Hiperpituitarisme disebabkan adanya tumor tertentu, disebut adenoma yang memicu produksi hormon secara berlebih.

Hiperpituitarisme adalah sebuah keadaan ketika kelenjar pituitary memproduksi hormon yang berlebihan. Kelenjar pituitary ini merupakan sebuah kelenjar kecil berukuran sebesar kacang dan berada di dasar otak.

Kelenjar pituitary memproduksi hormon-hormon yang berperan untuk mengatur beberapa fungsi utama tubuh. Mulai dari pertumbuhan, tekanan darah, metabolisme tubuh, hingga fungsi seksual.

Oleh karena itu, kelenjar tersebut sering dikenal dengan sebutan master of glands. Kelenjar pituitary sendiri terdiri atas tiga bagian, yaitu:

Lobus anterior
Lobus anterior merupakan sekitar 80% dari total kelenjar pituitary. Hormon-hormon yang dihasilkan oleh lobus anterior antara lain:

  • Adrenocorticotropic hormone (ACTH) yang menyebabkan kelenjar adrenal menghasilkan hormon kortisol.
  • Hormon pertumbuhan (growth hormone/GH) yang mengatur proses pertumbuhan tubuh, metabolisme, serta komposisi dari tubuh.
  • Gonadotropins yang terdiri dari luteinizing hormone (LH) dan follicle stimulating hormone (FSH) yang menyebabkan indung telur dan testis memproduksi hormon-hormon yang memengaruhi reproduksi.
  • Prolactin yang menstimulasi produksi air susu ibu (ASI) pada wanita yang baru melahirkan.

Lobus intermediate
Pada lobus intermediate, hormon yang dihasilkan hanya satu. Hormon tersebut adalah melanocyte stimulating hormone yang memiliki pengaruh pada pigmentasi atau warna kulit.

Lobus Posterior
Pada lobus posterior, terdapat dua hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus, yaitu:

  • Antidiuretic hormone (ADH) yang berfungsi mengatur keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh.
  • Oksitosin yang berperan dalam kontraksi uterus dalam proses melahirkan serta produksi dan pemberian ASI.

Hiperpituitarisme dapat memengaruhi banyak fungsi tubuh. Mulai dari regulasi pertumbuhan, pewarnaan kulit, fungsi seksual, pubertas pada anak-anak, produksi ASI pada ibu menyusui, fungsi tiroid, serta reproduksi.

Berkaitan dengan hal tersebut, gejala-gejala yang terjadi pada penderita hiperpituitarisme pun sangat beragam berdasarkan penyebabnya. Beberapa gejala yang mungkin muncul meliputi:

  • Produksi hormon pertumbuhan yang berlebih dapat berakibat akromegali atau gigantisme. Gejala dari kondisi-kondisi tersebut bisa berupa:
    • Pertumbuhan kaki dan tangan yang lebih besar dari normal.
    • Lidah terlihat lebih besar.
    • Rasa lemah.
    • Fitur wajah yang tidak biasa (terlihat menonjol atau besar).
    • Skin tag (daging tumbuh).
    • Kulit terlihat berminyak.
    • Bau badan dan keringat yang berlebih.
    • Sakit kepala.
    • Nyeri sendi dan pergerakan tubuh yang terbatas.
    • Suara terdengar serak.
    • Gangguan fungsi ereksi.
    • Siklus menstruasi yang tidak normal.
  • Produksi hormon adrenocorticotropin berlebih dapat berakibat hiperkortisolisme atau yang dikenal dengan Cushing syndrome. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:
    • Tubuh mudah mengalami lebam.
    • Tulang menjadi rapuh atau mudah patah.
    • Pada wanita, tumbuh rambut-rambut pada wajah yang jumlahnya tidak normal.
    • Adanya stretch mark yang berwarna merah muda atau ungu di area perut (abdominal).
  • Produksi hormon prolaktin yang berlebih dapat mengarah pada prolactinoma. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala-gejala di bawah ini:
    • Disfungsi reproduksi.
    • Siklus menstruasi yang tidak normal.
    • Payudara terus memproduksi ASI meskipun sedang tidak dalam keadaan hamil atau menyusui.
    • Payudara terasa lunak.
    • Disfungsi ereksi.
    • Infertilitas atau tidak subur.
    • Kadar energi yang rendah.
    • Gairah seks yang menurun.
  • Produksi hormon tiroid yang berlebih dapat mengarah pada hipertiroidisme. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:
    • Kecemasan atau rasa gugup.
    • Berat badan yang menurun.
    • Otot-otot terasa lemas.
    • Detak jantung yang tidak beraturan dan cepat.
    • Rasa lelah atau letih.

Adanya ketidaksesuaian pada fungsi kelenjar pituitary mayoritas disebabkan oleh jenis tumor tertentu, yaitu adenoma atau tumor yang tidak bersifat kanker. Tumor ini dapat menyebabkan kelenjar pituitary memproduksi hormon secara berlebihan serta menekan kelenjar pituitary sehingga produksi hormon di bawah kadar normal (hipopituitarisme).

Penyebab dari tumbuhnya tumor itu sendiri belum diketahui hingga saat ini. Meskipun demikian, beberapa penelitian menyebutkan bahwa kemunculan tumor bisa disebabkan oleh faktor keturunan (herediter).

Dalam memastikan diagnosis hiperpituitarisme, metode pemeriksaan yang dilakukan bergantung pada beberapa hal. Mulai dari riwayat kesehatan penderita serta gejala-gejala yang dialami.

Pertama, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta berdiskusi tentang gejala-gejala yang timbul. Setelah itu, dokter akan menentukan metode pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan. Misalnya, pemeriksaan darah, uji toleransi glukosa, serta pemeriksaan MRI (magnetic resonance imaging) maupun CT scan (computerized tomography scan). Metode-metode pemeriksaan tersebut dilakukan dengan tujuan:

  • Melihat kadar prolaktin dalam darah apabila dokter menduga pasien menderita prolactinoma.
  • Melihat kadar growth hormone dalam darah apabila dokter menduga pasien menderita akromegali.
  • Mengidentifikasi lokasi dan ukuran tumor yang diduga terdapat dalam kelenjar pituitary.

Pengobatan pada hiperpituitarisme juga didasarkan atas penyebab dan gejala yang timbul pada penderita. Oleh sebab itu, langkah pengobatannya menjadi sangat beragam. Beberapa jenis pengobatan yang dapat dilakukan dapat meliputi:

  1. Obat-obatan
    Penggunaan obat-obatan pada hiperpituitarisme dapat dilakukan apabila tidak memungkinkan untuk penderita menjalani prosedur operasi pengangkatan tumor. Langkah ini juga bisa diberikan sebelum pasien menjalani operasi pengangkatan tumor. Kondisi yang umumnya membutuhkan pengobatan adalah prolactinoma serta akromegali.
  2. Prosedur bedah
    Prosedur bedah dilakukan untuk mengangkat tumor pada kelenjar pituitary. Operasi yang dikenal dengan istilah transsphenoidal adenomectomy ini merupakan metode pengobatan yang sangat efektif untuk tumor berukuran kecil atau berdiameter di bawah 10 milimeter.
    Transsphenoidal adenomectomy dilakukan dengan membuat sayatan pada bagian bibir atas atau hidung penderita untuk membuka akses dokter bedah menuju kelenjar pituitary dan mengambil tumor yang berada di dalamnya.
    Meski dapat dikategorikan sebagai operasi yang cukup sulit, transsphenoidal adenomectomy memiliki tingkat kesuksesan di atas 80% apabila dilakukan oleh dokter bedah yang berpengalaman. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk penderita akromegali maupun Cushing syndrome.
  3. Radiasi
    Pengobatan menggunakan radiasi dapat dilakukan pada hiperpituitarisme bila penderita tidak mungkin menjalani prosedur bedah atau tidak merespons terhadap obat-obatan. Radiasi juga bisa membantu membersihkan jaringan-jaringan tumor yang tertinggal setelah prosedur bedah. Beberapa jenis radiasi yang dapat digunakan adalah:
    • Conventional radiation therapy yang diberikan dengan dosis kecil dalam jangka waktu empat hingga enam minggu.
    • Stereotactic therapy yang dilakukan dengan pemberian dosis besar dan hanya boleh satu

Tidak terdapat metode pencegahan yang spesifik untuk hiperpituitarisme.

Segera lakukan konsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala yang mengarah pada hiperpituitarisme. Hal tersebut dilakukan agar Anda mendapatkan perawatan yang tepat dan mencegah timbulnya komplikasi atau keparahan di kemudian hari.

Healthline. https://www.healthline.com/health/hyperpituitarism#symptoms
Diakses pada 6 April 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482233/
Diakses pada 6 April 2019

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15173-pituitary-gland--hyperpituitarism-overactive-pituitary-gland
Diakses pada 6 April 2019

Helathline. https://www.healthline.com/health/prolactin#abnormal-results
Diakses pada 6 April 2019

Body-Disease. http://m.body-disease.com/hyperpituitarism-gigantism-acromegaly/
Diakses pada 6 April 2019

Health Guidance. https://www.healthguidance.org/entry/7363/1/hyperpituitarism-definition-causes-symptoms-and-treatment.html
Diakses pada 6 April 2019

The Aga Khan University Hospital Website for Pakistan. https://hospitals.aku.edu/pakistan/diseases-and-conditions/Pages/hyperpituitarism.aspx
Diakses pada 6 April 2019

Artikel Terkait