Hidronefrosis adalah pembengkakan pada satu atau kedua ginjal. Jika hanya terjadi pada satu ginjal, kondisi ini disebut unilateral hidronefrosis. Sedangkan hidronefrosis yang dialami oleh kedua ginjal, dinamakan bilateral hidronefrosis.

Pembengkakan ini yang terjadi karena penumpukan urine dalam organ ginjal, dan tidak dapat dialirkan keluar dari tubuh.

Hidronefrosis dapat disertai dengan hidroureter atau pembengkakan pada ureter. Penyakit ini dapat menurunkan fungsi ginjal dan jika tidak segera ditangani, kerusakan permanen hingga gagal ginjal bisa terjadi.

Semua orang dari segala usia bisa mengalami hidronefrosis. Hidronefrosis pada anak-anak umumnya disebabkan oleh kelainan struktur ginjal. Sementara hidronefrosis pada kalangan dewasa muda biasanya muncul karena batu ginjal.

Hidronefrosis dapat diagnosis sejak penderita masih bayi maupun masih dalam kandungan dengan pemeriksaan USG prenatal. Diperkirakan satu dari setiap 100 bayi menderita kondisi ini.

Hidronefrosis kadang tidak memiliki gejala. Apabila bergejala, keluhan yang muncul akan tergantung dari tipenya, yakni hidronefrosis akut dan hidronefrosis kronis.

Gejala hidronefrosis akut

Hidrofrenosis akut umumnya bisa memicu gejala dalam hitungan jam dan berupa:

  • Rasa nyeri yang hebat pada sisi tubuh atau punggung, pada bagian yang terletak di antara rusuk dan pinggang
  • Pembengkakan atau tonjolan pada area perut
  • Mual dan muntah
  • Demam
  • Nyeri saat berkemih (disuria)
  • Peningkatan hasrat ingin buang air kecil (urgensi)
  • Peningkatan frekuensi buang air kecil

Gejala hidronefrosis kronis

Pada hirdronefrosis kronis, perkembangan penyakit terjadi secara perlahan. Gejalanya juga seringkali tidak dirasakan oleh penderita, atau hanya berupa keluhan ringan seperti nyeri tumpul yang hilang dan timbul.

Gejala hidronefrosis pada bayi

  • Lebih rewel dari biasanya
  • Infeksi saluran kemih yang terjadi berulang kali. Kondisi ini bisa ditandai dengan bayi yang sering demam
  • Rasa nyeri di perut atau sisi tubuh
  • Darah di urine
  • Tidak mau menyusu
  • Tampak lemas

Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab hidronefrosis meliputi:

  • Batu ginjal
  • Sumbatan pada saluran kemih yang terjadi sejak lahir
  • Bekuan darah
  • Jaringan parut yang terbentuk akibat cedera atau operasi
  • Kanker atau tumor, contohnya kanker kandung kemih, kanker serviks, kanker usus, atau kanker prostat
  • Pembesaran kelenjar prostat
  • Infeksi saluran kemih
  • Penyakit yang menyebabkan peradangan pada saluran kemih
  • Kehamilan
  • Kerusakan saraf di sekitar kandung kemih, yang akan mempengaruhi fungsi organ
  • Uterocele, yakni kelainan di mana ureter masuk ke dalam kandung kemih
  • Uterine prolapse, yakni kelainan yang membuat rahim bergeser dari posisi normalnya
  • Cystocele, yakni kondisi kandung kemih yang masuk ke dalam vagina

Diagnosis hidronefrosis ditentukan oleh dokter berdasarkan proses tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:

 

  • Tanya jawab

 

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan seputar gejala, maupun riwayat medis pasien dan keluarga. Jika terjadi pada bayi atau anak-anak, anggota keluargalah yang harus menjelaskan keluhan-keluhan penderita.

 

  • Pemeriksaan fisik

 

Dokter akan memeriksa tubuh pasien untuk mendeteksi gejala hidronefrosis. Misalnya, area di sekitar ginjal dan kandung kemih untuk mengecek ada tidaknya pembengkakan serta rasa nyeri jika area tersebut ditekan.

Jika pasien berjenis kelamin laki-laki, dokter bisa melakukan pemeriksaan colok dubur guna mengetahui ada tidaknya pembengkakan pada prostat. Sementara pada pasien perempuan, dokter dapat melakukan pemeriksaan panggul untuk mengecek rahim dan ovarium.

  • Pemeriksaan penunjang

Dokter juga dapat meminta pasien untuk menjalani serangkaian pemeriksaan penunjang yang meliputi:

 

  • Tes darah

 

Jenis tes darah yang dianjurkan meliputi complete blood count untuk memeriksa ada tidaknya infeksi, serta creatinin dan blood urea nitrogen (BUN) guna mengevaluasi fungsi ginjal.

 

  • Pemeriksaan pencitraan

 

Pemeriksaan ini meliputi USG, CT scan, dan MRI.

 

  • Tes urine

 

Sampel urine penderita akan diambil dan diperiksa untuk mengecek ada tidaknya batu ginjal maupun infeksi.

 

  • Cystoscopy

 

Pemeriksaan ini akan membantu dokter untuk melihat bagian dalam kandung kemih dan uretra.

Pengobatan hidronefrosis tergantung dari penyebab dan tingkat keparahan penyakit, serta usia penderita.

Penanganan untuk penderita dewasa

Pada orang dewasa, target pengobatan hidronefrosis meliputi:

 

  • Menangani penumpukan urine dan menurunkan tekanan pada ginjal

 

Dokter akan berusaha mengalirkan urine keluar dari ginjal melalui kateter. Hal ini akan meredakan rasa nyeri dan mencegah kerusakan lebih parah pada ginjal. 

Pemasangan kateter dilakukan dengan memasukkan kateter ke dalam kandung kemih melalui uretra.

Apabila hidronefrosis terjadi pada salah satu ginjal dan ginjal sudah rusak parah, dokter bisa menyarankan pengangkatan ginjal tersebut. Kebanyakan orang bisa tetap hidup normal hanya dengan satu ginjal.

 

  • Mengobati penyebab hidronefrosis

 

Setelah penyebab hidronefrosis diketahui, dokter akan memberikan penanganan yang sesuai. Berikut contohnya:

  • Batu ginjal bisa ditangani dengan operasi
  • Pembesaran prostat dapat diatasi dengan operasi atau obat
  • Penyempitan ureter akan ditangani dengan pemasangan stent
  • Kanker bisa dengan kemoterapi, radioterapi, atau operasi
  • Kehamilan. Hidronefrosis akibat kehamilan umumnya bisa sembuh dalam beberapa minggu setelah melahirkan. Sementara menunggu waktu persalinan, dokter akan memasang kateter untuk mengalirkan urine yang menumpuk.
  • Infeksi saluran kemih. Dokter bisa memberikan obat pereda nyeri dan antibiotik.

Penanganan hidronefrosis pada janin, bayi, atau anak-anak

Pada janin, bayi atau anak-anak, hidroneforis umumnya dapat sembuh tanpa pengobatan. Namun operasi juga terkadang dibutuhkan. 

Jika janin didiagnosis mengalami hidronefrosis, kondisi ini tidak membahayakan ibu maupun janin tersebut. Oleh karena itu, ibu tidak perlu melahirkan lebih awal dari seharusnya.

Sedangkan penderita bayi atau anak-anak harus menjalani pemeriksaan medis secara berkala serta mengonsumsi antibiotik untuk mencegah infeksi saluran kemih. Pasalnya hidronefrosis membuat penderita lebih rentan mengalami infeksi saluran kemih. 

Hidronefrosis dapat dicegah dengan menghindari dan segera menangani penyakit penyebabnya.

Konsultasi dengan dokter sebaiknya dilakukan jika Anda atau anak Anda mengalami gejala hidronefrosis seperti yang telah disebutkan di atas.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang dirasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa membantu dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang dirasakan?
  • Apakah penderita memiliki faktor risiko terkait hidronefrosis?
  • Apakah penderita rutin mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah penderita sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah dicoba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini penting untuk memastikan diagnosis hidronefrosis maupun penanganannya yang tepat. 

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hydronephrosis/cdc-20397563
Diakses pada 8 Januari 2020

Cleaveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15417-hydronephrosis
Diakses pada 8 Januari 2020

National Kidney Foundation. https://www.kidney.org/atoz/content/hydronephrosis
Diakses pada 8 Januari 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/hydronephrosis/
Diakses pada 8 Januari 2020

Texas Children Hospital. https://www.texaschildrens.org/health/hydronephrosis
Diakses 8 Januari 2020

Artikel Terkait