yang mengndikasikan syok.Jika mengalami keluhan di bawah ini, segera kunjungi UGD: 
  • Penurunan kesadaran
  • Sesak napas
  • Jantung berdebar
  • Tangan dan kaki dingin
  • Bicara kacau
  • Berkeringat
  • Pusing
Pemeriksaan lebih dini diperlukan untuk mencegah syok. Apabila Anda sering merasakan pusing atau pingsan secara mendadak, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah keluhan terjadi terus-menerus atau sesekali?
  • Apakan ada kondisi atau kegiatan tertentu yang meringankan atau memperparah kondisi Anda?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait hipotensi?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis hipotensi dan penyebabnya agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/low-blood-pressure/diagnosis-treatment/drc-20355470
Diakses pada 30 Oktober 2018
WebMD. https://www.webmd.com/heart/qa/what-are-the-treatments-for-low-blood-pressure
Diakses pada 26 Februari 2019
John Hopkins Hospital. http://www.njcfsa.org/wp-content/uploads/2010/08/4-11-Patient-Unofrmationon-Neurally-Mediated-Hypotension-and-its-Treatment.pdf
Diakses pada 2 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email