Hipoglikemia

Hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah di bawah kondisi normal.
Hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah di bawah kondisi normal.

Pengertian Hipoglikemia

Hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah di bawah kondisi normal (di bawah 70 mg/dL atau 4 mmol/L). Gula darah atau glukosa adalah sumber energi utama tubuh yang berasal dari makanan, terutama yang mengandung karbohidrat. Setelah makanan masuk ke tubuh, glukosa akan diserap ke dalam darah dan dipakai oleh sel-sel tubuh dengan perantara insulin (hormon yang dihasilkan oleh pankreas). Glukosa yang dikonsumsi berlebih akan disimpan di dalam hati dan otot, atau diubah menjadi lemak sebagai cadangan. Jika diperlukan, cadangan glukosa ini akan masuk lagi ke darah untuk selanjutnya dipakai oleh sel. Kekurangan glukosa bisa mengganggu fungsi tubuh. Sebab, tubuh kekurangan sumber energi utama. Hipoglikemia bukanlah suatu penyakit, melainkan dampak dari suatu penyakit. Keadaan ini sering terjadi pada orang dengan diabetes yang menjalani pengobatan, serta para penderita penyakit lain.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Ambang kadar gula darah yang dapat menyebabkan seseorang mengalami gejala hipoglikemia berbeda-beda, tapi pada umumnya adalah di bawah 70 mg/dL. Gejalanya dapat bervariasi tergantung tingkat hipoglikemia. Bahkan pada beberapa orang, hipoglikemia tidak menunjukkan gejala.

Gejala awal hipoglikemia adalah:

  • Irama jantung tidak teratur dan berdebar-debar
  • Mudah lelah dan lemas
  • Kulit pucat, dingin, dan lembap
  • Tubuh gemetar
  • Pusing dan rasa ingin pingsan
  • Sakit kepala
  • Cemas, gelisah
  • Berkeringat
  • Kelaparan
  • Kesemutan, terutama pada daerah sekitar mulut (bibir, lidah, pipi)
  • Mengalami mimpi buruk atau menangis saat tidur

Pada hipoglikemia berat, dapat timbul gejala berikut ini.

  • Kebingungan, perubahan perilaku, disorientasi, sulit untuk konsentrasi, dan berbicara kacau
  • Koordinasi terganggu dan bertindak ceroboh
  • Gangguan penglihatan seperti penglihatan kabur
  • Kejang
  • Mengantuk
  • Penurunan dan kehilangan kesadaran, sampai koma

Penyebab

Kondisi tubuh normal, ketika makanan yang dikonsumsi akan dipecah menjadi bentuk yang lebih kecil dan sederhana, termasuk glukosa. Agar dapat diserap, glukosa memerlukan insulin untuk masuk ke dalam sel. Setelah masuk ke dalam sel, glukosa dalam darah akan berkurang. Oleh karena itu, ketika berpuasa atau tidak makan selama beberapa jam, seseorang tetap memerlukan glukosa untuk beraktivitas, karena glukosa dalam darah turun karena terus dipakai oleh sel. Beberapa keadaan yang dapat menyebabkan hipoglikemia adalah:

  • Diabetes. 
    Penyakit ini merupakan penyebab utama hipoglikemia, terutama pada pasien yang menjalani pengobatan. Pada penyakit diabetes, tubuh kekurangan insulin, sehingga glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel untuk digunakan, melainkan tetap berada di darah. Pengobatan diabetes dilakukan dengan obat antidiabetes dan suntikan insulin dari luar tubuh. Penderita diabetes bisa mengalami hipoglikemia karena:
    • Dosis insulin berlebih sehingga glukosa banyak masuk ke sel dan tersisa sedikit dalam darah.
    • Tidak makan dengan cukup setelah mendapatkan suntikan. Hal ini dapat menyebabkan glukosa semakin berkurang.
    • Olahraga dengan intensitas berlebihan, dengan dosis insulin yang tetap. Makin tinggi intensitas olahraga, jumlah glukosa yang akan dipakai oleh sel pun semakin banyak, sehingga glukosa di darah semakin turun.
  • Obat-obatan. Misalnya, obat antimalaria kuinin atau mengonsumsi obat diabetes orang lain secara tidak sengaja.
  • Konsumsi alkohol berlebihan. Hal ini dapat mengganggu pelepasan glukosa dari hati, tempat penyimpanan cadangan glukosa. Jika hati tidak dapat melepaskan glukosa saat glukosa darah sedikit, hipoglikemia akan terjadi.
  • Penyakit hati seperti hepatitis yang berat, sehingga mengganggu fungsi hati.
  • Penyakit ginjal, sehingga ginjal akan menyebabkan pembuangan obat lewat urine menjadi lebih sedikit. Kadar obat dalam darah menjadi bertambah, sehingga pada obat anti diabetes. Efeknya akan lebih besar, sehingga glukosa darah akan banyak masuk ke dalam sel.
  • Anorexia nervosa, yaitu gangguan makan (yang menyebabkan kelaparan) jangka panjang. Akibatnya, tubuh kekurangan nutrisi yang diperlukan untuk memproduksi glukosa.
  • Tumor pankreas, yang menyebabkan peningkatan produksi hormon insulin.
  • Kelainan hormon yang mengatur produksi glukosa ke dalam darah. Misalnya, hormon pertumbuhan, jika hormon ini kurang, produksi glukosa dari tempat penyimpanan ke darah pun menurun.
  • Hipoglikemia setelah makan disebabkan oleh produksi hormon insulin berlebihan pada tubuh, sebagai reaksi terhadap makanan yang kaya karbohidrat. Kondisi ini disebut hipoglikemia postprandial dan dikenal sebagai Dumping Syndrome. Biasanya gangguan ini dapat timbul pada orang yang baru saja menjalani operasi lambung.

Diagnosis

Dokter dapat mendiagnosis hipoglikemia jika kadar gula darah pasien rendah. Ketika kadar gula darah rendah, muncul gejala hipoglikemia. Gejala ini akan membaik dengan pengobatan. Pemeriksaan berikut ini bisa dijalankan untuk mengetahui penyebab hipoglikemia.

  • Pemeriksaan fisik menyeluruh
  • Pemeriksaan kadar gula darah satu waktu, kadar gula darah puasa, dan kadar gula darah dua jam setelah makan. Tes berguna untuk mengetahui kemungkinan
  • Pemeriksaan kadar elektrolit tubuh
  • Pemeriksaan darah lengkap
  • Pemeriksaan urine,untuk mengetahui fungsi ginjal
  • Pemeriksaan kadar hormon seperti insulin, kortisol, dan tiroid
  • Jika dokter mencurigai adanya tumor, maka pasien akan menjalani CT scan atau MRI

Pengobatan

Karena hipoglikemia berat dapat mengancam nyawa, maka harus mendapat penanganan dengan cepat. Penanganan hipoglikemia terbagi menjadi dua, yaitu penanganan awal dan penanganan penyebab penyakit.

  • Penanganan awal:
    Jika penderita masih sadar, dapat diberikan makanan atau minuman manis kaya gula. Namun, jika terdapat gejala hipoglikemia berat atau gejala semakin memburuk setelah diberikan makanan manis, sebaiknya pasien dilarikan ke IGD sesegera mungkin.
  • Penanganan penyakit penyebab:
    Tergantung pada penyebab hipoglikemia, pengobatan dilakukan melalui pemberian obat-obatan sesuai dengan penyebabnya. Jika hipoglikemia terjadi karena tumor di pankreas, maka akan dilakukan pengangkatan tumor sesuai dengan beratnya penyakit, stadium penyebaran dan kondisi umum pasien.

Jika tidak ditangani, hipoglikemia dapat berakibat fatal. Mulai dari kejang, kerusakan sistem saraf, dan kematian. Selain itu, hipoglikemia yang tidak terkontrol lama-kelamaan akan menyebabkan turunnya sensitivitas tubuh terhadap kadar gula darah yang rendah, sehingga tubuh tidak lagi menunjukkan gejala. Kondisi ini akan mengancam nyawa.

Pencegahan

Lakukan langkah-langkah berikut ini untuk mencegah hipoglikemia.

  • Menjalani pemeriksaan kadar gula darah secara berkala untuk mengetahui kadar gula darah yang dapat menimbulkan gejala.
  • Mengidentifikasi bentuk gejala awal. Sehingga ketika gejala tersebut timbul, Anda dapat lebih waspada sehingga tidak berlanjut ke tahap yang lebih parah.
  • Makan secara teratur dengan komposisi yang seimbang seperti rendah gula, tinggi protein, serat dan karbohidrat kompleks seperti ubi. Namun, hindari konsumsi makanan olahan.
  • Makan dalam porsi kecil setiap 2 jam untuk membantu kadar gula darah tetap stabil.
  • Batasi konsumsi alkohol.
  • Konsumsi makanan kaya karbohidrat sebelum berolahraga.
  • Selalu makan setelah mengonsumsi obat antidiabetes maupun insulin.
  • Selalu menyiapkan makanan atau makanan ringan (snack) jika sewaktu-waktu gejala hipoglikemia muncul.
  • Jika Anda menderita diabetes, pakailah penanda yang menunjukkan keterangan mengenai penyakit Anda ini. Jadi, tenaga medis bisa mengetahuinya dan menindaklanjuti dengan tepat.
  • Memberitahu teman dan keluarga jika Anda berisiko mengalami hipoglikemia.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Penderita diabetes bisa mengalami hipoglikemia yang gejalanya tidak membaik. Bahkan bisa jadi, gula darahnya tidak kembali naik, meski telah mengonsumsi jus, permen, maupun tablet glukosa. Penderita diabetes maupun orang dengan riwayat hipoglikemia berulang yang mempunyai gejala hipoglikemia berat maupun kehilangan kesadaran, harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit secepatnya. Sebab, ini merupakan kondisi darurat. Anda disarankan berkonsultasi ke dokter jika tidak menderita diabetes, tapi mengalami gejala hipoglikemia.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Lakukan langkah-langkah berikut ini agar kunjungan Anda ke dokter menjadi efektif.

  • Mencatat gejala yang timbul
  • Mencatat waktu terjadinya hipoglikemia (dapat diketahui dari gejalanya)
  • Mencatat riwayat pengobatan, terutama pada kasus diabetes (catat waktu, dosis, pengaruh pada kadar gula darah)
  • Membawa berkas kesehatan
  • Mencatat kebiasaan sehari-hari seperti kebiasaan makan, olahraga, dan perubahan pada kebiasaan tersebut, karena mungkin dapat menyebabkan hipoglikemia
  • Mencatat pertanyaan yang ingin disampaikan pada dokter

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan menanyakan beberapa informasi untuk memahami kondisi Anda, seperti:

  • Apakah gejala atau tanda-tanda yang Anda alami hanya bersifat sementara atau berlangsung terus-menerus?
  • Seberapa parah gejala yang Anda alami?
  • Apakah terdapat hal yang meringankan atau memperburuk gejala yang Anda alami?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/hypoglycemia
Diakses pada 8 November 2018

Emedicine Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/122122-overview#a1
Diakses pada 8 November 2018

Endocrine web. https://www.endocrineweb.com/conditions/hypoglycemia/hypoglycemia-diagnosis
Diakses pada 8 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypoglycemia/symptoms-causes/syc-20373685
Diakses pada 8 November 2018

NIDDK. https://www.niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/preventing-problems/low-blood-glucose-hypoglycemia
Diakses pada 8 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/guide/diabetes-hypoglycemia#1
Diakses pada 8 November 2018

Back to Top