Penyakit Lainnya

Hiperprolaktinemia

11 Aug 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Hiperprolaktinemia
Kelenjar pituitari memproduksi hormon prolaktin secara berlebih pada penderita hiperprolaktinemia
Hiperprolaktinemia adalah kondisi ketika seseorang memiliki kadar prolaktin tinggi di dalam tubuh. Prolaktin merupakan hormon yang diproduksi oleh kelenjar anterior pituitary, sebuah kelenjar yang berfungsi untuk menstimulasi produksi ASI atau laktasi pasca melahirkan.Berkaitan dengan ini, kadar hormon prolaktin yang tinggi merupakan keadaan normal selama kehamilan, masa menyusui pasca melahirkan, maupun apabila seseorang dalam kondisi sedang stres.Prolaktin juga berperan pada kadar hormon seks baik dan kesehatan reproduksi pada pria maupun wanita.Hiperprolaktinemia dapat menyebabkan siklus menstruasi yang tidak teratur dan disfungsi ereksi pada pria maupun wanita. 
Hiperprolaktinemia
Dokter spesialis Endokrin
GejalaInfertilitas, sakit kepala, penglihatan buram
Faktor risikoHipoparatiroidisme, radioterapi, sirosis hati
Metode diagnosisTes darah, MRI
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatObat parlodel dan dostinex
KomplikasiInfertilitas, buta, osteoporosis
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala hiperprolaktinemia
Secara umum, gejala hiperprolaktinemia meliputi:
  • Ketidaksuburan atau infertilitas
  • Penglihatan buram
  • Sakit kepala
Selain itu, tanda dan gejala hiperprolaktinemia bisa berbeda antara wanita dan pria. Berikut penjelasannya.

Gejala pada wanita

  • Vagina menjadi kering yang akan berakibat timbulnya rasa nyeri saat berhubungan seks
  • Siklus menstruasi yang tidak teratur
  • Sakit kepala tanpa penyebab yang jelas
  • Gangguan penglihatan
  • Memproduksi ASI meskipun tidak dalam keadaan hamil maupun menyusui
  • Rasa sakit pada bagian payudara

Gejala pada pria

  • Disfungsi atau kesulitan ereksi (impotensi)
  • Sakit kepala
  • Jumlah sperma menjadi sedikit atau oligospermia
  • Gangguan pada penglihatan
  • Pembesaran ukuran payudara yang dikenal dengan gynecomastia
  • Hilangnya hasrat seksual
 
Penyebab hiperprolaktinemia yang utama adalah tumor jinak pada kelenjar pituitari. Kelenjar ini memproduksi hormon prolaktin.Tumor jinak di kelenjar pituitari disebut prolactinoma. Tumor ini bisa berukuran kecil maupun besar, serta dapat meningkatkan kadar hormon prolaktin dalam tubuh dan mengurangi kadar hormon seks lain dalam tubuh.  

Faktor risiko hiperprolaktinemia

Beberapa faktor risiko hiperprolaktinemia meliputi:
  • Hipoparatiroidisme atau underactive thyroid
  • Radioterapi untuk tumor di kelenjar pituitari atau di dekatnya
  • Tumor dan penyakit lain yang berdampak pada kelenjar pituitari
  • Sirosis hati
  • Gagal ginjal kronis
  • Hipotiroidisme
  • Trauma pada bagian kepala
Kondisi hiperprolaktinemia juga bisa dipicu oleh penggunaan obat-obatan yang berupa:
  • Obat antihipertensi
  • Obat antidepresi
  • Obat antimual
  • Obat untuk penyakit gangguan mental yang serius (antipsychotics atau neuroleptics) seperti risperdal
 
Diagnosis hiperprolaktinemia dilakukan melalui:

Tes darah

Tes darah untuk memeriksa kadar prolaktin. Jika kadarnya meningkat, dokter mungkin akan mengulangi tes setelah Anda berpuasa setidaknya selama delapan jam, untuk mendeteksi prolaktinKisaran normal untuk prolaktin dalam darah Anda adalah:
  • Pria: 2 hingga 18 nanogram per mililiter (ng/mL)
  • Wanita yang tidak hamil: 2 hingga 29 ng/mL
  • Wanita hamil: 10 hingga 209 ng/mL

MRI

Pemindaian MRI perlu dilakukan untuk mencari pertumbuhan kelenjar hipofisis atau kerusakan jaringan di sekitarnya. 
Cara mengobati hiperprolaktinemia umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. 
  • Konsumsi obat parlodel dan dostinex untuk membuat kadar prolaktin kembali normal dan mengecilkan tumor hipofisis
  • Operasi kadang-kadang dibutuhkan guna mengangkat tumor hipofisis bila obat tidak bekerja atau mmeicu efek samping yang buruk
  • Hipotiroidisme dapat diobati dengan hormon tiroid sintetis, yang seharusnya menurunkan kadar prolaktin
  • Meski jarang, radioterapi dapat dianjurkan oleh dokter jika obat-obatan dan operasi tidak efektif
 

Komplikasi hiperprolaktinemia

Jika tidak ditangani dengan benar, hiperprolaktinemia bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
 
Cara mencegah hiperprolaktinemia belum diketahui hingga saat ini. 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada hiperprolaktinemia. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait hiperprolaktinemia?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis hiperprolaktinemia agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Hormon. https://www.hormon.org/diseases-and-conditions/pituitary/hyperprolactinemia
Diakses pada 17 Februari 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3853872/
Diakses pada 17 Februari 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12668871
Diakses pada 17 Februari 2019
Amboss. https://www.amboss.com/us/knowledge/Hyperprolactinemia
Diakses pada 11 Agustus 2021
Cure Search. https://curesearch.org/Hyperprolactinemia
Diakses pada 11 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/hyperprolactinemia
Diakses pada 11 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/prolactin
Diakses pada 11 Agustus 2021
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/121784-overview
Diakses pada 11 Agustus 2021
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/what-is-hyperprolactinemia-2616556
Diakses pada 11 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email