Kulit & Kelamin

Hidrokel

Diterbitkan: 28 Jan 2019 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Hidrokel
Hidrokel tidak menyakitkan, tidak berbahaya, dan tidak membutuhkan perawatan apa pun
Hidrokel adalah pembengkakan pada skrotum akibat penumpukan cairan. Skrotum merupakan kantong yang membungkus testis atau buah zakar. Testis sendiri berfungsi menghasilkan sperma dan hormon testosteron.Kondisi hidrokel biasanya dialami oleh bayi laki-laki yang lahir prematur, dan bisa hilang dengan sendirinya. Namun hidrokel juga dapat terjadi pada pria dewasa akibat cedera atau peradangan pada area sktorum.Pada umumnya, hidrokel tidak menyakitkan, tidak berbahaya, dan tidak membutuhkan perawatan apapun. Tetapi prosedur tertentu mungkin dianjurkan oleh dokter untuk mengatasi  kondisi hidrokel yang semakin besar dan menimbulkan ketidaknyamanan. 
Hidrokel
Dokter spesialis Urologi
GejalaSkrotum membengkak, tidak nyeri, terasa berat
Faktor risikoBayi laki-laki yang lahir prematur, mengalami cedera kantong zakar, menderita nfeksi menular seksual
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik, USG
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatAsetaminofen, ibuprofen
KomplikasiPengecilan ukuran buah zakar (atrofi testis), gangguan kesuburan
Kapan harus ke dokter?Merasakan gejala
Secara umum, tanda dan gejala hidrokel meliputi:
  • Skrotum yang tampak membengkak tanpa disertai nyeri. Pembengkakan tersebut dapat terlihat pada salah satu atau kedua skrotum. Pembengkakan biasanya lebih sering dirasakan pada pagi hari
  • Pada pria dewasa, gejala lain yang dapat timbul adalah skrotum terasa lebih berat dari biasanya.
Mungkin saja ada tanda dan gejala hidrokel yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.
Penyebab hidrokel berbeda pada bayi laki-laki dan pria dewasa. Berikut penjelasannya:
  • Pada bayi laki-laki

Pada bayi laki-laki, hidrokel dapat muncul sebelum lahir dan biasanya terjadi pada bayi laki-laki yang lahir prematur. Normalnya, buah zakar (testis) akan turun dari rongga perut ke dalam skrotum.Buah zakar biasanya disertai dengan kantong yang melapisinya sehingga memungkinkan sedikit cairan mengelilingi buah zakar.  Biasanya kantong yang melapisi buah zakar akan menutup dan cairan di sekitarnya akan diserap.Namun terkadang cairan tersebut tidak diserap bahkan setelah kantong yang melapisi buah zakar menutup. Hal inilah yang menyebabkan hidrokel non-komunikans.Ada juga kasus di mana skrotum tidak menutup sempurna, sehingga cairan tidak dapat diserap dan menyebabkan hidrokel komunikans.Hidrokel komunikans menyebabkan skrotum dapat berubah ukuran atau cairan berlebihan bisa mengalir kembali ke rongga perutapabila skrotum ditekan. Hidrokel ini sering dikaitkan dengan terjadinya hernia inguinal pada bayi laki-laki.
  • Pada pria dewasa

Pada pria dewasa, hidrokel dapat juga terjadi sebagai akibat dari cedera atau peradangan dalam buah zakar. Peradangan dapat terjadi akibat infeksi pada buah zakar atau pada saluran buah zakar (epididimis). Pada negara tropis, hidrokel pada orang  dewasa dapat juga disebabkan oleh penyakit filariasis. 

Faktor risiko hidrokel

Beberapa faktor risiko terjadinya hidrokel adalah:
  • Bayi laki-laki yang lahir prematur
  • Mengalami cedera atau peradangan pada kantong zakar
  • Menderita infeksi menular seksual
 

Jenis hidrokel

Berdasarkan mekanisme terjadinya, hidrokel dibagi menjadi 2 jenis yaitu:
  • Hidrokel non-komunikans

Hidrokel non-komunikans terjadi ketika kantong yang melapisi buah zakar menutup namun cairan di sekitarnya tidak diserap. Penyerapan biasanya baru terjadi dalam waktu 1 tahun.
  • Hidrokel komunikans

Hidrokel komunikans muncul saat skrotum tidak menutup dengan sempurna, sehingga memudahkan cairan dari rongga perut keluar-masuk ke skrotum. 
Diagnosis hidrokel dapat ditegakkan dengan wawancara, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:

Anamnesis atau tanya jawab

Dokter akan menanyakan mengenai gejala yang Anda alami dan faktor risiko hidrokel yang Anda miliki.

Pemeriksaan fisik

Pada saat pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan pemeriksaan sebagai berikut:
  • Mengevaluasi ada tidaknya nyeri pada skrotum yang membesar.
  • Pemeriksaan transiluminasi, yaitu dengan memancarkan sinar ke skrotum yang membesar (misalnya dengan senter). Jika ada cairan jernih sekitar testis, hasil tes dikatakan positif dan menandakan hidrokel.
  • Memberikan tekanan pada perut dan skrotum untuk mengevaluasi ada tidaknya hernia inguinal Pemeriksaan ini diperlukan karena hidrokel biasanya berkaitkan dengan hernia inguinal.

Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaaan penunjang yang biasanya dilakukan untuk mendiagnosis hidrokel antara lain:
  • Ultrasound (USG) untuk mengevaluasi penyebab pembesaran skrotum apakah disebabkan oleh hidrokel, hernia, tumor buah zakar, atau penyebab lainnya.
  • Tes darah dan urin untuk menentukan apakah pasien mengalami infeksi seperti infeksi epididymis
 
Cara mengobati hidrokel umumnya akan tergantung dari tingkat keparahannya dan seberapa lama Anda sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa metode penanganan hidrokel antara lain:

Pemantauan kondisi pasien

Artinya tidak dibutuhkan penanganan spesifik, yang perlu dilakukan hanyalah menunggu apakah benjolan hidrokel berkurang dalam waktu 6 bulan. Pada bayi baru lahir, hidrokel dapat hilang sendirinya dalam waktu sekitar satu tahun.Anda juga dapat mengkonsumsi obat pereda nyeri seperti asetaminofen, ibuprofen, dan lain-lain.

Tindakan medis

Prosedur atau operasi dapat dipertimbangkan apabila ukuran hidrokel semakin besar, ada pembengkakan pada satu sisi skrotum, nyeri pada satu atau kedua sisi buah zakar, maupun ketidaknyamanan akibat pembesaran skrotum.Terdapat beberapa metode prosedur yang biasanya dilakukan. Di antaranya meliputi:
  • Hidrokelektomi dilakukan dengan bius umum. Pada prosedur ini, dokter akan melakukan sayatan kecil pada skrotum dan menggunakan alat suction (penghisap) untuk mengeluarkan cairan hidrokel.
  • Laparaskopi dilakukan menggunakan alat laparaskop yang pada ujungnya terdapat kamera untuk memudahkan dokter mengevaluasi kondisi dalam skrotum.
 

Komplikasi hidrokel

Hidrokel yang tidak diatasi dengan baik dapat mengakibatkan komplikasi sebagai berikut:
  • Hidrokel yang besar bisa menyumbat aliran darah ke buah zakar dan menyebabkan pengecilan ukuran buah zakar (atrofi testis). Kondisi ini kemudian memicu gangguan kesuburan.
  • Ruptur hidrokel. Hidrokel yang terlalu besar dapat pecah karena peningkatan jumlah cairan dalam kantong zakar.
  • Infeksi pada cairan hidrokel yang menyebabkan timbulnya nanah dan cairan hidrokel (pyocele).
  • Infeksi pada area luka pada penderita hidrokel akibat filariasis.
  • Pengapuran atau pengerasan cairan hidrokel yang dapat menyebabkan pengecilan ukuran buah zakar.
 
Cara mencegah hidrokel yang dapat dilakukan adalah menghindari cedera pada skrotum maupun testis. Misalnya, menggunakan pelindung pada area selangkangan saat melakukan olahraga yang memerlukan kontak fisik.    
Segeralah berkonsultasi dengan dokter apabila Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala berikut:
  • Pembengkakan pada skrotum
  • Nyeri hebat pada area skrotum yang terjadi mendadak
Anda juga perlu memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami tanda dan gejala lain yang terasa mencurigakan. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait hidrokel?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis hidrokel agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/hydrocele
Diakses pada 3 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hydrocele/symptoms-causes/syc-20363969
Diakses pada 3 Desember 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/testicle-lumps-and-swellings
Diakses pada 3 Desember 2018
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16294-hydrocele-in-adults/prevention
Diakses pada 16 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Bakteri Klamidia, Pemicu Berbagai Komplikasi Berbahaya

Bakteri klamidia (Chlamydia trachomatis) adalah bakteri obligat intraselular yang bisa menjadi salah satu penyebab utama infeksi menular seksual, infertilitas, dan penyakit radang panggul.
25 May 2019|Giovanni Jessica
Baca selengkapnya
Bakteri klamidia menyebaban penyakit serius

Ini yang Harus Dilakukan Saat Pemulihan Setelah Sunat Dewasa

Ada banyak pertimbangan seseorang melakukan sunat ketika sudah besar, terutama terkait masalah kesehatan. Setelah sunat dewasa, sebaiknya beri waktu 10 hari untuk pemulihan.
12 Dec 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Setelah prosedur sunat dewasa dilakukan, wajar apabila seseorang akan merasakan penis seperti bengkak

Bentuk Penis Berbeda-beda, Mana yang Normal dan yang Tidak?

Bentuk penis juga sering dikhawatirkan para pria selain dari segi ukurannya. Coba amati penis Anda. Bentuk tertentu ternyata dapat menandakan kelainan pada alat kelamin.
29 Jan 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Bentuk penis pria bermacam-macam dan berbeda-beda