Penyakit Lainnya

Hiperkalemia

Diterbitkan: 30 Jan 2019 | OliviaDitinjau oleh dr. Indra Wijaya
image Hiperkalemia
Kelebihan kalium dalam darah dapat menimbulkan gejala seperti sesak nafas dan mual.
Hiperkalemia adalah suatu kondisi di mana kadar kalium dalam darah yang lebih tinggi dari normal. Kalium adalah zat kimia yang sangat penting untuk fungsi sel saraf dan otot, termasuk yang ada di dalam hati. Kadar kalium normal dalam darah adalah 3,6 - 5,2 mmol/L.
Hiperkalemia
Dokter spesialis Penyakit Dalam
Pada tahap awal, penyakit ini belum menimbulkan gejala karena kadar kalium belum terlampau tinggi, tetapi jika kadar kalium sudah jauh melebihi batas normal maka dapat menimbulkan gejala:
  • Mual atau muntah
  • Sesak napas
  • Mudah lelah
  • Denyut tidak teratur
  • Terasa nyeri di dada
  • Pingsan mendadak
Penyebab yang paling umum biasanya berhubungan dengan ginjal, seperti:
Sementara itu, faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit ini adalah:
  • Penyakit Addison
  • Trauma
  • Mengonsumsi alkohol atau narkoba
  • Dehidrasi
  • Penghancuran sel darah merah karena luka parah atau luka bakar
  • Penggunaan suplemen secara berlebihan
  • Diabetes tipe 1
Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan tes darah atau tes urine. Hal ini dapat membantu dokter mendiagnosis hiperkalemia.
Pengobatan ini bertujuan untuk mengurangi kadar kalium yang berlebihan dengan cepat, serta untuk menstabilkan jantung. Ada beberapa pengobatan yang dapat diberikan, yaitu:
  • Hemodialisis (cuci darah)
    Untuk kasus kadar kalium tinggi yang disebabkan oleh gagal ginjal, hemodialisis adalah pilihan terbaik. Hal ini dilakukan ketika ginjal tidak dapat menyaring darah secara efektif.
  • Obat-obatan
    Dokter mungkin akan menyarankan untuk diberikan obat tertentu untuk membuat kadar kalium pada jantung stabil seperti kalsium glukonas.
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi kadar kadar kalium:
  • Mengurangi asupan kalium seperti pisang, kacang polong, kentang, susu dan daging sapi, serta ikan
  • Mengonsumsi lebih banyak air
  • Tidak mengonsumsi obat-obat yang dapat memicu hiperkalemia
Apabila Anda mengalami beberapa hal seperti kelelahan otot, merasa letih, kelumpuhan, detak jantung tidak stabil, merasa mual, muntah, dan kesulitan untuk bernapas, segera konsultasi ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Healthline. https://www.healthline.com/health/high-potassium-hyperkalemia
diakses pada 21 November 2018.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/hyperkalemia/basics/when-to-see-doctor/sym-20050776
diakses pada 21 November 2018.
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001179.htm
diakses pada 21 November 2018.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Ukur Detak Jantung Normal untuk Deteksi Gagal Jantung

Detak jantung normal menandakan kesehatan jantung yang baik. Kondisi detak jantung yang cepat dan tidak beraturan bisa jadi tanda penyakit jantung yang serius.
13 Nov 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Cara mengetahui detak jantung normal

Cara Mengatasi Jantung Berdebar Kencang agar Anda Kembali Tenang

Jantung berdebar kencang dapat terjadi karena panik, cemas, stres, anemia, tekanan darah rendah, atau menggunakan obat. Lakukanlah relaksasi seperti yoga atau meditasi, dan hindari penggunaan obat-obatan dan minuman yang mengandung kafein agar jantung dapat kembali normal.
20 Jun 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Jantung berdebar kencang dapat muncul saat panik, cemas, atau stres.

Contoh Kebiasaan Buruk yang Membuat Jantung Rusak

Penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu di Indonesia. Ada beberapa contoh kebiasaan buruk yang membuat jantung rusak, misalnya duduk sepanjang hari, tidak menjaga kebersihan mulut, kurang tidur, dsb.
17 Sep 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Ada beberapa contoh kebiasaan buruk yang membuat jantung rusak, seperti duduk sepanjang hari