Penyakit Lainnya

Hipoalbuminemia

Diterbitkan: 05 May 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Hipoalbuminemia
Mengonsumsi makanan berprotein tinggi seperti daging sapi, ikan dan kacang dapat membantu mengatasi hipoalbuminemi.
Hipoalbumin atau hipoalbuminemia adalah suatu kondisi ketika kadar albumin dalam darah kurang dari jumlah normal (di bawah 3,4 g/dL). Tubuh Anda membutuhkan antara 3,5 dan 5,9 gram per desiliter (g / dL).Albumin adalah protein darah yang membentuk sebagian besar plasma darah. Tanpa albumin yang cukup, tubuh Anda tidak dapat mencegah kebocoran cairan dari pembuluh darah Anda.Kekurangan albumin juga dapat mempersulit perpindahan zat penting ke seluruh tubuh Anda. Beberapa dari zat ini digunakan untuk proses penting agar cairan tubuh Anda tetap terkendali.Selain itu, albumin memiliki beberapa peran penting untuk tubuh, seperti:
  • Mempertahankan tekanan onkotik darah, sehingga cairan tetap dipertahankan di dalam pembuluh darah.
  • Membawa asam lemak dan memiliki sifat anti-oksidan yang signifikan.
  • Menjaga keseimbangan asam-basa karena bertindak sebagai buffer plasma.
  • Penanda status gizi dan keparahan penyakit khususnya pada pasien yang sakit kronis dan kritis
  • Mengikat setidaknya 40% kalsium yang beredar dan berfungsi untuk membawa hormon seperti tiroksin, kortisol, testosteron, dan lain-lain.
  • Pembawa beberapa senyawa endogen dan eksogen. Hal ini berguna untuk mengurangi toksisitasnya dalam kasus bilirubin
 
Hipoalbuminemia
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaPembengkakan pada tubuh, kulit kering, rambut menipis
Faktor risikoUsia tua, perawatan inap di rumah sakit, menderita penyakit berat
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium
ObatAsupan albumin dari makanan, obat-obatan sesuai gejala
KomplikasiPneumonia, fusi pleura, pembengkakan perut
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala hipoalbuminemia
Gejala yang muncul, bergantung pada penyebab hipoalbuminemia. Jika disebabkan oleh pola makan yang buruk, gejala Anda dapat berkembang secara bertahap seiring waktu. Apabila penyebabnya adalah penyakit serius seperti luka bakar berat, maka gejala akan langsung terlihat.Secara umum tanda dan gejala hipoalbuminemia meliputi:
  • Pembengkakan, akibat penumpukan cairan di tubuh. Pembengkakan dapat ditemukan di wajah, tangan, kaki, perut. Pada hipoalbuminemia berat, pembengkakan seluruh tubuh dapat terjadi.
  • Kulit menjadi kasar dan kering
  • Penipisan rambut
  • Jaundice atau kondisi kulit dan bagian putih mata yang menguning
  • Sesak napas
  • Mudah lelah dan lemah
  • Irama jantung tak beraturan
  • Penambahan berat badan yang abnormal
  • Penurunan nafsu makan
  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Gangguan tumbuh kembang anak
 
Penyebab utama hipoalbuminemia adalah karena adanya penurunan dari produksi albumin. Hipoalbuminemia sering kali disebabkan oleh peradangan di seluruh tubuh.Kondisi ini disebut kebocoran kapiler atau jarak ketiga. Hipoalbuminemia biasanya terjadi bersamaan dengan tidak mendapatkan cukup protein atau kalori dalam makanan Anda.Beberapa penyebab umum hipoalbuminemia lainnya antara lain:
  • Luka bakar, yang menyebabkan celah pembuluh darah melebar sehingga albumin dapat keluar dari pembuluh darah. Selain itu, kulit sendiri merupakan tempat utama penyimpanan albumin. Jika terjadi kerusakan kulit, albumin akan hilang.
  • Kekurangan vitamin
  • Malnutrisi (terutama protein). Dalam keadaan ini, albumin dapat berkurang.
  • Mendapatkan cairan melalui suntikan atau infus ke pembuluh darah di rumah sakit pascaoperasi
  • Penyakit kritis, penurunan laju produksi albumin, peningkatan degradasi dan pembuangan albumin, serta pelebaran celah pembuluh darah
  • Diabetes
  • Hipertiroid
  • Gagal jantung
  • Lupus
  • Penyakit hati, berupa sirosis hati, kanker hati, hepatitis, penyakit hati alkoholik, maupun perlemakan hati. Fungsi hati terganggu, yang mengakibatkan produksi albumin berkurang.
  • Penyakit ginjal seperti sindroma nefrotik, gangguan fungsi penyaringan ginjal, yang membuat protein ikut terbuang bersama urine
  • Infeksi luas dan sepsis
 

Faktor risiko hipoalbuminemia

Beberapa faktor risiko hipoalbuminemia meliputi:
  • Usia tua
  • Perawatan inap di rumah sakit
  • Penggunaan alat bantu seperti ventilator dan mesin bypass, serta peradangan yang diakibatkan oleh alat tersebut
  • Menderita penyakit berat seperti gagal ginjal dan kanker
  • Kwashiorkor, salah satu bentuk malnutrisi yang terjadi pada anak. Hal ini dapat menurunkan kadar serum albumin.
 
Diagnosis hipoalbuminemia berikut ini bisa dijalankan jika Anda mengalami gejala hipoalbuminemia seperti yang disebutkan di atas.

Tes darah

Berikut kriteria untuk mengukur kadar albumin darah: 
  • Kadar normal albumin darah ≤ 3,5 g/dL
  • Hipoalbumin ringan: 3,0 s/d 3,4 – 3,0 s/d 2,3 g/dL
  • Hipoalbumin sedang: 2,5 s/d 3,0 - 2,5 s/d 2,0 g/dL
  • Hipoalbumin berat: <2,5 s/d / dL

Tes urine

Tes urine untuk mengukur kadar albumin yang terbuang bersama urine. Jika melebihi kadar tertentu, kemungkinan terdapat kerusakan pada ginjal

Tes CRP (C-reactive protein) darah

Pemeriksaan kadar CRP (C-reactive protein) darah, yang menandakan proses peradangan pada tubuh. Peradangan merupakan salah satu penyebab hipoalbuminemia. 
Cara mengobati hipoalbuminemia dapat dilakukan dengan meningkatkan kadar albumin kembali ke angka normal, serta mengobati penyakit yang menyebabkannya. Penanganan tersebut bisa dilakukan melalui:
  • Konsumsi makanan berprotein tinggi seperti kacang-kacangan, telur, susu, daging sapi, ikan, yoghurt. Selain itu pemberian albumin juga bisa dilakukan melalui infus.
  • Penggunaan obat anti hipertensi untuk penyakit ginjal (untuk mengurangi terbuangnya albumin bersama urine) dan penyakit jantung
  • Penggunaan obat-obatan untuk mengatasi penyakit pencernaan, atau mengurangi peradangan di dalam tubuh.
  • Penggunaan antibiotik, jika ada infeksi ataupun luka bakar
Pemilihan obat dilakukan berdasarkan rekomendasi dokter yang melakukan pemeriksaan. Selain obat-obatan, beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menaikkan kadar albumin adalah:
  • Menjalani gaya hidup sehat (tidak mengonsumsi alkohol)
  • Menerapkan pola makan sehat, untuk mengurangi keparahan penyakit jantung maupun ginjal
Jika hipoalbuminemia disebabkan oleh kerusakan organ yang tidak dapat diperbaiki lagi, maka transplantasi organ dapat dijadikan pilihan penanganan. Sembari menunggu donor, pasien penyakit ginjal bisa menjalani terapi dialisis atau cuci darah. 

Komplikasi hipoalbuminemia

Jika tidak diobati, komplikasi hipoalbuminemia yang dapat terjadi adalah:
  • Pneumonia atau infeksi paru
  • Efusi pleura (penumpukan cairan di sekitar paru)
  • Pembengkakan perut
  • Otot mengecil dan lemah
  • Pada pasien kritis atau dengan penyakit berat, hipoalbuminemia dapat menyebabkan perburukan penyakit bahkan kematian, pada pasien kritis
  • Penurunan efektivitas obat tertentu, karena obat tidak dapat didistribusikan ke seluruh tubuh tanpa berikatan dengan albumin sebagai protein pembawanya
 
Cara mencegah hipoalbuminemia yang bisa dilakukan meliputi:
  • Pola makan dengan nutrisi memadai
  • Pemeriksaan level albumin secara berkala pada saat sakit
  • Jika menderita penyakit, terutama seperti yang disebutkan di atas, segera obati penyakit tersebut
 
Jika mengalami gejala-gejala di atas, Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait hipoalbuminemia?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis hipoalbuminemia agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/hypoalbuminemia#symptoms
Diakses pada 8 November 2018
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/166724-overview
Diakses pada 8 November 2018
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK526080/
Diakses pada 8 November 2018
Intisari Sains Medis. https://isainsmedis.id/index.php/ism/article/viewFile/599/537
Diakses pada 5 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email