Penyakit Lainnya

Hiperpituitarisme

11 Aug 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Hiperpituitarisme
Gejala hiperpituitarisme tampak pada ukuran kaki, tangan, dan lidah yang lebih besar dari normal
Hiperpituitarisme adalah sebuah keadaan ketika kelenjar pituitari memproduksi hormon yang berlebihan. Kelenjar pituitari ini merupakan sebuah kelenjar kecil berukuran sebesar kacang.Kelenjar pituitari atau kelenjar hipofisis memproduksi hormon-hormon yang berperan untuk mengatur beberapa fungsi utama tubuh. Mulai dari pertumbuhan, tekanan darah, metabolisme tubuh, hingga fungsi seksual. Oleh karena itu, kelenjar ini sering dikenal dengan sebutan master of glands.Hiperpituitarisme dapat mempengaruhi banyak fungsi tubuh Anda yang meliputi:
  • Regulasi pertumbuhan
  • Pubertas pada anak
  • Pigmentasi kulit
  • Fungsi seksual
  • Produksi ASI untuk wanita yang sedang menyusui
  • Fungsi tiroid
  • Reproduksi
 
Hiperpituitarisme
Dokter spesialis Endokrin
GejalaPertumbuhan kaki dan tangan lebih besar dari normal, fitur wajah yang tidak biasa
Faktor risikoWanita, usia 40-45 tahun
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, tes darah
PengobatanObat-obatan, operasi, radiaoterapi
KomplikasiSindrom cushing, hipertiroidisme
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala hiperpituitarisme
Secara umum, gejala hiperpituitarisme meliputi:
  • Pertumbuhan rambut yang berlebihan di wajah dan tubuh wanita
  • Kehilangan penglihatan atau penglihatan ganda
  • Keringat berlebihan
  • Gairah seks menurun
  • Lesu
  • Sakit kepala
  • Otot lemah
  • Mudah memar
Selain itu, gejala-gejala yang terjadi pada penderita hiperpituitarisme pun sangat beragam berdasarkan penyebabnya. Beberapa gejala yang mungkin muncul meliputi:Produksi hormon pertumbuhan yang berlebih dapat berakibat akromegali atau gigantisme. Gejala dari kondisi-kondisi tersebut bisa berupa:
  • Pertumbuhan kaki dan tangan yang lebih besar dari normal
  • Rasa lemas
  • Fitur wajah yang tidak biasa (terlihat menonjol atau besar)
  • Skin tag (daging tumbuh)
  • Lidah membesar
  • Bau badan dan keringat yang berlebih
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi dan pergerakan tubuh yang terbatas
  • Suara terdengar serak
  • Gangguan fungsi ereksi
  • Siklus menstruasi yang tidak normal
Produksi hormon adrenocorticotropin berlebih dapat berakibat hiperkortisolisme atau yang dikenal dengan Cushing syndrome. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:
  • Tubuh mudah mengalami lebam
  • Tulang menjadi rapuh atau mudah patah
  • Pada wanita, tumbuh rambut-rambut pada wajah yang jumlahnya tidak normal
  • Adanya stretch mark yang berwarna merah muda atau ungu di area perut (abdominal)
Produksi hormon prolaktin yang berlebih dapat mengarah pada prolactinoma. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala-gejala di bawah ini:
  • Siklus menstruasi yang tidak normal
  • Payudara terus memproduksi ASI meskipun sedang tidak dalam keadaan hamil atau menyusui
  • Payudara terasa lunak
  • Disfungsi ereksi
  • Infertilitas atau tidak subur
  • Kadar energi yang rendah
  • Gairah seks yang menurun
Produksi hormon tiroid yang berlebih dapat mengarah pada hipertiroidisme. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:
  • Kecemasan atau rasa gugup
  • Berat badan yang menurun
  • Otot-otot terasa lemas
  • Detak jantung yang tidak beraturan dan cepat
  • Rasa lelah atau letih
 
Penyebab utama hiperpituitarisme adalah tumor. Jenis tumor yang paling umum disebut adenoma dan tidak bersifat kanker (tumor jinak). Tumor dapat menyebabkan kelenjar pituitari memproduksi hormon secara berlebihan.Tumor atau cairan yang mengisi sekitar kelenjar mungkin juga menekan kelenjar pituitari. Tekanan ini dapat menyebabkan terlalu banyak hormon yang diproduksi atau terlalu sedikit diproduksi, yang menyebabkan hipopituitarisme.Penyebab tumor jenis ini tidak diketahui. Namun, penyebab tumor mungkin faktor keturunan. Beberapa tumor herediter disebabkan oleh kondisi yang dikenal sebagai sindrom neoplasia endokrin multipel. 

Faktor risiko hiperpituitarisme

Beberapa faktor risiko hiperpituitarisme meliputi:
  • Wanita
  • Usia 40-45 tahun
 
Diagnosis hiperpituitarisme dilakukan oleh dokter dengan beberapa metode pemeriksaan berikut:

Tanya jawab dan pemeriksaan fisik

Pertama, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta berdiskusi tentang gejala-gejala yang timbul.

Pemeriksaan penunjang

Setelah itu, dokter akan menentukan metode pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan. Misalnya, tes darah, uji toleransi glukosa, serta pemeriksaan MRI maupun CT scan. Metode-metode pemeriksaan ini dilakukan dengan tujuan:
  • Melihat kadar prolaktin dalam darah apabila dokter menduga pasien menderita prolactinoma
  • Melihat kadar growth hormone dalam darah apabila dokter menduga pasien menderita akromegali
  • Mengidentifikasi lokasi dan ukuran tumor yang diduga terdapat dalam kelenjar pituitari
 
Cara mengobati hiperpituitarisme umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa jenis penanganan dari dokter dapat meliputi:

Obat-obatan

Penggunaan obat-obatan pada hiperpituitarisme dapat dilakukan apabila tidak memungkinkan untuk penderita menjalani prosedur operasi pengangkatan tumor. Langkah ini juga bisa diberikan sebelum pasien menjalani operasi pengangkatan tumor.Kondisi yang umumnya membutuhkan pengobatan meliputi prolactinoma serta akromegali.

Operasi

Salah satu cara mengobati hiperpituarisme adalah operasi. Tindakan medis ini bertujuan mengangkat tumor pada kelenjar pituitari.Operasi yang dikenal dengan istilah transsphenoidal adenomectomy ini merupakan metode pengobatan efektif untuk tumor berukuran kecil atau berdiameter di bawah 10 mm.Transsphenoidal adenomectomy dilakukan dengan membuat sayatan pada bagian bibir atas atau hidung penderita untuk membuka akses dokter bedah menuju kelenjar pituitari dan mengambil tumor di dalamnya.Meski dapat dikategorikan sebagai operasi yang cukup sulit, transsphenoidal adenomectomy memiliki tingkat kesuksesan di atas 80 persen bila dilakukan oleh dokter bedah berpengalaman. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk penderita akromegali maupun Cushing syndrome.

Radioterapi

Pengobatan menggunakan radiasi (radioterapi) dapat dilakukan bila penderita tidak mungkin menjalani operasi atau tidak merespons terhadap obat-obatan. Radiasi juga bisa membantu dalam membersihkan jaringan tumor yang tesisa setelah pembedahan.Beberapa jenis radiasi yang dapat digunakan adalah:
  • Conventional radiation therapy yang diberikan dengan dosis kecil dalam jangka waktu empat hingga enam minggu.
  • Stereotactic therapy yang dilakukan dengan pemberian dosis besar dan hanya boleh satu
 

Komplikasi hiperpituitarisme

Jika tidak ditangani dengan benar, hiperpituitarisme bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Sindrom Cushing
  • Gigantisme atau akromegali
  • Galaktorea atau prolaktinoma
  • Hipertiroidisme
 
Cara mencegah hiperpituitarisme belum diketahui hingga saat ini. Namun Anda bisa mengurangi risikonya dengan menurunkan kemungkinan munculnya tumor melalui beberapa langkah berikut:
  • Berhenti merokok
  • Konsumsi makanan bergizi
  • Jaga berat badan agar tetap ideal
  • Rajin olahraga
  • Gunakan krim tabir surya saat beraktivitas di bawah sinar matahari dengan minimal SPF 30
  • Periksakan kesehatan secara rutin
 
Segera lakukan konsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala yang mengarah pada hiperpituitarisme. Hal iin dilakukan agar Anda mendapatkan perawatan yang tepat dan mencegah timbulnya komplikasi atau keparahan di kemudian hari. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait hiperpituitarisme?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis hiperpituitarisme agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/hyperpituitarism#symptoms
Diakses pada 11 Agustus 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482233/
Diakses pada 11 Agustus 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15173-pituitary-gland--hyperpituitarism-overactive-pituitary-gland
Diakses pada 11 Agustus 2021
Helathline. https://www.healthline.com/health/prolactin#abnormal-results
Diakses pada 11 Agustus 2021
Body-Disease. http://m.body-disease.com/hyperpituitarism-gigantism-acromegaly/
Diakses pada 11 Agustus 2021
Health Guidance. https://www.healthguidance.org/entry/7363/1/hyperpituitarism-definition-causes-symptoms-and-treatment.html
Diakses pada 11 Agustus 2021
The Aga Khan University Hospital Website for Pakistan. https://hospitals.aku.edu/pakistan/diseases-and-conditions/Pages/hyperpituitarism.aspx
Diakses pada 11 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email