Penyakit Lainnya

Hipokalemia

Diterbitkan: 29 Jan 2019 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Hipokalemia
Hipokalemia terjadi karena rendahnya kadar potasium (kalium) di dalam tubuh
Hipokalemia adalah kondisi potasium (kalium) yang renah dalam tubuh. Kondisi ini dapat memicu ketidakseimbangan metabolisme tubuh.Kalium merupakan mineral yang diperlukan oleh tubuh untuk berbagai fungsi. Contohnya, membantu otot-otot tubuh untuk bergerak, membantu sel-sel tubuh untuk mendapatkan nutrisi, serta membantu kerja saraf-saraf tubuh.Kalium juga sangat penting untuk sel-sel jantung serta membantu untuk mencegah tekanan darah menjadi terlalu tinggi. Kadar kalium yang normal dalam tubuh adalah 3,6-5,2 milimol per liter (mmol/L).Seseorang dikatakan menderita hipokalemia apabila kadar kalium dalam tubuhnya kurang dari 3,5 mmol/L. Apabila kadar kalium berada di bawah 2,5 mmol/L, nyawa penderita bisa terancam.Kadar normal kalium dalam tubuh akan dikendalikan oleh ginjal. Jumlah kalium yang berlebih akan dikeluarkan melalui urine (air seni) serta keringat. 
Hipokalemia
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaKelemahan otot, pingsan, sulit BAB
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik, tes laboratorium (darah, urine)
PengobatanPemberian obat-obatan
ObatSuplemen kalium
KomplikasiGangguan jantung, kelemahan otot, gangguan ginjal
Kapan harus ke dokter?Kelemahan pada anggota tubuh, jantung berdebar, mudah lelah
Secara umum, tanda dan gejala hipokalemia meliputi:
  • Kelemahan otot. Keluhan ini merupakan gejala khas dari hipokalemia. Jika dibiarkan dan bertambah buruk, kelemahan otot dapat berujung pada kelumpuhan (paralisis) hingga gagal napas.
  • Pingsan.
  • Sulit buang air besar (konstipasi).
  • Nyeri pada otot-otot tubuh.
  • Pusing.
  • Kram otot atau berkedut (twitching).
  • Denyut jantung tidak beraturan (aritmia)
Aritmia merupakan gejala yang paling ditakutkan pada pengidap hipokalemia, terlebih pada penderita yang juga memiliki penyakit jantung. Kondisi ini biasanya terjadi ketika kadar kalium turun drastis dan harus segera ditangani secara medis agar tak mengancam nyawa. 
Penyebab utama hipokalemia adalah tubuh yang kehilangan kalium. Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang mengalami:
  • Konsumsi obat-obatan yang membuat penderita sering buang air kecil, seperti obat diuretik. Ini menjadi penyebab paling umum dari hipokalemia.
  • Muntah-muntah.
  • Diare kronis.
  • Ginjal atau kelenjar adrenal yang tidak berfungsi dengan baik.
  • Penyakit lain, seperti sindrom Cushing atau penyakit ginjal.
  • Terlalu banyak berkeringat.
Asupan kalium yang tidak terjaga dengan baik juga bisa menjadi penyebab hipokalemia. Misalnya karena:
  • Terlalu banyak mengonsumsi alkohol.
  • Mengonsumsi beberapa jenis obat antibiotik.
  • Mengonsumsi obat asma.
  • Asupan asam folat yang kurang.
 
Diagnosis hipokalemia dapat dipastikan dengan wawancara mengenai gejala dan riwayat penyakit yang diderita, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang. Beberapa jenis pemeriksaan penunjang yang dianjurkan melputi:
  • Tes darah untuk menilai kadar kalium dalam tubuh.
  • Tes urine untuk menilai apakah pasien kehilangan terlalu banyak kalium atau tidak saat buang air kecil.
  • Elektrokardiogram (EKG) untuk memeriksa irama jantung. Pasalnya, hipokalemia yang parah dapat memicu aritmia.
 
Cara mengobati hipokalemia umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama Anda sudah mengalami kondisi tersebut.Apabila seseorang menderita hipokalemia dan menunjukkan beberapa gejalanya, maka sebaiknya penderita mendapat perawatan di rumah sakit guna memantau keadaan jantung mereka, karena hipokalemia dapat menimbulkan dampak buruk terhadap denyut jantung.Perawatan atau pengobatan hipokalemia biasanya berfokus pada mengatasi penyebab terjadinya hipokalemia, penggantian kadar kalium yang hilang, serta pencegahan untuk terjadinya hipokalemia di kemudian hari. Perawatan hipokalemia dilakukan dengan pendekatan secara bertahap dan dapat dilakukan dalam 2 cara.Menangani penyebab hipokalemia
  • Memberikan obat diare atau anti-muntah apabila penyebab hipokalemia adalah diare ataupun terlalu sering muntah.
  • Mengganti obat-obatan dengan obat-obatan sejenis yang tidak menyebabkan hipokalemia
Mengembalikan kadar kalium dalam tubuh
  • Obat-obatan, seperti suplemen kalium. Untuk pengidap hipokalemia dengan kadar kalium sangat rendah, dokter bisa memberikan suplemen kalium lewat infus.
  • Mengkonsumsi makanan tinggi kalium seperti pisang, jeruk, tomat, stroberi, alpukat, aprikot, kiwi, blewah, sayuran hijau, jamur, kacang-kacangan, buah bit, daging sapi tanpa lemak, ikan (terutama salmon), kalkun, yogurt, serta susu
Komplikasi hipokalemiaHipokalemia yang tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Gangguan jantung, seperti aritmia
  • Kelemahan hingga kelumpuhan otot
  • Masalah pada ginjal, seperti diabetes insupidus nefrogenik serta gangguan asam basa
  • Gangguan pencernaan seperti berkurangnya pergerakan usus yang bisa memicu penyumbatan usus
  • Gangguan metabolik seperti penurunan produksi insulin
 
Beberapa cara mencegah hipokalemia meliputi:
  • Menjaga kadar kalium agar tetap normal melalui pola makan dan suplemen
  • Berkonsultasi ke dokter jika mengalami muntah atau diare lebih dari 24-48 jam
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • tidak dapat menggerakkan lengan atau kaki Anda,
  • mengalami denyut jantung yang lebih cepat atau tidak beraturan,
  • serta Anda merasa terlalu lelah atau lemah untuk bangun maupun berdiri.
Anda juga perlu memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami tanda dan gejala lain yang terasa mencurigakan
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait hipokalemia?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis hipokalemia agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Drugs. https://www.drugs.com/cg/hypokalemia.html
Diakses pada 28 Desember 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/hypokalemia
Diakses pada 28 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/low-potassium/basics/definition/sym-20050632
Diakses pada 28 Desember 2018
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/low_potassium_hypokalemia/article.htm
Diakses pada 28 Desember 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000479.htm
Diakses pada 28 Desember 2018
NORD. https://rarediseases.org/rare-diseases/hypokalemia
Diakses pada 28 Desember 2018
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/pharmacology-toxicology-and-pharmaceutical-science/hypokalemia
Diakses pada 28 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/hypokalemia#1
Diakses pada 28 Desember 2018
Genetic Home Reference. https://ghr.nlm.nih.gov/condition/hypokalemic-periodic-paralysis#
Diakses pada 29 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Hindari Pantangan Diare Berikut Agar Usus Cepat Pulih

Pantangan diare dapat dihindari agar gejalanya tidak kian menyiksa. Makanan pedas, tinggi lemak, alkohol, dan kafein merupakan hal yang perlu Anda hindari.
20 May 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Pantangan diare pada lansia

9 Penyebab Buang Air Besar Terus-menerus yang Perlu Diwaspadai

Buang air besar terus-menerus tentu sangat menjengkelkan. Ternyata, sering buang air besar dapat disebabkan oleh berbagai macam kondisi medis!
08 Sep 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Buang air besar terus-menerus dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit.

Langkah Pertolongan Pertama pada Keracunan Makanan

Keracunan makanan bisa disebabkan oleh kontaminasi bakteri, virus, maupun parasit. Gejala yang bisa timbul antara lain adalah muntah, mual, diare, dan dehidrasi.
11 Nov 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Untuk mengatasi keracunan makanan akibat bakteri perlu pemberian antibiotik