Mata

Hifema

02 Jun 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Hifema
Hifema dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen jika tidak ditangani.
Hifema adalah penumpukan darah di dalam bilik mata anterior, yakni ruang antara kornea dan iris. Pada kondisi normal, bilik ini mengandung cairan jernih bernama aqueous humor.Aqueous humor diproduksi oleh lipatan di bilik mata posterior, dan dialirkan ke bilik mata anterior melalui pupil.Darah yang terkumpul dapat menutupi sebagian atau seluruh iris dan pupil mata serta bisa menghalangi penglihatan penderita. Hifema biasanya terasa menyakitkan, dan dapat memicu gangguan penglihatan permanen jika tidak ditangani.Sebagian besar hifema terjadi akibat cedera di mata dan disertai peningkatan tekanan dalam bola mata. Namun kondisi ini juga bisa muncul secara mendadak pada anak yang telah memiliki penyakit lain, seperti anemia sel sabit atau hemofilia.Pertolongan medis yang cepat diperlukan bila hifema terjadi. Sementara cara terbaik untuk mencegah terjadinya cedera yang memicu mata mengeluarkan darah adalah mengenakan pelindung mata ketika sedang berolahraga.Jangan menganggap enteng cedera mata. Meskipun tidak ada perdarahan, berkonsultasilah dengan dokter mata ketika kondisi ini terjadi. 
Hifema
Dokter spesialis Mata
GejalaDarah di bagian depan mata, mata sensitif terhadap cahaya, mata nyeri
Faktor risikoHemofilia, leukemia, anemia sel sabit
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik, pemeriksaan tekanan bola mata
PengobatanObat-obatan, membatasi pergerakan mata, dan perlindungan mata
ObatObat tetes atropin dan steroid
KomplikasiGlaukoma, kehilangan penglihatan
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala hifema
Gejala hifema dapat berupa:
  • Terlihatnya darah di bagian depan mata
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya
  • Terasa nyeri pada mata
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Darah mungkin tidak terlihat jika hifema masih sedikit
 
Penyebab hifema yang paling umum adalah trauma pada mata. Kondisi ini biasanya terjadi karena cedera saat olahraga, kecelakaan di tempat kerja atau di rumah, atau jatuh.Tak hanya itu, ada pula beberapa hal yang dapat menjadi faktor risiko hifema. Berikut contohnya:
  • Gangguan pembuluh darah pada permukaan iris (bagian berwarna pada mata)
  • Infeksi mata yang disebabkan oleh virus herpes
  • Gangguan pembekuan darah, seperti hemofilia, leukemia, anemia sel sabit, penyakit Von Willebrand
  • Gangguan pada lensa di dalam mata (implan lensa buatan)
  • Kanker mata
  • Penggunaan obat-obatan pengencer darah (antikoagulan)
 
Untuk menegakkan diagnosis hifema, dokter akan melakukan tanya jawab secara lengkap untuk mencari tahu riwayat trauma mata atau kondisi lain yang dapat menyebabkan perdarahan pada mata. Dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti:
  • Pemeriksaan fisik pada area mata
  • Pemeriksaan visus untuk mendeteksi ketajaman penglihatan
  • Pemeriksaan tekanan mata
  • Pemeriksaan slit lamp, yaitu pemeriksaan dengan mikroskop khusus untuk melihat bagian dalam mata
  • Pemeriksaan CT scan untuk mendeteksi patah tulang mata yang dapat menunjukkan adanya trauma pada mata
 
Jangan mencoba mengobati hifema sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter. Jangan memasukkan apapun ke dalam mata. Sekitar 15-30% pasien dengan hifema dapat mengalami perdarahan lebih banyak dalam 3-5 hari setelahnya.Tubuh kita biasanya dapat menyerap perdarahan secara sendirinya, namun dokter akan memastikan bahwa perdarahan terserap dengan baik. Jika tekanan dalam bola mata meningkat atau perdarahan terjadi semakin banyak, pemantauan di rumah sakit mungkin diperlukan.Pengobatan hifema dapat berupa:
  • Membatasi pergerakan mata

Dokter akan menganjurkan pasien untuk beristirahat dengan bagian kepala diangkat.
  • Menggunakan obat tetes mata sesuai resep dokter

Dokter dapat memberikan obat tetes mata atropin untuk melebarkan pupil dan obat tetes kortikosteroid untuk mencegah terjadinya bekas luka.
  • Perlindungan pada mata

Tutup mata dengan pelindung mata untuk mencegah terjadinya cedera mata lebih lanjut. Anda juga dapat menggunakan penutup mata.
  • Memperhatikan penggunaan obat-obatan tertentu

Jangan mengonsumsi aspirin karena dapat memicu perdarahan lebih banyak. Hindari juga penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), salah satunya adalah ibuprofen dan obat radang sendi lainnya.Pasien dapat mengonsumsi obat pereda nyeri ringan seperti paracetamol. Jika terjadi nyeri pada mata yang memberat, segera hubungi dokter.
  • Memeriksa tekanan pada mata

Dokter mungkin akan memeriksa tekanan pada mata setiap hari selama beberapa hari.Pasien juga mungkin mendapatkan obat untuk mencegah muntah yang dapat meningkatkan tekanan di dalam bola mata.Pasien yang dirawat di rumah sakit karena hifema perlu menggunakan pelindung mata selama 2 minggu. Pemeriksaan mata lanjutan akan dilakukan dalam 2-4 minggu setelahnya. Hindari aktivitas berat selama 2 minggu. 

Komplikasi hifema

Komplikasi hifema atau cedera mata serius adalah meningkatnya risiko terjadinya glaukoma. Kondisi ini perlu diperiksa setiap tahunnya. Selain itu, komplikasi hifema lainnya dapat berupa:
  • Kerusakan pada saraf mata
  • Kornea menjadi keruh
  • Gangguan penglihatan secara permanen
 
Cara mencegah hifema atau trauma mata lainnya adalah dengan menggunakan kacamata pelindung saat melakukan olahraga berisiko tinggi seperti squashsoftball, kasti, dan lainnya. 
Hifema membutuhkan penanganan darurat. Sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter mata ketika mulai mengalami gejala-gejala hifema. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait hifema?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis hifema. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/hyphema
Diakses pada 12 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/hyphema-eye-internal-bleeding#3
Diakses pada 12 November 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email