Hipertiroidisme adalah kondisi di mana kelenjar tiroid terlalu aktif dan memproduksi hormon tiroid yang berlebihan. Hormon tiroid meliputi tiroksin (T4) dan triodotironin (T3), dengan T3 merupakan hormon tiroid yang paling aktif. Sebagian besar T4 diubah menjadi T3 di dalam darah.

Kelenjar tiroid adalah kelenjar yang berbentuk seperti kupu-kupu dan terletak di depan leher. Kelenjar ini diatur oleh kelenjar pituitari otak, sedangkan kelenjar pituitari diatur oleh kelenjar lain di dalam otak yang bernama hipotalamus.

Hipertiroidisme dapat menyebabkan tirotoksikosis, yaitu suatu kondisi yang disebabkan karena kadar hormon tiroid yang tinggi. Tingginya kadar hormon tiroid ini bisa diakibatkan oleh asupan berlebih dari hormon tiroid atau produksi berlebih hormon tiroid oleh kelenjar tiroid.

Berikut adalah beberapa gejala yang mungkin terjadi pada hipertiroidisme:

  • Nafsu makan meningkat
  • Gugup
  • Gelisah
  • Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi
  • Kelemahan
  • Detak jantung yang tidak normal
  • Kesulitan tidur
  • Rambut halus dan rapuh
  • Gatal
  • Rambut rontok
  • Mual dan muntah
  • Terdapat payudara pada laki-laki

Sementara itu, jika terjadi gejala-gejala berikut, segera hubungi rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

  • Pusing
  • Sesak napas
  • Hilang kesadaran
  • Detak jantung cepat dan tidak teratur

Banyak kondisi yang dapat menyebabkan hipertiroidisme. Beberapa kondisi tertentu, seperti penyakit Graves dan penyakit autoimun, adalah penyebab paling umum dari hipertiroidisme.

Kondisi ini terjadi karena antibodi merangsang tiroid untuk mengeluarkan hormon secara terus-menerus sehingga kadarnya semakin tinggi.

Penyakit Graves lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki, serta ada pengaruh faktor genetik. Penyebab lain dari hipertiroidisme, di antaranya:

  • Kelebihan lodium, yang terletak di T4 dan T3
  • Tiroiditis atau peradangan tiroid
  • Tumor di ovarium atau testis
  • Tumor jinak pada tiroid atau kelenjar pituitari
  • Suplemen atau obat T4

Langkah pertama dalam diagnosis penyakit ini adalah mengetahui riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Tanda-tanda umum dari hipertiroidisme meliputi:

  • Penurunan berat badan
  • Nadi yang cepat
  • Tekanan darah tinggi
  • Mata yang menonjol
  • Pembengkakan kelenjar tiroid

Ada beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan untuk mengevaluasi diagnosis lebih lanjut. Beberapa pemeriksaan tersebut, yakni:

  • Kadar Kolesterol rendah dapat menjadi tanda metabolisme tinggi, yang dibakar oleh tubuh melalui kolesterol.

  • T4, free T4, T3. Tes ini mengukur seberapa banyak hormon tiroid dalam darah.

  • Tes stimulasi kadar hormon tiroid. Hormon stimulasi tiroid adalah hormon kelenjar pituitari yang menstimulasi kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon.

  • Scanning tiroid. Pemeriksaan ini untuk menilai apakah kelenjar tiroid terlalu aktif, dan mengungkapkan apakah seluruh bagian tiroid atau hanya sebagian area kelenjar yang mempunyai aktivitas kelenjar tiroid yang berlebih.

  • USG. Pemeriksaan ini dapat menilai ukuran dari seluruh kelenjar tiroid beserta massanya, dan juga untuk menentukan konsisten massa apakah padat atau kistik (cairan).

  • CT scan atau MRI. CT scan atau MRI dapat menunjukkan jika tumor pituitari adalah penyebab penyakit ini.

Beberapa tindakan pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengobati penyakit hipertiroidisme, antara lain:

  • Obat antitiroid. Obat ini adalah terapi yang umum.

  • Radioactive iodine. Terapi ini sangat efektif untuk menghancurkan sel yang memproduksi hormon. Meski demikian, ada beberapa efek samping yang mungkin terjadi, seperti mulut kering, mata kering, sakit tenggorokan, dan perubahan rasa. Tindakan pencegahan mungkin perlu diambil sesaat setelah pengobatan untuk mencegah radiasi.

  • Operasi. Tindakan ini dapat dilakukan secara sebagian atau semua kelenjar tiroid. Pada pasien yang hanya memproduksi sedikit hormon pascaoperasi, maka mereka memerlukan suplemen hormon tiroid untuk mencegah hipotiroidisme.

Sebenarnya penyakit ini tidak dapat dicegah, namun hipertiroidisme yang disebabkan karena mengonsumsi terlalu banyak obat tiroid dapat dicegah. Ikuti instruksi dokter saat mengonsumsi obat.

Lakukan tes darah secara berkala untuk mengecek level hormon tiroid. Hipertiroidisme yang terjadi secara natural (tanpa ada faktor dari luar) tidak dapat dicegah.

Temui dokter jika terdapat gejala hipertiroidisme. Jika sedang dalam pengobatan, temui dokter secara berkala sehingga dokter dapat memantau kondisi penderita.

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan.

  • Tuliskan gejala yang dialami.
  • Tuliskan informasi pribadi yang dibutuhkan.
  • Tuliskan obat, vitamin dan suplemen yang dikonsumsi.
  • Ajaklah teman dan anggota keluarga menemani untuk membantu mengingat informasi.

Saat konsultasi, dokter mungkin akan menanyakan beberapa hal berikut untuk membantu diagnosisnya.

  • Kapan Anda mulai mengalami gejala?
  • Apakah gejalanya berlanjut atau hanya saat tertentu?
  • Seberapa parah gejalanya?
  • Apakah ada yang memperburuk atau meringankan gejala?

Drugs. https://www.drugs.com/health-guide/hyperthyroidism.html
Diakses pada Januari 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/hyperthyroidism#treatment
Diakses pada Januari 2019

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hyperthyroidism/diagnosis-treatment/drc-20373665
Diakses pada Januari 2019

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hyperthyroidism/symptoms-causes/syc-20373659
Diakses pada Januari 2019

Artikel Terkait