Penyakit Lainnya

Hiperkalemia

03 Mar 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Hiperkalemia
Kelebihan kalium dalam darah dapat menimbulkan gejala seperti sesak nafas dan mual.
Hiperkalemia adalah istilah medis yang menandakan adanya kadar kalium dalam darah yang lebih dari normal. Kalium adalah zat kimia yang sangat penting untuk fungsi sel saraf dan otot, termasuk otot jantung. Akan tetapi, terlalu banyak kalium di dalam darah dapat menyebabkan perubahan pada irama jantung yang berbahaya dan mengancam nyawa.Kadar kalium darah ditunjukkan dalam satuan milimol per liter (mmol/L). Kadar kalium normal dalam darah adalah 3,6 - 5,2 mmol/L. Diagnosis hiperkalemia biasanya ditegakkan ketika kadar kalium mencapai 5-5.5 mmol/L. Kadar kalium di atas 6 mmol/L dapat berbahaya dan membutuhkan penanganan segera.Kebanyakan pasien dengan hiperkalemia tidak bergejala, sehingga sulit didiagnosis oleh dokter. Akan tetapi, kondisi yang menyebabkan hiperkalemia perlu ditangani agar hiperkalemia tidak bertambah berat. Hiperkalemia berat dapat memicu terjadinya henti jantung dan kematian.Penyebab utama hiperkalemia adalah penyakit ginjal kronik, diabetes yang tidak terkontrol, dehidrasi, perdarahan, mengonsumsi suplemen kalium berlebih, dan penggunaan obat-obatan tertentu. Pengobatan hiperkalemia tergantung pada tingkat keparahan dan penyebabnya. 
Hiperkalemia
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaRasa lelah atau kelemahan, baal atau kesemutan, mual atau muntah
Faktor risikoPenyakit Addison, cedera, mengonsumsi alkohol atau narkoba
Metode diagnosisTes darah, tes urine, EKG
PengobatanHemodialisa, obat-obatan
ObatKalsium glukonas, diuretik, resin
KomplikasiHenti jantung, kelemahan tubuh, gagal ginjal
Kapan harus ke dokter?Kelelahan otot, merasa letih, kelumpuhan
Pada tahap awal, penyakit ini belum menimbulkan gejala karena kadar kalium belum terlampau tinggi, tetapi jika kadar kalium sudah jauh melebihi batas normal maka dapat menimbulkan gejala:
  • Mual atau muntah
  • Sesak napas
  • Mudah lelah
  • Denyut tidak teratur
  • Terasa nyeri di dada
  • Pingsan mendadak
 
Penyebab yang paling umum biasanya berhubungan dengan ginjal, seperti:
Sementara itu, faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit ini adalah:
  • Penyakit Addison
  • Trauma
  • Mengonsumsi alkohol atau narkoba
  • Dehidrasi
  • Penghancuran sel darah merah karena luka parah atau luka bakar
  • Penggunaan suplemen secara berlebihan
  • Diabetes tipe 1
 
Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan tes darah atau tes urine. Hal ini dapat membantu dokter mendiagnosis hiperkalemia. 
Pengobatan ini bertujuan untuk mengurangi kadar kalium yang berlebihan dengan cepat, serta untuk menstabilkan jantung. Ada beberapa pengobatan yang dapat diberikan, yaitu:
  • Hemodialisis (cuci darah)

Untuk kasus kadar kalium tinggi yang disebabkan oleh gagal ginjal, hemodialisis adalah pilihan terbaik. Hal ini dilakukan ketika ginjal tidak dapat menyaring darah secara efektif.
  • Obat-obatan

Dokter mungkin akan menyarankan untuk diberikan obat tertentu untuk membuat kadar kalium pada jantung stabil seperti kalsium glukonas. 
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi kadar kadar kalium:
  • Mengurangi asupan kalium seperti pisang, kacang polong, kentang, susu dan daging sapi, serta ikan
  • Mengonsumsi lebih banyak air
  • Tidak mengonsumsi obat-obat yang dapat memicu hiperkalemia
 
Apabila Anda mengalami beberapa hal seperti kelelahan otot, merasa letih, kelumpuhan, detak jantung tidak stabil, merasa mual, muntah, dan kesulitan untuk bernapas, segera konsultasi ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait hiperkalemia?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis hiperkalemia. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/high-potassium-hyperkalemia
Diakses pada 21 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/hyperkalemia/basics/when-to-see-doctor/sym-20050776
Diakses pada 21 November 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001179.htm
Diakses pada 21 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-does-potassium-do-body#1
Diakses pada 3 Maret 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324913
Diakses pada 3 Maret 2021
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/hyperkalemia/article.htm
Diakses pada 3 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email